Pelet Cinta

Pelet Cinta
35. 50 Juta


__ADS_3

BRAAAKKK


BRAAAKKKKKK


Seketika Sutris pun bangun dari kasurnya, dan bersiaga membawa pistol ke luar kamar.


Ternyata...


"Meooowwwww... Meowww, " Kucing itu membongkar plastik bekas bungkus nasi bungkus di atas meja. Dan kucing itu menyenggol piring alumunium sehingga jatuh.


" Dasar kau kucing sialan, aku lagi bersiao indehoy. Ia mengganggu saja. Huussssss pergi sana. "


Omel Sutris kepada kucing mengganggu kenikmatannya mencium pujaan hatinya.


" Ayo sayang, kita kembali pada urusan cinta kita. "


Ia pun kembali ke kamar dan menguncinya.


BRAAKKKK


BRAAAKKKK


" Dasar kucing sialan, jika tahu seperti ini ku tembak saja. "


DORRRRRRR


DORRRRR


Suara tembakan terdengar mengejutkan Sutris. Ia pun menyiapkan pistolnya.


Kohar datang dengan tangan yang berlumur darah.


" Bos, bos. Joko Terluka, ia sekarang pingsan di depan rumah. Ayo Bos kita kabur. "


"Hey Kohar, awas kau! "


"Ampun Bos, aku tidak sanggup lagi. Aku pergi Bos." Kohar yang ketakutan dan panik, Kohar pun mencoba kabur lewat dapur dengan membawa tas selempang.


DORRRRRR.


Suara tembakan itu ternyata keluar dari pistol Sutris. Ternyata dia dengan sengaja menembak kaki Kohar.


Sehingga Kohar berteriak kesakitan dan terduduk di pintu dapur.


" Aaakhhhh ... Kau jahanam Sutris Bangsat. Kenapa kau tembak aku. "


" Asal kau tahu, kau sebagai anak buah harus berkorban, aku yang akan kabur. "


Sutris melompat ke belakang rumah tersebut, dan berlari ke dalam hutan.


DORRR


DOOORRRRR


" BERHENTI, JIKA MASIH BERLARI, PELURU INI AKAN MENEMBUS KAKI MU, "


DOORRRRR balasan tembakan dari Sutris.


" GAWAT, DIA PUNYA PISTOL. "


DOORRRR


DORRRRR


DOOORRRRRRR


"AAAAAAAAAHHHHHHHHHHH... "


BRUGHHHH


Seketika hening.

__ADS_1


" Niaaa, Niaaa..., " Teriak Khalid menyerbu masuk ke dalam rumah.


Dia masuk masuki kamar pertama dan kamar kedua.


" NIAAAAAAA !!!!! "


Khalid berteriak, dan langsung menutupi kepala istrinya yang terbuka. Di goyang-goyangnya kepala istrinya. Namun tidak ada sahutan istrinya.


"Hey kau apa kan hah wanita di dalam kamar? " tanya komandan Tim Macan ke Kohar sambil menodongkan pistol ke kepala Kohar.


" Ampuunnn, aku hanya suruhan. Ia diberi minum obat bius, " jelas Kohar dengan ketakutan.


" Mau di apa kan dia sampai dibius seperti itu? Hah!" pistol yang ditodongkannya di dorong-dorong kannya ke kepala Kohar.


" Anu pak, anu. "


" Anu, Anu, Anu APAAA?! " Teriak Komandan.


BRAAAKKK.


Tubuh Sutris yang di bawa anggota Tim Macan tergeletak di lantai rumah.


" Lapor, ia melawan dan bersenjata. Meski diberi peringatan, ia tetap melawan. Dengan terpaksa di dor mati Ndan. "


" Nah kau lihat, siapa dia? Jika tidak mau hal seperti ini terjadi pada mu, kau harus kerja sama! "


" Iya Iya Pak, Dia Sutris , Dia otak semua ini. Dia akan menikahi perempuan itu. Dia tergila-gila dengannya. Jadi dia menjanjikan upah yang besar untuk menculik nya. "


"Berapa kau dijanjikannya? "


" 50 juta, "


" Sama teman kau di luar? "


" Iya, 50 juta juga Dia dapat Pak. "


"Sudah dapat kau uangnya? "


" Oh begitu, Okeh. Kau janji kan ya! Terus terang! "


" Iya, Iya janji , Janji. "


"Borgol dia. "


10 menit, ambulan pun datang menjemput Nia untuk di rawat lebih lanjut.


Sedangkan Sutris dan anak buah nya di masukkan ke Pick Up Polisi dan si borgol. Sutris sudah tidak bernyawa. Hanya tinggal Kohar dan Joko.


...****************...


Di Rumah Sakit.


