Pelet Cinta

Pelet Cinta
42. Kebenaran


__ADS_3

1 Minggu yang lalu.


Melihat Nia yang pingsan, dengan segera Khalid menggendong istrinya.


"Paijooo. Cepat siapkan Mobil. Ayo!Niko, ayo ikut Papa, " Teriak Khalid.


Niko yang sedang berada di kamar nya berlari mengikuti ayah nya.


"Mama kenapa Pah? mama sakit kah? "


"Ayo masuk sayang! "


Dia lupa akan masalah yang baru saja di bicarakan, dia lebih mementingkan keadaan istrinya.


Lalu Paijo pun sudah siap dengan mobil. Nia dimasukkan ke dalam mobil, dan mereka berempat pun langsung pergi menuju rumah sakit.


Sedangkan Yana dan Bi Munah terdiam mematung di dapur.


" Hei Yana, jawab jujur. Itu bukan anak Tuan Khalid kan? "


Yana tidak menjawabnya, iya hanya menunduk.


"Lalu anak siapa? Jawab ku bilang, Paijo kah? "


Tanya Bi Munah.


"Hikz Hikz... Aku tidak tahu bu.. "


"Apa? Maksud mu ini apa? "


"Aku pernah berhubungan dengan Warto, dan waktu kedatangan Paijo kesini. Paijo jugaa. "


"Ooh astagaaa dasar perempuan sial, sama dengan ayah mu ya. "


"Maaf bu... "


"Gara-gara ayah mu, aku di uber-uber si brengsek itu. Kau tahu, kita pasti bakal di usir. Nasib kita sudah diujung tanduk. Rumah di kampung sudah di jual ayah mu. Sekarang ini kita melarat tahu. Kamu pakai hamil segala lagi, " Omel Bi Munah.


Lalu Bi Munah pun kembali membersihkan dapur. Sedangkan Yana kembali ke kamar.


...****************...


"Yana, kamu ke pasar dengan paijo, Tuan Khalid sama Nia masih rumah sakit. Nanti tinggal siapkan apa saja yang dipesan paijo untuk di bawa ke rumah sakit. "


"Iya bu. "


Maka berangkat lah Yana dan Paijo ke pasar dengan sepeda motor sekaligu membelikan apa saja yang di pesan majikan mereka.


"Yana, betul kandungan mu itu anak Tuan Khalid? "


"Emmm sebenarnya bukan. "


"Huuhhhh jadi kamu bohong. Lalu kenapa kau menunjukkan kesalahan itu pada Tuan Khalid? "


"Ibu menyuruhku. "


"Hah, apa? Jadi... Apa ibu mu tahu kalau kau dan aku. "


"Iya , tahu kok mas Jo. "


"Trus apa kata ibu mu. "


"Dia diam saja. "

__ADS_1


"Kamu masih kan minum obat kemaren! "


"Sudah berhenti, aku rasa anak ini sangat kuat. Tidak ada efeknya."


"Waduh... "


"Kamu ini gimana sih! Tanggung jawab dong mas mas Jo! Mas Jo,,, mas Jo, iiihhhh. "


"Aku lagi konsen bonceng kamu. Nanti saja kita bahas. "


"Iyaaa." Yana mengiyakan dengan nada sewot.


Di Rumah.


Ting Tong...


Bunyi bel berbunyi, Bi Munah berlari ke depan pagar.


"Ayo mana? "


"Aku ga bisa buka, karena lemari besi. "


"itu gampang, biar aku yang membongkarnya. "


Lalu Bi Munah pun membukakan Pintu pagar. Pria itu pun masuk ke dalam rumah.


"Jangan di rusak, nanti ketahuan. Aku yang kena! "


"Iya iya, aku ahlinya dalam ini. Tenang saja. "


Setelah 2 jam.


Bruummm bruummmmm... suara sepeda motor masuk ke dalam halaman rumah.


"Iya."


"Lo Bu ada tamu, tapi Tuan... "


"Oh ini teman Bapak mu Yan. "


"Oh inggih, mari Pak saya ke dalam dulu. Permisi. "


Pria itu pun hanya senyum.


"Baik Munah, aku pulang. " Pria itu pergi membawa koper.


"Siapa itu Bi Munah? " Tanya Paijo penasaran.


"Bukan urusan mu. " Lalu Bi Munah masuk ke dalam rumah.


