
Tringggg
Trriiingggg
Trrringggggg
Di ambil Nia handphone di tangan Niko.
" Terimakasih Niko. "
Nia menerima telpon dari tangan mungil Niko.
Lalu di terimanya Video call dari suaminya.
"Hallo, Mas .... "
"Hallo, Sayang, gimana kabar mu dan Niko? "
Ucap suami Nia dari seberang, terpampang video wajah tampan yang senyum.
"Baik Mas, ini ada Kak Herman sama istrinya. Mereka baru datang dari Turki. Dan Dia mau bertemu Mas besok. "
"Berikan handphone nya sama Herman ya Sayang! " perintahnya.
"Hallo Bro Herman! " Ucap suami Nia ketika sudah sudah saling bertatap muka meski hanya lewat Video Call.
Mereka memang sudah bersahabat. Apalagi Nia dan Suami nya menikah berkat Herman mempertemukannya secara tidak sengaja saat pernikahan Herman dan Sulis.
Mereka pun asyik bercakap dan akan berjanji temu untuk membicarakan bisnis. Dan Nia pun asyik bersama Sulis dan anak-anak bermain bersama-sama.
...****************...
Sudah jam 4 sore. Waktunya menjemput Suaminya Nia.
"Ayo Niko, kita jemput Papa kamu di bandara! " Nia meraih tangan Niko dan membantu naik ke dalam mobil.
Lalu Nia pun beralih ke kursi sopir. Dan bersiap untuk menyetir, hidup di kota menyetir sendiri sudah jadi makanan sehari-hari, bukan lah hal luar biasa lagi. Nia memang tidak memakai jasa sopir pribadi. Karena Nia masih belum terbiasa dengan kehadiran orang asing di rumahnya. Sejak kejadian dahulu, Nia agak sedikit sulit memberikan kepercayaan.
Sesampainya di Bandara, sesuai jadwal penerbangan suaminya. Seharusnya suaminya sudah datang, Nia melihat-lihat di tempat penjemputan. Masih belum terlihat suaminya.
Tidak berapa lama. Terlihat se sosok pria tampan dengan kemeja putih menghampiri Nia dan Niko.
" Papa .... " Seru Niko dan langsung memeluk Papa nya yang baru datang.
Sambil memeluk dan menggendong Niko, suami Nia tidak lupa mencium kening Nia.
" Maaf sayang, kalian nunggu lama ya? Jadwal keberangkatannya tadi delay. " Sambil mengusap2 kepala Niko.
" Ayo kita pulang, " Ucap suami Nia.
Sesampainya di rumah, Nia pun bergegas menyuguhkan teh hangat dan kue bolu untuk suaminya.
" Ayo mas diminum dulu, " ucap Nia.
" Nanti, aku mau bersih-bersih badan dulu, " Ucap suami Nia langsung masuk ke kamar.
Nia langsung menyuruh Niko untuk bemain di ruang tengah. Dan Nia pun menghampiri suaminya untuk melepas dasi dan kemeja nya serta merapikan baju didalam koper.
__ADS_1
" Kak Herman janjian sama Mas jam berapa?" Tanya Nia sambil mengambil baju di dalam koper suaminya.
" Sepertinya aku tunda besok saja. Aku terlalu lelah hari ini jika membahas bisnis, " Ucap suami Nia sambil mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi.
...****************...
Malam harinya.
Karena Nia tidak memasak. Mereka ber tiga pun makan di luar rumah.
Suami Nia memesan resevasi di sebuah restoran ternama di kota ini. Mereka pun dilayani dengan sangat baik.
Pada Saat mereka memasuki menu utama. Ada seorang pria menghampiri.
" Permisi, Nia ? ... Bagaimana kabar mu? " Nia pun langsung menoleh ke arah suara pria yang memanggil namanya.
Bak di sambar petir, tangan Nia pun langsung bergetar ketika memandang pria itu.
" .... " Suara tidak keluar. Suaranya tertahan.
" Siapa? " Tanya Suami Nia kepada pria itu.
Lalu pria itu memberikan tangannya untuk bersalaman.
" Perkenalkan dr. Dony Andara, teman Nia saat di Kecamatan Mantewe. "
Lalu disambut Suami Nia tangan Dony.
" Suami Nia, Khalid Alatas. "
Mereka pun berjabat tangan, Khalid pun menawari Dony untuk duduk makan bersama. Dan Dony pun menerima tawaran itu.
