
Ketika Yana kembali ke dapur dan melihat baju nya masih tertumpuk membentuk gumpalan di atas mesin cuci.
"Huuuhhh dasar, akan ku adukan kau ke Mas Paijo," Gumam nya Yana penuh amarah.
"Aaahh aku ga nafsu makan makanan di rumah. Aku beli online aja lah. " Lalu Yana pun memesan makanan untuk siang, tapi ia memesan hanya untuk dirinya.
Ting Tong. Bel rumah berbunyi.
"Ya... Siapa? " tanya Aisyah.
"Pesanan Bu Yana," Sahut pengantar itu.
"Oh iya, ini uangnya. Terimakasih. " Plastik hitam disambut Yana.
Tercium wangi sambal kacang, dan mencuil bilahan tusuk bambu. Jelas itu sate, dan ada juga es nya. Sungguh nikmat di makan yang lagi cuacanya pas panas-panas nya.
"Apa itu Yan? " tanya Ibu Mertua.
"Oh ini pesanan ku. " Yana berlalu masuk ke dalam kamar dan mengunci nya.
"Seperti nya dia beli makanans sendiri bu! " Ucap Aisyah.
"Loh untuk kita tidak ada kah? Trus untuk makan siang kita makan apa? Di kulkas ada apa? " Tanya Ibu Mertua nya sambil menonton tv.
Dengan segera Aisyah pun pergi membuka kulkas. Yang terdapat hanya tempe 1 papan dan telur 1 biji. Dan kulkas pun kosong.
"Hanya telur 1 biji bu, " Aisyah kembali dan melaporkan ke ibu mertuanya.
Mendengar itu, Ibu Paijo pun bangkit dari kursi sofa nya dan mengetuk pintu Yana.
"Yana,,, Yan... " panggil Ibu Paijo lembut.
"Apa sih Bu? " Yana membuka pintu kamarnya.
Terlihat di ujung bibirnya bekas sambal kacang sate, dilirik ibu mertua nya ke dalam kamar. Terlihat bungkus sate di atas kasur.
"Anu Yan, di kulkas cuma 1 biji telur. Ibu sama Aisyah makan apa? Apa bisa makan seperti kamu?"
"Emmm ibu ada uang? "
"Ga ada Yan. "
"Oh Ya udah, makan telur itu aja. Nasi kan ada. Uang aku ga ada juga bu, sudah habis aku belikan. Nunggu Mas Paijo aja datang! " ucap Yana dengan cepat.
"Tapi Yan...," Sahut Ibu Paijo. Belum sempat menyelesaikan kalimat. Pintu kamar Yana pun sudah di tutup.
Aisyah yang melihat itu pun langsung ke dapur. Dan melihat beras, hanya ada 1 takar kecil. Lalu ia pun memasak seadanya. Dan mendadar telur 1 biji itu dan mengoseng-oseng tempe yang di iris-irisnya kecil-kecil.
" Bu... Ini makan dulu. Cukup 1 piring nasinya. ibu makan saja dulu. Aisyah nunggu Bang Paijo aja. "
__ADS_1
Aisyah menyodorkan piring berisi nasi full di hadapan mertuanya.
"Kita makan sepiring berdua saja. Ayo Nak. " Ibu Paijo menarik Aisyah agar duduk disampingnya. Lalu Ibu Paijo menyuapi Aisyah layaknya anak kandung.
Meneteslah air mata Aisyah.
"Kenapa menangis Nak? " tanya Mertuanya.
"Terimakasih Bu sudah memperlakukan seperti anak ibu sendiri. " Aisyah menyeka air mata nya.
Melihat itu Ibu Paijo pun memeluk Aisyah.
...****************...
Malam hari habis maghrib Paijo pun datang.
"Assalamualaikum."
"Waalaikum salam. " Sahut mereka serempak
"Aisyah, bantu aku angkat ini. " tunjuk Paijo ke keranjang. Ternyata itu berisi sayur mayur, dan telur dan beras. Dan tidak lupa ia juga membawakan makanan lalapan empat bungkus.
"Ayo kita makan. Yana, ayo keluar. Ini aku bawakan lalapan ayam, buat ibu lalapan ikan nila. Dan buat Aisyah, kamu suka lele kan. " Paijo menaruh bungkusan lalapan di hadapan semuanya.
"Terimakasih."
"Maaf ya Bu, Aisyah. Aku baru menerima sms Yana, katanya sembako di dapur habis. Jadi baru bisa membeli segitu dulu. "
Yana pun keluar dan langsung duduk. Ia pun membuka bungkus lalapannya.
