
Leo dan Leon terjatuh ke suatu tempat yang lembut dan basah. Mereka melihat lingkungan di sekitar mereka, seluruh tempat yang ada berwarna merah muda yang sangat cerah. Dan juga tempat pijakan mereka semakin lama mulai bergerak seperti sebuah aliran arus yang ingin membawa mereka menuju ke tempat lain.
“Pak Leon, tempat ini bergerak!” ucap Leo dengan keras.
“Cepat berlari, Leo! Ambil arah yang berlawanan dengan arah arus ini!” ucap Leon dengan keras.
Mereka berlari menuju arah yang berlawanan dengan arah arus itu. Tak lama kemudian, pergerakan arus tersebut berhenti. Leo dan Leon terpisah dengan jarak yang cukup jauh. Saat Leo ingin menghampiri lokasi Leon, tiba-tiba ada sebuah suara yang sangat keras terdengar oleh mereka.
“Boom!”
Suara tersebut terdengar seperti suara ledakan. Setelah itu, pencahayaan yang ada mulai perlahan menjadi gelap. Leo tidak dapat melihat sekitarnya dengan jelas. Meski begitu, ia tetap bergerak menghampiri Leon sesuai dengan lokasi yang sebelumnya ia lihat. Leo berjalan dengan mengarahkan tangannya ke depan untuk meraba keadaan sekitarnya.
Tak lama kemudian, tangan Leo menyentuh sesuatu bagian yang basah dan sangat lengket. Tangan Leo seakan-akan merekat pada bagian tersebut seperti sebuah lem yang tidak bisa dilepaskan. Leo kemudian berteriak memanggil nama Leon.
“Leon!”
Tidak ada sedikit pun suara yang terdengar meresponnya. Leo seketika menyadari jika ia memanggil Leon tanpa sebutan “Pak” yang membuatnya seperti orang yang tidak sopan. Leo kemudian segera memanggil satu kali lagi nama Leon, namun dengan sebutan “pak”.
“Pak Leon!” ucap Leo dengan berteriak.
__ADS_1
“Leo!! Apa itu suara kamu, Leo?!” teriak seseorang yang terdengar dari jarak yang sangat jauh.
“Kamu ada di mana, pak Leon?! Mengapa suara yang terdengar pelan?! Apa kamu berada di jarak yang sangat jauh dariku?!” ucap Leo dengan keras.
Setelah menunggu cukup lama, Leo tidak mendengar sedikit pun suara teriakan. Tidak ada yang merespon Leo. Tak lama kemudian, terdengar suara hentakan kaki dari jarak yang tidak terlalu jauh.
“Mengapa aku mendengar suara henyakan kaki? Sejak tadi aku berjalan, tapi aku tidak mendengar sedikit pun suara hentakan kakiku. Bahkan, saat aku berlari pun tidak terdengar. Namun, mengapa sekarang ada suara hentakan kaki dan semakin lama terdengar semakin mendekat?” pikir Leo.
Tiba-tiba, terdengar suara seseorang yang merespon ucapan Leo sebelumnya. Namun, suara itu terdengar sangat berbeda dengan Leon.
“Aku di sini” ucap seseorang yang misterius sambil menutup mulut Leo dengan sebuah kain di dalam sebuah kegelapan.
“Aku memang bukan Leon. Namun, aku akan membawamu ke tempat Leon berada. Kalian akan pergi ke neraka!” ucap sosok misterius tersebut dengan pelan di dekat telinga Leo.
Mereka terus berjalan dalam waktu yang cukup lama. Tak lama kemudian, Leo tidak sengaja tergelincir dan terjatuh pada sebuah lubang. Leo terjatuh sangat dalam. Bahkan, Leo sempat berpikir jika dirinya terjatuh ke sebuah jurang. Beberapa waktu yang cukup lama kemudian, Leo mencapai dasar lubang tersebut. Leo kemudian berdiam diri untuk sementara waktu dan berpikir.