" Kamu sudah menikah Dony? " Tanya Nia.
" Belum Nia, Tapi Aku punya tunangan dan aku sudah menetap disini, " terang dia.
" Sudah lama pindah ke kota ini dr . Dony? " tanya Khalid pada Dony.
" Baru saja, mungkin 1 minggu ini." dia sambil mengunyah makanannya.
"Tampan sekali anak kalian, siapa namanya? " tanya Dony kepada anak Nia.
" Ayo jawab Oom nya, " membujuk Niko untuk memperkenalkan diri.
" Aku Adnan Iko Alatas Om. Dipanggil Niko " Senyum Niko kepada Dony. Dengan menampilkan gigi putihnya yang berbaris rapi.
" Wuihh pintar! " Seru Dony, memberikan pujian.
Khalid dan Dony pun berbincang bincang, mereka cepat sekali akrab. Bahkan mereka bertukar nomer kontak ponsel. Dony pun tidak lupa meminta nomer kontak Nia.
Nia terasa canggung, Nia tidak dapat menjelaskan perasaannya. Entah itu senang, takut, bimbang, ragu, bisa juga rindu.
" Bakal tugas dimana dr. Dony? " Tanya Nia.
" Oh aku akan bekerja di Rumah Sakit, dan juga membuka klinik, " Ucap Dony.
Nia pun mengangguk pelan.
__ADS_1
Setelah selesai makan, mereka pun berpisah. Khalid tidak tahu bahwa ada cerita dulu diantara Nia dan Dony yang belum selesai.
Khalid merasa Nia tidak bersikap seperti biasanya saat bertemu dengan teman-temannya. Khalid merasa bingung. Tapi pertanyaan itu dia simpan saja, takut membuat Nia merasa tidak nyaman.
...****************...
NIA :
Di Kamar Tidur ...
Aku duduk di pinggir kasur sambil memakai toner dan serum diwajah. Sedangkan Mas Khalid masih memasang baju tidur sehabis dari kamar mandi.
Bip ... Bip ...
Pesan masuk lewat whatsapp.
Dari nomor tidak dikenal. Aku buka pesan itu.
[Ini aku Dony. Save no ku ]
Lalu ku balas dengan singkat.
[ Iya ]
Ku fikir dia tidak membalas. Ternyata ...
[ Aku rindu kamu Nia! ]
Deg ... Suara jantung ku berdetak keras dan semakin cepat. Dag Dig Dug Deg.
" Ayo tidur Sayang, Wa dari siapa? " Tanya suamiku.
Aku pun langsung menghapus pesan Dony. Aku takut Khalid melihatnya. Karena handphone kami berdua tidak pernah terkunci.
" Ohh dari teman kantor. Ga pa-pa, biasa Mas, " ucap ku dengan langsung mematikan layar handphone. Dan menaruhnya di bupet samping kasur. Aku pun merebahkan diri ku dengan menyamping membelakangi Khalid.
Khalid berbaring ke kasur dan memeluk ku dari belakang.
" Nia Aku kangen, 1 minggu kita tidak bertemu." Dia semakin erat memeluk ku.
" Iya Mas Sayang, Aku juga kangen banget, " Ucap ku sambil berbalik menghadap ke arahnya.
Lalu Khalid mencumbu Nia dan melampiaskan kerinduannya yang sudah terpendam yang tidak bertemu selama kurang lebih 1 minggu.
Malam itu Nia merasa bimbang, karena dia melayani suaminya tapi dia terbayang dan mengingat akan sosok Dony. Dan itu sebenarnya dalam Agama haram hukumnya.
Tapi otak Nia seolah tidak bisa diajak bekerja sama. Mendapat pengakuan rindu dari Dony membuatnya terbayang akan cerita dahulu yang belum lah benar-benar usai. Masih ada rasa yang tersimpan rapat. Dan sekarang, itu mulai terbuka dan mengeluarkan racun dalam diri nya Nia.
Jikalau ini tidak disikapi dengan benar. Maka akan membawa kehancuran baik dari dirinya , Niko, dan suami nya Khalid.
Setelah melayani suaminya, Nia tertidur kelelahan. Khalid pun sudah setengah tidur.
Bip ... Bip ...
Bunyi pesan Whatsapp masuk.
Khalid terjaga mendengar suara Handphone Nia berbunyi.
__ADS_1
Lalu Khalid mengambil handphone Nia dan membuka pesan itu.
...****************...