Pelet Cinta

Pelet Cinta
14. Aduan


__ADS_3

Orang tua ku menelpon ku, seolah mempunyai firasat bahwa anaknya ini sedang mendapatkan masalah.


Akhirnya jebol juga pertahanan ku untuk tidak menceritakan saat ibu ku berbicara.


"Nak, ibu bermimpi kamu berada dalam keadaan menangis. Apa kamu baik-baik saja? " Tanya ibu ku kepada ku penuh ke khawatiran.


" Iya bu, firasat ibu benar. Nia disini lagi mendapat masalah. "


Ketika semua ku ceritakan perihal pelet dan santet dan gangguan yang ku alami setiap malam. Ibu pun ingin aku pulang dan mencari orang pintar atau orang yang alim atau ulama agar meruqyah ku. Tapi sudah ku beritahu bahwa aku pun sudah mencarinya. Jikalau ini masih saja, baru aku akan pulang. Aku mencoba sedikit menenangkan mereka. Hati orang tua mana yang tidak cemas, anaknya di sakiti orang lain.


...****************...


Karena aku tidak tinggal di desa meranti lagi dan sudah satu minggu pula aku tidak ke desa karena menjaga dokter dony dan melakukan saran pak kiayi.


Aku pun di panggil kepala puskesmas untuk diberikan arahan dan ingin mengetahui permasalahan yang menjadi pemicu aku melakukan hal seperti itu.


Sebenarnya pak mitro selaku kades sudah memakluminya. Tapi tidak dengan masyarakat disana. Entah mungkin karena hasil hasutan pak sutris yang dendam dengan ku. Atau itu akal liciknya agar aku kembali aktif di desa tersebut.


Dan hari ini aku harus menghadap kepada bapak kepala puskesmas untuk menjelaskannya.


"Assalamuailakum pak" aku memberikan salam saat ingin masuk keruang bapak kepala puskesmas.


"Masuk ... Silahkan duduk " ucap beliau.


Akupun duduk dan terdiam menunggu beliau bebicara. Aku tidak berani memulainya.


"Begini nia, aku mendapatkan laporan dari masyarakat desa. Kamu tidak berada ditempat sudah 1 minggu ini. Apa itu benar? " tanya beliau lembut.


" Betul pak, saya memang tidak berada di desa. Tapi saya sudah izin dengan bapak kades. " ucap ku.


" Ooh iya, betul. Aku tidak menyalahkan kamu atau orang desa. Tapi sebaiknya jikalau memang kamu izin dari desa selama itu. Harusnya kamu minta izin juga ke puskesmas. " terang bapak kepada ku.


"Tapi mulai hari ini kamu harus kembali ke desa lagi ya, bapak tidak mau mendengar keluhan masyarakat lagi. " bapak kepala sedikit menegaskan kepada ku


"Iya pak saya minta maaf, karena memang pada saat itu saya sedang panik pak. Tapi jujur pak, saya tidak mau kembali ke desa itu. Lebih baik bapak pindahkan saja saya ke desa lain atau kemana bapa mau, asal jangan ke desa itu lagi" kata ku.


"Loh panik kenapa, Kamu punya masalah disana? " bapak kepala puskesmas terkejut.


"Iya pak, kalo saya balik lagi kesana. Saya bakal mati pak. Saya tidak mau lagi kesana. " ucap ku sambil menangis.


" Saya sudah diancam, bahkan saya mau disantet. Mungkin bapak tidak akan percaya dengan cerita saya. Tapi bapak bisa konfirmasi kepada pak mitro. Pokoknya saya tidak mau kembali kesana. Jika bapak tetap menginginkan saya tinggal disana. Mungkin selanjutnya bapak akan melihat mayat saya. " ucap ku kepada beliau dengan masih berlinang air mata.

__ADS_1


Bapak kepala puskesmas terdiam sesaat memikirkannya.


"Baiklah, untuk sementara ini kamu bisa masuk. Kerja di Puskesmas saja. Tapi ingat, kamu tidak boleh mengulangi lagi. Jika kamu mengulanginya. Mungkin akan ada hukuman untuk kamu. Untuk saat ini bapak maaf kan. " kata kepala puskesmas.


