
"Huekkk. Hueekkkk. "
"Lo kamu kenapa? Maag kamu kambuh ya? "
"Entahlah, aku merasa pusing. "
"Jangan-jangan kamu hamil sayang? "
"Tunggu, aku punya test kehamilan. "
Dengan segera Nia pun ke kamar mandi untuk tes urine apakah ia hamil atau tidak.
Nia keluar dengan wajah datar. Membuat Khalid bertanya tanya penuh penasaran. Tapi ia pendam, takut menyinggung perasaan Nia.
"Belum ya, ga papa. sekarang kita ke RS yu, pasti itu karna kamu maag. "
Nia hanya diam, dan menyerahkan hasil tes nya. Khalid pun menyambut nya, namun ia tidak mengerti bagaimana membacanya.
"Aku tidak mengerti cara membaca nya. "
Lalu Nia memeluk Khalid dan berbisik.
"Aku positif hamil. "
"Masyaallah... Kamu hamil. "
mereka bersuka cita akan kehadiran calon debay kedua mereka.
"Pasti Niko sangat senang, ada debay disini. " elus Khalid ke perut istrinya.
"Sayang Papa disana, baik-baik ya. Jangan bikin mama mu susah ya. Kamu anak pintar. " Khalid berbicara di perut Nia. Khalid langsung memeluk Nia dan mencium kening Nia.
"Terimakasih sayang. "
...****************...
Di dapur.
"Hueekkk... HUekkkkk. "
" Kamu sakit Yan? "
"Iya bu, kepala rasanya pusing sekali." tubuh Yana tampak mau roboh ke lantai saat berjalan.
Untungnya disambut ibunya sehingga itu tidaklah terjadi. Dia papah anak nya kembali ke kamar.
"Kamu kenapa sih, ga biasa nya begini. "
"Ga tahu bu, hueekkk. "
Bi munah berlari ke ruang tengah, mengambil obat di dalam kotak p3k yang menempel di dinding.
"Nih minum obat Promag dulu, cepetan. kalo begini trus sampai siang, nanti minta antar paijo ke mantri. "
"Iya bu. "
setelah memastikan Yana minum obat. Bi Munah pun kembali ke dapur untuk menyiapkan makan siang majikannya. Sebenarnya hati nya gusar, tapi ia tidak ingin menuduh anaknya macam-macam.
Bip. Bip.
Pesan Wa masuk di ponsel Bi munah.
[Aku tahu kau dimana. Ingat waktu mu. Aku datang besok. Kau harus siapkan. ]
Setelah membaca pesan dengan nomor tidak dikenal itu tangannya langsung gemetar. Seketika Bi Munah pun terduduk di lantai.
"Ya Ampun, sampai kapan kah ini berakhir," Lirih Bi Munah sambil mengelus dada nya.
"Loh kenapa Bi , Bibi sakit? " tanya Nia kepada Bi Munah yang ia lihat terdiam di bawah tempat pencucian piring. Ia memperhatikan tangannya gemetar dan nafasnya tidak beraturan.
Rupanya pertanyaan Majikannya itu mengejutkannya.
__ADS_1
"Ha., Ohhh Nyonya. Engga apa-apa kok. "
Dengan segera Bi Munah Bangkit dan melanjutkan kegiatannya.
Nia pun duduk di dapur. Seraya mengawasi Bi Munah.
"Bi, kalo ada masalah ya bilang. Siapa tahu aku bisa mencarikan solusinya. "
Pancing Nia. Ia tahu Bi Munah tampak sangat gusar.
"Enggak kok nyonya. Hehe. "
"Ya udah, Bi aku mau bibi masakkan Sop Ayam ya. Aku pengen banget. "
"Iya Nyonya. "
"Mana yana, kok ga kelihatan Bi? "
"Sakit Nyonya. Maag nya kambuh. Makanya ia di kamar saja. Habis makan siang nanti minta antar sama paijo ke mantri. "
"Nyonya,... "
"Iya kenapa? "
"Bibi boleh ngambil uang gaji bulan ini di awal nyonya? Bibi perlu... "
"Oh , nanti aku bilang sama bapak nya Niko dulu ya."
"Baik Nyonya. "
"Hueekkk, Hueeeekkkk... "
"Nyonya kenapa? Nyonya sakit? "
"Hueekkkk... "
"Jangan-jangan Nyonya. " dengan cepat Bi munah membantu mengelus punggung majikannya.
"Iya Bi... Aku hamil."
"Hueekkkk... "
Dengan segera Bi munah mengambilkan air di gelas untuk berkumur-kumur.
...****************...
"Jo, Paijoo. tolong antarkan Yana ke mantri ya. "
Panggil Bi Munah kepada Paijo yang tengah asyik bermain ponsel belakang rumah.