"Huuhh dasar. Gitu aja bilangnya bukan urusan mu, kemaren-kemaren nangis-nangis sujud dengan tuan. Nasib mu tu Bi yang diujung tanduk. Ini saja masih di pending dulu. " Paijo sambil menjulurkan Lidahnya mengejek Bi Munah.


setelah itu Paijo pun bersiap untuk membawakan apa saja yang dibutuhkan majikannya di rumah sakit.


...****************...


4 hari kemudian setelag Nia pingsan.


Khalid pulang ke rumah, dia sadar mendapati harta berharga di dalam brankas ternyata telah hilang berupa perhiasan emas dan uang.


Dan ia juga tidak bisa menemukan leptopnya. Ia pun langsung membuka cctv di rumah yang memang diletakkan tersembungi, dan memang ia tidak memberitahu siapapun bahwa memasang cctv tersebut, berkaca pada kejadian saat Nia di culik maka Khalid pun penuh ke waspadaan. Betapa terkejutnya ia mendapati orang yang tertangkap di kamera adalah Bi Munah dan 1 orang rekannya.


"Pak tidak jadi saya antarkan? " Paijo bingung melihat tuannya menyetir sendiri.

__ADS_1


"Nanti, aku mau ke suatu tempat dulu. Kamu siapkan keperluan ku. "


"Baik Tuan. "


Brummmmm suara mobil semakin menjauh.


"Lo bukannya kamu tadi mau sama kamu jo? "


"Ada urusan katanya. "


"Oh gitu. " Bi Munah pun kembali ke dapur.


Khalid sengaja bertindak dengan tenang seolah ia tidak menyadari bahwa ia telah kehilangan, Dengan segera ia pun pergi ke kantor polisi sendirian guna membuat laporan kehilangan atas sindikat perampokan.


Dan tidak lupa membawa rekaman cctv. Dan benar saja sesampainya di kantor polisi orang yang terekam di cctv sebagai rekan Bi Munah adalah buronan yang kabur dari lapas.


"Baik pak, laporan bapak akan segera kami tindak lanjuti. Apalagi setelah melihat bukti cctv bapak ternyata ada 1 orang buronan. "


"Apa? "


"Iya pak, ini pak. " Polisi itu menyerahkan selembaran foto wajah seseorang.


"Hah, Ini kan wajah orang yang telah menculik istri saya Pak. Anak buahnya sutris. " Khalid pun mengenalinya.


"Betul pak, ini Kohar. Anak buah Sutris. "


"Lalu apa hubungan Kohar dengan Bi Munah ini. "


"Kami akan menyelidikinya lebih dalam mendalam Pak."


"Baik pak, terimakasih Pak! " ucap Khalid.


Lalu Khalid pun pulang ke rumah dan segera pergi dengan Paijo ke rumah Sakit.


Masalah di rumah pun tidak ia ceritakan dengan Nia, dia tutup rapat semuanya. Ia tidak ingin istringa kembali stress.


Khalid selalu berdoa, agar di permudah dan dikeluarkan dari ujian ini. Apalagi ia sekarang telah di fitnah telah berbuat zina dengan Yana. Khalid menangis di dalam sujudnya di sepertiga malam. Nia tidak mengetahui itu.


Ia mengadukan segalanya kepada Allah swt . Ia tidak ingin terlihat rapuh sebagai kepala keluarga apalagi dihadapan istrinya yang lagi membutuhkan dukungannya. Ia juga berdoa agar dapat mengembalikan kepercayaan Nia serta keutuhan rumah tangganya.


6 hari kemudian setelah Nia pingsan.


Bip... Bip...


[Ya Halo]


[Kami sudah menangkapnya. ternyata hubungan yang terjalin antara Kohar dengan Bi Munah itu berdasarkan uang. Bi Munah adalah istri dari Sutris. Dan Kohar ingin meminta uang yang dijanjikan Sutris sebagai imbalan menculik istri Bapak. ]


[Astaghfirullah.. ]


"Ada apa Mas? " Tanya Nia mendengar suaminya ber istighfar dengan keras.


"Tidak apa-apa! "


Lalu Khalid pun menutup telpon nya.


"Permisi, dengan pasien Ibu Niar Damayanti. "


"Iya betul, "


"Besok Pagi Ibu boleh pulang ya Pak. Dokter bilang sudah bisa, tapi ibu harus tetap Kontrol rutin setiap bulan. Hindari stres. "


"Iya Suster, terimakasih. "

__ADS_1


Kemudian Suster itu pun keluar meninggalkan Khalid dan Nia di kamar.


__ADS_2