Pemberantas Sindikat Kekuatan Terlarang

Pemberantas Sindikat Kekuatan Terlarang
Jalan Pilihan Pertama


__ADS_3

Leo dan Leon membaca tulisan yang ada di papan yang berada di dekatnya. Tak lama kemudian, terlihat dua jalan dengan arah yang berbeda muncul di depan mereka. Masing-masing dari mereka harus memilih salah satu jalan yang mereka yakini. Pilihan yang ada hanyalah jalan bagian kiri ataupun jalan bagian kanan. Mereka pun bersiap-siap untuk menentukan pilihannya.


“Leo, kamu jalan terlebih dahulu dan jangan pernah lihat ke arah belakang. Apapun yang terjadi, jangan pernah untuk melihat ke arah belakang” ucap Leon.


“Tapi… Mengapa?” ucap Leo.


“Ikuti saja apa yang aku katakan. Dan juga ikuti saja arahan yang ada di dalam jalan yang kamu pilih” ucap Leon.


Leo pun menyetujui untuk tidak melihat ke arah belakang. Tak lama kemudian, mereka pun sudah menentukan pilihan mereka masing-masing. Leo memilih arah jalan bagian kanan dan ia segera menuju jalan tersebut, sedangkan Leon memilih arah jalan bagian kiri dan ia segera menuju jalan tersebut setelah Leo memasuki jalan yang dipilihnya.


Leo terus berjalan tanpa melihat ke arah belakangnya. Saat sampai di tengah perjalanan, terlihat sebuah benda yang terlihat seperti meja dan di atasnya terdapat sebuah mainan yang berbentuk seperti kotak. Benda yang berbentuk seperti kotak itu memiliki warna yang berbeda pada setiap sisinya dan Leo harus membuat kotak tersebut memiliki warna yang sama pada seluruh sisinya sesuai dengan tulisan yang berada di dekat benda tersebut.


“Pilih dan warnailah sesuai dengan warna yang menurut kamu cocok. Bawalah ia menuju akhir dari pilihan ini”

__ADS_1


Leo segera mengambil kotak dan melihat warna-warna yang ada pada kotak tersebut. Terlihat warna merah, biru, hijau, kuning, ungu, putih, hitam, dan coklat pada kotak tersebut. Leo pun membawa kotak tersebut dan kembali berjalan pada jalan pilihannya. Setelah beberapa saat berjalan, Leo pun melihat sebuah benda seperti alat mewarnai. Akan tetapi, warna yang ada hanyalah warna putih dan sisa bahan untuk mewarnainya hanya tersisa sangat sedikit. Leo pun memaksakan untuk menggunakan alat tersebut dan mewarnai kotak yang ia bawa.


Setelah beberapa saat, bahan yang digunakan untuk mewarnai itu pun habis dan Leo tidak dapat membuat kotak itu memiliki warna yang sama pada seluruh sisinya. Leo hanya dapat mewarnai lima bagian sisi dan tersisa dua sisi yang berbeda warnanya. Sisi yang berbeda warnanya merupakan sisi yang berwarna merah dan sisi yang berwarna kuning.


Leo pun kembali melanjutkan perjalanannya dengan merasa kecewa. Akhir dari pilihan jalan yang dipilih Leo sudah mulai terlihat oleh dirinya. Leo pun sudah mulai berputus asa, ia tidak dapat menyelesaikan tantangan yang ada. Tubuh Leo pun sudah mulai terlihat lemas, kakinya sudah mulai bergemetar. Hal ini terkadang terjadi ketika Leo sudah mulai berputus asa.


“Kali ini aku tidak berhasil, apa yang akan terjadi jika aku tidak dapat memenuhi tantangan ini? Sudahlah… Aku tidak bisa memikirkannya lebih dalam lagi… Tubuhku terasa lemas, dan pandanganku mulai berhalusinasi. Aku seperti melihat sebuah kolam yang dipenuhi coklat berada beberapa meter di depanku… Dan juga… Mengapa ada gunung di tempat seperti ini?” ucap Leo dengan kesal kepada dirinya sendiri.


“Badanku sangat lemas hingga akhirnya aku pun terjatuh. Tetapi, aku merasa seperti ada sesuatu yang aku bawa ikut terjatuh” ucap Leo.


