Pemberantas Sindikat Kekuatan Terlarang

Pemberantas Sindikat Kekuatan Terlarang
Sebuah Bayi Robot


__ADS_3

Leon merasa penasaran dan dirinya mulai mendekati Leo. Saat Leon bergerak, ia menginjak sebuah ranting hingga ranting itu berbunyi cukup keras. Tak lama kemudian, terlihat sebuah robot besar yang hanya melihat ke arah Leo dan Leon tanpa bergerak sedikit pun. Dan kemudian, robot itu mengalihkan pandangannya seperti semula. Leon pun segera mendekati Leo tanpa membuat adanya suara sedikit pun.


“Apa yang sebenarnya terjadi, Leo?” ucap Leon dengan pelan.


“Apa maksudmu, pak Leon? Tidak ada kejadian khusus yang terjadi pada saat ini. Aku hanya sedang duduk saja di tempat ini” ucap Leo dengan pelan.


“Lalu mengapa kita berbicara dengan pelan? Dan apa yang kamu maksud dengan adik kecil?” tanya Leon dengan pelan.


“Adik kecil ini sedang tertidur. Coba saja kamu lihat ke sini, pak Leon” ucap Leo sambil menunjuk ke arah semak-semak di bagian sebelah pohon dengan pelan.


“Sebuah bayi robot?!” ucap Leon yang terkejut.


Leon terkejut karena kejadian ini merupakan kejadian yang pertama kali ia lihat. Sebelumnya, tidak pernah ada informasi mengenai robot yang melahirkan atau bahkan mempunyai sebuah bayi. Jika kejadian ini diketahui pemerintah pusat, ini akan menjadi berita terbesar yang pernah ada pada tahun ini.


Tak lama kemudian, bayi robot itu pun terbangun dan mengeluarkan suara yang sangat keras. Setelah itu, sebuah robot yang sangat besar mulai bergerak menuju bayi robot tersebut. Robot besar itu mengambil bayi robot tersebut dengan tangannya yang kaku. Tak lama kemudian, suara tangisan itu pun berhenti dan Leon dimarahi oleh Leo.


“Pak Leon, apa yang kamu lakukan?! Mengapa kamu membangunkan adik kecil itu?! Padahal aku sudah menyuruhmu untuk tidak berisik!” ucap Leo dengan kesal.


“Maaf, Leo. Aku tidak sengaja berteriak. Aku sangat terkejut karena ini adalah pertama kalinya aku bertemu dengan sebuah bayi robot” ucap Leon.


“Bayi robot?! Siapa yang kamu sebut dengan bayi robot?! Adik kecil ini merupakan adik baruku! Jangan kamu menyebutnya dengan sebutan bayi robot, pak Leo!” ucap Leo dengan kesal.


“Maaf, aku tidak akan mengulanginya lain kali. Dan robot besar ini… Apakah ia orang tua dari adikmu itu?” ucap Leo.


“Tentu saja. Nama ibu ini adalah bu Nea, dan adikku ini bernama Miki” ucap Leo.


“Tunggu… Mereka bisa berbicara atau kamu yang memberinya nama?” ucap Leon.


“Tentu saja bu Nea yang memberitahuku! Bu Nea bahkan memperbolehkan Miki untuk menjadi adikku. Aku sudah berjanji untuk menjaganya dengan baik, tetapi kamu membangunkan Miki dari tidurnya!” ucap Leo dengan kesal.

__ADS_1


“Aku sudah meminta maaf tadi… Sekali lagi, maafkan aku ya!” ucap Leon.


“Bagaimana, bu Nea? Jika ibu Nea memaafkannya, maka aku juga akan memaafkannya” ucap Leo.


“Aku akan memaafkannya dengan syarat, ia harus membuat Miki kembali tidur atau bahkan mengajaknya bermain” ucap bu Nea.


“Pak Leon, pilihan mana yang akan kamu pilih?” tanya Leo.


“Aku kurang mengerti tentang masalah seperti ini, tetapi aku mengira jika mengajak Miki bermain merupakan pilihan yang tepat untuk saat ini” ucap Leon.


“Baiklah bu Nea, kami akan mencoba membuat Miki kembali tidur. Dan jika kami tidak bisa membuatnya tidur kembali, kami akan mengajaknya bermain” ucap Leo.


“Baiklah jika kamu memilih pilihan seperti itu, Leo. Aku akan menyerahkan Miki kepadamu” ucap bu Nea.


“Tunggu! Leo, apa maksudmu?! Bukankah aku memilih untuk mengajaknya bermain saja tanpa harus membuatnya tertidur?! Mengapa kamu memilih pilihan seperti itu?!” ucap Leon dengan kesal.


