Pelet Cinta

Pelet Cinta
6. Keluarga Baru


__ADS_3

Setelah diantar Bapak kepala Puskesmas . Akupun kembali kerumah pak kades


Bapak mitro dan Ibu painah nama mereka.


Anak beliau ada 2 orang.


Anak pertama Andre kelas 2 SMA, dan anak ke dua Tika kelas 1 SMP.


Mereka juga diperkenalkan dengan ku.


"Nak nia, anggap saja aku bapak mu ya nduk, jangan sungkan" kata pak mitro dengan logat kental bahasa jawa.


"iya nduk, bila ada apa-apa, atau mau makan, mampir kesini" balas bu painah istri pak mitro.


"inggih bu" jawab ku.


"disini dulu si yuli juga begitu. Tak anggap anak sendiri. lah sekarang alhamdulillah dia sudah dapat jodoh disini" jelas bu painah.


"jadi jangan sungkan ya nduk" ucap beliau sambil menepuk paha ku.


" Kalo nanti ada perlu apa-apa, atau mau ke pasar. Itu ajak aja andre. Dia akan mengantar nak nia" sambil menunjuk andre yang duduk dipojok.


"disini kalo mau kepasar adanya di depan gang pertama awal masuk desa nduk. Agak jauh kan tapi lengkap kok" kata bu painah


"tapi kalo sayur atau yang jual ikan, ada kok tiap hari yang nganter pake sepeda motor" jelas bu painah lagi.


Beliau menjelaskan panjang lebar tentang tata cara kehidupan disini agar aku tidak kelabakan.


...****************...


Cuit cuit....


Suara burung bersahutan menemani kami di bangunan kecil ini.


Setiap pagi dari jam 8 sampai jam 12 aku dan bidan yuli stand by di poskesdes untuk melayani masyarakat yang datang mengeluhkan kesehatannya.


Tidak banyak yang datang. Tapi setiap harinya ada 1 atau 2 orang.


Bidan yuli lagi asyik mendata ibu hamil di desa berapa jumlahnya.


Aku sedang menyusun obat-obat.


tok tok ,...


"Permisi" suara laki-laki sekitar 50 tahunan menyapa.


"oiya pak, masuk bapak, ada yang bisa saya bantu" sapa ku ramah.


"iya, aku merasa demam" kata beliau.


"Mari pak silahkan duduk. Dengan bapak siapa? " sambil mencatat ke buku register kunjungan.


"sutris mba" kata beliau.


Setelah aku tensi dan memeriksa beliau lalu aku memberikan obat dan ditambah juga vitamin.

__ADS_1


"Bulan depan bisa datang lagi ya pak, nanti ada posyandu lansia, disana nanti bapak diperiksa cholesterol, gula darah dan asam uratnya, karna orang puskesmas yang memeriksanya. Jadi bapa tahu, dan ada juga senamnya" terang ku kepada beliau.


" inggih mba, berapa mba? "tanya pak sutris


" ga bayar pak, gratis. Semoga cepat sembuh ya pak" ucap ku dengan senyuman.


" terimakasih" kata beliau sambil keluar dan menghilang.


"Ka yuli , sepi ya hari ini. Syukur lah ga terlalu ada pasien . Artinya kan sehat nih desa kita" ucap ku sambil menyapa bidan yuli. Yang sekarang kadang ku paling dengan kaka yuli.


" iya nia, kamu baru dapat 1 pasien kan. " kata bidan yuli.


Aku hanya mengangguk. Sambil menulis laporan laporan yang akan ku siapkan untuk dibawa kepuskesmas. Karena sesuai permintaan dokter dony, 1 minggu harus ke puskesmas.


"malam ini ada acara lo nia di sanggar tari, katanya untuk acara perayaan anak pa RT 5 hajatan kawin. Dia ngundang artis dangdut" jelas ka yuli.


" wuih asyik tuh, ka yuli nonton? " tanya ku.


"kayanya engga nia, ada si nih" sambil memonyongkan bibirnya mengisyaratkan anak nya.


Aku hanya tertawa. Aku pun berfikir untuk pergi, mencari orang yan bisa ku ajak. Tapi tidak ada.


"Kak " sapa andre.


" lah kamu sudah pulang jam segini? " tanyaku sambil terbersit ide untuk mengajaknya.


"pulang cepat kak, biasaaaa guru rapat" kata andre girang.


" kamu malam ini diizinin ga ke RT 5, temanin aku nonton konser" kataku semangat sambil mengangkat alis menggodanya.


