Pelet Cinta

Pelet Cinta
11. Ancaman


__ADS_3

NIA :


Adzan Subuh berkumandang***....


Aku bangun perlahan, ku lihat disamping ku masih ada tika yang masih dengan selimut. Tidurku malam tadi sangat pulas. Meskipun badan ku masih terasa sakit, bahkan sangat sakit seperti sehabis dipukuli orang banyak.


Bu painah menceritakan kepada ku bahwa aku kesurupan ketika pingsan kemarin.


Aku tidak menyadari apa yang terjadi kemarin.


Hari ini aku terlalu lemah untuk bekerja.


"Nduk,... Sudah bangun! " Bu painah membuka pintu.


"Sudah bu" Kata ku sambil membereskan selimut yang sehabis ku pakai.


Tika pun menggeliat menandakan dia sudah bangun.


"Yuk sholat subuh" Ajak dia, dan dengan bergegas ku bangun dan membenarkan baju tidur ku. Disusul oleh tika.


Lalu kami sholat berjamaah dirumah, pak mitro dan andre tidak ke mesjid. Yang biasanya mereka ke mesjid. Mereka lebih memilih dirumah saja karena mereka tidak mau meninggalkan kami.


Setelah sholat pak mitro melanjutkan membaca Al Qur'an.


Bu painah pergi kedapur. Aku ingin membantu beliau, tapi beliau menolaknya. Dan menyuruhku untuk istirahat saja.


Aku kembali ke kamar, setelah ku perhatikan badan ku yang terasa sakit. Ternyata di leher ku ada goresan luka yang membuat sedikit perih, ditangan ku seperti memar dan juga kaki-kaki ku.


...****************...


Jam 1 Siang.


Dokter dony datang...


Setelah pesan dia yang tidak aku balas, dia khawatir dan menghubungi ka yuli. Dan ka yuli menceritakan kejadian tersebut.


Alhasil, sekarang dia sudah ada dihalaman rumah pak mitro.


Sekarang Dia duduk bersama pak mitro berbincang di depan teras.


Ketika aku keluar, pak mitro beranjak dari kursinya dan masuk kedalam rumah.


"Saya tinggal dulu ya dokter" Sambil mempersilahkan ku duduk dibekas kursi beliau.


" Bagaimana keadaan mu? " tanya dokter dony, sambil memperhatikan ku dari ujung kepala sampai kekaki.


" Kok tahu? " tanya ku balik.


" Iya, kamu tidak membalas pesan ku dari kemaren. Makanya aku telpon yuli. Yuli menceritakan semuanya. " terang dia sambil meraih tangan ku.


" Kamu terluka, " di memegang tangan ku dan memperhatikan. Dan mengalihkan pandangnnya ke leher ku. Sambil menunjuknya.


"Disana juga. " dia mengkrenyitkan alisnya.


" Kamu yakin baik-baik saja? " tanya nya memastikan. Sambil mengelus rambut dikepala ku.


Aku mengangguk pelan dan tertunduk. Aku merasakan dia benar-benar perduli dengan ku.


Air mata ku menetes. Lalu dia menggenggam tangan ku, air mata ku tepat jatuh di punggung tanggannya. Dan dia mengetahui itu, semakin erat di menggenggam tangan ku.

__ADS_1


Mungkin jikalau tidak didepan rumah pak mitro, bisa saja dia akan memeluk ku erat meminjamkan bahu nya untuk ku bersandar dan menangis.


Ku tahan tangis ku, ku usap air mata ku. Lalu aku tersenyum kepada nya dengan menyisakan hidung memerah dan mata yang sembab.


"Tidak apa-apa kok, ! " ucap ku seolah memberikan kekuatan kepada diri sendiri.


"Kamu yang harus hati-hati, harusnya kamu datang ke sini ditemani, jangan sendirian. " cecar ku kepada nya.


"Heyy aku laki-laki, aku bisa melindungi diriku" kata dony memastikan dan membuatku setengah tenang.


"Tapi dia kemarin mengancam ku dan kamu, kamu harus hati-hati! " kata ku menceritakan kejadian kemarin.


"Iya, sudah... Sudah, kamu tidak perlu khawatir."


Setengah Jam dony mengunjungi ku. Lalu dia pamit untuk pulang.


...****************...


