
Leo penasaran dengan kekuatan yang selalu Leon katakan. Leo juga berpikir apakah Leon mengetahui sesuatu tentang kekuatan itu karena dia memang mempunyai kekuatan itu. Dan Leo juga mengingat jika Leon mengatakan jika peserta lolos ujian yang ia temui mempunyai kekuatan itu dan Leon menyebutnya berbahaya. Leo pun bertanya kepada Leon mengenai kekuatan yang ia maksud.
“Orang dengan kekuatan? Apa yang kamu maksud? Kekuatan seperti otot yang ada di dalam tubuh?” tanya Leo.
“Bukan, kekuatan yang aku maksud sangat berbeda dengan kekuatan yang kamu pikirkan. Ada beberapa kekuatan yang sangat berbahaya. Pada saat ini aku akan memberitahumu mengenai segala sesuatu tentang kekuatan ini. Bisakah kamu berjanji untuk tidak memberitahu orang asing ataupun orang lain termasuk keluargamu tentang hal ini?” ucap Leon.
“Baiklah, aku berjanji tidak akan menyebarkan satu pun informasi mengenai kekuatan yang kamu maksud” ucap Leo.
“Bagaimana jika kamu melanggarnya, Leo?” tanya Leon.
“Aku siap menerima segala bentuk hukuman yang kamu berikan. Memangnya informasi mengenai kekuatan ini akan selalu bersifat rahasia? Pasti suatu saat segala sesuatu tentang kekuatan ini akan tersebar luas terutama jika orang-orang yang mempunyai kekuatan ini membuat masalah” ucap Leo.
“Jika memang informasi mengenai kekuatan ini sudah tersebar luas, kamu sudah bebas dari perjanjian yang tadi. Kamu bebas juga ingin menyebarkan kebenaran yang ada ataupun menyimpan rahasia ini” ucap Leon.
“Baiklah, segera beritahu aku mengenai kekuatan itu” ucap Leo.
”Kekuatan yang aku maksud ini disebut sebagai kekuatan super. Tidak seluruh orang mempunyai kekuatan ini. Hanya ada beberapa orang yang terlahir dengan memiliki kekuatan super. Dan juga ada yang mempunyai potensi mempunyai sebuah kekuatan super. Meski begitu, ada beberapa orang yang mengetahui tentang kekuatan super ini ingin dirinya ataupun anaknya memiliki sebuah kekuatan super. Mereka melakukan berbagai transaksi untuk mendapatkan sebuah obat khusus yang bisa membuat seseorang mendapatkan kekuatan super yang luar biasa. Beberapa pemerintah yang mengetahui tentang kekuatan ini pun melakukan tindakan secara diam-diam. Mereka menyebut obat khusus tersebut sebagai obat terlarang khusus. Dan mereka juga menyebut orang-orang yang menggunakan obat terlarang khusus sebagai orang dengan kekuatan terlarang. Sampai saat ini mereka belum bisa memberantas akar dari kejahatan tersebut” ucap Leon.
“Kamu mempunyai kekuatan itu?” tanya Leo.
“Sebenarnya aku tidak boleh memberitahukan ini, namun jika Leo yang bertanya maka aku harus menjawabnya. Ya, aku mempunyainya” jawab Leon.
“Kekuatan seperti apa?” tanya Leo.
“Aku tidak akan memberitahumu. Tidak akan seru jika aku langsung memberitahunya kan? Kamu akan mengetahui kekuatanku seiring berjalannya waktu” ucap Leon dengan sedikit tertawa.
“Baiklah… Tetapi, apakah aku juga akan mempunyai kekuatan super itu? Apa aku bisa mempunyai potensi untuk mendapatkan kekuatan super?” tanya Leo.
“Memangnya kamu tidak mempunyai kekuatan? Aku selalu mengira kamu mempunyai kekuatan super” ucap Leon.
“Apa kekuatanku?” tanya Leo.
“Otak yang pintar. Kamu kan sangat pintar di bidang pendidikan, hahaha” jawab Leo dengan tertawa.
“Itu kan hanya karena rajin belajar! Aku sedang bertanya serius tetapi kamu malah mengejekku. Kamu sama seperti mafia yang aku temui tadi” ucap Leo dengan kesal.
“Oh iya, kamu belum menceritakan tentang hal itu” ucap Leon.
__ADS_1
“Bukankah aku sudah menceritakannya?” tanya Leo.
“Sudah, tetapi kamu menceritakannya dengan tidak lengkap. Hanya bagian awalnya saja” jawab Leon.
“Baiklah akan aku ceritakan sedikit lebih lengkap. Pada saat itu, aku sedang melakukan ujian yang berada di tempat yang gelap. Setelah menyelesaikan ujian di kegelapan tersebut, aku bertemu dengan para mafia itu. Mereka mengejekku. Setelah beberapa lama, ada salah seorang yang menembakku dan membuatku terjatuh. Meskipun aku terjatuh dan tembakan tersebut mengenai perutku, tubuhku sama sekali tidak berlubang dan tidak mengeluarkan darah sedikitpun. Selain itu, aku tidak merasa kesakitan. Dan juga saat aku meraba bagian tubuhku, aku tidak menemukan adanya peluru. Setelah itu…. Eh, tunggu… Apakah itu merupakan kekuatan superku?” ucap Leo.
“Jika memang itu kekuatan super yang kamu punya, menurutmu apa jenis kekuatan itu?” tanya Leon.
“Bagaimana jika itu merupakan kekuatan yang bisa membuat diriku menjadi dapat ditembus? Atau aku mempunyai kekuatan untuk menghilangkan sesuatu yang mendekatiku? Atau bahkan aku mempunyai tubuh yang keras? Tapi aku rasa tidak. Apa mungkin kekuatanku dapat beregenerasi jika ada suatu luka?” ucap Leo.
