Pelet Cinta

Pelet Cinta
45. Istri pertama Vs Istri kedua part 1


__ADS_3

Di subuh hari yang dingin. Yana terbangun, namun ia mengambil selimut dan kembali berbaring serta melanjutkan tidurnya. Ia dengan sengaja merencakan untuk angun kesianga . Ia ingin Ibu mertuanya atau Mba Aisyah yang menyiapkan makanan.


"Mas, aku capek banget. Nanti saja ya aku bangunnya. Ibu atau Aisyah aja yang bikin sarapan," Ucap Yana pelan sambil merubah posisi tidurnya yang sekarang agak kesusahan dalam berbaring karena perut besarnya.


"Iya sayang, " Paijo pun bangun, dan menyelimuti istrinya. Ia pun bangkit dari tidurnya. Dan keluar kamar.


Tok tok tok.


"Aisyah... Aisyahh. "


Terdengar suara grasak grusuk di dalam. Dan selang bebera detik pintu pun terbuka.


"Ada apa Bang? " Tanya Aisyah sambil mengusap-usap matanya yang masih mengantuk.


"Siapin sarapan. Yana ga bisa, dia kelelahan karena susah tidur malam tadi. "


"Baik Bang, " Sahut Aisyah tanpa membantah. Ia pun langsung kembali ke dalam kamar, lalu ke kamar mandi untuk sekedar mencuci wajah nya dan menyegarkan nya agar mengusir rasa kantuknya.


Ia pun melihat jam di dinding, jam menunjukkan pukul 05:00.


"Bang, aku sholat subuh dulu ya. "


"Tunggu syah, aku beri tahu kamu dulu letak Ikan segala beras nya ya, nah ini disini, disini berasnya, ini bumbu-bumbunya." sahut Paijo menjelaskan.


"Habis sholat kamu langsung masak saja. Aku akan menyiapkan jualan ku. Kamu disini kan ga kerja, jadi sering-sering bantu Yana ya. Dia agak kesusahan, paling tidak memasak atau urusan rumah lah. Hanya sementara saja sampai Abang bisa nyewa pembantu," Rayu Paijo kepada Aisyah.


Yang namanya Aisyah, orangnya kalem. Dia pun manut saja. Dia merasa hidup sebatang kara, karena dia anak yatim piatu. Jadi ia merasa bersyukur bisa hidup punya keluarga seperti Paijo dan Ibu Mertuanya. Setidaknya Ia merasa di lindungi dan ada tempat bernaung.


Sesudah Sholat, Aisyah pun sibuk di dapur. Ia juga tidak ingin membangunkan mertuanya. Ia kerjakan perlahan dengan sendirian.


"Lo kamu Syah yang masak. " sapa ibu mertuanya saat keluar kamar.


"Kamar mereka memang dekat dapur, sehingga apa saja kegiatan di dapur akan terdengar di kamar yang mereka tiduri.

__ADS_1


" Iya bu, Yana katanya kelelahan. Malam tadi katanya tidak bisa tidur, " Aisyah menjelaskan kepada mertua nya sesuai apa yang dijelaskan oleh paijo. Tidak kurang tidak lebih.


"Oh iya, ibu sholat dulu. Sehabis itu ibu bantu kamu." Ibu Paijo pun segera mengambil wudhu.


Meski Yana sedang mengandung cucu yang ia idamkan, ia tetap lebih sayang dengan Aisyah. Karena ia merasa Aisyah lah yang pertama merawatnya saat Paijo merantau untuk mencari nafkah. Awalnya pun ia kecewa dengan Paijo yang mengabarkan bahwa menambah istri.


Namun, seiringnya dikasih kabar bahwa Yana sudah hamil dan ekonomi mereka lancar. Kekecewaan itu mulai mereda.


"Sini ibu, masak sudah Syah? "


"Sudah bu, tinggal potong sayuran saja bu. "


Lalu ibu mertuanya mengambil pisau dan memotong sayuran yang akan dimasak. Jam 7, semua sudah kelar. Sarapan pun sudah terhidang rapi meja makan.


"Wah sudah siap ya sarapannya, makasih ya, " ucap Yana saat lewat ruang makan. Ia sengaja seperti itu seolah tidak tahu. Padahal ia yang menyuruh suaminya untuk memerintahkab Aisyah untuk memasak.


"Iya Yana, Mba senang kok bisa bantu sedikit. " Aisyah tersenyum lega.


