
" Assamualaikum. "
" Waalaikum salam mama! Papa mana? " dengan suara khas cadelnya Niko langsung memeluk Nia.
" Papa mu lagi kerja, Mama dan Niko bakal nginap di tempat Nenek Kakek dulu," Nia memeluk erat Niko. Sebenarnya Nia ingin menangis dalam pelukan Niko, tapi dia simpan rapat.
" Loh kamu kenapa? " Mata Ibu dan Nia bertatapan. Mata Nia berkaca-kaca.
Seolah memahaminya, Ibu nya Nia pun langsung terdiam.
Nia memasukkan koper ke kamar.
" Nanti ya Ma ceritanya."
Ibu nya Nia segera membuatkan teh hangat kepada anaknya.
" Siapa Ma yang datang? " tanya Ayah Nia.
" Nia, mau nginap disini. Mantu kita katanya lagi kerja. "
" Ooh ya. Nikooo. Sini sama kakek, cucu kakek yang paling kakek sayang! " Ayah Nia membawa Niko bermain ke belakang rumah. Ayah Nia tidak mengetahui, dia kira hanya seperti hari biasanya. Karena Ayah Nia tidak melihat waktu Nia membawa koper.
Disuguhkan teh oleh Ibu Nia ke dalam kamar Nia.
" Minum dulu teh nya Nia. "
" Inggih Ma, " Nia berbalik dan langsung memeluk ibunya.
Tangan lembut ibunya pun mengelus punggung Nia. Agar membuat anaknya tabah. Meski pokok permasalahan belum diceritakan anaknya. Ibu nya Nia pun tidak bertanya, tapi beliau menunggu Nia sendiri yang cerita.
" Mas Khalid ma, dia kedapatan selingkuh. "
" Masa Nia? buktinya ada? Apa kau sudah yakin."
" Iya ma. "
" Yang sabar ya sayang, kamu tenang dulu. Nanti kira fikirkan solusinya. Ayo minum dulu. "
" Aku mau cerai Ma! "
Ibu nya Nia pun menghela nafas. Nasib apa yang dijalani anaknya. Terbersit ulang saat Khalid melamar anaknya. Teriris iris hati ibu nya Nia.
"Coba kemaren sama nak Herman saja. Mungkin tidak akan seperti ini, meski di tolak. Dia tetap legowo, tetap silaturrahmi ke rumah ini," Batin ibu nya Nia ber andai-andai.
...***************...
Nia izin tidak masuk bekerja. Ia ber alasan sedang sakit. Ya memang sakit, tapi bukan sakit raga. Tapi sakit hatinya.
Tok Tok
" Permisi ! " Ucap seorang Pria.
Setelah dibukakan pintu oleh Ibu nya Nia.
__ADS_1
" Siapa ya ? Nyari siapa? "
" Ibu lupa sama saya ya? Saya Dony bu, dr. Dony Andara. " Dony sambil bersalaman dengan Ibunya Nia.
" Oh, yang waktu tugas di Puskesmas dulu ya. Mari masuk dr Dony. Niaa ini dokter Dony. " Ibu Nia mempersilahkan Dony duduk serta memanggilkan Nia agar keluar.
Lalu Ibu nya Nia pun pergi ke dapur. Menyiapkan hidangan buat tamu. Karena memang tidak mempunyai pembantu.
"Dony,! " Nia terkejut saat Dony sudah ada di rumah orang tuanya.
" Iya, aku mendengar kamu sakit , jadi tadi aku mampir ke rumah mu. Ternyata tidak ada orang, coba-coba kesini. "
" Iya Don! " Nia pun duduk di kursi tamu.
" Bagaimana keadaan mu, sudah membaik? " tanya Dony dengan sambil memperhatikan Nia dari ujung kepala sampai ke ujung kaki.
" Iya ga pa-pa, "
Karena Dony datang, hati Nia sedikit terhibur dengan canda Dony. Mereka pun asyik ngobrol.
" Nia, dari pada kamu bengong disini. Bagaimana kalau ku ajak kau jalan-jalan." Ajak Dony.
" Ih aku izin ke Kerjaan, Sakit. Nanti pas ketahuan aku jalan. Jelas aku di cap pembohong. "
"Tenang, aku bawa kamu ke tempat yang ga banyak bakal orang kerjaan kita kesana. "
" Oke, kalo begitu. "
Lalu Nia pun pamit dengan orang tuanya.
Nia dan Dony pun menaiki perahu dan ingin menyebrang ke pulau seberang.
Dony pun lebih dulu menaiki perahu, setelah itu ia memberikan tangannya untuk Nia agar mudah menaiki perahu.