"Hah, kenapa dia Bi? "
"Dia sakit Jo. "
"Oh iya bisa Bi, nanti saya antarkan. "
"Pakai mobil ya Jo. Tadi aku sudah izin sama Nyonya. kalau pake sepeda motor takutnya malah jatuh. "
"Sip Bi. "
Yana dan Paijo pun berangkat ke Mantri. 2 jam kemudian, mereka pun datang. Yana langsung masuk ke kamar nya.
"Bagaimana tadi berobatnya Jo? "
"Ga tahu, aku kan ga ikut masuk ke ruang mantri nya bi. "
Lalu Bi Munah pun masuk ke kamar Yana. Ia melihat putrinya sudah berbaring meringkuk dengan selimut.
"Gimana tadi berobatnya? "
"Sudah Bu, itu di atas meja obatnya. " Yana menunjuk setumpuk obat di atas meja.
__ADS_1
"Sakit apa katanya, kok banyak begitu obatnya. "
"Maag bu. "
"Tapi kok ibu ga tahu obat-obat apa ini, baru ibu lihat. Kalo obat maag kan sedikit tidak nya ibu tahu." Bi munah memperhatikan satu persatu obat yang ada di atas mejanya.
" Yah ibu, ibu kan bukan mantri. Itu tu obat paten bu. "
"Ohh iya sih. Ibu tahu nya obat mylanta, promag, yang ada gambar lambungnya itu. Ini kan ga ada gambarnya."
Setelah itu Bi Munah keluar dari kamar Yana, entah kenapa hatinya sangat tidak tenang.
"Bibi. Aku mau susu, " Rengek Niko kepada Bi Munah.
"Oh iya boleh. Tunggu sebentar ya."
Bi Munah pu membuatkan susu, dan mengantarnya ke ruang tengah dimana Niko sedang asyik main PS di tv.
"Nah ini Niko sayang susunya. Ini juga ada bolu. wah semangat sekali mainnya Niko. "
"Iya Bi, Kata Papa, ada dede bayi di dalam perut Mama. Rupanya kemaren Papa Mama ga bilang-bilang beli Adek. Hehehe. "
"Hehehe iya Niko. Biar kejutan sama kamu. "
"Tapi aku ga suka Bi, Mama sering mual-mual. "
"Mual-mual itu tandanya sedang ada dede bayi di perut mama Niko. "
"Kenapa dede bayi nakal. Bikin mama huek huek. " Niko mencontohkan gaya ibu nya mual-mual.
"Bukan nakal, tapi mama Niko lagi ga bisa mencium sesuatu yang ga enak baunya. "
"Ooh begitu. "
...****************...
Pagi hari.
Di dapur sibuk menyiapkan sarapan.
"Gimana Yana bu? "
"Sudah mendingan nyonya. "
"Syukurlah," Ucap Nia, lalu ia pun kembali ke meja makan. Ia tidak terlalu bisa dekat dapur. Karena mencium bau kulkas, atau hal-hal dapur dia langsung pusing dan mual.
Yana sudah lumayan sehat. Lalu ia menyuguhkan makanan ke meja makan bersama ibu nya. ia tidak ingin dimarahi ibu nya.
Ketika Yana menyuguhkan makanan, tidak sengaja Yana Merasa Mual.
"Hueeekkk... " Yana langsung berlari ke dapur. Ia tidak ingin membuat majikannya tidak nyaman atas perilakunya.
Dengan segera ia ke westafel. Tidak ada yang dimuntahkan, tapi semakin mual-mual.
Nia dan Khalid tidak merasa curiga. Mereka melanjutkan makan.
"Mama Kaka Yana ade dede bayi juga ya? "
Nia tersedak mendengar pertanyaan Niko.
"Uhuukk.... Ke kenapa Niko bilang begitu? " Nia dan Khalid berpandangan.
Khalid hanya diam. Ia tidak berkutik sama sekali.
"Iya, kaya Bibi Munah. Mama mual-mual karena ada dede bayi di dalam perut mama. tadi Ka Yana mual. Berarti ada Dede bayi juga kan di perut Ka Yana. "
Nia menghela nafas, lalu dia tersenyum. Betapa pintar dan polosnya anak nya Niko ini. Lalu dia mengucap kepala anaknya.
"Bukan Niko, kalo mual Kaka Yana karena telat makan. Makanya biar Niko tidak seperti Kaka Yana Niko harus tepat waktu makannya. Biar ga mual-mual. "
"Ooh ternyata mual-mual itu banyak jenisnya ya Ma."
__ADS_1
Nia hanya senyum dan mengangguk. Nia menunjuk makanan yang dipiring Niko tanda untuk menghabiskan makanannya.
Khalid hanya senyum dan kembali fokus makan kembali. Nia melirik Suaminya. Ia perhatikan sikap suami nya saat makan. Namun, suami nya hanya fokus makan.