
Nia pergi dan langsung memesan taksi untuk pulang menuju rumah.
Sesampainya dirumah, nia langsung masuk ke kamar. Dan mengambil koper besar. Diambilnya semua baju yang tergantung dan dimasukkannya ke dalam koper, Nia pun terisak-isak saat memasukkan baju ke dalam tas.
Satu per satu baju ia masukkan, ia pun terduduk di kasur dan menangis sejadi-jadinya. Saat itu pula dia ingat pesan kedua orang tuanya. Bagaimana pun masalah di dalam rumah tangga. Jangan pernah berkeinginan untuk lari dari rumah, atau meninggalkan rumah kecuali memang dipulangkan oleh suamimu.
Nia menyeka air mata, setelah itu dia befikir ulang. Dan memasukkan kembali baju-baju yang dikoper ke dalam lemari. Dia rapikan lagi kopernya ke tempat semula.
" Ya. Bagaimana pun kapal dihantam ombak, meski oleng. Jangan sesekali lompat dari kapal!, ini bunuh dirim. Kecuali kita sudah punya sekoci atau perahu penyelamat. " batin Nia menguatkan diri nya.
BRAKKK
Dengan tegesa-gesa Khalid masuk kamar dan langsung menghamiri Nia, Dia duduk disamping Nia.
" Tolong Nia, Mengertilah. Yang kau lihat tidak seperti yang kau fikirkan. Dia lagi menangis karena berduka dan aku coba menenangkannya. Tiba-tiba dia memeluk ku bertepatan kamu datang sayang, " ucap Khalid dengan memelas memohon pengertian Nia.
Nia diam membisu,
" Nia, ku mohon maafkan lah aku! " Khalid memelas.
" Apa yang harus ku lakukan agar kau percaya, Nia ... " Khalid memegang kepalanya dengan mengacak rambutnya. Dia frustasi.
" Baik lah, ku maafkan kamu. Tapi pecat dia. " Tegas Nia kepada Khalid.
" Tapi, dia baru berduka dan -" Ucap khalid terputus.
" Pecat atau Mutasi dia ke cabang terjauh. " Nia berdiri.
Khalid meraih tangan Nia, ia tahu Nia adalah orang yang tegas. Tak mau ia kehilangan Nia, Maka khalid pun berjanji.
" Baik, aku mutasi dia. " Janji Khalid.
" Dan sekretaris mu wajib seorang pria. " Nia mewanti-wanti.
" Baik Nia sayang, sekarang kamu sudah memaafkan ku bukan? " tanya Khalid lembut.
Nia hanya terdiam. Dan berlalu pergi dari kamar.
Ia pun berfikir, tidak ada gunanya membicarakan tentang Dony. Dan keinginan Nia untuk berhenti bekerja pun disimpannya saja. Jikalau kapal ini tenggelam setidaknya ia punya sekoci untuk bertahan hidup. Wanita sekarang harus mempunyai pekerjaan. Batin Nia bertarung.
...****************...
Malam hari.
Bip ... Bip ...
__ADS_1
Pesan masuk lewat Whastapp.
[Nia, maafkan aku. Aku sudah melewati batas. Aku tidak sadar karena aku terlalu merindukan mu].
Isi pesan dari dokter Dony.
[Baik, ku maaf kan]. Jawab Nia singkat.
[Ku harap kau tidak menghindari ku, aku ingin kita berteman. Setidaknya kau tidak canggung bila disamping ku]. Dony menjelaskan keinginannya.
[Baiklah. Mari kita berteman dengan baik]. Tegas Nia kepada Dony.
Lalu Nia pun menghapus semua pesan Dony. Fikir Nia, biar lah suaminya Khalid tidak mengetahui akan hal ini. Terasa ada dendam di hati Nia. Masih terasa membara hati Nia. Apalagi melihat senyum yang terlihat di wajah Anggi kala itu. Itu sangat jelas, Anggi mengejar suami Nia. Nia bisa merasakan Ada niat terselubung dari Anggi.
Nia bersikap seolah kejadian siang tadi tidak terjadi. Nia bisa bersikap biasa saja. Tetapi batin nya terasa di cabik-cabik. Ada trauma yang tercipta.
" Mama, mama kenapa diam saja, " Tanya Niko seolah bisa merasakan kesedihan ibunya.
" Tidak ada apa-apa Nak, sudah sikat gigi? " sambil mengajak Niko ke kamar mandi.