Aku pun kembali ke dalam rumah, ku telpon maya. Ku ceritakan semuanya.


Aku berfikir agar tidak tinggal di desa ini lagi, aku mau mencari rumah sewaan yang dekat puskesmas karena disana pemukimannya lebih banyak. Biar aku pulang pergi bekerja ke desa ini.


Rencana ku dengan maya, besok aku akan pergi ke kecamatan dan mencari rumah yang disewakan.


Sekaligus aku ingin mengunjungi kiayi yang bisa memagar badan ku untuk menghalau orang yang ingin berniat jahat lewat jalur ghaib.


kejadian kemarin belum aku ceritakan kepada orang tua ku. Jelas mereka akan khawatir, aku berfikir akan menyelesaikan masalah ini secara sendiri terlebih dahulu.


...****************...


Malam hari ......


Jam menunjukkan pukul 11.00. Suasananya sunyi, tika juga berbaring membelakangi ku dan menghadap dinding.


" Tika , kamu sudah tidur?" tanya ku pelan takut jika dia sudah benar-benar tidur.


" Belum kak, Kenapa? " Kata tika sambil membalikkan badannya ke arah ku.


" Ga papa, aku hanya tidak bisa tidur " kata ku.


Lalu dia membalikkan badannya kembali menghadap dinding.


" Besok aku mau ke kecamatan. Andre besok bisa mengantar aku tidak ya... " aku berbicara sambil menerawang ke langit-langit.


Tika tidak menyahut ku, lalu aku setengah bangun dan menengok ke dia. Ternyata dia sudah terlelap.


Aku pun kembali merebahkan diri, dan ku selimuti diriku.


Sunyi....


Aku tidak bisa tertidur, entah kenapa mata ku tidak ada rasa mengantuk sama sekali.


Ku coba memejamkan mata.


Tapi tiba-tiba selimut ku ada yang menarik ke bawah.


Aku kaget, ada apa ini. Ku tarik kembali selimut ku, terasa saling tarik menarik.


Ku coba mengintip dibalik selimut apa gerangan yang menarik selimut ku.

__ADS_1



Seolah tertidur, tapi ku coba mengintipnya perlahan.



ternyata sekilas ku lihat tangan hitam kering sedang mencoba menarik selimut ku.


Jelas ini bukan manusia. Aku langsung berkeringat dingin. Ku coba menendangnya. Dan ku lihat kembali.



Ternyata sudah menghilang. Akupun sedikit lega.


Ku hela nafas ku dengan dalam. Dan ku lirik tika masih yang masih tertidur pulas.


Ku pejam kan lagi mata ku, mencoba untuk tertidur.


Namun, aku merasa rambut ku seolah ada yang menarik. Ku perbaiki lagi rambut ku.


Kejadian itu berulang 3 kali.


Lalu aku mendengar suara perempuan dengan lembut memanggil ku di balik jendela.


Lembut dan merdu sekali suaranya.


*Niaaaa .....


Niaaaaaa......


Niaaaaaaaa*...


Semakin ku pendamkan wajah ku ke dalam selimut.


Aku hanya terdiam. Tika tertidur sangat pulas. Bahkan sangat sulit untuk dibangun kan.


Akhirnya Dalam selimut aku pun tertidur dalam ketakutan saking menahan rasa ngantuk dan takut.


...****************...


Pagi Hari...


Aku bersiap dan meminta izin kepada pak mitro sekaligus kades di desa ini.


Untungnya hari ini adalah hari minggu, andre bisa mengantar ku ke kecamatan.


Aku belum memberi tahu pak mitro dan bu painah tentang rencana ku mencari rumah sewaan.


Aku hanya meminta izin untuk tinggal di desa maya bertugas. Untuk menenangkan diri ku dan menjauh sementara waktu dari desa meranti. Setidaknya aku menjauh dari pak sutris.


Banyak hal ghaib yang sudah ku alami beberapa hari ini. Membuat keadaan mental ku sedikit lelah, aku membutuhkan tempat bercerita dan meminta dukungan.


Dengan celana jeans dan kaos putih. Ditambah jaket beserta tas besar. Tas besar di letakkan didepan jok sepeda motor.


Akupun berpamitan dengan pak mitro dan bu painah, dan tidak lupa dengan tika.


Akupun diantar andre...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2