
Diam-diam Pria itu memfoto Nia dari jauh dengan handphonenya.
Tim kesehatan pun pulang.
"Tadi ada yang minta nomor telpon kamu Nia, " Ucap Pak Imam sopir ambulance puskesmas.
" Katanya buat minta laporan hasil kesehatan keseluruhan karyawan, kayanya bagian admin nya deh." Pak Imam sambil menyetir.
" Oh iya pak. " jawab Nia
" Alaah paling pria tadi, haha " tawa Maya cekikikan menggoda Nia.
" Dony ga ada masuk lagi ya! "
"Dari Tata Usaha, katanya dia Tugaa Belajar. "
" Masa sih ga pamit, " Nia sewot.
" Yee, sudah kali. Kamu nya aja kemaren pas pulang kampung. Masa sih dia ga hubungi kamu," tanya Maya kembali.
Nia pun terdiam, semenjak ia katakan bahwa ia dilamar Kak Herman. Dia langsung lost kontak, hilang bak ditelan bumi. Juga tidak mau menghubungi Nia.
Nia pun akhir sudah meyakinkan diri, bahwa ini lah akhir kisah cintanya dengan Dony, dokter muda seperto oppa korea.
Sekarang pun Nia mengajukan mutasi keluar kabupaten, lebih tepatnya mutasi ke kampung halamannya.
" Kau yakin mau pindah Nia, meninggalkan aku! " Maya bersedih hati.
" Cukup sudah aku berada disini May, trauma aku. Bahkan sekarang pun orang itu masih membayang bayangi ku. "
" Dia kan sudah di penjara juga, buat apa lagi dihiraukan, kamu sudah aman disini, " ucap Maya.
" Bukan hanya itu, Ayah ku kena serangan stroke. Kasian ibu perlu bantuan ku merawatnya. "
" Iya juga sih, tapi setelah kamu pindah, aku bakal mengajukan pindah juga deh! " jawab Maya dengan semangat.
mereka pun akhirnya asyik dengan pekerjaannya.
...****************...
" Assalamualaikum, bisa bertemu dengan Niar Damayanti? " Ucap seorang pria dengan masih baju karyawan perusahaan.
" Oh Niar ya, Mohon maaf bapak. Orang yang sampeyan cari sudab mutasi. Sudah tidak bekerja disini lagi. " Receptionis menjelaskannya.
" Ibu tahu kemana pindahnya? " tanya pria itu lagi.
" Kalo tidak salah Ke Provinsi pak. "
"Terimakasih bu, " ucap pria itu lesu.
Orang yang ia cari pun telah pergi.
...****************...
" Aku cantik ga sih ka Nia? " ucap mempelai pengantin wanita.
" Cantik dong sayang, " ucap Nia lembut.
" Ka Nia juga cantik dengan kebayanya, Kak mau aku kenalkan ga sama teman aku? " tanya Dewi, sepupu Nia yang menjadi manten hari ini.
__ADS_1
" Boleh, sekarang fokus saja dengan pernikahan mu! " colek Nia ke bahu si manten Dewi.
Acara pernikahan Dewi pun sangat khidmat dan sakral. Nia menjadi pendamping wanita.
Disatu sisi, ada pria yang sangat memperhatikan Nia, tidak lain dari pendamping pria dari pihak mempelai pria.
" Boleh duduk makan disamping mu? " ucap pria itu kepada Nia.
" Boleh, silahkan! " ucap Nia sopan.
" Kami dari pihak mempelai wanita ya? " tanya nya sambil meletakkan piring makanan di meja.
" Iya, betul. Kamu dari mempelai pria kan,? "
" Iya, kenalkan, " Pria itu pun menjulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
" Niar Damayanti, panggil saja Nia, " Sahut Nia sambil menjabat tangan Pria itu.
" Perkenalkan Aku Khalid Alatas, panggil Khalid! " Ucapnya dengan masih menjabat tangan Nia cukuo lama.
" Emmm aku kayanya familiar dengan kamu," Ucap Khalid kepada Nia.
" Ah masa, Memang pernah ketemu? Kayanya ga deh, " Nia memicingkan matanya seolah mengingat.
" Yaa mungkin kamu ga ingat, kamu pernah bekerja di Puskesmas kan di daerah, yang melayani karyawan Perusahaan, " terangnya kepada Nia.
" Iihh iya, betul. Terus kamu kok tahu. " Nia semakin bingung.
" Aku Karyawan disana! " jawab Khalid.
" Ah masaa, ya ampun. Dunia ini memang sempit ya, " Nia pun langsung terasa akrab dengan Khalid. Apalagi menceritakan pengalamannya saat di Puskesmas itu. Dan akhirnya mereka pun menjadi dekat. Dan saling bertukar informasi.