Leo pun kembali berdiri dan melihat keadaan di sekitarnya. Leo sangat terkejut, ia melihat kotak yang ia bawa terjatuh ke dalam sebuah lubang yang dipenuhi lumpur. Kejadian ini membuat kekuatan Leo terasa seperti pulih kembali. Leo segera mengambil kotak yang terjatuh itu.


“Mengapa bisa benda ini terjatuh ke dalam sebuah lubang yang berisi coklat… Eh… Ini bukan coklat, ini adalah lumpur!” ucap Leo dengan kesal.

__ADS_1


Leo melihat keadaan di sekitarnya, ia berniat untuk segera mencari sumber air untuk membersihkan kotak itu. Leo melihat sebuah alat seperti sumur yang berada sekitar beberapa puluh meter di depannya. Leo segera menuju tempat tersebut. Sesampainya di sana, Leo melihat sebuah benda seperti ember yang berada di tanah yang dekat dengan bagian luar sumur. Ember tersebut berisi sebuah cairan. Tanpa berpikir panjang, Leo langsung memasukkan kotak tersebut ke dalam ember itu.


“Untung saja terdapat air yang berada di dekat sini, aku bisa membersihkan benda yang terjatuh ke lumpur itu. Aku tidak mengerti mengapa bisa ada lubang yang berisi lumpur di jalan seperti ini. Seharusnya ada yang memperbaiki lubang pada jalan ini, meskipun jalan ini bukan merupakan jalan utama dan hanya sebagai jalan darurat, setidaknya jalan di tempat ini harus bebas dari lubang, terutama lubang yang berisi lumpur. Jika ada seseorang yang terjatuh ke dalam lumpur itu, kan seluruh bagian pakaiannya akan kotor dan terlihat seperti berubah menjadi warna coklat… Tunggu… Apa mungkin lubang itu memang ditujukan untuk mempermudah membuat warna pada sisi benda itu menjadi sama?! Mengapa aku tidak terpikir seperti itu… Aku malah mencuci benda itu agar lumpurnya hilang… Betapa bodohnya diriku… Semoga saja lumpur yang menempel pada benda itu belum menghilang” ucap Leo.


Air yang terlihat pada ember itu pun berubah menjadi warna coklat. Lumpur-lumpur yang ada pun terlihat seperti telah terangkat ke atas permukaan air. Leo pun segera mengambil kotak yang berada di dalam ember itu. Saat tangan Leo menyentuh air tersebut, tangan Leo merasa sedikit gatal-gatal. Leo pun mengangkat kotak yang berada di ember tersebut dengan cepat.


“Ini bukan air! Ini cairan asam! Apa yang terjadi pada warna benda ini?!” ucap Leo.


Leo sangat terkejut dengan kejadian yang ada. Kotak yang dibawa Leo memiliki warna emas yang sangat indah pada setiap sisinya. Leo pun merasa bahagia karena kotak tersebut sudah sesuai dengan arahan pada tantangan sebelumnya. Leo melihat sebuah benda yang bentuknya sama dengan meja yang ia temui sebelumnya, ia pun segera membawa kotak tersebut menuju ke tempat itu. Tiba-tiba terdapat arahan untuk meletakkan kotak tersebut di atas benda itu dan Leo pun segera meletakkannya.


Setelah berhasil menyelesaikan tantangan, Leo pun melanjutkan perjalanannya menuju tempat akhir jalan pilihannya. Setelah beberapa saat, terlihat Leon yang menghampiri Leo seperti dari arah belakangnya. Saat Leo ingin mencoba berbicara kepada Leon, Leon lebih dahulu tersenyum kepada Leo. Leo pun membalas senyuman itu dan mengurungkan niatnya untuk berbicara.


Tak lama kemudian, terlihat beberapa jalan yang seakan-akan muncul secara tiba-tiba. Terdapat empat pilihan jalan yang tersedia. Mereka harus memilih jalan tersebut sama seperti sebelumnya. Pilihan jalan tersebut diberikan nomor dengan urutan nomor 1 sampai dengan 4 sesuai dengan letak jalan dari kanan ke kiri. Mereka pun bersiap-siap untuk menentukan pilihan jalan selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2