Pelet Cinta

Pelet Cinta
24. Mata-Mata


__ADS_3

Di rumah.


Nia memandangi kartu nama yang diberikan Dony. Ia masih memikirkan, apakah perlu untuk menghubungi detektif swasta ini.


" Ku rasa tidak ada salahnya aku menghubungi detektif ini, " batin Nia berbicara.


Akhirnya Nia pun menghubungi Detektif itu.


Tuuuuutttttt


Tuuuuuuuttt


Bunyi telpon menyambungkan.


[ Hallo, Dengan Riko Detektif Swasta. Dengan siapa ini? ] Suara pria berat diseberang telpon menjawab nya.


[ Iya hallo, Saya Niar. Saya membutuhkan jasa Anda! ] Ucap Nia sedikit ragu.


[ Oh baik Ibu Niar, Bagaimana kalau kita janji temu dikantor saya. Sekaligus ibu membawa dokumen-dokumen terkait apa yang harus saya selidiki buat Ibu. Dan juga pembicaraan biayanya. ] Ucap pria itu tegas.


[ Baik, bisa kah besok pagi saya ke kantor Bapak, kiranya apa saja dokumen yang perlu saya bawa? ]


Nia pun sudah memantapkan hatinya.


[Bisa Bu, Silahkan datang. Jika anda mencari orang hilang atau yang lainnya, silahkan bawa dokumen data dirinya. Minimal foto dan nama. Apa saja data yang ibu miliki terkait orang atau yang ibu cari, Boleh ibu bawa, ] Ucap Detektif itu.


[ Baik Pak. Terimakasih. ]


Telpon pun berakhir.


Nia pun bergegas mencari foto Khalid. Ya ini dia, Khalid Alatas. Foto suaminya.



Pria tampan keturunan Arab. Yang dia temui saat pernikahan sepupu nya 5 tahun yang lalu. Khalid mengatakan bahwa ia jatuh cinta pada pandangan pertama, tidak ada pacaran. Langsung taaruf dan menikah.


Akankah Khalid berubah sejak 5 tahun ketika sudah bersama. Nia tidak menyangka apa yang ia lihat itu. Setiap malam selalu terbayang bayang. Membuatnya bermimpi buruk. Nia lelah dengan keadaan ini, jika memang terjadi. Akan kah Nia siap berpisah. Itu yang dia selalu fikirkan berulang-ulang, bagaimana dengan Niko.


...****************...


Di Kantor Detektif.


" Permisi, Selamat Pagi! " Nia memasuki ruangan.


" Pagi, ibu sudah janji temu? " tanya seorang perempuan.

__ADS_1


"Dari gaya gestur dan tata cara dia memperlakukan klien seperti nya dia sekretaris, " Gumam Nia dan memperhatikan perempuan itu.


" Iya, Saya Niar, Sudah janji temu. "


" Oh ibu Niar, Perkenalkan saya Diana. Sekretaris Bapak Riko, Mari saya antar ibu ke ruang Pak Riko. " Di bimbingnya Nia sampai menuju pintu ruangan Riko.


Tok Tok Tok.


" Selamat Pagi Pak, ini Ibu Niar Sudah datang. " Diana membuka kan pintu dan tangannya mempersilahkan Nia untuk masuk.


" Wah Ibu Niar, Mari masuk . Ayo silahkan duduk. Terimakasih Diana, jangan lupa teh nya. " Pesan Riko kepada Diana.


" Terimakasih . " Nia pun tersenyum simpul. Dan duduk di sofa biru yang terletak di tengah - tengah ruangan.


" Baik ibu Nia, Kira-kira apa yang ibu butuhkan dari saya, semoga saya dapat membantu Ibu. " Dengan begitu tegas Riko mengucapkannya. Sehingga membuat perasaan Nia bahwa ia tidak salah langkah.


" Ini foto suami saya, Khalid Alatas. Saya ingin Anda mengawasi dia dan apakah ada hubungan dengan seorang wanita. " Sambil menyerahkan foto dan beberapa dokumen berupa alamat alamat kantor serta foto teman-teman lingkungan kerja suaminya.


" Emmm baik, maksud singkat anda. Apakah suami anda mempunyai selingkuhan dibelakang anda." Dipersingkat Riko penjelasan Nia.


" Iya , betul, " Ucap Nia dengan mantap meski hati nya tercabik-cabik.