" Aku takut Don, perahunya goyang! "
"Iya tenang saja, aku pegang erat. "
Lalu Nia pun duduk di samping Dony. Nia sangat takut apalagi perahunya bergoyang, dengan cepat Nia memegang paha Dony. Dony pun merasa ada kesempatan, dia pun meletakkan tangannya ke pinggul Nia dan memeluk nya erat dan kadang meremas pinggul Nia.
Sesampainya di pulau seberang, ternyata lumayan sepi. Tidak terlalu banyak orang. Ada beberapa warung jajanan. Dan ada kolam renang.
Sambil berjalan kecil melewati berbagai macam pohon di pulau itu. Mereka pun membeli minuman dan snack.
" Kita duduk disana yu, " ajak Dony menunjuk di bawah pohon yang sudah tersedia bangku yang menghadap ke danau.
Dony pun duduk, Nia hanya berdiri. Lalu Dony menarik tangan Nia. Dan Nia pun terduduk di asuhan Dony. Nia ingin berdiri, tetapi Dony langsung merangkul Nia.
" Diam saja seperti itu. "
" Aku malu Don, di lihat orang," Ucap Nia dengan gugup. Nia merasa jantungnya berdetak keras karena disentuh Dony. Karena memang dia sudah lama tidak disentuh Khalid.
Ada rasa mendesir di tubuh Nia kala tangan Dony memeluk pinggangnya.
__ADS_1
Dony mengubah posisi Nia menjadi di asuh menyamping. Dan menuntun tangan kirinya ke atas bahu Dony.
" Kau tahu, aku menyesal pergi begitu saja dari mu Nia, aku akan menunggu janda mu. Cepat kau cerai kan saja Khalid. "
Mendengar itu, Nia pun tersipu malu. Ternyata belum juga jadi janda, sudah ada yang akan meminangnya.
Merasa ada kesempatan, Dony pun meraih wajah Nia dan mengecup bibir Nia. Nia yang memang sudah merasa desiran itu akhirnya menikmati dan membalas ciuman Dony.
" Cukup Dony, di lihat orang ,,, "
Tanpa memperdulikan Orang, dikecupnya lagi bibir Nia sampai Dony merasa puas.
...****************...
Di rumah orang tua Khalid.
" Memalukan Keluarga Kau Khalid, mau ditaruh kemanaaa wajah orang tua mu ini ! " Ayah khalid menggebrak meja.
" Tidak ada dalam kamus keluarga kita memperlakukan wanita apalagi istri seperti itu. Haram!! "
Khalid terduduk lesu mendengar amarah Ayahnya. Ibunya Khalid hanya terdiam melihat suaminya marah besar.
"Bukan seperti itu, Demi Tuhan Pah, aku tidak berzina! " Khalid bersumpah.
" Lancang kau bawa nama Tuhan, jelas terlihat terpampang nyata di foto itu wajah mu, coba fikir. Apa ini wajah rekayasa? "
" Iya memang itu wajah ku Pah, memang itu aku. "
" Nah kamu mengakuinya, Astaghfirullah. Ampuni Dosa ku ini ya Allah, Ampuni dosa anak ku ini Ya Allah. " Ayah Khalid terduduk di kursi setelah mendengar pengakuan anaknya.
" Dengar dulu Pah, tapi aku kesana hanya meminjamkan uang kepada perempuan itu, ia mantan sekretaris yang aku mutasi. Aku merasa bertanggung jawab karena memutasi dia secara mendadak. " Khalid menjelaskan yang secara detail.
" Jadikan pelajaran mu Khalid, apabila menemui wanita yang bukan muhrim mu, harus berdua dengan teman. Tidak sendiri. "
" Bapak percaya sama aku, kan? " Khalid memikir dari rentetan kejadian yang terjadi pada keluarganya.
" Aku perlu menyelidiki ini semua! " Ucap Khalid.
Lalu Khalid pamit pergi dan bertemu dengan Herman untuk menyelidikinya.
Khalid berfikir, percuma saja memohon pengertian dengan Nia, kecuali ia memberikan bukti nyata bahwa ia tidak selingkuh.
" Hah, apa?! Tunggu, aku bingung nih harus percaya dengan siapa. " Herman terkejut dengan yang diceritakan oleh Khalid.
" Demi Tuhan Herman, aku tidak selingkuh. "
" Oke, aku percaya kau karena sudah bersumpah dengan nama Tuhan. Lalu apa rencana mu? " tanya Herman.
"Apa kau punya seseorang yang bisa menyelidiki, atau memperhatikan orang, sejenis intel kaya di polisi itu loh. "
" Aah seperti Detektif Swasta, " ucap Herman.
" Ya. Asal ia dapat benar-benar di percaya. "
__ADS_1
" Baik aku hubungi dulu teman-teman ku. "
Khalid pun menelpon temannya. Tidak berapa lama akhirnya ia pun mendapat nomor telpon detektif swasta.