Pelet Cinta

Pelet Cinta
34. Siasat


__ADS_3

" Mari masuk Pak Khalid , Pak Herman. "


" Silahkan duduk."


"Bagaimana Pak Kasus ini? "


" Mari lihat ini, ini adalah hasil cctv. Apakah ini mobil yang Bapak maksud. "


Khalid pun memperhatikan berulang-ulang cctv tersebut. Sampai ia yakin.


" Iya ini betul Pak. "


" Baik, tim Macan akan mencari mulai sekarang. "


" Bolehkah kami ikut dalam pencarian? "


" Baik lah, asal kalian harus agak jauh. Karena ini sangat berbahaya. "


" Beri mereka rompi peluru. "


" Siap. "


Akhirnya mereka pun segera pergi dalam melacak Mobil tersebut.


1 hari mereka mencari tanpa henti. Masih belum membuah kan hasil. Dan mereka sudah berada jauh dari kota pertama.


Bip...


Bipp...


[ Hallo Pah! Ada apa? ]


[Aku berkonsultasi dengan Tuan Guru Muin, kata beliau Nia berada disekitar Kota Pe******* dekat Gunung, di jalan setapak, dalam rumah hijau diujung hutan]


[Baik Pah. ]


[Kata beliau, beliau akan mengirimkan pertanda ketika kau menuju tempat itu lewat Ghaib.]


[Baik Pah. ]


Cleekk


Telpon mati.


...****************...


" Nih makan, "


Ucap pria yang memakai topeng melempar Roti dan air mineral ke dalam kamar tempat Nia di Sekap.


Nia pun memakannya.


" Sebentar lagi Bos bakal datang, nah itu dia! "


"Suara mobil datang dan berhenti tepat di depan. Terdengar suara derap langkah beberapa orang keluar menyambutnya. Lalu memasuki rumah.


Kreeekkk


Pintu terbuka, hanya menyisakan teralis dengan digembok.


" Nia sayang, apa kabar mu? "


" Lepas kan aku! "


" Oh tidak semudah itu, aku bertaruh nyawa menculik mu. Bertahun-tahun aku menantikan ini semua. "


" Kau gila, bajingan. "

__ADS_1


" Kau suka dengan tempat ini? Kau akan ku nikahi."


" Tidak sudi, Cuuiiiihhhh, " Nia meludah tepat diwajahnya.


"Hemmm ludah mu ini yang akan membawa mu tergila-gila pada ku. "


"Tolong lepaskan aku! Aku mempunyai anak."


"Tidak usah diingat kehidupan mu yang dulu. Kau akan punya anak dariku. "


" Tutup pintu nya, " perintahnya kepada anak buahnya.


" Kalian sudah membeli obat bius kan, aku ingin berbulan madu dengan kekasih ku malam ini. "


" Cepat persiapkan kamar bak pengantin baru di kamar sebelah. "


" Siap Bos! "


" Setelah itu, dia pasti akan memohon kepadaku agar menikahinya. Hahahaha. "


Nia masih mengutak ngatik handphonenya mencari sinyal. Dan ia mendapatkan sedikit sinyal saat dia mengeluarkan handphone nya dari jendela yang berteralis. Ia aktifkan GPS nya .


Dia pun mencari tongkat atau sejenisnya. Dan ia menemukan pipa kecil. Ia robek kerudungnya membentuk tali dan di ikat kan ke handphonenya.


Ia kirim terlebih dahulu Lokasinya lewat pesan whatsapp. Lalu ia aktifkan koutanya. Dan ia naikkan handphonennya tinggi tinggi keluar jendela.


Ia turun kan kembali handphonenya. Dan terlihat tanda centang 1.


" Syukurlah. " Nia pun langsung mematikan handphonenya. Dan dia simpan ke bawah kasur. Ia akan melihat kembali, dia berdoa pesan itu akan sampai kepada suaminya.


Untungnya dia tidak terlalu gaptek dengan handphonenya.


Nia sangat cemas. Ia pun mengambil air wudhu dan sholat meskipun hanya menggunakan baju yang ada dan kerudung.


Ia berdoa dengan khusyu.


Nia pun mengambil nasi bungkus itu dan memakannya, Nia sangat kelaparan karena pagi dan siang tadi hanya memakan dua bungkus roti saja.


"Hey Kohar apa kau sudah masukkan obat bius ke dalam minuman dia, " Ucap Bos penculik itu kepada salah satu anak buah nya.


" Sudah Bos, tadi pun sudah kami belikan nasi bungkus juga sesuai anjuran Bos. " Ucap salah satu anak buah nya yang bernama Kohar.


" Kalian tadi kesini, tidak ada yang membuntuti kan!"