" kemana pun ka nia mau diantar, andre siap untuk kaka putri tersayang" ucap andre sambil membungkuk kan badan seperti penghormatan kepada putri kerajaan.


"Hahaha ada ada aja kamu, nanti aku minta izin" kata ku sambil tertawa terbahak-bahak..


...****************...


Malam harinya....


Aku memakai celana jeans, dengan kaos tangan pendek berwarna putih dan dipadukan dengan blouse warna pink.


Rambut ku yang sebahu ku biarkan tergerai dengan memakai bando ala ala korea dengan di beri poni pada dahi ku.


Aku dibonceng oleh andre, dan tika dibonceng oleh teman kelasnya. Kami berangkat ke RT 5 .


Sesampainya di sana, sudah banyak gerombolan orang menonton


Alunan musik dangdut sangat keras. Banyak anak muda dan bapak bersorak dan berjoget disekitar panggung.


Aku hanya terpincut oleh makanan jajanan yang banyak dijual.


Tangan andre selalu menarik ku, takut aku terpisah dari nya.


" Tika ketinggalan tuh ndre" kata ku menengok kebelakang.


" Biarin aja ka, dia juga tahu jalan pulang kan dia sama temannya juga" kata andre, dia malah memperdulikan aku yang bukan kaka kandungnya.

__ADS_1


Lalu kami duduk di teras rumah orang sambil menikmati jajanan pentol.


Teras rumah orang ini persis berhadapan dengan panggung. Jadi kami masih bisa melihat dan mendengar musik dangdut.


"Gini ya ndre kalo ada hiburan disini" kataku sambil memasukkan pentol kedalam mulut ku dan mengunyahnya.


" Iya ka, malah biasa nya ada atraksi kuda lumping, reog. Banyak lagi lah ka. Asyik pokoknya". jelas andre.


"Wah asyik dong" kata ku antusias.


"Nanti kalo ada lagi, tak ajak kaka" janji andre.


" Kak, kaka punya pacar? " andre memandang ku lalu mengalihkan pandangannya seolah malu menanyakannya.


" Haha Emang napa ndre, kamu punya ga? Biasanya anak SMA nih punya? " Tanya ku balik sambil bercanda.


" Yah ga dijawab, yaaa ga punya sih ka. Kalo kaka nia ga punya. Aku mau kok jadi pacar kaka! " seru andre dalam candanya.


Aku sadar, sepertinya andre naksir aku. Karena setiap hari selalu saja datang ke poskesdes atau terbiasa karena selalu mengantar aku kemana mana. Yah karena aku tidak punya sepeda motor.


"Cieee kamu ya, pintar ngegombal" kata ku sambil mencolek hidungnya.


Aku sudah menganggapnya seperti adik sendiri. Karena ayah dan ibu nya pun sudah ku anggap orang tua ku disini.


" Masa sih andre yang ganteng ini ga punya pacar? " pancing ku lagi.


" Betul ka, sumpah nih aku ga punya" sambil memandang ku.


" Ya ,, tapi ada sih yang suka sama aku kak, tapi aku gak suka" terang dia.


" Aku suka nya sama kaka" kata dia memperjelas perasaannya.


Aku pun tersipu malu, aku tersanjung ada anak seumur dia ternyata menyukai ku.


Aku diam beberapa menit. Lalu ku jawab dia penuh dengan hati hati agar tidak menyakiti perasaan nya.


" Terimakasih ya ndre kamu suka sama kaka, kaka sangat tersanjung. Terimakasih juga sudah berani berterus terang. Kaka hargai perasaan andre. " terangku dengan lemah lembut.


"Kaka suka andre juga, tapi sebagai adik kaka sendiri dan menganggap ortu andre jadi ortu kaka juga. Bukankah ikatan seperti itu lebih abadi dan tidak lekang dimakan waktu"


ku beri jeda agar dia bisa berfikir.


"Saat ini Kaka ingin andre lulus SMA, dan melanjutkan kuliah dan menggapai cita-cita andre dan cita-cita ortu andre. Biar andre bisa jadi orang".


" Jikalau Tuhan menakdirkan kita berjodoh, jalannya pun akan mudah" terangku kepadanya.


Lalu dia tersenyum.


"Siap Kak, Aku akan jadi orang dan tidak akan mengecewakan kaka dan ortu ku" Dia penuh semangat.


Entah apa yang difikirkannya, aku hanya berdoa dia akan jadi orang sukses dan tidak menaruh sakit hati kepadaku.


jam 10 malam kami pulang dengan senyum penuh arti masing-masing.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2