
Saat Leo dan Leon memasuki gerbang tersebut, Leo terjatuh dan tidak sadarkan diri. Leon membawa Leo menuju sebuah tempat yang aman dan dirinya pergi ke tempat yang cukup jauh untuk mencabut serpihan besi yang ada pada tangannya. Leon tidak ingin darahnya terlihat.
Tak lama setelah itu, Leo pun mulai sadar. Saat Leo sudah sadarkan diri, Leo tidak melihat Leon berada di dekatnya. Tanpa berpikir panjang, Leo pun segera pergi dari tempat tersebut dan mulai mencari Leon. Leo mencari ke beberapa area terdekat yang berada di sekitarnya.
Sementara itu, Leon yang telah selesai mencabut serpihan besi dan sudah membersihkan darahnya pun kembali ke tempat ia meninggalkan Leo. Saat Leon sampai di tempat itu, Leon melihat Leo sudah tidak berada di tempat itu. Leon mulai berpikir jika ada seseorang dengan kekuatan terlarang yang sudah menculik Leo.
“Menghilang?! Leo sudah tidak ada di tempat ini?! Apa dirinya diculik?! Tetapi, tidak banyak orang yang mempunyai kekuatan terlarang yang bisa memasuki alam pengembangan ini. Seseorang yang bisa memasuki alam pengembangan adalah Chartis… Tetapi, Chartis tidak akan menculik Leo. Apa mungkin ada orang kepercayaan atau bahkan anggota sindikat kekuatan terlarang yang bisa masuk ke tempat ini dan menculik Leo?! Aku harus segera mencarinya!” pikir Leon.
Leon pun segera mencari Leo. Leon mencari ke beberapa area yang berada di sekitarnya, namun ia tidak menemukannya. Leo dan Leon saling melakukan pencarian terhadap satu sama lain. Mereka tidak bertemu satu sama lain meskipun mereka saling mencari dalam waktu yang cukup lama. Tak lama kemudian, Leo dan Leon pun duduk di sebuah akar pohon yang sangat besar dan mereka berada pada sisi pohon yang berbeda. Leo menghadap ke arah timur, sedangkan Leon menghadap ke arah barat. Tak lama setelah itu, Leo dan Leon mengucapkan beberapa kata dengan waktu yang bersamaan.
“Leon, mengapa kamu menghilang?” ucap Leo.
“Leo, mengapa kamu diculik?” ucap Leon.
Mereka saling mendengar ucapan mereka satu sama lain. Leo dan Leon pun melihat ke arah sisi pohon di belakangnya. Leon sangat terkejut karena Leo berada di belakangnya, sedangkan Leo sangat ketakutan karena Leon berada di belakangnya. Leo pun berlari menjauhi Leon sambil berteriak meminta maaf kepada Leon dan Leon pun mengejarnya.
“Huwaaaa… Maafkan aku, pak Leon. Aku tidak sengaja memanggilmu seperti itu” ucap Leo.
“Leo, jangan berlari! Nanti kita terpisah lebih jauh!” ucap Leon.
“Tidak!! Pak Leon pasti akan memarahiku! Aku tidak akan berhenti!” ucap Leo yang sangat ketakutan.
__ADS_1
“Tidak, Leo! Aku tidak akan memarahimu! Aku memaafkanmu!” ucap Leon.
Leo pun mulai berhenti dan Leon mulai mendekati Leo. Saat Leon mulai mendekat, ia tidak sengaja menginjak sesuatu benda yang berada di tanah. Seketika, muncul sebuah dinding besar yang sangat besar dan memisahkan Leo dengan Leon.
“Leo! Apa kamu baik-baik saja?” ucap Leon dengan keras.
“Aku baik-baik saja! Bagaimana denganmu di sana, pak Leon?” ucap Leo dengan keras.
“Aku juga baik-baik saja! Leo, aku akan menghampirimu! Kamu tunggu saja di situ!” ucap Leon dengan keras.
“Tidak, pak Leon! Aku saja yang akan menghampirimu!” ucap Leo dengan keras.
“Leo! Jika kamu memang ingin menghampiriku, bagaimana jika kita berdua berjalan menuju arah jalan yang sama dan bertemu di akhir dinding ini?” ucap Leon dengan keras.