Setelah perkenalam tersebut, mereka akhirnya menjalani taaruf. Selang beberapa bulan akhirnya pun mereka menikah.
...****************...
Cukup lama Khalid bermain dengan Niko. Nia pun belum muncul saja. Ayah dan Ibu nya Nia pun ikut menunggu di depan teras.
" Biasanya pulang jam segini Nak Khalid kalo dinas Pagi, " Ungkap Ibu Nia sambil memandang ke Jam dinding di ruang tamu.
"Inggih Bu, ga pa-pa, Saya tidak ada kerjaan juga kok di kantor. "
Khalid pun masih asyik dengan bermain mobil remote kontrol dengan Niko.
Mobil hitam perlahan memasuki pekarangan rumah , lalu keluar seorang Pria. Dan dia pun berlari membukakan pintu sebelahnya. Keluar lah Nia.
Nia penuh dengan senyuman dengan Pria itu. Membuat api cemburu Khalid memuncak.
Khalid yang melihat itu langsung bangkit dan menghampiri pria itu.
" Kamu siapa mengantar istri ku? " tangan khalid mencengkram kerah baju.
" Eeee Mas Khalid, apa-apa an sih kamu? Malu tahu, dia Dony dokter di tempat kerja ku! " Nia mencoba melerai Suami nya dengan Dony.
"Sabar Pak, Sabar! " ucap Dony mencoba melepas cengkraman Khalid.
Akhirnya Khalid pun melepas cengkraman nya di kerah baju Dony dengan mendorong badan Dony.
" Jangan dekati istri ku lagi! " ancam Khalid.
__ADS_1
" Apa sih kamu, kamu sudah terima suratnya kan! " Nia berlalu melewati mereka dan bersalaman dengan orang tuanya setelah itu masuk.
Khalid pun mengikuti Nia bak sapi dicolok hidungnya. Ia ingin menjelaskan dengan sejelas-jelasnya. Tapi Nia seolah tidak mau mendengar apapun dari Khalid. Meski sepatah kata pun, ia menutup kedua belah telinganya.
Ibu Nia yang melihat itu langsung mengajak Niko jalan-jalan ke rumah tetangga. Ibu Nia takut, terjadi hal yang tidak pantas dilihat oleh anak kecil.
" Aku tidak mau cerai, " ungkap Khalid kepada Nia.
" Pak saya pamit ya! " ucap Dony bersalaman dengan Ayah Nia di depan teras.
Nia keluar dari ruang tamu dan melambai kepada Dony.
" Terimakasih Ya Dony! " ucap Nia dengan senyuman manis.
Langsung saja Khalid menarik tangan Nia,
" Hey kau sadar ga sih. Kamu itu masih istri ku, jangan sembarangan dengan pria lain! "
" Terserah, kamu saja selingkuh. "
" Aku tidak selingkuh! "
" Okeh, terserah kamu Mas, cukup buktikan saja di pengadilan. "
Nia pun duduk dengan berpangku tangan. Dan tidak mau memandang Khalid. Setiap Khalid mencoba memandangnya , Nia selalu mengalihkan pandangan.
" Nia, bisa kah di selesaikan dengan kekeluargaan saja. Tanpa harus kepengadilan. Aku sebentar lagi akan mendapatkan bukti agar kau percaya lagi. "
"Jujur aku merasa benci dengan kamu, sangat benci! Aku jijik Mas."
"Apa semudah itu kamu membenci ku hanya karena foto yang tidak berdasar! Asal kau tahu, ada yang sengaja ingin merusak rumah tangga kita, Jika rusak, Niko yang menjadi Korban."
"Terserah, pokoknya sampai jumpa di pengadilan, "
ucap Nia sambil berdiri dan masuk kamar serta mengunci kamar nya.
" Nia, Nia, Buka dulu, Nia ..., " Teriak khalid dengan mengetok pintu kamar nya.
" Sudah Nak, Sabar, Sabar. Nia itu tidak seperti Nia. Seperti orang lain, aku saja tidak dihiraukannya! "
"Ayah yakin? "
"Iya, kamu bisa bawa aku ke Tuan Guru Muin? "
"Aku curiga dengan yang namanya Dony itu. Dia sering menjemput Nia dan mengantar Nia. Aku takut, hatinya Nia tertutup kegelapan! "
" Baik , besok saya jemput! "
" Tapi rahasiakan ini, hanya kita yang pergi, " Ucap ayah Nia.
Bip ...
Bip ...
Telpon dari whatsapp masuk.
[Hallo, Waalaikum salam. Iya, buktinya. Baik, baik. Aku akan segera menuju kesana. Terimakasih. ]
Khalid pun menutup telpon itu.
__ADS_1
" Ayah, saya harus segera pergi. Ada urusan mendadak, saya pamit, Assalamualaikum, " ucap Khalid bersalaman. Dan ia pun langsung pergi .
...****************...