Pelet Cinta

Pelet Cinta
37. Detak Jantung


__ADS_3

Mendengar ungkapan hati Dony, Nia pun terdiam.


Dony kembali memohon kepada Nia dan mengungkapkan perasaannya kembali.


"Aku tahu kamu masih mencintaiku, Kau lah detak jantung ku Nia. Bukti nya kau menyambut hangat maksud ku, kau kembali padaku, oleh karena itu aku datang hari ini."


Dony menangis saat itu, dia meneteskan air matanya.


"Tidak Dony, Kamu Salah, Kamu Salah! "


"Kamu yang salah, kamu yang selalu salah faham! "


"Tidak Dony, Kamu salah. Sampai kapan pun aku tidak pernah kembali kepada mu, terimalah kenyataan ini bahwa hidup ku sudah berbeda."


Aku sudah menikah. Yaitu dengan Khalid. Dengan itu pula aku sudah menjawab, bahwa takdir ku sekarang hanyalah untuk suami ku Khalid. Tidak ada ruang dihatiku untuk mu. Aku mencintai suamiku. Aku mohon, biarkan aku hidup bahagia."


Nia menutup kedua tangannya dengan menangis dan memohon kepada Dony.


Dony menangis, dan membalikkan badannya.


"Kenapa aku tersesat, kenapa aku salah mengartikan ini semua. Kenapa aku mencintai dan sekarang patah hati. Mengapa aku kalah bahkan setelah menang... dan mengapa dia menang bahkan setelah kalah! " Dony berkata sambil meneteskan air mata.


" Siapa bilang kau kalah, siapa bilang aku menang?kenapa kau fikir 2 pria tidak bisa berteman, kenapa kamu fikir aku musuh mu.


Nia memang bertemu dengan mu, dan kamu bertemu dengannya, kalian menjadi sahabat, kalian merangkai mimpi bersama tapi takdir merubah itu semua. Kau tidak salah, kau jatuh cinta dengan Nia, itu hal yang wajar. Jadi buat apa aku menjadikan mu musuh ku. Kita sama-sama mencintainya. Kau mungkin merasa tidak adil untuk mu,tapi ini lah takdir yang digariskan oleh Tuhan dan manusia hanya bisa memilih ingin mengambil jalan yang mana, menjadi yang baik atau jahat. Kita hanya menjalani roda kehidupan, " ucap Khalid sambil seraya memegang bahu Dony.


"Roda kehidupan ya. Tidak ada yang menyamai cinta ku kepada Nia. Tapi sekarang aku melihat mu, kau pria luar biasa, bagaimana bisa aku menghancurkan mu, bagaimana aku bisa mengacaukan mu, aku fikir aku akan hancur jika aku menghancurkan mu Khalid. "


Lalu Khalid pun bersalaman dengan Dony. Mereka berbaikan. Dan Dony pun pulang dengan mengikhlaskan cinta nya bersama dengan cinta yang telah ditakdirkan.


...****************...


Minggu cerah, Nia dan Niko bermain di belakang rumah di samping kolam renang.


"Ma, aku bosan main sendiri. Beli kan Adek Ma! "


"Apa, beli! Kata siapa Adek itu di beli. "


"Kata teman, mama nya bilang adek itu dibeli kaya beli tepung, dan telur. "


"Hahaha oh gitu ya. Nanti bilang sama papa mu. "


" Okeh. Beli adek, beli adek. " Dia melantunkan itu sambil bermain lompat-lompatan.


" Mau adek cowok apa cewek Niko? " tanya Bi Munah.


" Emm cewek aja. "


" Ga mau cowok? "


" Ga ah, Cowok nakal. "


" La kan Niko Cowok. Niko nakal ga? "


" Hehe, kadang-kadang, tapi kadang Niko pintar juga kok. "

__ADS_1


Nia dan Bi Munah mendengar itu semua langsung tertawa terpingkal-pingkal.


" Sayang, kamu dimana?"


Khalid datang menjenguk ke belakang rumah.


" Oh kamu sudah datang sayang."


" Aku mandi dulu ya. "


Khalid pun berjalan menuju kamar dan bersiap mandi. Tapi ia terkejut karena di kamar mandi nya ada Yana yang sedang menyikat bathub dengan berpakaian daster yang setengah basah.


Yana yang tak sadar tuan nya datang, ia pun masih asyik berlenggok lenggok menggoyangkan badannya menyikat bathub sambil berdendang lagu dangdut.


Khalid terdiam memperhatikan tubuh Yana yang beranjak dewasa, bodynya yang sintal terpampang nyata di mata Khalid.


Seperti pria pada umumnya, gairah nya pun terbangkitkan melihat pemandangan itu. Ia tidak bergerak karena takut mengakhiri adegan Yana membersihkan bathub. Ia terpana.