Leo pun segera berlari menuju arah utara. Leon yang mendengar suara hentakan kaki Leo yang sedang berlari pun merasa bingung. Leon tidak mengetahui arah utara yang dimaksud oleh Leo. Leon ingin berlari menuju arah utara, tetapi ia mendengar suara hentakan kaki Leo berasal dari arah sebaliknya. Suara itu mengarah ke arah selatan. Leon pun berteriak untuk menanyakan arah yang seharusnya ia tuju.
“Leo, kamu pergi ke arah mana?! Suara hentakan kakimu mengarah pada arah selatan, tetapi kamu berkata jika akan berlari menuju utara! Arah mana yang harus aku ikuti?!” teriak Leon.
Tidak ada respon yang terdengar oleh Leon. Leon pun mengikuti arah suara hentakan kaki Leo menuju arah selatan, ia berlari cukup jauh. Tak lama kemudian, suara hentakan itu berhenti dan Leon mulai berteriak menanyakan keadaan pada sisi di dinding tempat Leo berada.
“Leo! Mengapa kamu berhenti? Apa ada sesuatu yang terjadi pada sisi dinding bagian sana? Leo! Jawab aku!” ucap Leon dengan keras.
__ADS_1
Leon tidak mendengar ada sedikit pun suara yang meresponnya. Tak lama setelah itu, terdengar seperti suara mesin dari sebuah robot yang sangat keras. Tanpa berpikir panjang, Leon segera melakukan teleportasi menuju bagian atas dinding tersebut untuk melihat kejadian yang terjadi. Leon pun terlihat terkejut dan kebingungan. Leon tidak melihat adanya Leo pada tempat tersebut, dan ia hanya melihat adanya sebuah robot yang cukup kecil. Leo tidak mengetahui jenis robot tersebut karena ia tidak dapat melihat kode pada robot tersebut dengan jelas.
Leon pun kembali berteleportasi menuju tempat sebelumnya, sisi dinding yang berbeda dengan Leo. Leon tidak berada di sisi yang sama dengan Leo karena ia takut jika Leo akan curiga kepadanya dan membuat kekuatan Leon diketahui oleh Leo. Leo pun berlari kembali menuju arah sebaliknya dan ia ingin segera menuju akhir dari dinding.
Leon sudah berjalan cukup lama, dan ia tidak melihat akhir dari dinding ini. Leon yang sudah kelelahan berlari kemudian menggunakan kekuatan teleportasinya secara perlahan, hingga beberapa saat kemudian ia melihat akhir dari dinding ini. Tanpa disengaja, Leon pun berteleportasi menuju area yang sangat dekat dengan dinding tersebut. Tak lama kemudian, Leon pun melihat Leo yang sedang duduk di bawah pohon menunggu kehadiran dirinya.
“Apa tadi Leo melihat aku menggunakan kekuatan teleportasiku? Apa dia akan bertanya-tanya mengenai kekuatanku? Atau bahkan ia akan kebingungan?” pikir Leon.
Leon pun segera menghampiri Leo. Saat Leon mendekati Leo, suara hentakan kaki Leon terdengar oleh Leo. Leo pun kemudian menyuruh Leon untuk tidak berisik dan bahkan tidak bergerak. Leon pun merasa bingung dengan keadaan yang sedang terjadi.
“Pak Leon, jangan berisik. Dan juga, jangan bergerak dari tempat itu” ucap Leo dengan pelan.
“Tapi mengapa, Leo?” ucap Leon dengan pelan.
“Ada yang sedang tertidur” ucap Leo dengan pelan.
“Siapa yang sedang tertidur, Leo?” tanya Leon dengan pelan.
“Ada adik kecil yang sedang tertidur” ucap Leo dengan pelan.
“Adik kecil? Aku ingin melihatnya” ucap Leon yang penasaran dengan pelan.
__ADS_1
Leon pun merasa penasaran dengan adik kecil yang dimaksud oleh Leo. Leon kemudian bergerak secara perlahan mendekati Leo. Saat Leon bergerak, ia menginjak sebuah ranting kecil dan mematahkan ranting tersebut sehingga terdengar suara yang cukup keras. Tak lama kemudian, terlihat sebuah robot yang sangat besar melihat ke arah Leo dan Leon. Robot tersebut tidak bergerak sedikit pun dan hanya melihat ke arah mereka berdua saja.