Pelet Cinta

Pelet Cinta
26. Hujan Badai


__ADS_3

Dengan perlahan Nia membuka foto yang dikirim oleh detektif itu. Dan terpampang nyata lah foto Suaminya dengan seorang perempuan yang tidak lain sekretarisnya yang sudah dimutasi.


Tangan Nia langsung gemetar, Nia tidak sabar menelpon suaminya. Namun nomor telpon suami tidak aktif. Semakin menjadi lah kemarahan, duka, sedih, cemburu dan segala rasa yang campur aduk sehingga menumpahkan air matanya.


Dony dengan segera menarik Nia pergi dari kafe. Karena merasa tidak nyaman dengan pelanggan lain. Dia tarik Nia ke belakang gedung Kafe. Agak sedikit lebih jauh.


Nia pun semakin menangis dan Dony pun langsung memeluk Nia. Nia pun mendekap dan memeluk erat Dony. Sehingga suara tangis nya teredam di dalam pelukan dada Dony.


" Ada apa Nia? "


" Dony, Khalid suami ku, " Nia sambil menangis.


" Iya, kenapa dia? " Dony dengan penasaran menarik bahu Nia, dan menyapu air matanya.


" Dia selingkuh! "


" Dari mana kamu tahu? " tanya Dony kembali.


Nia mengambil Handphone di dalam tas nya dan menunjukkan foto yang di kirim oleh Detektif yang di sewa oleh Nia.


" Brengsek. Tenang Nia, masih ada aku. Menurut mu bagaimana keputusan mu sekarang? " Dony memberikan sapu tangan nya untuk menghapus air mata Nia.


" Aku rasa, lebih baik bercerai. Aku tidak tahu dari kapan ia seperti ini, bisa saja ini terjadi sudah lama." Nia menatap Dony.


" Ya. Ku rasa itu adalah keputusan yang tepat. Tenang saja Nia, aku selalu berada disamping mu. " Dony memeluk Nia kembali.


...****************...


Di rumah.


Khalid baru saja pulang.


" Mas Dari mana? " tanya Nia dengan datar dan masih duduk di sofa sambil memegang remote tv.


" Ya dari kantor. Memangnya kenapa sayang? " Khalid mencoba mencium pipi Nia.


Nia pun menghindar, karena masih tampak jelas di ingatan bahwa Khalid memeluk erat Perempuan jahanam itu.


" Bau keringat, mandi dulu ah. " Nia berkelit agar tidak di cium.


Wajah Khalid mun terlihat kecewa.


" Bau ya ? ya udah, mandi dulu ya. " Khalid mengendus ngendus badannya. Mencari sumber bau di tubuhnya.

__ADS_1


Khalid pun mandi, Nia bergegas ke kamar dan me razia baju kemeja beserta jas nya, bahkan ke dalam tas Khalid.


Di temukannya di kemeja bagian bahu belakang ada bekas lipstik merah merona. Di endusnya kemeja suaminya. Ternyata memang ada tercium bau parfum yang tidak ia kenali.


Semakin bergemuruh hati Nia, dia menggenggam tangannya sampai memerah. Dia duduk di kasur sambil menunggu Khalid keluar kamar mandi.


Kreeekkk


Bunyi pintu kamar mandi terbuka. Terlihat Khalid dengan handuk di pinggang. Dengan kepala yang basah. Khalid masih senyum-senyum.


Nia pun mencibir, semakin otak Nia menerka-nerka kejadian.


" Jika kau selingkuh, mandi saja sekalian di rumah selingkuhan mu. Bukan mandi junub disini. Najis.! " Nia sambil melempar kemeja putih suaminya tepat ke arah wajah suaminya.


Nia benar-benar tidak dapat menguasai amarah nya . Dia benar-benar sudah memuncak, tinggal meletus nya saja.


" Apa maksud mu sayang? " Khalid dengan kebingungan mengambil kemeja itu.


" Lagak mu, dasar pembohong. Kau tak perlu menyembunyikannya lagi. " Nia melangkah keluar kamar.


" Tunggu, Aku tidak mengerti maksud mu! " Khalid menarik tangan Nia.


" Lepas, Jika ingin selingkuh setidaknya bersihkan dirimu dulu baru pulang. Lihat saja baju mu! " Nia menepis tangan Khalid.


" Huuuhhh. Sial. " Dibiarkannya Nia keluar kamar. Khalid memakai baju dan celana nya dengan bergegas.


Dan setelah selesai Khalid pun keluar dan mencari Nia. Ternyata Nia berada di ruang tengah sudah bersamaIm Ibu Bapak dari Khalid.