Nia berniat menyiapkan handuk pun masuk ke dalam kamar, dan menyusul suaminya dan melihat suaminya terdiam. Nia pun melihat sumber yang menjadi suaminya terpaku. Terlihat lah Yana.


"Yana! " teriak Nia kepada Yana.


" Hah, Nyonya, Tuan. Maaf," Yana terkejut.


" Cepat kamu keluar, " perintah Nia.


Nia sadar bahwa gairah suaminya terbangkitkan. Yana pun dengan bergegas keluar kamar mandi dan pamit keluar.


" Jadi mau mandi? "


"Sini aku lepaskan dasinya, " ucap Nia sambil meraih dasi suaminya. Ia pun melepaskan dasi dan kancing baju kemeja suaminya.


" Niko tadi bilang, dia pengen punya adik. Gimana menurut mu mas? "


"Bagus lah, sekarang tanya kamu sayang. Kamu bersedia tidak hamil adik Niko. " Khalid pun mencium pipi Nia dan mencium pundak Nia.


" Hemmm wangi istri ku ni sangat khas. " puji Khalid .


" Istri kan manut keputusan suami. "


"Kalo begitu hayo bikin adik Niko. "


"Ihh. Mandi dulu. Penuh keringat begitu. "


" kalo gitu aku minta jatah malam ini. " senyum khalid bertelanjang dada dan memasuki kamar mandi.


Nia hanya senyum saja dan membereskan kemeja bekas suaminya.


"Aku harus menegur Yana, pakaiannya terlalu nerawang apalagi kalo kena cahaya. Tadi saja sudah basah, dasternya terlalu pendek, " Batin Nia.


...****************...


"Bi Munah, kesini Bi sama Yana. "


Nia memanggil mereka berdua di dapur.

__ADS_1


"Iya Nyonya ada apa. "


Bi Munah dan Yana pun datang.


"Begini Bi, Yana. Besok aku merekrut sopir sekaligus dia juga bisa bantu-bantu bersih-bersih taman. Nah, karena akan ada tambahan orang yang bantu tapi laki-laki. Otomatis kamu Yana harus merapikan baju kamu. Jangan seperti ini lagi. Baju mu harus lebih tertutup. "


"Inggih Nyonya. Tapi ... "


"Tapi apa? "


"Aku ga punya uang untuk beli. "


"Itu gampang, besok kamu ikut aku belanja. Nanti aku belikan, dan baju-baju mu yang pendek di buang saja. Aku tidak mau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Oiya Bi, Jadi besok Aku tugas kan Bibi menerima si Paijo sopir itu. Dia sopir nya Mama ku. Jadi sudah kenal. Tinggal tunjukkan kamarnya yang di sana. " tunjuk Nia.


" Sebelumnya bersihkan dulu. "


"Baik Nyonya. "


" Terimakasih nyonya. "


Lalu mereka berdua pun pergi ke belakang.


" Apa ku bilang, baju mu itu terlalu tipis. Risih aku lihatnya. "


"Iya iya bu. Besok diganti kok. "


"Kapan kamu bekerja diperusahaan yang dijanjikan Warto itu?"


"Warto nya ga ada hubungin aku lagi. Padahal aku sudah bayar tes kesehatan, dia suruh aku tunggu 1 minggu. Nanti dikabari, tapi ini sudah lewat 1 minggu bu. "


" Berapa? Jangan-jangan kau ditipu Warto Yan. " Bi Munah Suuzhon kepada Warto.


"Ga mungkin lah kan dia pacarku. Upss. "


"Oooh Warto pacar mu to, pantes aku curiga semalem kau lama pergi dengan Warto... Uh dasar anak gadis ku, berapa kamu kasih uangnya? " Bi Munah menjitak kepala Yana.


" Aduuhh Buuu. Sakittt... 300 ribu bu. "


" Walahhh begundul mu Nduk. Tes kesehatan Opo 300 ribu. Aku tes kesehatan di Puskesmas saja habis 20 ribu. Wes edan sudah iki, Mampoosss mampos punya anak kok bisa ditipu. Pakai otak mu ikii. " Omel Bi Munah sambil menjitak kepala Yana kembali.


"Adduhhhh. Buuu! Tapi nomor Warto nya masih aktif kok. Mungkin dia lagi sibuk."


"Telpon dia secepatnya. "


" Kenapa Bi kok marah-marah sama Yana. " tegur Nia yang lewat ke dapur.


"Engga kok Nyonya, ini lo Yana kayanya di tipu oleh agen yang janji memperkerjakannya kemaren. Dia ga ada dihubungi lagi. "


"Oh begitu. Masih aktif ga nomernya? "


"Masih Nyonya. "


"Oh, paling sibuk. Tunggu saja dulu. Yang sabar ya. Jika kamu di tipu. Ya kamu kerja aja disini. Biar aku bicarakan dengan Bapak ya. "


" Terimakasih Nyonyah."

__ADS_1


__ADS_2