Banyak sudah berkumpul para keluarga besar, Nia masih belum bangun dari tidurnya.


Bahkan Dony pun datang, ia menunggu diluar kamar.


" Buat apa kamu kesini Don? " Tanya Khalid.


Herman masih berada di samping Khalid, ia takut jikalau Khalid tidak sabar dan langsung baku hantam dengan Dony.


"Aku mau melihat keadaan Nia! "


"Dia belum sadar! Kau kenal Sutris? "


" Hah, jadi si tua bangka itu yang menculik Nia. Kurang ajar! " sumpah Dony.


"Ooh jadi kau kenal, siapa dia? "


"Dia yang mau mempelet Nia saat di Kota ***** saat bekerja di desa terpencil dulu. "


" Asal kau tahu, Aku dan Nia sudah tahu kelicikan mu Dony tentang Anggi. Jadi jangan berani kamu masuk menemui Nia. "

__ADS_1


Tangan Khalid mengepal bersiap meninju. Herman pun langsung menarik Khalid dan menyuruhnya masuk.


"Sebaiknya kau pergi. Asal kau tahu kami mempunyai banyak bukti tentang mu yang bisa kami tuntut ke pengadilan, " Jelas Herman kepada Dony. Mata Herman melotot memandang Dony.


"Aku hanya ingin bertemu Nia, " Dony memelas kepada Herman.


"Percuma, Dia juga belum sadar. Nanti saja, nanti aku kabari jika Nia sudah sadar dan ingin bertemu dengan mu! "


" Betulkah, ? " Mata Dony berbinar mendengar janji Herman.


"Iya, jika dia bersedia. "


"Baik lah, tentu saja ia bersedia menemuiku. Aku akan pergi. "


Setelah itu Dony pun pergi keluar koridor ruangan. Dan menghilang serta tidak menampakkan lagi batang hidungnya.


Khalid pun tidak bisa tidur, dia masih bolak-balik tak karuan menunggu kesadaran Nia.


...****************...


"Tolong,,, tolong..., " Igau Nia.


"Hah,, Hah,,, Nia.. Nia! " Khalid yang tertidur di bawah ranjang Rumah sakit segera bangun saat mendengar Nia mengigau. Ia pun mencoba membangun kan Nia.


"Tolongggggg. Masss. Huuuuuuu," Nia pun terbangun dari pingsannya akibat obat bius.


Pandangan matanya melihat bahwa Khalid ada dihadapannya. Ia pun langsung memeluk Khalid.


Nia meraung menangis dalam pelukan Khalid.


"Aku takut. Takut Mas..., "


"Iya sayang, kamu sudah aman. Tenang Sayang. " peluk Khalid kepada Nia.


"Ampunn.. Tolong, pulangkan aku. Bebaskan aku! "


Rupanya Nia masih dalam keadaan trauma. Sehingga ia masih merasa di dalam kejadian penculikan itu.


Yang awalnya ia melihat Khalid, yang ada sekarang Nia masih berada di Tempat kejadian.


Khalid pun dengan segera memencet tombol darurat.


Tidak berapa lama, seorang perawat pria datang.


"Ada apa Pak? "


"Tolong istri saya, aku tidak tahu. "


"Tunggu sebentar Pak, " sahutnya sambil berlari kecil kembali ke ruang tunggu perawat.


Dan ia pun kembali dengan beberapa rekan kerja nya. Dan langsung menggantikan posisi Khalid.


"Mohon maaf Pak, permisi dulu ya Bu. "


2 orang perawat laki-laki memegang istri Khalid agar tidak mengamuk. Dan 1 orang perawat memberikan suntik penenang.


Tidak berapa lama, Nia pun tertidur kembali.


"Pak, kejadian ini akan kami laporkan kepada dokter spesialis. Jadi pagi hari nanti beliau yang akan menjelaskan lebih detail keadaan Istri Bapak. "


"Baik, terimakasih ya. "


Khalid pun terduduk lesu sambil melihat Nia yang sudah terlelap kembali. Ia merenungi nasib yang dijalani oleh istrinya.


Bahkan ia harus menderita seperti ini.


Malam semakin larut, Khalid pun melihat jam dinding. Ternyata sudah masuk ke jam 3 malam.


Ia pun beranjak mengambil wudhu. Ia ingin menunaikan sholat tahajud. Ia ingin mencurahkan kegundahan dan rasa terimakasih nya kepada Tuhan karena sudah dapat menemukan dab menyelamatkan Istrinya. Dan juga dapat melewati hari ini penuh perjuangan dengan berbagai ujian.


Ia pun menangis dalam sujudnya, dia benar-benar berserah diri dengan keadaan istrinya sekarang, ia berdoa akan kesembuhan istrinya Nia.

__ADS_1


__ADS_2