Pelet Cinta

Pelet Cinta
13. Bertemu kiayi


__ADS_3

Setelah dony keluar dari rumah sakit. Akupun baru tenang dan meminta maya untuk menemani ku ke rumah kiayi haji yang berada di beda kecamatan. Dari hasil mencari informasi tentang orang yang bisa menangani hal ghaib, beliau orang yang tepat untuk hal ghaib seperti ini. Lumayan jauh, 1 setengah jam perjalanan karena ke arah sana memang jalannya rusak. Jikalau jalannya mulus mungkin hanya memakan waktu 1 jam saja.


Baru saja sampai ke rumah pak kiayi dan izin bertemu beliau. Beliau sudah tahu tanpa aku ceritakan pokok permasalahan aku.


"Kamu datang, karena selalu diganggu makhluk ghaib kan" kata beliau kepada ku.


"Inggih pak kiayi" ucap ku gugup.


"Kamu dipelet, terus ada yang mengirim santet juga" terang beliau kepada ku.


Aku pun bergidik membayangkan dan mendengarkan penjelasan pak kiayi.


"Tulis nama kamu yang lengkap di kerta ini, tanggal lahir dan nama kedua orang tua mu" kata beliau sambil mengambilkan lembaran kertas dan polpen.


Tangan ku gemetaran saat menulisnya, setelah selesai aku pun menyerahkan kepada beliau.


"Mmmmm... Tunggu sebentar ya. " lalu beliau masik ke kamar yang ditutup dengan tirai hijau.


Aku gelisah menunggu, entah apa yang membuat ku gelisah. Aku merasa tidak betah di rumah beliau, terasa kacau di dalam diriku.


Selang waktu setengah jam. Beliau pun keluar dengan membawa 1 botol air mineral.


"Ini diminum sampai habis, bisa kamu cicil setiap hari. Terakhir air yang tersisa kamu basuh kewajah mu, harus ya"


"Lalu di rumah, 1 hari undang semua anak-anak kecil lebih baik lagi anak yatim piatu dan siapkan kue basah 21 macam jenis lalu panjatkan doa selamat dan bagikan kue tersebut kepada anak-anak" terang pak kiayi kepada ku.


Aku pun mendengarkan penjelas pak kiayi dengan rinci. Dan ku catat.


"Terlebih lagi, lebih rajin dan dekatkan dirimu kepada Allah swt. Berhijrah lah secara perlahan untuk memperbaiki diri dalam mencari Ridho Nya" Ucap pak kiayi kepada ku.


Iya memang betul, aku yang masih tidak memakai jilbab dan dalam hal ibadah aku pun tidak bisa disebut seorang wanita muslimah. Hanya sekedar Islam di Ktp saja.


"Ikuti lah pengajian-pengajian agama, agar benteng di dalam dirimu semakin kuat. Dan mulai lah dengan sholat Taubat" kata beliau kepada ku.


"Insyaallah kau akan terlindungi" ucap beliau kepada ku penuh makna.


Setelah selesai dengan membawa 1 botol air mineral yang sudah di doakan beliau. Kami pun pulang. Sepanjang jalan aku pun berfikir dan ada pertarung hebat dalam batin ku untuk mengikuti saran dari pak kiayi.

__ADS_1


...****************...


Sesampainya di rumah baru, aku mandi untuk membersihkan diri. Dan ku coba mengambil wudhu dan mukena. Aku sholat maghrib dan setelah itu aku pun mencoba sholat taubat meski harus dengan membuka buku risalah amaliah. Karena aku tidak hafal bagai mana tata cara sholat taubat.


Sehabis sholat aku pun membaca Al Qur'an. Aku menangis meminta ampun kepada Allah. Aku bertekad akan merubah penampilan ku meskipun secara perlahan sesuai syariat islam.


Tidak lupa aku meminum air mineral yang sudah di doakan oleh pak kiayi. Ketika aku selesai dan ingin beranjak mau tidur, tiba-tiba.


BRAAAKKKKK


Remote tv yang ku letakkan di samping tv pun terjatuh.


"Astaghfirullah! " Ucap ku dengan terkejut.


