
"Ibu, kenapa Azkan di bawa ke sini? Nanti bagaimana dengan Yana, apa kita bakal dituduh menculik anak nya. "
"Tenang saja ,Tidak akan, Aisyah. Karena ibu baru saja mengetahui bahwa Azkan bukanlah anak mereka. Aku mendengar pembicaraan mereka. "
"Maksud Ibu bukan anak kandung, lalu Anak Siapa Azkan ini? "
"Ibu juga tidak tahu, jika bertemu Paijo. Ibu akan bertanya langsung. Ibu ingin menyadarkannya, ini sudah diluar batas. Dosa besar ini."
"Setelah perceraian mu selesai, kamu mau kemana? Aku rasa baiknya kau tinggal dengan ibu dikampung. Aku sudah menganggap kamu seperti anak ku sendiri. Mau kah kau tinggal bersama ku? "
"Baik bu... Aku pun sudah menganggap Ibu seperti Ibu kandung ku. Tapi bu, sebaiknya Azkan kita serahkan kepada orang tua aslinya. Aisyah tidak sampai hati jika memisahkan nya, yaaa meski aku sudah sayang kepadanya. "
"Iya Aisyah, semoga Paijo mau mengatakannya. "
"Iya bu! "
...****************...
"Assalamualaikum."
"Waalaikum salam. Siapa ya,? "
"Saya Aisyah ingin bertemu dengan Ibu Nia dan Bapak Khalid. "
"Tunggu sebentar, "
Pelayan itu pun mempersilahkan duduk Aisyah dan Ibunya. Dan dia memanggil Nyonya Nia.
Niar pun keluar, dan menyapa mereka.
"Niar, Ibu siapa, dan ada keperluan apa? "
"Perkenalkan saya Aisyah, Ini Ibu mertua saya. Dan ini Azkan. Kami ingin berbicara dengan Ibu Niar. "
"Oh Iya, silahkan. "
"Bu, bawa Azkan. "
"Niko, Ajak Adik Keenan sama Adik Azkan nya main yuk Nak. "
"Baik bu. " Niko pun mengajak Azkan dan Keenan bermain di ruang tengah dengan berbagai macam mainan.
Aisyah dan ibu Paijo pun menceritakan segalanya tanpa ditutup tutupi. Betapa terkejutnya Nia mendengar pengakuan mereka.
"Aku akan menelpon suami ku dahulu. "
Mendengar kabar dari istrinya. Khalid pun langsung pulang dengan segera dari kantornya.
"Assalamualaikum."
"Waalaikum salam. Mas kenalkan ini Aisyah, mantan istri Paijo. Dan Ini Ibu Paijo. "
__ADS_1
"Khalid. Baik, bisa ceritakan dari awal Bu Aisyah! "
1 jam Aisyah dan Ibu Paijo menceritakan.
"Jika memang kalian ingin memastikan, kalian bisa tes DNA."
"Ya aku akan mentesnya segera," Sahut Khalid dengan mantap.
Setelah itu Nia dan Khalid menghampiri ruang tengah dan memandang Wajah Azkan yang ceria dan asyik bermain dengan dua anak lainnya. Meneteslah air mata Nia.
"Ya Allah, 4 tahun sudah umurnya nya. Seusia Keenan. Dia Anak ku! " Batin Nia.
Nia tidak kuat lagi menahan sebak di dada nya. Dia langsung mendekap Azkan. Dan menangis meraung. Niko dan Keenan bingung. Apalagi dengan Azkan, dia bingung dalam pelukan seorang wanita yang masih asing. Namun Azkan tidak berontak. Dia hanya terdiam dan memandang Aisyah yang ia panggil Ibu saat ini.
"Paijo, Yana , kau ... " Khalid menggeram memanggil nama mereka, ia sangat marah.
"Maaf Pak Khalid, Kalo bisa jangan di kasus kan ini pak. Karena Mas Paijo sudah mendapat karma nya sendiri.
Dia sedang stroke dan tidak dapat begerak. Dia hanya terbaring lemah.
