
" Harusnya dia ga di bawa sayang, sama Mama saja di rumah. "
" Ih jahatnya sama anak sendiri. "
" Satu hari saja buat kita berdua. "
" Kamu yaaa. "
"Ayo Niko sayang, lepas dulu tas ranselnya. "
" Mama aku senang mama sudah sehat, kita main sama-sama. "
" Iya sayang. "
Malam Hari
"Mas , sebenarnya aku mau berhenti bekerja ya. Rutinitas sebagai perawat rasanya sangat lelah. Apalagi aku ingin menghindari Dony. "
" Boleh, kan aku sudah dari lama ingin kamu berhenti. "
" Tapi ya dukung aku, karena tidak semudah itu juga berhenti. "
" Tentu aku mendukung mu. "
" Besok antar aku bekerja ya, terus jemput juga ya. "
" Iya sayang, jika bertemu Dony di tempat kerja lebih baik jangan kamu hirau kan ya. "
" Iya Mas, "
" Yuuu Sayang, kita belah dureeennn..., " Khalid pun langsung memeluk Nia.
" Iiih Mas ini. "
" Mana ada belah duren, belah cempedak, hihi, " tawa Nia tertahan takut terlalu keras suaranya. Karena Niko sudah tidur di kamar sebelah.
...****************...
Di depan Rumah Sakit.
" Hati-hati ya sayang, " ucap Nia sambil bersalaman.
" Iya, nanti Mas jemput ya. Calling aja ya kalo udah waktu jam pulang. "
" Iya Mas. "
" Assalamualaikum. "
" Waalaikum salam. "
Mobil pun melaju pergi.
Nia pun pergi memasuk Rumah Sakit dan menuju Ruang kerjanya.
" Nia, sini deh sebentar. "
" Kamu ada hubungan apa dengan Dokter Dony? Kamu selingkuh ya dari suami mu? "
" Hah kata siapa? "
" Gosip mu terdengar di seluruh ruangan Rumah sakit ini. "
" Terus, apa kata Dokter Dony. "
" Dia sudah dua hari tidak masuk. "
" Siapa sih yang buat gosip itu? "
" Ada dgrup, pakai bukti segala lagi. Nih coba lihat! "
Teman Nia pun menunjukkan foto hasil jepretan di handphone.
" Hah, ini kan foto saat di Wahana. "
" Iya, jadi ini betul kamu. "
" Iya ini memang aku dan Dokter Dony. Saat itu aku ... "
Nia tertahan untuk bercerita. Ia takut masalah dengan suami nya kemaren terungkap. Tapi ini menyangkut gosip di rumah sakit. Nia ingin clear tanpa merusak nama baik Dokter Dony.
" Mmmm gimana ya. Pada intinya, kemaren aku ada masalah. Dokter Dony membantu ku dan mencoba menenangkan ku. "
__ADS_1
" Dia kan baru pindah kesini, kenapa kamu langsung akrab sih dengan Dia! ".
" Sebenarnya ia dan aku pernah bekerja bareng di Puskesmas. "
Nia tidak mau menjelaskan dengan detail bahwa Dony adalah mantan pacarnya dahulu. Kadang tidak semua orang dapat menerima kenyataannya yang terjadi. Apalagi menyangkut hal mistis yang di alami nya. Bahkan sekarang saja, Nia masih memakai Baju Dalaman warna Kuning dan Wafak. Itu tidak pernah tertinggal.
Jika tertinggal, apalagi mendekati Hari Menstruasinya pasti ia mendengar bisik-bisik di telinganya. Agar membenci suaminya, agar membujuknya bunuh diri, atau agar membujuknya agar berselingkuh. Yang jelas sesuatu hal yang tidak baik selalu terngiang di telinganya. Dan bukan isi hatinya. Seolah ada pertentangan dua orang di dalam otaknya.
" Oh pantesan. "
" Ya udah, artinya aku sudah mendapat info langsung dari mu. Nanti aku jelaskan ke teman-teman. "
" Makasih yaa. "
Pantas saja, dari masuk Rumah sakit sampai ke tempat lokasi ia bekerja. Banyak mata memandang Nia tidak seperti biasanya. Ada mata cemburu, ada mata kepo, ada mata curiga dan lain-lain.
" Apa sih dilihat dari dia, sexy juga aku. Dokter Dony nya buta di pelet kaliii. "
" Iya, cantikkan juga kamu. "
"Oh jadi itu, orang yang digosipkan. "
" Masa sih dia orangnya. Biasa aja. "
" Bukannya Dokter Dony, bujangan ya. Kok mau sih."
" Pasti dia pakai susuk. "
" Pasti Dia pakai Pelet. "
Terdengar bisik-bisik setiap Nia melewati mereka. Bagaimana tidak, Dony adalah dokter baru yang berwajah seperti Oppa -Oppa Korea. Banyak diidolakan oleh para perawat perempuan. Sehingga tidak terima dengan gosip seperti itu.
Untungnya Nia hanya di Bully secara verbal. Bukan secara fisik, tapi tetap tidak membuat nyaman.
" Nia, kamu harus kuat. Ini hal biasa! Dibandingkan apa saja yang sudah kamu lewati selama ini," Batin Nia menguatkan hatinya.
Nia bersyukur hari ini tidak bertemu Dony, dari menurut keterangan mereka Dony tidak masuk karena izin ada keperluan keluarga.
Ia tidak tahu harus berbuat apa, antara marah dan entahlah. Nia marah karena mencoba menghancurkan rumah tangganga. Ia begitu licik, tapi ia sadar kenapa Dony melakukan seperti itu. Ada rasa yang masih tertinggal pada mantannya itu. Rasa yang belum hilang.
