Pelet Cinta

Pelet Cinta
28. Surat Cerai


__ADS_3

Ketika Khalid membuka pintu, terselip surat beramplop coklat. Di bukanya amplop itu.


Badan nya langsung terduduk lesu sambil memandang surat itu.


Bertepatan Herman datang dengan seorang pria.


" Kamu kenapa? "


Bukannya menjawab, khalid memberikan amplop itu. Dan saat Herman membukanya ternyata itu adalah surat dari pengadilan agama. Pemanggilan sidang.


" Aku tidak percaya, ternyata Nia sangat cepat mengurus ini semua, " Ucap Khalid lesu.


" Seperti bukan Nia, kenapa dia begitu yakin! " Khalid bingung.


" Oiya, Khalid, ini kenalkan Bapak Agus Dia akan menyelidiki dan mencari informasi tentang istri mu."


Lalu Khalid dan Agus bersalaman dan bersepakat.


...****************...


Khalid pun tidak muncul ke rumah orang tua Nia.


Nia menjalan kan rutinitas nya seperti biasanya. Itu ia lakukan agar anaknya Niko tidak curiga bahwa orang tuanya sedang di landa masalah besar.


Yang setahu Niko, ayahnya pergi bekerja tugas ke daerah lain. Sehingga untuk sementara tinggal bersama nenek dan kakek.


Nia sudah mendatangi pengadilan dan mengajukan gugatan ke pada Khalid. Nia merasa sangat pasti dengan jalan yang ia tempuh.


" Nak kamu yakin mengajukan gugatan ini? " tanya Ayah Nia.


Nia diam saja, seolah tidak menghiraukan Ayahnya.


" Biasa nya anak Ayah ini selalu minta pendapat dengan Ayah dan Ibu, tapi kenapa sekarang tidak lagi? " Tangan Ayah Nia mengusap bahu Nia.


" Apa kamu tidak bicara dulu dengan Khalid, fikirkan Niko. "


Nia seolah tidak mendengarkan perkataan Ayahnya . Dia pun langsung masuk ke kamar.


Bertepatan Niko pun menghampiri Kakek dan Neneknya, Niko langsung memeluk Neneknya dengan menangis.


" Nenek, Kakek, Mama kenapa? Sekarang Mama Tidak sayang lagi ya sama Niko, " Ucap nya tersedu-sedu menangis sambil memeluk tubuh Neneknya.


" Sayang, memangnya kenapa dengan Mama mu? "


" Malam tadi Niko tidak boleh tidur sama Mama, makanya Niko tidur sama Nenek, terus pagi tadi acuh dengan Niko. Pasti Niko ada salah ya sama Mama! " ucapnya menjabarkan runtutan sikap Nia kepada nya.


"Begitu lembut perasaan kecil ini, " Batin Ibu Nia sambil memeluk Niko.


" Tidak cucu Nenek, Niko Sayang,... Mama kamu lagi pusing banyak kerjaan. Nanti bakal ga gitu lagi kok sama Niko. Mending main sama Nenek yuu ke dapur, " ucap Ibu nya Nia kepada Suaminya.


Entah kenapa, Nia yang biasa nya lembut dan selalu mendengarkan apa saran dari Ayah Ibu nya. Sekarang sudah bisa mengindahkan saran itu, malah tidak menjawab perkataan orang tuanya.


...****************...

__ADS_1


Malam hari.


" Anak kita Nia itu , terasa berubah ya semenjak dia mendapati Khalid selingkuh. Apa dia sangat terpukul, " tanya ibu nya Nia.


" Aku juga bingung, seumur hidup dia. Apapun menyangkut hidupnya dia selalu cerita ke kita, apalagi keputusan besar sepert ini. Ini tahu-tahu Khalid menelpon kita bahwa ia sudah di gugat cerai sama Nia! "


" Apa ada yang tidak beres ya, coba deh Nanti kita Konsultasi Sama Tuan Guru Muin! " Ungkap Ibu nya Nia.


...****************...


" Assalamualaikum."


" Waalaikum salam , eeh Nak Khalid. Ayo masuk, masuk Nak..., " Ucap Ibu Nia mempersilahkan masuk.


" Nia mana Ma? " tanya Khalid sambil mencium tangan Ibu Mertua nya dengan ta'zim.


" Nia pagi tadi bilang nya kena shiff pagi Nak, " ucapnya sambil mengusap bahu Khalid.


" Papa. Papa dataanggg. Horeeee. Pa ajak Niko jalan-jalan. Mama sibuk sekali. Niko tidak diajak jalan-jalan. " Niko merengek dan langsung memeluk Ayahnya yang ia rindukan.


" Iya Niko, Papa ga bisa nafas nih kalo Niko terlalu erat meluknya, " canda Khalid.


" Nih Papa bawa oleh-oleh. " sambil mengeluarkan Bungkusan Kado.


" Horee, " langsung diambil Niko kado dari ayahnya dan membukanya. Ternyata isinya adalah mobil dengan remote kontrol.


" Mahal itu Nak Khalid, Ayo sana Niko main sudah di teras yaa, " ucap Ibu Nia.


" Oh Nak Khalid datang, " Ucap Ayah Nia datang ke ruang tamu.