" Nia, Ibu , Ayah ! " Khalid terkejut.


Rupanya ini semua sudah dirancang Nia mengundang kedua orang tua Khalid yaitu mertua Nia.


" Ada apa ini Nak Nia? Mau bicara apa. Sampai kami harus segera datang ke sini! " tanya Ibu Mertua.


" Bapak, Ibu. Saya kembalikan anak Bapak! " ucap Nia tegas.


" Maksud mu ini apa Nia? " ucap ibu mertua dengan lembut serta kebingungan.


" Anak ibu, Khalid Alatas berselingkuh dari saya, jadi saya kembalikan anak bapak ibu! " ucap Nia menjelaskan.


" Nia, kau gila. Aku tidak selingkuh ! " bela Khalid.


" Lalu ini apa,! " Nia mengambil kemeja yang berada di kamar dan melempar ke meja ruang tengah.

__ADS_1


Ibu mertua pun mengambilnya dengan ragu. Dan memandang Khalid dengan mata berkaca-kaca dan tidak percaya anak nya melakukan yang dituduhkan Nia.


" Dengar dulu Nia, Kenapa kau ajak Ibu Bapak ku kesini, harusnya kita selesai kan berdua terlebih dahulu!. Lagian itu tidak seperti yang kau fikirkan, " Khalid membela dirinya, dia terasa sangat malu dihadapan orang tuanya. Karena tidak dapat mendidik istrinya yang langsung memperbesar masalah internal ke keluarga besar.


Nia pun mengeluarkan foto-foto yang sudah ia cetak. Dan dia lemparnya ke atas meja. Ibu, Bapak mertua serta Khalid langsung mengambil foto-foto tersebut.


" Kau menguntit ku? " tanya nya dengan nada keras.


PLAAAKKKK.


" Dasar anak tidak tahu diri! Ku didik kau jauh sampai ke mesir. Ini hasil mu! " Bapak mertua menampar Khalid.


" Bapak! Ini foto tidak seperti yang Bapak bayangkan. Aku tidak selingkuh Bapak! " ucap Khalid sambil bersimpuh di hadapan Bapaknya. Masih terlihat tanda merah dipipi Khalid.


" Kauu... Membuat ku malu saja! " Bapak mertua dengan geram memukul meja.


Nia sangat merasa menang. Khalid ditampar Bapaknya sendiri. Sehingga ia tidak perlu mengotori tangannya untuk menampar.


" Maaf kan anak Bapak, Nia, " ucap Bapak Mertua.


" Iya Nia, Maaf kan anak Ibu. Ibu janji, Khalid tidak akan melakukannya lagi. " Ibu Mertua membujuk Nia.


" Aku tidak selingkuh Pak, Bu. Nia percayalah. Itu tidak yang seperti kalian fikirkan. Aku disana hanya mencoba menenangkan perempuan itu, " Jelas Khalid kepada mereka.


Semakin memuncak amarah Nia, dia merasa Khalid masin saja merasa tidak bersalah. Bukannya minta maaf dia malah membela diri.


" Untung saja Niko tidak melihat kelakuan Ayahnya yang bejat! " ucap Nia sambil berlalu.


Nia pergi ke arah kamar, dan mengeluarkan koper. Rupanya Nia sudah menyiapkan baju nya sebelum kedatangan Khalid.


" Nia mau kemana? Kita belum selesai membahas ini! " Khalid menarik tangan Nia.


" Anak ibu Nia, ibu mohon tunggu sebentar. Kita bisa bicarakan. " Ibu mertua memohon.


" Maaf bu, terlalu jelas di mata saya. Saya ke rumah orang tua saya untuk menenangkan diri bersama Niko. Panggilan untuk surat cerai nanti akan datang mas! " ucap Nia kepada ibu mertua dan suaminya.


" Nia, baik lah jika kamu ingin menenangkan diri. Tapi difikir kembali. Jangan sampai kalian bercerai. Bagaimana dengan Niko?" ucap ibu mertua.


" Nia, tunggu. Baik lah. Aku minta maaf pada mu. Tapi jangan pergi. Ku mohon, ku mohon dengar penjelasan ku, jangan cerai, " ucap Khalid dengan bersimpuh dan memeluk paha Nia dan menghalangi langkah Nia.


" Jangan halangi aku,.. jika kau memang tidak selingkuh seperti apa yang kau ucapkan. Buktikan, dan bawa ke rumah orang tua ku buktinya! " ucap Nia dengan tegas.


Nia pun berlalu dan memasukkan koper ke mobil. Dan ia pun meninggalkan Khalid dan kedua orang tuanya dengan derai air mata.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2