
Dony mengabarkan di grup bahwa pada tanggal merah akan di adakan Refreshing untuk Unit 2 di Wahana Bermain Borneo Park.
Karena itu acara Refreshing Kerja, sehingga mudah saja Nia mendapatkan izin Khalid. Niko dititipkan di rumah ibu nya.
Di Wahana Borneo Park.
Nia dan kawan-kawan pun asyik dengan segala permainan. Ada 20 orang rombongan dari Rumah sakit. Di wanaha mereka pun berpisah-pisah menyesuaikan keinginan masing-masing untuk mencoba berbagai permainan.
Awalnya Nia ikut rombongan tapi ketika memasuki kereta untuk mengelilingi kebun buah ia hanya berdua dengan Dokter Dony. Sebenarnya Dony tidak pernah menjauh dari Nia, dia selalu mendekati Nia.
Di kereta, Nia sangat menikmati perjalanan. Mungkin bagi mata orang asing, Dony dan Nia adalah sepasang kekasih.
" Kau haus Nia? " tanya Dony sambil menyuguhkan botol air mineral yang sudah setengah terbuka.
" Terimakasih. " Nia pun mengambil botol air itu dan meminumnya. Nia tidak menolak diperlakukan bak puteri oleh Dony, hati Nia merasa bahagia diperlakukan dengan perhatian yang intens.
Karena Nia merasa ingin membalas dendam saat suaminya dipelukan wanita lain. Memang seorang Nia mempunyai sifat mendendam.
" Sebentar lagi kita akan mampir ke Rumah Hobbit, disana kalian akan mendapatkan waktu 10 menit untuk mengelilinginya. Setelah itu kita berangkat lagi, " Ucap Sopir kereta mini.
Wajah Nia sangat jelas terlihat bahagia, sejenak dia melupakan kegundahan akan hidupnya. Akhirnya kereta pun berhenti. Para penumpang pun turun satu persatu. Begitu pula Nia dan Dony.
Nia pun turun dengan di bantu oleh Dony. Dony memberikan tangannya untuk Nia berpegangan . Lalu mereka menuju rumah hobbit dan berfoto-foto. Ke rumah nenek sihir.
" Apa kau senang Nia? " Dony bertanya karena sangat jelas melihat senyum di wajah Nia.
" Iya Don, lumayan menghilangkan kejenuhan bekerja. " Nia pun berlanjut menaiki tangga rumah nenek sihir.
" Boleh kita berfoto bersama Nia? " Pinta Dony.
" Tapi pakai handphone ku saja. Sebagai kenangan ku. " sambil mengacungkan handphonenya.
" Apa tidak apa-apa, nanti tunangan mu marah. " Nia masih sibuk dengan memperhatikan atribut rumah nenek sihir.
" Tidak apa-apa, boleh ya! " ucap Dony.
Nia pun berbalik, dan tangan Dony langsung mendekap bahu Nia. Dan mendekatkannya ke kepala Dony dan mereka pun ber selfie dengan handphone Dony beberapa kali.
__ADS_1
" Kita kesana lagi yuk. " Dony menunjuk sebuah gerai minuman. Dan menarik tangan Nia, Nia pun mengikuti nya. Namun Dony tidak melepas begitu saja tangan Nia, dia genggam tangan Nia bak orang sedang dimabuk asmara.
" Minuman apa ini mba? " tanya Dony kepada penjaga gerai. Tangan Dony masih menggenggam tangan Nia mesra.
" Oh ini bapak nya bisa pilih mau dibuatkan jus apa, sesuai buah yang di tanam disini. Ada melon, ada markisa, ada jeruk dan sebagai nya. Ada tertera di menu, dan bisa juga beli buahnya saja. " Penjaga gerai itu menjelaskan.
" Kamu mau apa? " tanya Dony dengan mengayunkan tangan Nia. Nia pun sebenarnya ingin melepas pegangan tangan Dony, takut terlihat rekan kerjanya. Takut ada gosip yang berkembang.
" Aku mau melon saja. " Nia ingin melepas pegangan Dony tapi genggaman Dony kuat.
" Oke mba, pesan Melon 1, Jeruk 1." Pesan Dony.
" Silahkan duduk dulu, pesanan akan segera siap. " Senyum penjaga gerai itu.
Lalu Dony menarik Nia dan duduk di bangku yang sudah disediakan. Dony pun menarik tangan Nia dan meletakkan di pahanya. Dielus-elusnya dan di genggamnya.