Diiringi lampu yang berkedap kedip.


Dan semakin kencang pula aku berzikir, dan melantun kan ayat kursi.


Kejadian itu selang beberapa detik dan berhenti kembali normal. Aku pun terduduk di depan tv. Ku kuatkan kembali diriku. Dan aku bergegas masuk kekamar untuk tidur dan ku pasang kelambu.


...****************...


Aku pun bertanya kepada tetangga untuk mencari kue 21 jenis macam dan mengundang anak-anak sekitar 20 orang serta anak yang yatim piatu pada sore hari.


Aku ditemani dengan maya pergi kepasar sesuai anjuran para tetangga untuk mencari kue 21 jenis macam. Dan segala hal yang lainnya ku persiapkan. Ternyata sangat susah mendapatkan kue sebanyak 21 macam di kecamatan kecil ini. Aku dan maya bahkan harus pergi ke kecamatan sebelah yang mempunyai pasar lebih besar.


Dan untungnya sore pun terlaksana juga sesuai apa yang disarankan pak kiayi.


Dengan ini aku menghajadkan semoga aku diberikan keselamatan dan dilindungi dari kejahatan dari manusia ataupun makhluk lainnya berupa jin dan kejahatan lainnya.


"Aamiiin..." doa ku lirih dengan khusyu saat lantunan doa selamat dibacakan. Aku berharap ini semua berakhir.


Setelah acara, maya ku pinta untuk menemani ku di rumah. Karena aku agak sedikit takut jikalau kejadian terulang seperti malam sebelumnya. Dan maya pun menginap.


Aku bersyukur tidak ada kejadian aneh atau lain halnya yang terjadi. Aku sudah tidak merasakan aura negatif itu lagi.


Tapi maya yang menginap di rumah lah yang mengalami kejadian-kejadian aneh

__ADS_1


...****************...


Pagi hari...


"Nia, kayanya kita perlu menghubungi pak kiayi lagi" Kata maya kepada ku.


"Kenapa? kan belum semuanya aku laksanakan saran beliau. Masa kita kembali lagi" kata ku kepada nya.


Aku penasaran apa yang menjadi landasan fikirannya sehingga terfikir untuk kembali ke pak kiayi.


"Nanti lah, kita ga usah masak ya. Makan diluar aja. Nanti ada yang mau aku ceritakan" kata maya dengan serius dan bergegas bersiap untuk makan diluar. Tanpa menunggu persetujuan ku.


Di Warung ...


"Ayo apa tadi yang mau kamu ceritakan" tanya ku penasaran. Sambil menunggu pesanan kita yang belum datang aku pun bergegas menanyakannya.


"Mmmm... saat kamu mandi, aku kan sendirian tuh di depan tv. " maya mulai bercerita dengan nada serius.


"Iya... Terusss" kataku tak sabar.


"Kan aku sambil nyemil, bungkusan yang sudah kosong itu seolah-olah ada yang menggenggamnya. Dari awalnya terbentang menjadi mengkerucut !!" ucap maya dengan meneguk air liurnya untuk menenangkan dirinya dari ketegangan.


" Lalu ku ambil bungkusan itu dan ku genggam. Kamu tahu setelah itu yang terjadi... " maya terhenti memberi jeda.


"Apa yang terjadi?? " tak sabar ku mendengar.


" Setelah ku genggam bungkusan itu. Malah gelas tempat ku minum bergerak dan begeser. Jelasss sekali aku melihatnya." ucap maya .


"Kamu percaya kan ceritaku? " maya menggenggam tangan ku.


"Jelas aku percaya may. Aku sudah berapa kali mengalami hal seperti itu. Pantas saja, saat aku dari kamar mandi. Ku lihat kamu pucat. " kata ku sambil mengingat kejadian itu.


"Trus saat kita sudah rebahan dikasur, kamu sudah tidur. Aku mendengar suara laki-laki tua seperti kakek-kakek yang menggeram di depan pintu kamar, aku takut niaa" ucap maya yang baru mengalami kejadian itu. Dia merinding dan gemetaran.


Maya pun ku peluk untuk menangkannya. Pengunjung lain pun memandang kami dengan heran.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2