Setelah dari kamar mandi, Niko pun mau tidur. Dia cipika cipiki dulu dengan mereka. Nia dan Khalid terdiam di meja makan. Khalid pun mencoba meluluhkan lagi hati Nia.
" Sayang, bagai mana kalo akhir minggu ini kita holiday bersama. " Khalid berfikir dengan meluangkan wakti family time. Mungkin akan memupuk rasa dan menghilangkan kesedihan Nia.
Nia pun mengangguk pelan.
...****************...
Di kantin Rumah Sakit.
Nia duduk makan sendirian. Teman-temannya sudah makan dan pergi. Lalu datang dony dengan membawa nampan berisi makanan nya.
" Boleh aku duduk disini? " tanya dony kepada Nia.
Nia mengangkat wajahnya dan menatap Dony. Lalu dia pun mengangguk.
" Kamu terlihat sedih. Kenapa? " tanya Dony, karena memang tidak melihat senyum di wajah Nia. Dony ingin Nia mencurahkan kesedihan hatinya kepada Dony.
" Jika belum bisa cerita, tidak apa-apa. Aku hanya berfikir. Jika di ceritakan setidaknya membuatmu lega. " Rayu Dony pelan agar Nia dapat meluangkan isi hatinya.
Nia mengutak atik makanannya. Antara berfikir, apakah perlu curhat dengan Dony. Hatinya begitu sesak memikul ini semua.
" Aku melihat suami ku dipeluk wanita lain. " Air mata jatuh di mata Nia. Dengan segera Nia mengusap mata dan pipi nya.
" Brengsek, lalu suami mu tahu jika kau melihatnya? " Dony menggenggam tangan Nia sebentar , memberikan perhatian dan kehangatan agar memberikan ketenangan pada hati Nia yang gundah.
__ADS_1
" Ia , dia tahu. Tapi dia memberikan alasan kepada ku. Aku pun meng iya kannya dengan 1 syarat. Tapi hati ku masih terasa sakit, " Ucap Nia kepada Dony.
" Aku tahu, kamu pasti tidak menerima alasan itu bukan. " tebak Dony.
Nia pun mengangguk pelan.
"Jika kau tidak percaya, kau bisa menyewa detektif swasta untuk mengawasi suami mu. Kau mau? " tawar Dony kepada Nia. Dony pun mengeluarkan kartu nama di dalam dompetnya.
" Simpan ini, jika kau membutuhkan. " Dony menyerahkan kepada Nia.
Nia mengambilnya dan menatap kartu nama itu.
...****************...
Di Satu sisi kota, tepatnya di sebuah Kafe dengan Bar yang sunyi karena tidak terlalu banyak pelanggannya.
Dony duduk sendirian sambil berbicara dengan handphone nya.
[Kau tahu bukan cara kerja mu, aku tidak mau ada kesalahanmu? ] Tanya dony pada orang diseberang telpon itu.
[ Iya Bos, aku akan lapor apapun dengan mu terlebih dahulu, ] Jawab orang diseberang.
[ Oke,. Ku nantikan hasil kerja mu. Jika misi ini berhasil. Kau ku berikan double. ] Janji Dony kepada orang di telpon seberang.
" Hai Don ... " Sapa seorang perempuan cantik sexy kepada Dony. Lalu mereka cipika cipiki. Perempuan itu pun langsung duduk dihadapan Dony menyilangkan kaki nya.
[ Oke, ku tunggu kabar selanjutnya! ] Dony pun menutup telpon nya.
" Untuk sampai saat ini, Kerja mu Bagus. " Puji Dony kepada Perempuan itu
" Kau tahu lah aku ... tapi aku perlu dana lagi nih, kurang yang kemaren. " Wajah perempuan itu cemberut, lalu Perempuan itu mengangkat tangan nya memanggil waiter untuk memesan minuman.
" Iya , pesan apa? " Waiter itu datang dan langsung mencatat pesanan Nia.
" Coktail, Singapore Sling, " ucap perempuan sexy itu.
" Ada lagi yang mau di pesan, Mas nya? " Tawar Waiter kepada Dony.
" Tidak, cukup! "
" Baik, mohon tunggu sebentar ya. "Jawab waiter sambil berlalu.
" Aku tidak mau tahu, pokoknya kau fikirkan cara agar misi kau berhasil Aku tidak ingin mendengar kau dan dia gagal. Jika masalah uang itu gampang. " Wajah Dony antusias.
" Siap Bos, " Jawab perempuan itu dengan tertawa.
__ADS_1
...****************...