Tapi bagi Nia, Ia sudah menyelesaikan Rasa itu dengan memilih Khalid suaminya.
Keputusan yang tepat adalah dengan berhenti bekerja di Rumah Sakit. Nia pun mencoba masuk ke ruang Direktur untuk berkonsultasi.
Nia memberi tahu kepada Khalid untuk menjemputnya karena sudan waktu pulang dari bekerja.
" Lama kamu nunggunya sayang? "
"Ga juga kok. "
"Yuk masuk? "
" Ga jemput Niko sayang?
" Sudah kok, tapi aku antar Niko ke rumah Mama ku. Biar aku khusus menjemput Ratu ku tercinta. "
" Ih kok gitu, "
" Aku juga bilang sama Mama, minta jagakan Niko sampai malam. Aku mau ngajak kamu ke hotel. "
" Astagaa, ngapain ke hotel segalaa. Rumah kita kan ada. "
" Aku mau belah duren disuasana yang beda. "
" Saaayyaangggg. " Cubit Nia kepada Khalid mesra.
Khalid hanya senyum-senyum saja membayangkan malam ini hanya berdua dengan istrinya. Mereka bak pengantin baru.
" Aku ingin menikmati setiap inci tubuh kamu. "
" Iiihh mesummmm. "
Tiba-Tiba.
BRAAAKKKKK.
CIIIIIITTTTTT
BRUUUUMMMMMMM
Nia dan Khalid terguling di dalam mobilnya. Mereka kecelakaan.
__ADS_1
Khalid pun membuka matanya, ia mencoba menyadarkan diri, ia pun melepas save belt nya. Ia berlumuran darah. Ia memperhatikan Nia istri.
Nia sudah tidak ada disampingnya. Ia mendengar teriakan suara istrinya.
" Tolong Khalid. Tolonnnggggg, " Teriak Nia meronta dalam pelukan 2 orang laki-laki bertubuh kekar.
Khalid mencoba keluar. Dan mengejar Mobil itu, meski terseok seok dengan tubuh yang berlumur darah. Ia tidak ingin Nia di culik orang. Namun saat menyentuh mobil penculik itu ia pun pingsan di jalan.
...****************...
" Emmmm Niaa. Niaaa. "
" Khalid... Ini mama sayang. "
" Niaaa. Niaaaa Ma , Niaaa. "
" Kenapa Nia Khalid?" Herman menghampiri.
" Nia Her, Herman Nia, Nia di culik. "
" Jadi kamu sudah tahu. Ini ada Pak Polisi ingin meminta keterangan mu. "
Khalid pun bersama dengan Pak Polisi. Ia memberikan keterangan pada Polisi apa yang ia ingat sebelum ia pingsan. Dengan kriteria penculiknya, dan jenis mobilnya.
Sayangnya, Khalid lupa akan nomor plat mobil yang menculik istrinya. Khalid pun frustasi mengingat kejadian, ia ingin segera mengingat plat mobil tersebut.
" Kami akan berusaha dengan maksimal, keluarga Bapak jika menerima telpon permintaan tebusan segera hubungi kami. Dan Bapak Khalid, tenang diri Bapak terlebih dahulu, jika mengingat sesuatu Bapak bisa hubungi kami langsung," ucap Bapak Polisi tersebut.
"Tolong Pak, Tolong."
" Oiya, Apakah dalam beberapa waktu ini ada orang yang bermasalah dengan Keluarga Anda. "
"Ya , ada. Kami bermasalah dengan Dokter Dony. Rekan kerja istri saya. "
" Baik Pak, kami akan memulai penyelidikannya. "
" Silahkan Bapak beristirahat. "
Lalu Herman menemani Bapak Polisi tersebut keluar dari Ruang UGD.
"Aku ingin mencari Nia. " Khalid bangkit dari bangsal tempat ia berbaring.
" AAAAUUUUU... " Khalid berteriak karena kesakitan akibat memaksakan tubuhnya bangkit.
"Nak, jangan bangun dulu. Pulihkan dulu. Percayakan dengan Polisi. " Ibunya Khalid menasehati Khalid.
Orang tua Nia pun datang.
"Ada apa dengan Nia dan Khalid. "
Mereka pun berpelukan dan menangis saat mengetahui kejadian yang menimpa Anak dan Menantunya.
...****************...
" UUKHHHH... LEPASKAN, KALIAN SIAPAAA. "
" Jack, Ikat Mulutnya. Berisik sekali mulutnya itu. "
" SINI KAU, DASAR , AAUUUUUU... KURANG AJAR. KAU GIGIT TANGAN KU. "
Ia menarik kerudung Nia dan melepasnya, dan mengikat mulut Nia dengan Kain. Mata Nia sudah lebih dahulu tertutup.
"Jadi Ini ya Perempuan yang bikin Bos kita tergila-gila. Memang Bodynya aduhai. "
" Mmmmmm, ekhhhhhh. Emmmmmmmm. "
PLAKKKKKK...
Nia ditampar.
" DIAM KAU BERISIK. "
"Hey jangan kau sakiti dia. Kau mau Bos marah, kita harus dengan kelembutan dengannya." Salah satu penculik mengatakannya.
Nia mencoba membuka matanya yang tertutup. Ia melihat sedikit remang-remang. Dan ia mencoba mendengar-dengar apa saja yang ia lewati di sekitar.
CIIIIIIIITTTTTTT
BRAAAAAKKKKKKK
Suara mobil berhenti, dan pintu terbuka. Nia pun di tarik dan di bopong ke dalam ruangan. Dan dilempar ke sebuah kasur.
__ADS_1
BRUUUKKK
" UKHHHHHH HUUUHH HUUUHHHH. "