“Siapa yang bilang jika kamu yang akan membuatnya tertidur, pak Leon? Aku yang akan mencoba untuk membuatnya tertidur, dan kamu akan bermain dengan Miki jika aku tidak bisa membuatnya tertidur. Kamu melakukan pilihan yang kamu pilih!” ucap Leo.


“Tidak ada salahnya jika ingin mencoba. Bukankah pak Leon yang selalu mengatakan hal seperti itu? Dan jika aku tidak mencobanya, aku tidak akan mengenai hasil apa yang akan diperoleh” ucap Leo.


“Baiklah. Aku akan memperhatikanmu dari jauh” ucap Leon.


“Mengapa kamu hanya memperhatikannya dari jauh, pak Leon? Kamu ingin pergi dan meninggalkan tanggung jawabmu?” ucap Leo.


“Tidak, bukan seperti itu! Baiklah aku akan berada di dekatmu, Leo” ucap Leon.


“Kalau bisa, kamu usahakan untuk tidak berisik atau tidak mengganggu proses peniduran ya, pak Leon” ucap Leo.


“Baiklah, aku mengerti” ucap Leon.

__ADS_1


Tak lama kemudian, bu Nea memberikan Miki kepada Leo dan Leo pun segera mencoba untuk membuat adiknya tertidur. Leo menggoyang-goyangkan adiknya dengan perlahan. Dan Leo juga menyanyikan sebuah nyanyian tidur kepada adiknya tersebut. Suara Leo yang menyanyikan lagu itu sangatlah indah.


“Adikku yang manis… Adikku yang lucu… Tidurlah… Tidurlah… Kakak akan menjagamu...”


Tak lama setelah itu, Miki pun tertidur kembali. Leon pun terkejut karena suara Leo yang sangat indah dan nyanyian itu dapat membuat Miki tertidur. Tak lama kemudian, Leo tersenyum kepada Leon seakan-akan dirinya sangat ingin dipuji oleh Leon. Leon yang mengetahui hal itu pun kemudian memujinya.


“Hebat sekali kamu, Leo” ucap Leon.


“Apanya yang hebat, pak Leon?” ucap Leo dengan tersenyum seakan-akan dirinya ingin dipuji lebih banyak oleh Leon.


“Kamu, Leo. Semua tentang kamu sudah pasti hebat, iya kan?” ucap Leon dengan tersenyum.


Wajah Leo pun langsung berubah menjadi cemberut. Leo merasa jika Leon sedang mengejeknya dan Leon tidak ingin mengakui kehebatannya. Tak lama setelah itu, Leo bertanya kepada bu Nea tentang bagaimana caranya untuk menuju pusat alam tempat ia berada.


“Bu Nea, bagaimana cara menuju ke pusat alam ini? Apa ada jalan yang cepat untuk menuju ke sana?” ucap Leo.


“Tidak ada cara khusus untuk ke sana, Leo. Satu-satunya jalan yang ada hanyalah sebuah jalan biasa dengan berbagai jebakan di dalamnya, paman yang bersama denganmu itu sepertinya tahu arah jalan yang aku maksud” ucap bu Nea.


“Paman? Apa maksudmu dengan paman?! Aku masih sangat muda!” ucap Leon dengan kesal.


“Benarkah kamu masih muda? Aku sangat tidak yakin jika dirimu masih muda” ucap bu Nea.


“Sudah-sudah, tidak usah membahas umurku. Leo, lebih baik kita cepat segera menuju ke pusat alam afton ini” ucap Leon.


“Alam afton? Kamu sudah mengetahui nama alam kita berada, pak Leon? Hebat sekali!” ucap Leo dengan seperti mengejek Leon.


“Tentu saja! Ayo pergi!” ucap Leon.


“Hati-hati di jalan, Leo” ucap bu Nea.

__ADS_1


Leo mulai merasa jika ia tidak akan pernah bisa mengejek Leon. Leon memang hebat dan sangatlah percaya diri, terutama saat dipuji. Sedangkan Leo, ia bersifat seperti sangat berkebalikan dengan Leon.


Tak lama kemudian, Leo dan Leon pergi meninggalkan tempat Miki dan bu Nea berada. Leon berjalan terlebih dahulu, sedangkan Leo berada di belakangnya. Mereka melakukan petualangan yang sangat seru di alam afton ini. Terdapat pemandangan yang indah, buah-buahan yang besar, dan berbagai jebakan pertahanan di setiap area yang ada.


__ADS_2