" Baik, saya rasa 1 minggu akan saya sampaikan laporan nya. Biaya untuk penyelidikan ini akan dibayar di awal dan di akhir setelah selesai penyelidikan. Apakah ibu setuju? " Tanya Riko.


" Setuju! " Nia pun berdiri dan bersalaman dengan Riko.


Riko pun langsung mengambil handphone dan menghubungi seseorang.


[ Hallo, bisnis kita sudah di mulai, ] Ucap Riko kepada orang diseberang.


[ Lanjutkan, ] ucap orang diseberang.


...****************...


Nia kembali kerumah. Suami nya sudah datang dari kantor.


" Dari mana sayang? " Ucap Khalid kepada Nia.


" Ah hanya ke mini market, ada yang dibeli. " Sambil menenteng 2 kantong plastik yang penuh sayuran dan buah.


" Mau buah apel? " tawar Nia kepada Khalid.


" Oh boleh, Oiya tadi Mama datang menjemput Niko. Niko akan nginap di sana, " Terang khalid sambil menekan remote kontrol tv.


Nia pun mengupaa apel dan menyuguhkah apel di hadapan Khalid.

__ADS_1


" Bagaimana bisnis dengan Kak Herman? " tanya Nia membuka pembicaraan


" Emm untuk saat ini masih baik. Nia, bisa kah kau luang kan waktu, Cuti lah , biar kita umroh dan jalan-jalan ke turki. Paling tidak bulan depan. " Ajak Khalid kepada Nia.


" Baik lah, aku akan mencari jadwal cuti nya. " sambil mengunyah apel.


...****************...


Di Rumah Sakit.


" Bagaimana kabar mu Nia? " tanya Dony , sambil duduk di sampingnya.


" Lumayan baik, " ucap Nia pelan.


" Kau masih terlihat murung, be happy Nia. Ada aku, jika kau membutuhkan bantuan ku. Aku siap selalu ada. " Dony dengan senyumnya memandang Nia.


" Terimakasih Don. " Nia membalas senyum Dony.


" Kau mau ku ajak kemana agar menghibur hati mu yang gundah? " Tawar Dony kepada Nia.


" Coba kita seperti disana dulu. Kita bisa ke pantai itu. " Dony mengingatkan kenangan lama.


Nia pun hanya tersenyum.


" Kau rindu tempat itu Nia? " tanya Dony lagi kepada Nia.


" Iya, aku rindu. Aku rindu menjejakkan kaki kosong ku ke pasir nya. Aku rindu mendengar deru ombaknya. " Nia melihat langit-langit sambio mengingat kenangan dulu.


" Kau mau kesana? " ajak Dony.


" Aah tidak bisa Don, tidak ada cuti untuk kita. Jauh Don 6 jam. " Nia menggeleng- gelengkan kepala.


" Kalau hanya mau ke pantai, aku bisa membawa mu. Cukup 2 jam perjalanan saja. Jika tidak mau ke pantai, bagaimana kalau kita ke wahana saja. Dekat kok! " Ajak Dony.


" Kenapa kamu antusias banget Don? " Nia bingung dengan Dony.


" Kau tahu, wajah mu itu sangat lelah, kau butuh refreshing. Paling tidak kau bisa teriak di tempat seperti itu bukan? Dan lelah batin ku setidaknya berkurang! " Dony merayu Nia, agar mendapatkan Moment berdua. Dan mengulang rasa itu, karena Dony masih mencintai Nia.


" Tapi aku tidak mau hanya kita berdua yang pergi. " Nia khawatir jika hanya berdua yang pergi.


" Oh tentu tidak Nia, aku akan usul digrup untuk tanggal merah ini kita di unit 2 akan berlibur. Aku akan izin kepada Direktur! "


Nia pun hanya mengangguk pelan.


" Benar kata Dony, Setidaknya aku butuh healing ke tempat-tempat seperti itu. Terimakasih Dony kau memberikan secercah penghibur aku dikala benar-benar terpuruk. " Batin Nia berbicara.

__ADS_1


Nia pun tidak sabar akan hari itu. Ia ingin melepaskan rasa amarah dia kepada Khalid. Dan ia pun tidak sabar menunggu hasil Detektif itu. Entah baik atau buruk, mungkin itu akan mempengaruhi keputusannya nanti. Entah berpisah atau tetap mempertahan kan.


Tapi dalam lubuk hati yang terdalam. Nia berharap, tidak akan ada perpisahan. Ia ingin menikah hanya 1 kali sehidup semati.


__ADS_2