
6 bulan berlalu. Bayi yang mereka bawa diberi nama Azkan Barra. Yana tidak mau menyusui karena ia merasa bukan anaknya. Dan ia tidak mau *********** mengendor, maka Azkan pun disusui oleh Aisyah dengan susu formula.
Yang merawat Azkan pun lebih sering oleh Aisyah saja. Yana tidak tahu menahu dengan Azkan. Sudah saja Paijo menasehati Yana. Namun tidak digubrisnya.
"Aku ingin menjenguk Anak kita Mas. " usul Yana pada suatu malam.
"Huss suara mu jangan keras-keras. "
"Ayo Mas, biar lihat dari luar pagar saja. "
"Iya dah, besok yaaa. "
"Azkan sama Aisyah lagi? " tanya Paijo.
"Iya, biarin aja mas. Lagian Aisyah juga suka merawat Azkan. "
"Anak kita disana dirawat dengan baik, harusnya kamu rawat dia juga dengan baik. Awas saja kalau tidak kamu rawat. "
"Biarin, itu kan ide gila kamu. " Yana menyalahkan Paijo.
Paijo sangat sayang dengan Azkan, meski ia tahu bukan anak kandungnya. Ia merasa bahwa anaknya di rawat di keluarga berbeda dengan baik. Maka ia harus merawat Azkan dengan baik pula.
Besok paginya Yana dan Paijo pun berangkat dan memeasuki perkomplekan mewah. Mereka berhenti di seberang rumah yang besar. Rumah yang 2 lantai dengan desain yang mewah. Mobil mereka terparkir 2 buah. Halaman mereka luas. Pagar mereka pun buka tutup otomatis.
"Cup cup... Cucu Nenek, Cucu Kakek. " suara orang di dalam menggendong cucu nya.
"Aku juga mau lihat. Adik ku Keenan Shakeel Khalid kek. Di Panggil Keenan, " Jawab Kaka nya.
"Iya sayang. "
"Jadi nama anak kita Keenan mas, waah keren ya. Keenan Shakeel. " Yana pun harap melihat wajah anaknya.
"Yuk pulang, nanti kita ketahuan disini. "
"Iya mas, sekarang aku sudah lega. Anak ku terlihat baik-baik saja dan tidak kurang apapun. "
"Tenang saja, nanti aku akan cari tahu jika Keenan di titipkan di play group atau penitipan anak atau TK. kita bisa masukkan Azkan kesana juga. Biar kita bisa bertemu Keenan. "
"Makasih sayang. "
Lalu mereka pun pulang dengan keadaan bahagia. Mereka tepat memilih keluarga itu untuk dijadikan pertukaran anak mereka.
...****************...
"Bang, susu Azkan sudah habis. " Aisyah berbicara dengan Paijo.
"Oh ya. Nanti aku belikan. Bulan ini aku terpaksa membeli susu yang lebih murah ya dari sebelumnya. Kita lebih menghemat, karena pengeluaran membesar karena membeli popok dan susu. "
"Iya Bang, Jika Yana bisa menyusui mungkin tidak akan seboros ini. ."
__ADS_1
"Iya, tapi bagaimana lagi. Susu nya kering kok. Asinya tidak keluar. Jadi sekarang, susunya kau kurangi, dia kan sudah mulai makan juga. Dan ajari dia agar berhenti pakai popok."
Di kejauhan Yana melihat Paijo duduk bersama dengan Aisyah dan Azkan. Yana pun cemburu.
"Jangan-jangan selama aku nifas, mas Paijo ada mendatangi Aisyah. Hemm dasar laki-laki awas saja. Kamu juga cewek sialan sok-sok an agamis berpakaian tertutup. Tapi ikut numpang tanpa kerja. " Yana mendendam.
"Harusnya aku akan mendatangi dukun itu. " Rencana Yana dalam hatinya.
"Sini mama nenek dulu Azkan. " Ibu Paijo mengambil Azkan dari pangkuan Aisyah.
"Gimana jualan Jo? " tanya ibunya.
"Ya lumayan lah. Cuman sekarang agak sedikit pemasukan kita. Biar menambah penghasilan. Aku ingin kita bikin 2 gerai. "
"Yakin bisa Jo? " tanya ibunya kembali.
"Bisa bu, Oiya, Aisyah... Mau ga kamu jaga Gerai ke 2 . Nanti aku ajarin cara berjualannya. Tapi gerai kamu aku letakkan di tempat wisata berbeda, " tanya Paijo.
