
Di rumah.
"Yana. Apa kamu masih sakit? " tanya Bi Munah.
"Sudah sehat kok bu. Sudah mendingan."
"Ya sudah, kalo begitu kamu masak ya di dapur. Ibu mau ke depan dulu. Mau nunggu Mamang Ijang tukang sayur. "
"Iya bu. "
Dengan cepat Bi Munah keluar rumah, dia duduk di teras. Dia celingak celinguk melihat ke jalan perkomplekan itu. Setelah itu dia mondar mandir di halaman.
"Suitt.. Suittt. "
Terdengar suara siulan. Bi Munah dengan repleks melihat arah suara siulan itu. Tertangkap seorang pria berjambang lebat dan berkumis. Dia memakai jaket hitam kulit lusuh. Dengan celana jeans biru malam penuh dengan robekan di lututnya. Dia mengedipkan mata sebelahnya. Dan memberikan kode kepada Bi Munah. Dengan segera Bi Munah menghampiri nya.
"Dari mana kau mendapatkan alamat ini? "
"Kemana pun kau pergi, aku pasti tahu. Ayo buka pagar. " Ia mencengkram pagar.
"Tidak, Tidak akan. Kau lebih baik pergi. Buat apa disini. Majikan ku sedang pergi. "
"Nah itu bagus, aku bisa leluasa. Cepat buka pagarnya, suami mu berhutang kepada ku 50 juta. "
"Kau tagih saja dia, aku sudah tidak ada hubungan dengannya. "
"Tidak bisa, asal kau tahu jika kau tidak memberikan ku uang. Rahasia mu akan aku bongkar kepada Majikanmu."
"Apa, memangnya kau tahu apa rahasia ku. "
"Hahaha, ya tahu lah. Majikan mu ini istrinya Bernama Niar kan. "
"Awas kau. Nih gaji ku. Aku belum punya apa-apa untuk membayar mu. "
"Heyyy kelamaan kau seperti ini. Di dalam kan ada barang berharga. 2 hari lagi aku datang, jika tidak kau akan di usir. Hahahaha. " Laki-laki itu pun pergi dengan berjalan sedikit pincang di kakinya.
Bi Munah pun tampak gusar. Jika laki-laki itu memberitahu identitas aslinya ke majikan. Maka semua rencana nya bakal hancur.
Ia pun masuk ke dalam rumah. Dan langsung menuju ke kamar majikan. Ia bongkar semuanya. Namun tidak bisa mendapatkan apa-apa. Tapi ia melihat ada lemari besi.
"aku tidak tahu kode nya. Pasti semua barang berharga ada di dalam sini. Jika aku mendapatkannya. Dia akan berhenti mengejar ku. Sudah berbulan-bulan dia mengejarku."
"Bu lagi buat apa? "
"Astaga naga, dasar kau Yana bikin kaget saja.
" ibu yang bikin kaget aku, grasak grusuk. Aku kira ibu masih beli sayur. Ibu ngapain? "
"Oh tidak apa-apa. Aku hanya membersihkan kamar nyonya. Ayo cepat keluar. "
"Mana sayurnya bu? "
__ADS_1
"Mamang ijang nya ga ada lewat. "
"Hueeekkkk.... "
" Kamu masih mual. Hey kau, jawab jujur? " Bi Munah menarik tangan Yana dengan kasar.
"Apaan sih bu? Sakit. " Yana meringis menahan sakit dari cengkraman tangan ibunya.
" Kau itu sakit maag atau apa sih? sini... biar aku percaya. Aku sudah muak melihat sakit mu ini. " Bi Munah menarik tangan Yana ke dapur.
"Diam kau disini! "
Bi Munah kembali ke ruang tengah dan mencari-cari test kehamilan sisa dari majikannya.
Wajah Bi Munah merah padam karena menahan emosi, dia stress karena baru saja kehilangan uang gaji nya 1 bulan dan bakal memikirkan cara agar mendapatkannya lagi untuk membayar pria itu.
"Nah pakai ini, cepat masuk ke dalam Wc. "
"Apa ini bu? "
"Tak usah pura-pura. Kau bisa saja baca di sana caranya. Cepat! "
Dengan gemetaran Yana pun masuk ke dalam wc. Dan ia pun pipis.
Tok tok tok.
Bunyi pintu wc di ketok oleh Bi Munah.