"Anu Jo, Ibu kan... "
"Uang jajan Ibu sama Aisyah ga ada Mas. Aku juga ga ada, jadinya susah kalo mau beli apa-apa, tadi siang saja susah untuk makan, " langsung Yana memotong pembicaraan ibu mertuanya.
"Waduh minta maaf ya Bu, uangnya masih di ATM. Nanti aku ambilkan, " Sahut Paijo.
"Tuh kan Bu, Bukan aku yang pelit lo yaaa. Emang ga ada uang nya di aku. Nanti di kira aku yang pelit."
"Iya Yana. Ibu ga ada bilang kamu pelit kok. "
Yana pun hanya tersenyum. Dan mereka pun melanjutkan makan. Aisyah tidak terdengar lagi membantah atau pun berbicara. Dia fokus makan saja, karena ya memang kelaparan.
...****************...
"Mas, kamu tahu tidak. Aku kan mau nyuci, ternyata Aisyah mau menggantikan ku mencuci. Tapi ternyata, dia hanya mencuci baju Mas. Baju aku di tinggal nya Mas. Dia kenapa sih Mas, apa dia marah. " Yana mencoba mengadukan Aisyah.
"Oh ya, "
"Aku tidak tahu harus bagaimana lagi! " Yana membalikkan badannya membelakangi suaminya.
__ADS_1
" Besok aku tegur dia. " Janji Paijo.
Pagi hari.
"Aisyah, kamu sedang apa? "
"Masak Bang, kenapa? " tanya Aisyah sambil mengaduk.
Ibu nya Paijo sedang memotong sayur di pojok dapur.
"Begini, kamu katanya ga mencucikan baju Yana. Kan kasian Syah, dia sudah susah untuk bergerak. Kan aku meminta kamu datang kesini buat merawat dia dan calon anak aku. Anak kita juga Syah. "
" Ya, kalau nyuci ya harus punya adab juga Jo, ini lo Yana masa ****** ***** di ikut kan juga untuk di cucikan Aisyah. Ga boleh itu. Pamali. " Sahut Ibu nya Paijo membela Aisyah. Aisyah hanya diam saja sambil mengaduk aduk adonan bakwan.
"Mungkun dia ga sengaja bu... " bela Paijo.
"Ya udah, pokoknya nanti aku ga mau lagi mendengar kaya gini." Paijo pun berlalu ke ruang tamu.
"Ibu sudah motong sayurnya? "
"Sudah syah! ini sayurnya. "
Aisyah pun melanjutkan memasaknya. Sedangkan Paijo dan Yana menonton tv dengan santay nya.
"Aduhhh, rasanya perut ku sedang sakit. " Yana memegang perutnya, ia bergelinjang menahan sakit.
"Apa kamu sudah keluar ciri-ciri nya? " sahut Mertuanya.
"Ga ada bu, tapi kemaren itu ada lendir saja yang keluar. Uuuhhhh aarrghhhhh. " Yana pun meringis ringis menahan sakit.
Paijo pun kalang kabut mencari tetangga untuk meminjam mobil membawa Yana ke puskesmas terdekat.
"Aisyah. Aisyah... Ayo bawakan tas perlengkapan Bayi nya. " Mertua Yana sibuk membawa peralatan berupa bantal dan sarung.
Mendengar teriakan mertuanya, Aisyah pun berlari ke ruang tamu dan menuju ke kamar Yana mengambil tas perlengkapan Bayi.
Brummmmmm,,, mobil pun datang. Temannya Paijo menyetirnya. Dan dengan segera Paijo pun memapah Yana yang sedang meringis kesakitan. Di belakang mertua Yana dan Aisyah mengikuti dari belakang dan membawa peralatan untuk di Puskesmas.
"Mass aduhh... Kok mobil Pick Up sihh. Aduhh. Uuhhhh... " Yana memprotes sambil kesakitan.
"Udah, ada nya ini. Biar cepat ke Puskesmas. "
"Aku duduk di depan saja. Malu aku di belakang! "
"Iya, Iya... Bu, Aisyah. Kalian duduk di bak belakang ya. "
Dengan sigap , Paijo pun memasukkan Yana. Dan temannya Paijo menolong Aisyah dan Ibu nya Paijo naik untuk duduk di bak belakang beserta membawa tas dan bungkusan berbagai macam untuk perlengkapan melahirkan.
"Kok rasanya menyedihkan ya bu kita duduk di belakang ini. "
__ADS_1
"Ya mau gimana lagi. Dia pinjamnya mobil begini. "