Nia pun menarik tangannya, karena itu tidak nyaman. Dan takut di lihat orang apalagi rekan kerjanya. Tidak berapa lama pesanan mereka pun datang.
" Nia, enak ga punya kamu? " Tanya Dony.
" Enak kok. Kalo kamu? " tanya balik oleh Nia.
" Waktunya sudah 10 menit. Silahkan kembali ke kereta. Kita akan melanjutkan ke Kampung Koboi, " Ucap sopir kereta.
Dony pun beranjak dan langsung menarik tangan Nia. Dan mereka sudah duduk di kereta.
" Kau tidak pernah mengenalkan ku dengan tunanganmu, " tanya Nia tanpa ekspresi. Hanya memandang ke jalanan.
" Nanti lah jika waktu nya tepat. Sekarang kita fokus saja berlibur. Tidak perlu menanyakan hal lain. Cukup tentang liburan kita, saat ini. Oke! " Jawab Dony sedikit kesal. Ia hanya ingin membahas tentang saat ini saja.
Tangan kanan Dony diletakkannya di belakang Nia berpangku di kursi kereta. Dan ia seperti memeluk Nia, apalagi jika jalan kereta tidak mulus. Maka otomatis tubuh Nia terhuyung-huyung. Maka dengan sigap Dony pun mendekapnya.
Dony sangat menikmati moment itu, dia merasa mengulang masa indah dulu. Sesampainya di Rumah Koboi. Mereka pun turun dan melihat kandang kuda, dan peternakan sapi. Bahkan disana ada jasa menunggang kuda.
" Kau mau merasakannya naik kuda? " Tanya Dony.
" Boleh! tapi aku tidak berani. " Nia seolah ragu.
__ADS_1
" Tidak apa-apa. Ada aku! " Dengan gagah Dony mengatakannya.
Pertama-tama mereka membelai kuda nya, perlahan tangan Nia menyentuh. Belum sampai Nia menyentuh.
" Aaahhh!! " Pekik Nia, Nia terlalu takut.
Lalu dengan sigap Dony pun berada dibelakang Nia, dibimbingnya tangan Nia untuk mengelus Kuda.
" Nah tidak apa- apa kan? " Ucap Dony menenangkan Nia.
Nia pun hanua mengangguk pelan di dalam pelukan Dony.
" Ayo sekarang kamu Naik, " Ucap Dony sambil membantu Nia menaiki kuda dibantu oleh pawang kuda nya. Disusul Dony yang menaikinnya juga duduk dibelakang Nia. Dony memegang tali. Sehingga seperti memeluk Nia.
Setelah selesai Nia dan Dony pun istirahat di sebuah Kafe.
" Panas sekali ya Don, " Ucap Nia dengan mengibaskan tangan ke wajahnya.
Dony pun dengan sigap mengipasinya dengan kertas menu.
" Kau mau pesan minuman? " tanya Dony.
Nia pun menggelengkan dan menunjukkan air mineral yang masih tersisa setengah botol.
" Nia, .... " Setelah memanggil Nia dengan lembut, Dony pun terhenti sejenak. Lalu Nia menatap Dony menunggu kalimat selanjutnya dari Dony. Terasa lama, Nia mengangkat alisnya tanda bertanya.
" Emmmm ... Jika kau mendapati suami mu selingkuh, lebih baik cerai kan saja. Aku yang akan menikahi mu! Ku tunggu janda mu. Jadi jangan ragu, aku tidak ingin kau tersakiti. Aku akan membahagiakan mu. " Dony mengatakan itu sambil mengambil tangan Nia dan menggenggamnya. Dan setelah itu dia mencium punggung tangan Nia.
Nia pun tersipu, dia terasa tersanjung bahwa ada yang rela menunggunya meski jadi janda. Cuman ia pun sadar seketika dan menarik tangannya. Hati nya seolah bimbang.
Bip ...
Bip ...
Pesan masuk di aplikasi whatsapp. Nia pun tidak menjawab pertanyaan Dony. Dia lebih tertarik dengan pesan whatsapp. Yaitu dari Riko detektif swasta yang ia sewa untuk menyelidiki suaminya sendiri.
[ Ibu Niar, Saya sudah mengintai Suami Ibu. Saya sudah mendapatkan hasil bu.]
__ADS_1
[ Berikut foto hasil nya. ]
...****************...