"Ayo cepat Yana, Jangan bikin ibu mu menunggu. "
"Mana? " Tanya Bi Munah membelalakan matanya .
Namun Yana tidak ingin memberikannya. Lalu dengan sekuat tenaga Bi Munah membalik badan Yana dan berusaha merebut test pack itu. Namun test pack itu terlempar jauh.
Bertepatan jatuhnya test pack itu di hadapan Nia yang baru saja pulang dari rumah sakit bersama Khalid dan Niko.
Nia pun memungut test pack yang berada di hadapannya dan melihatnya terus memandang Yana dan Bi Munah yang sedang bertengkar.
"Ada apa ini? "
"Nyonya!! " mereka berdua serempak terkejut melihat kedatangan Majikannya itu.
"Apa ini? Punya siapa? " Nada bicara Nia sedikit meninggi melihat kejadian ini.
"Ada apa Sayang? " tanya Khalid menghampiri.
"Bukan apa-apa. Kamu sebaiknya istirahat saja. " Nia membujuk suami nya agar tidak mengetahui lebih akan kejadian ini.
"Ya sudah kalau begitu. " Khalid pun berlalu pergi.
Nia langsung duduk di kursi dapur. Sedangkan Bi Munah dan Yana masih berdiri terpaku dan terdiam memandang Majikannya.
__ADS_1
"Emmm Nyonya. Bisa kah saya ingin melihat hasilnya?" tanya Bi Munah gugup.
"Beri tahu dulu, ini milik siapa? atas dasar apa dia harus memeriksa test pack segala? "
"Itu ... Milik Yana Nyonya. Saya hanya curiga, dia selalu mual-mual saat pagi. Tapi... Menjelang siang ke sore dia baik-baik saja. Saya taku.. t. " Suara Bi Munah tertahan di tenggorokannya.
Nia memperhatikan hasilnya. Lalu dia mendekati Yana.
PLAAAKKKK.
"Nyonyaa! " Mata Bi Munah terbelalak dan sekaligus ia pun terduduk lemas.
Sebuah tamparan keras mendarat ke pipi Yana. Yana pun meringis menahan tamparan dari majikannya.
"Jawab aku, anak siapa di kandungan mu! "
Namun Yana hanya terdiam saja sambil menetes kan air mata.
"Kau,,, kau jadikan rumah ku perzinahan!, Ayo jawab! "
Namun tidak ada Jawaban dari Yana. Dia masih terdiam, takut, dan menangis.
"Lalu obat yang sebanyak itu untuk apa Yan? " Tanya ibu nya.
"Mengugurkan."
"Apaaa! Kau sudah berzinah dan sekarang kau ingin membunuh anak yang tidak berdosa itup! " Nia pun terduduk kembali ke kursi.
"Kau setan Yana," Umpat Nia sambil tangannya menekan kepalanya yang terasa pusing.
"Aku hanya ingin tahu, siapa ayah di dalam kandungan mu itu. " Nia sudah kelelahan, dan mendapatkan serangan emosi seperti ini membuat dia semakin memicu darah tingginya.
Bi Munah hanya menangis. Yana masih terdiam berdiri mematung.
"Apa dia ada di dalam rumah ini? "
"JAWAB! " teriak Nia sehingga semua penghuni rumah mendengar.
"Ada apa sayang kamu teriak-teriak? " Khalid pun datang.
Begitu pula paijo. "Ada apa, ada apa! " Paijo datamg dengan berlari dan masuk ke dapur.
"Nah bagus. Sekarang semua pria di rumah ini sudah berkumpul. Sekarang kau tunjuk siapa yang menghamili mu! "
"Ayo cepat. Katakan " gertak Nia.
Namun Yama masih terdiam saja. Dia tidak mau berkata-kata. Bi Munah pun langsung bersujud di hadapan Nia.
"Nyonya maafkan anak saya, saya mohon nyonya, tapi jangan usir kami nyonya! " Bi Munah memelas dan merabah paha Nia. Dia memohon meraung menangis. Di tariknya tangan Yana agar mengikuti dirinya untuk bersimpun memohon ampun kepada majikannya.
Khalid pun terkejut mendengar istrinya sangat marah, dan lebih terkejut kembali mendengar Yana disebut tengah hamil persis seperti Istrinya.
__ADS_1
Paijo pun terkejut mendengar Yana hamil.
"HAMIL ! "