“Mengapa aku sangat tidak beruntung? Aku terpisah dengan pak Leon, kemudian aku hampir diculik oleh orang yang misterius, lalu aku tergelincir dan terjatuh sangat jauh. Namun, untung saja orang yang misterius itu tidak ikut terjatuh bersamaku. Dan juga, terdapat sebuah cahaya yang menerangi tempat ini. Akan tetapi, apa yang telah terjadi pada pak Leon? Mengapa orang misterius itu mengatakan jika pak Leon sudah pergi ke neraka? Apa mungkin pak Leon sudah tidak berada di dunia ini?! Pak Leon sudah meninggal?! Aku tidak percaya jika pak Leon sudah meninggal secepat ini! Bukankah pak Leon pernah berkata jika ia tidak akan meninggalkanku?! Namun, mengapa ia sudah pergi ke tempat yang sangat jauh?! Padahal pak Leon merupakan orang terhebat yang pernah aku kenal” pikir Leo dengan sedih.
Leo tidak bisa berpikir dengan tenang. Berbagai hal negatif berada di pikirannya pada saat ini. Selain itu, tubuhnya terasa sangat lemas. Meski begitu, Leo ingin segera keluar dari tempat dasar lubang tersebut. Kemudian, Leo memutuskan untuk segera bergerak dan pindah ke tempat lain. Saat ia berjalan, terdengar suara hentakan kaki. Leon yang mendengar suara itu pun berhenti.
__ADS_1
“Siapa itu?!” ucap Leo dengan keras.
Tidak ada yang merespon dirinya. Tak lama kemudian, Leo melanjutkan kembali perjalanannya. Saat ia berjalan, terdengar suara hentakan kaki yang sama seperti yang telah ia dengar. Dan saat ia berhenti, suara hentakan itu pun juga berhenti.
“Siapa yang mengikutiku?! Keluar kamu penjahat!” ucap Leo dengan keras.
Leo pun semakin lama mulai merasa kesal karena tidak ada yang meresponnya. Leo kemudian melihat ke arah atas pada lokasi ia berdiri. Leo melihat sebuah benda yang bergelantung di atasnya. Benda tersebut seperti sebuah tali yang sangat panjang tanpa ujung. Anehnya, tali tersebut terlihat seperti bergerak. Leo kemudian melompat karena ingin mengambil tali tersebut. Beberapa saat setelah ia melompat, terdengar suara yang sangat keras. Dengan seketika, Leo pun menyadari asal suara hentakan yang selama ini ia dengar.
“Ternyata, suara hentakan kaki yang tadi aku dengar merupakan suara langkah kakiku. Betapa bodohnya aku. Bahkan, aku sampai berteriak dan mengira jika ada seseorang yang mengikutiku, hahaha” ucap Leo sambil tertawa.
Leo kemudian melanjutkan perjalanannya untuk mencari Leon. Leo sudah berjalan sangat jauh, dan ia tidak menemukan satu pun petunjuk untuk menemukan Leon ataupun keluar dari tempat ini.
Beberapa lama kemudian, cahaya yang menerangi tempat itu mulai redup. Leo kembali berjalan di dalam redupnya cahaya yang ada. Leo tidak mengetahui sudah berapa lama ia berjalan, waktu yang berada di tempat itu terasa berjalan sangat pelan. Leo kemudian mulai mengeluh dan mengeluarkan apa yang ia pikirkan.
“Aku sudah berjalan sangat jauh, aku tidak tahu harus berbuat apa lagi. Aku ingin pergi tidur, tetapi alas yang ada di tempat ini sangat keras. Keadaan ini sangat berbeda dengan tempat yang ada di atas. Di bagian atas sangatlah lembut walaupun sedikit basah. Namun, menurutku tempat seperti itu lebih cocok untuk tidur. Andaikan di tempat ini ada sesuatu yang lembut seperti sebuah bantal tidur” ucap Leo.
Leo pun kembali melanjutkan perjalanannya. Setelah beberapa saat, ia seperti melihat sebuah benda yang terlihat sangat lembut. Leo segera menghampiri benda tersebut. Tanpa berpikir panjang, Leo segera berbaring di atas benda yang menyerupai bantal tersebut dan ia mulai mencoba untuk memejamkan matanya.
“Ah, enak sekali rasanya tidur di benda yang empuk ini” ucap Leo sambil memejamkan matanya.
__ADS_1
Tak lama kemudian, Leo merasa gelisah dan mencoba untuk membuka matanya. Saat ia membuka matanya, ia melihat sebuah tempat seperti hamparan luas yang mengambang di langit. Tempat ini sangat berbeda dengan tempat sebelumnya.