" Inggih, " Khalid pun langsung bersalaman dengan Ayah Nia dengan ta'zim.


"Maaf , Khalid baru datang. Sebenar Khalid ingin meluruskan permasalahan ini semua secara kekeluargaan. Tapi kemaren Khalid sangat terkejut, ternyata Nia sudah mengajukan gugatan cerai. " Sesal Khalid.


" Begini Nak, jawab dengan jujur. Apa benar kamu melakukan selingkuh itu? " Tanya Ayah Nia.


" Tidak ayah! " jawab Khalid dengan pasti.


Ayah Nia diam dengan pengakuan Khalid.


" Sekarang yang pasti, kau harus bisa mengembalikan kepercayaan Nia, " Ucap Ayah Nia.


" Kamu di sini saja dulu Nak Khalid, sampai Nia kembali. Biar kalian bertemu. Bicaralah empat mata dengannya. "


Khalid pun menganggukkan kepalanya. Dan ia pun kembali bermain dengan Niko dan harap-harap cemas menunggu Nia.


...****************...


5 Tahun yang Lalu


" May, hari ini kita jadwal pemeriksaan Kesehatan Kerja ke Perusahaan. Mana Rompi Kesehatannya?" Tanya Maya kepada Nia.


"Nih punya mu, Sudah siap obat-obatnya nya kan. " Nia menyerahkan Rompi Kesehatan apabila ada kegiatan lapangan, maka rompi itu lah yang mereka kenakan.

__ADS_1


" Pa Imam kan yang nyetir. " Maya sambil mengangkat tas berisi obag-obatan.


" Jangan lupa bawa APD(Alat Pelindung Diri), ceklist kembali peralatan, tensi meter, stetoskop, obat-obatan, dan lain-lain! " ucap Ketua Tim.


" Siap Pak," Ucap anggota tim serempak termasuk Nia dan Maya sambil menceklist kembali peralatan yang akan dibawa.


Sesampainya di Perusahaan, banyak karyawan yang sudah mengunggu. Ada yang bertugas sebagai penyuluh kesehatan, ada yang mengukur tinggi badan, lingkar perut dan banyak hal lainnya lagi.


Satu persatu karyawan di panggil.


" Tahan sebentar ya Pak, " ucap Nia sambil mengusapkan kapas beralkohol ke tangan pria tersebut.


Suara lembut Nia sangat indah dan merdu. Pria itu sangat memperhatikan Nia, karena memang tertutup oleh masker. Hanya mata Nia yang dapat terlihat.


" Auw, sakit ya ternyata, " Ucap pria itu.


" Ah sakit sedikit ya Pak, biasanya kadar Gula dalam darah, dan cholesterol anda bulan kemaren bagaimana?" tanya Nia.


" Normal katanya kemaren, Ini dengan Ibu Niar Damayanti Ya, " Tanya pria itu sambil melihat name tag di baju Nia.


" Betul Bapak.! " jawab Nia.


" Nah tunggu sebentar ya Pak, agak sedikit lama baru keluar hasilnya. " Nia memperhatikan alat ukur tersebut.


" Ga pa-pa juga lama-lama Bu, ga ada yang marah. Dia bujangan bu. " ledek teman-temannya yang lain.


Nia pun hanya tersenyum di dalam maskernya.


" Sama dong sama Bu Nia, Dia single Pak,! " ucap Maya membalas celotehan teman-temannya pria itu.


" Klop dong, jangan lupa Bosque minta nomor nya! " ucap salah satu temannya pria itu.


Pria itu pun hanya tertawa, dan agak salah tingkah. Nia pun hanya tertawa, sebenarnya Nia tidak terlalu menggubris candaan itu. Tapi ada rasa penasaran dengan wajah pria itu. Dia tidak membuka maskernya. Sesekali Nia pun curi pandang.


Setelah selesai pemeriksaan, tim kesehatan pun dijamu oleh manager perusahaan untuk makan siang di kantin perusahaan.


Mereka pun makan dengan lahap. Karena memang suatu kenikmatan, apalagi sehabis kerja, perut lagi lapar-laparnya lalu disuguhi makanan. Satu kata yang tepat yaitu Maknyosss, kata slogan yang seperti di televisi.


Mereka pun makan, dan bertepatan jam istirahat para karyawan sehingga para karyawan pun makan bersama juga di kantin yang sangat besar itu.


Nia yang sudah melepas maskernya, terlihat wajah cantik Nia. Sikapnya yang anggun ketika makan pun sangat cantik.


Di salah satu meja kantin, tepat berseberangan meja makan Nia. Ada pria yang sangat kagum dengan Nia, dia sangat memperhatikan Nia, sampai-sampai dia tidak karuan makan saking terpananya.


" Hey bro, kenapa kau ga makan, ga nafsu? enak gini makannnya!" ucap salah satu karyawan itu.


" Enak kok, aku ga pa-pa, " ucapnya sambil menyendok makanan tapi mata sambil melirik Nia.


" Aku tahu deh kamu ini bro, cewek itu kan yang kamu perhatikan, cantik ya, body oke, wajah mantap, tinggi semampai, kulit nya mulus, bibirnya merah merekah. Single lagi, pepet dah ajak kenalan."


Ia pun keselek mendengar penjelasan teman disampingnya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2