Lalu mereka pun sarapan bersama. Paijo dengan lahap makan masakan Aisyah. Ya, karena selama ini hidup di kota bersama Yana, ia sedikit tidak cocok dengan masakan Yana. Sedangkan masakan Aisyah sangat enak di lidah Paijo.


"Jo,,, memang nya selama ini kamu makan apa? Sampai sebegitu nya, " Sahut ibu nya dengan tersenyum senyum melihat anaknya sangat lahap makan.


"Ya makan juga bu, cuman kita sering beli, ya karena ada uangnya, ya beli saja. " sahut Yana agak tersinggung.


Rupanya Yana merasa tersinggung san cemburu ketika masakan Aisyah di puji. Namun Yana tersadar, ia juga harus memanfaatkan ini semua.


"Tapi kalo begini tiap hari, Pertama kita bisa menghemat pengeluaran. Untung ya Mas, ada Ibu dan Mba Aisyah datang untuk membantu di rumah kita. " Yana sengaja memperjelas kata Membantu agar seolah menyadarkan mereka bahwa di rumah ini, dia lah yang berkuasa.


"Iya, makasih ya Ibu, Aisyah. Kalo begini aku bisa semakin gemuk. Perut ku bakal besar kaya bos-bos besar, hahahaha, " sahut Paijo sambil tertawa dan mencairkan suasana.


Ibu Paijo hanya diam, dia tidak ingin memancing di air yang keruh. Sedangkan Aisyah tetap melanjutkan makan.


Setelah sarapan Paijo pun pamit untuk pergi berjualan. Yana pun masuk ke kamar lagi, ia sengaja meninggalkan meja makan yang masih berantakan.

__ADS_1


Aisyah pun membersihkan piring-piring bekas sarapan mereka tadi. Dan membawa nya ke dapur untuk di cuci. Ibu mertuanya sedang menyapu lantai.


Yana keluar dengan gumpalan pakaian. Ia ingin mencuci pakaian nya dan Paijo.


"Permisi bu, Ibu punya cucian?" ucap Yana kepada ibu mertuanya.


"Tidak ada Yana, " Sahut Ibu mertua nya sambil masih menyapu.


Sesampainya di dapur. Yana melihat Aisyah lagi mencuci piring.


"Mba sekalian cucikan baju Mas Paijo ya. " Gumpalan Pakaian ditumpuk Yana di atas mesin cuci.


Setelah mengatakan itu, Yana pun kembali ke ruang tengah dan menonton tv. Aisyah yang sibuk mencuci piring hanya bisa menoleh dan ingin menjawab Yana nya pun sudah berlalu pergi. Ia tidak menunggu jawaban Aisyah.


Aisyah menyelesaikan cucian piring, lalu mengangkat gumpalan pakaian Paijo. Ternyata itu bukan hanya pakaian Paijo, melainkan pakaian Yana bahkan ****** ***** dan bh nya.


"Astgahfirullah, Yana..., " Ucap Aisyah. Ia singkirkan pakaian dalam Yana. Aisyah merasa hanya ingin mencucikan pakaian suaminya saja. Dan pakaian Yana ia biarkan masih dalam tumpukan.


"Yana, Harusnya kamu sering bergerak. Jalan kek, nyapu kek. Bukannya leha-leha. Biar kamu lancar waktu melahirkannya. " Saran Ibu mertuanya.


"Capek Bu, sudah berat banget. " Yana malah mengangkat kakinya ke sofa dan di selonjorkannya.


"Hussshhhh ga boleh gitu. lagi hamil harus yang baik-baik ngomongnya. "


"Huhh ibu itu ga bisa melihat aku leha-leha ya. Aku tu sudah lelah. Sebelum kalian datang, aku tu bekerja keras sama Mas Paijo jualan. Pas saat begini bisa kaannn aku ingin bersantay. Harusnya ibu mikir! " Yana meninggikan nadanya.


Mendengar suara Yana meninggi, Aisyah pun keluar.


"Bukan begitu Yana. Kamu itu.... "


Belum sempat ibu mertua nya menyelesaikan kalimatnya. Aisyah pun menarik tangan Ibu mertuanya.


"Sudah bu, ga usah di ladeni, " Sahut Aisyah pelan. Lalu ia menarik Ibu mertua nya ke dapur.

__ADS_1


Yana melihat mereka langsung bibirnya mencibir. "Wewewe, mulai deh ngomel nenek tua itu, " omel Yana sambil melanjutkan memakan cemilan dan menonton serial tv kesukaannya.


__ADS_2