" Tenang Bos. Aman. "


" Bagus, kau Joko sudah selesai dengan tugas mu!"


" Sedikit lagi Bos, Kamar pengantin Bos akan siap."


" Akhirnya, Pucuk di cinta ulam pun tiba. Hahahaha."


...****************...


" Kau yakin jalan ini? "


" Aku merasa ini lah jalannya, di cctv inilah jalan provinsi yang terakhir mobil itu lewati. Setelah jalan ini, cctv berikut nya tidak ada ndan. "


Bip...


"Tunggu Komandan, aku mendapat Pesan dari istriku. Ini Share lokasi! "


Komandan Tim Macan pun memasuki jalan setapak dari jalan provinsi. Mobil Herman di tinggal di pinggir jalan. Mereka ikut Tim Macan memakai sepeda motor agar lebih bisa memasuki hutan secara sembunyi.


Setelah 10 menit memasuki jalan setapak. Terlihat rumah tua.


Komandan, menghentikan sepeda motornya dan memberi aba-aba agar berhenti dan bersembunyi di semak-semak.

__ADS_1


Ia pun menggunakan teropong untuk melihat sekitar rumah tersebut. Benar saja, ada lampu yang menyala. Tanda nya ada kehidupan disana.


Komandan pun memberikan instruksi untuk penyergapan.


...****************...


"Coba lihat dia sudah pingsan apa belum? "


" Tunggu Bos." dengan segera Kohar pun membuka pintu kamar Nia.


" Bos, dia sudah terkulai tak berdaya. Apa perlu aku angkat dia Bos. "


" Hey, hanya aku yang boleh menyentuhnya. "


" Ba baik Bos."


" Kau sih, tahu saja dia wanita di idam-idamkan Bos dari 5 tahun yang lalu," Ledek Joko kepada Kohar.


" Aku kan hanya berniat untuk membantu. "


" Iya, membantu. Tapi kau cari kesempatan kan! "


" Haha, kau tahu, apa boleh ya setelah Bos icip-icip kita dapat jatah Kohar. Sudah lama aku tak merasakan lembutnya kulit wanita. "


" Hahaha, lihat saja nanti. Kalau dapat jatah kita harus memutuskan siapa yang lebih dulu."


"Sekarang saja, ayo main suit jari. "


Mereka pun suit sampai lima kali. Saking antusias nya mereka. Sampai sampai membuat ribut.


"Hey, kalian berisik sekali sih. Kalian ingin mengganggu ku Hah, keluar kalian, lebih baik berjaga. "


" Maaf Bos, kami tidak ingin menggangu, kami akan keluar sambil berjaga. "


" Nih ambil rokok buat kalian, sebelum aku menyuruh kalian masuk, jangan menginjakkan kaki ke dalam rumah. "


" Baik Bos. Terimakasih Bos. "


Dengan cepat mereka berdua pun langsung keluar dan menyulut rokok.


" Rintik begini kita duduk diluar, dingin bbbrrrrr. "


" Iya, Bos malah asyik penuh kehangatan. "


" Sebentar lagi kita bakal dapat uang banyak dari Bos, baru kita berangkat ke Sana mencari kehangatan. "


" Ya ya betul rencana kau Kohar. "


Bos mereka pun kembali dan memasuki kamar dimana Nia masih tergeletak di lantai, ia pun mengangkat tubuh Nia dan memasukkan nya ke kamar sebelah yang mempunyai Kasur dengan hiasan bak kamar pengantin.


Ia pun meletakkan Nia dengan perlahan di kasur. Di copotnya kerudung yang menyelimuti rambutnya.


" Hemmmm harumnya rambut mu sayang. " dia mencium rambut Nia, dia merasakan nikmat saat menciumnya. Dia merebahkan tubuhnya di samping Nia. Lalu ...


Dia pun perlahan mengelus wajah Nia, pipi, hidung dan bibir.


" Betapa imutnya wajah mu sayang, cantik dan menggemaskan hatiku. Kau tidak ada berubah saat pertama kali aku melihatmu. "


" Coba dari dulu kau mengikuti perkataan ku, tidak perlu aku sampai seperti ini. Nia, Nia, kau hanya milik SUTRIS SELAMANYA. Sayang ku. Kau tahu, betapa menderita aku di dalam penjara selama ini." Di ambilnya tangan Nia, di cium-cium tangannya Nia.


Ia pun memulai membuka kancing baju Nia satu persatu.


" Sebentar lagi kau milik ku sayang, kau akan hamil anak ku. Kita akan memiliki keluarga yang bahagia, Kau tahu, istriku dikampung saja sudah aku ceraikan demi kamu."


BRAAAKKKK


BRAAAKKKKKK

__ADS_1


__ADS_2