"Tapi Azkan gimana? "
"Azkan sama Nenek saja di rumah! " seru Ibu mertua nya dengan bahagia,karena ia sangat senang merawat cucu yang ia idam-idamkan.
"Yakin bu, " tanya Aisyah.
"Yakin." Jawab mertuanya dengan tegas.
" Tuh kan, sebentar saja. Nanti jikalau sudah menjanjikan. Kita akan rekrut karyawan. Lalu kita tinggal mengawasinya saja. "
"Oke, deal yaa berarti. " Paijo pun menjadi lebih semangat.
...****************...
"Mbah, aku ingin pasang susuk dan membuat suami ku bertekuk lutut kepada ku. "
"Gampang itu, kau sanggup dengan maharnya dan persyaratannya? " tanya Mbah dukun itu.
"Bisa mbah, berapa dan apa saja syaratnya! ? "
"Syaratnya, ketika kamu sudah memakai Susuk,
Tidak boleh makan sate langsung dari tusuknya 2.Tidak boleh makan kacang-kacangan kecuali kamu haluskan terlebih dahulu
Tidak boleh berjalan di bawah jemuran pakaian
Tidak boleh makan pisang emas.
Yakin tidak, kamu bisa?, jika ini semua kau langgar maka wajah mu bakal rusak. " wanti-wanti Mbah dukun itu.
__ADS_1
"Bisa Mbah, tapi jika susuk itu ingin aku cabut, bisa mbah? " rupanya ada juga rasa khawatir di hati Yana.
"Bisa bu. Dan untuk membuat suami mu tunduk, cukup peraskan darah haid pertama mu dsn teteskan 2 tetes saja untuk dimasukkan ke dalam air 1 liter. Setelah larut. Baru sedikit demi sedikit kau masukkan ke kopi atau teh suami mu. Namun, nanti aku beri mantra penakluknya saat mengaduk teh atau kopi itu. Adukannya pun harus 3 ke arah kiri, 3 ke arah kanan. Tidak boleh salah. Kau bisa? "
"Bisa Mbah, berapa biayanya Mbah! "
"Semuanya 5 juta. Susuknya aku yang akan menyiapkannya. "
"Baik Mbah, setelah uangnya siap. Aku akan datang kembali Mbah. "
"Yaa, Yaaa hahaha haha hahaha." Mbah dukun itu pun tertawa melihat Yana sangat antusias.
...****************...
Setelah mengeluarkan uang 5 juta, Yana pun memasak susuk di wajahnya.
Tapi ia tidak jadi untuk memberikan mantra kepada minuman suaminya. Ia merasa, buat apa memberikan penakluk kepada Paijo. Terasa sia-sia. Harta saja tidak punya. Begitulah pemikiran Yana.
Sesuai apa yang di janjikan oleh Paijo. Akhirnya Yana menjaha Gerai 1. Dan Gerai ke 2 di jaga oleh Aisyah.
"Wah enak ya jualan kamu! " Salah satu orang yang membeli berkomentar seperti itu.
"Terimakasih, " Jawab Yana Tersipu.
"Kenalkan aku Agus, " sahut pria itu kembali.
"Salam kenal, Yana. " Yana masih senyum-senyum saja. Ia sadar, orang ini lagi pengen PDKT.
"Kamu sendirian ya jualannya? "
"Iya, Pak. "
"Yeee kaya gini dibilang Bapak, panggil saja Mas Agus ya. Kan sudah kenalan. "
"Hahaha. Ih bisa aja, " Jawab Yana sambil melayani pembeli lainnya.
"Jangan mau, dia istri nya banyak. Dia mau jadikan kamu istri ke 4.hahaha! " Jawab salah satu temannya.
" Hahahaha. " Yana hanya tertawa mendengar kelakar mereka berdua.
"Wah ternyata benar-benar ampuh memakai susuk ini. Banyak pria yang datang kepada ku. kalau begini, aku bisa ganti suami saja. Lagian aku cuma nikah siri saja dengan Paijo. Lebih baik aku cari pria kaya. Aku ingin jadi istri orang kaya. Aku capek jualan kaya gini, " Fikir Yana.
"Mba... Mba... " Pria melambaikan ke wajah Yana.
"Ohh iyaaa. Kenapa? "
"Yeee melamun Mba nya. Ada Jual Rokok? "
__ADS_1
"Tidak. Tidak ada. Coba di sebelah sana. "
"Terimakasih."