Dan untuk Yana. Kami sudah tidak mengetahui keberadaannya. Setelah ia pergi meninggalkan Mas Paijo yang tengah sakit. Ia lari dengan pria lain. "
"Astaghfirullah, di mana Paijo tinggal sekarang." sahut Nia.
"Dia ikut bersama saya, saya merawatnya, " sahut ibu Paijo.
"Hari ini kami langsung pulang kampung bu, hanya sebentar kesini. Kasian Paijo sendirian di rumah. "
"Baik Pak Khalid. Kami pamit terlebih dahulu. "
Mereka pun pulang dengan taksi.
...****************...
1 minggu kemudian, Hasil Tes DNA keluar dan memanglah Azkan 99.9999% adalah anak kandung Khalid dan Nia.
"Assalamualaikum."
"Waalaikum salam Pak, silahkan masuk. "
Aisyah mempersilahkan Khalid dan Nia masuk.
"Mas, ini ada Pak Khalid dan Bu Nia."
"Uhh Uugghhhh aakhhh paaaakkk liidddd maaafffff. " hanya itu yang keluar dari mulut Paijo. Matanya terbelalak belalak dan terpejam. Dan seketika mengalirlah air mata di ujung matanya dan membasahi bantal.
"Iya Paijo, Aku dan Nia sudah memaafkan mu. Tidak apa-apa, Anakmu kami rawat dengan baik. Dia sehat sekarang meski harus kontrol tiap bulan, Sayang Ayo panggil Keenan. "
Keenan pun dipanggil dan masuk ke dalam kamar. Melihat Keenan yang tumbuh besar dengan baik, tampan dan sehat. Paijo pun semakin menangis. Khalid membimbing tangan Paijo mengelus kepala Keenan.
"Siapa Pah? " tanya Keenan.
__ADS_1
"Ini teman baik Papah, panggil dia Ayah Paijo ya. "
"Kok panggil Ayah, kan dia teman Papah, " Sahut Keenan.
"Karena dia teman Baik Papah sayang. " Khalid tersenyum kepada Keenan.
"Baik Pah, Aku Keenan. Salam kenal Ayah Paijo. "
Mendengar itu, Paijo semakin menangis.
"Keenan, Yuk Ajak Azkan main di luar. Biar papah bicara dulu ya sama Ayah Paijo. " Nia pun keluar bersama Keenan.
"Aisyah, apakah Azkan bersedia tinggal bersama kami? "
"Iya dia bersedia. Setelah saya beri pengertian bahwa Saya harus merawat Ayahnya. Dan dia harus tetap sekolah. Cuman saya belum bisa memberi tahu kebenarannya kepada Azkan tentang kita. "
"Tidak masalah. Setelah dia dewasa. Dia akan dapat mengerti. Aku harap kita tidak putus silaturrahmi ya meski Azkan ikut bersama kami.
Jangan sungkan jika ke rumah. "
"Baik Bu. lihat itu, mereka asyik bermain. Niko tidsk di ajak bu,"
"Dia ada ulangan, jadi tidak ikut. Niko bersama nenek dan kakeknya. "
"Terimakasih Aisyah, Jika kalian tidak mengatakan ini semua. Mungkin aku dan khalid tidak pernah mengetahui ini semua," sambung Nia kembali.
"Iya bu, semoga Azkan dan Keenan saat dewasa nanti dapat mengerti ya bu! Hanya waktu yang dapat membuat mereka mengerti dan memberikan jawabannya. "
"Iya , aku juga berharap seperti itu. " sahut Nia.
Mereka pun memandang Keenan dan Azkan bermain di halaman rumah di perkampungan nan asri.
Angin sore berhembus menerpa pepohonan karet yang mengelilingi rumah Paijo. Burung- burung berkicau saling bersahutan.
Harapan mereka agar anak-anak mereka tumbuh sehat dan menjadi anak yang sukses serta berakhlak yang baik.
"Alhamdulillah. Terimakasih ya Allah, " ucap lirih Nia.
...****************...
TAMAT
...****************...
Note :
*Terimakasih author ucapkan untuk semua pembaca setia yang telah menemani author pada karya pertama ini.
Nantikan Novel lainnya dari Author.
Salam hangat untuk semuanya❤*
__ADS_1