Lalu aku pun keluar dari ruangan beliau, aku sangat berterimakasih karena beliau memutuskan aku bahwa bekerja di puskesmas saja.


Aku langsung menelpon pak mitro dan bu painah. Aku berpamitan lewat telpon saja. Dan aku bersyukur mereka sangat memahami dan memakluminya karena mereka juga tahu dan mengalami kejadian menimpaku, aku takut masalah ku akan merambat kekeluarga beliau. Dan aku bersyukur barang-barang ku di rumah dinas poskesdes akan dibawakan oleh andre.


Aku tidak akan melupakan kebaikan mereka, keluarga baik yang terpaksa aku tinggalkan. Sebenarnya jika tidak ada masalah itu mungkin aku sangat betah tinggal disana. Terlebih masyarakatnya sangat baik dan ramah.


...****************...


Mobil pick up pun datang membawa barang-barang ku. Berupa tv, meja tv, kasur dan lemari. Tidak terlalu banyak.


Brummm bruummmm


Bunyi sepeda motor datang lalu berhenti tepat di depan ku. Ternyata itu andre yang masih memakai seragam SMA nya.



Ku hampiri dia.


"Ka nia pindah ya. Tapi aku boleh ga kalo sering mampir kesini? " tanya andre ketika berhadapan dengan ku.


" Iya ndre, boleh banget kamu main kesini. Ajak tika juga ya. " hibur ku kepada nya.


" Makasih ndre sudah nganter barang-barang ku. Gimana kabar bapa ibu dirumah? " tanya ku kepadanya.


"Baik kak, sepi ga ada kaka. Biasanya ada kaka pasti bapa ibu terhibur. Kan kaka anak kesayangan." canda andre kepada ku. Kami pun tertawa.


" Ayo masuk ke rumah ndre. Ajak ku kepadanya. " Sambil ku tunjukkan rumah sewaan baru ku.


"Disini saja kak, didepan rumah aja." Andre sudah duduk sambil membawa gitar kesayangannya.


"Aku ada lagu buat kaka, dengerin yaa. " sambil membuka bungkus pelindung gitarnya, terlihat gitarnya bertulisan inisial.


A ❀ N


Aku tidak mau menanyakannya, aku menerka itu nama Andre dan nama ku Nia.


"Oke, akan aku dengarkan. Tapi aku ke dapur dulu membuatkan teh. " kata ku sambil ke dalam.

__ADS_1


Dia sudah memetik gitar , diulang-ulangnya berapa kali. Mungking mengatur nada nya atau dia lupa lagu. Hahaha


Tiba-tiba terdengar lah alunan petikan gitarnya. Ternyata dia lihai dalam memainnyannya.


🎢🎢🎢🎡


{Oh Niiiiaaa..


Dengarkanlah


Niiiiaaa..


Kaulah hidupku


Aku cinta padamu sampai mati


🎢🎢🎢🎡🎡🎡


Niiiiaa...


Belah lah dadaku


Agar kau tahu


Agar kau mengerti}


🎢🎢🎢🎡🎡🎡


Alunan lagu yang dia ubah dengan namaku. Padahal itu adalah lagu Dewi dari Dewa 19.


Aku hanya tesenyum sambil membuat kan teh hangat kepadanya. Lalu aku suguhkan bersama kue kering. Dia ulang-ulang lagunya dengan lirik yang dia ubah dengan namaku.


"Bagus ndre suara mu, layak masuk ajang lomba. Indonesian idol. " ucap ku sambil bercanda.


"Yeeee, andree. Jangan nilai suaranya ka. Hayati lagunya. " kata andre sambil memakan kue kering.


"Iya... Iyaa.. Apa ga marah nanti Dewa 19 lagunya kau ganti-ganti seperti itu. " kataku kepadanya.


"Hahaha. Kaka bisa saja. Itu isi hatiku pada kaka. " ungkapnya dengan senyum-senyum.


"Coba saja aku sudah bekerja. " gumamnya kecil.

__ADS_1


Aku pura-pura tidak mendengar, entah apa yang difikirkan anak ini. Rupanya dia benar-benar mencintai ku. Sayang kita sangat jauh terhalang jarak umur ndre, batin ku.


__ADS_2