“Jika memang begitu, mengapa kekuatan itu sekarang tidak kamu gunakan?” tanya Leon.
“Aku tidak mengetahui cara menggunakannya. Mungkin akan secara otomatis aktif jika aku sedang di dalam bahaya” jawab Leo.
“Jika kamu memang ingin mengetahui kekuatan super yang kamu, kamu harus melakukan eksplorasi tentang potensi-potensi yang dapat membuatmu mengetahui kekuatan super tersebut. Seperti yang kamu sudah ketahui, kamu terkena sebuah tembakan dan kamu tidak mendapatkan luka apapun. Kamu harus melalukan eksplorasi berdasarkan kejadian tersebut. Kamu dapat memikirkan caranya nanti” ucap Leon.
“Aku ingin segera mengetahuinya. Aku akan melakukan eksplorasi sekarang juga!” ucap Leo dengan rasa gembira.
“Sebelum itu, lebih baik kamu melakukan perbaikan pada baju itu. Kamu bisa meletakkannya pada alat yang tadi sudah aku tunjukkan. Setelah itu, kamu harus segera mandi” ucap Leon.
Leo mengetahui alasan mengapa Leon menyuruhnya untuk segera mandi. Leo segera membuka pakaian bagian atasnya dan menaruhnya di atas alat tersebut. Leo tidak langsung memasukkannya ke dalam alat tersebut, ia membuka pakaian bawahnya terlebih dahulu karena terdapat sebuah tempat yang dikhususkan untuk pakaian yang sudah kotor berada di dekat alat tersebut.
“Pak Leon, lihatlah ini. Ternyata terdapat sebuah peluru bekas tembakan. Ini berarti beberapa kemungkinan yang aku sebutkan tadi bisa menjadi salah ya? Peluru ini berada di pakaianku. Kemungkinan kekuatan untuk dapat ditembus berarti salah. Kemungkinan untuk menghilangkan sesuatu yang mendekatiku juga salah. Yang tersisa hanyalah tubuh yang keras dan beregenerasi ya?” ucap Leo.
“Bisa jadi seperti itu, namun ada juga kemungkinan kamu memiliki kekuatan super selain dari kekuatan lain yang kamu perkirakan tadi” ucap Leon.
“Pak Leon, bantu aku mengetahui kekuatanku. Apa di tempat ini ada pisau? Sudah pasti ada kan?” ucap Leo.
“Memang ada, tetapi untuk apa kamu membutuhkan pisau?” ucap Leon.
“Bisakah bapak membantuku untuk menusuk bagian tubuhku sesuai dengan tempat diriku tertembak? Jika bapak menolaknya, aku tidak akan mau untuk bertemu dengan bapak lagi!!!” ucap Leo.
“Tetapi… Jika kamu memang memaksaku… Baiklah aku akan membantumu” ucap Leon dengan ragu-ragu.
Leon segera mencari pisau yang ada di tempat tersebut dan kemudian memberikannya kepada Leon. Setelah itu, ia menandai bagian tubuhnya yang tertembak sesuai dengan letak lubang yang berada pada pakaian atasnya. Leo kemudian menyuruh Leon untuk segera menusuk bagian yang telah ditandainya.
Leon menghampiri Leo dan mengarahkan pisau pada bagian yang ditandai. Saat sudah dekat, Leon tidak sengaja terjatuh dan pisau tersebut menusuk bagian yang sedikit mengarah ke bawah bagian yang ditandai. Leo pun berteriak.
__ADS_1
“Aaaaaahhhh!!!”
Leon kemudian segera menarik pisau tersebut. Leo dan Leon melihat tidak ada sedikit pun darah yang keluar dari bagian yang tertusuk.
“Leo, tidak ada darah yang keluar. Tetapi, kamu berteriak. Apakah sakit saat aku menusuknya?” ucap Leon.
“Tidak, sama sekali tidak menyakitkan. Aku hanya terkejut saja karena kamu tiba-tiba terjatuh. Aku tidak mengira jika pak Leon yang sangat berbakat bisa terjatuh saat berjalan, hahaha” ucap Leo dengan sedikit mengejek Leon.
“Sudahlah… Bagaimana menurutmu tentang kekuatan yang kamu punya?” tanya Leon.
“Sudah tentu ini bukan kekuatan yang bisa mengeras. Mungkin kekuatan yang aku punya adalah kemampuan beregenerasi” ucap Leo.
“Berdasarkan yang aku ketahui, jika seseorang memiliki kekuatan regenerasi maka kemampuannya dapat membuat orang tersebut menjadi dua dengan kepribadian yang sama melalui sebuah bagian potongan dari dirinya” ucap Leon.
Leon kemudian mengambil pisau yang ada dan kemudian ia mencoba untuk memotong salah satu bagian tubuhnya.
“Tidak bisa terpotong. Aku sudah mencobanya di bagian jari, tangan, dan yang lainnya. Namun, tidak ada sedikitpun potongan bagian tersebut” ucap Leo.
“Bagaimana jika kekuatanmu merupakan kekuatan yang lain?” tanya Leon.
“Apa yang kamu maksud?” ucap Leo.
“Maksudku, mungkin kamu mempunyai kekuatan yaitu kebal. Kamu tidak akan terluka dan tidak akan merasa kesakitan jika terkena sesuatu yang berbahaya” ucap Leon.
“Mungkin seperti itu. Akhirnya salah satu rasa penasaran yang aku punya telah hilang. Aku sudah mengetahui kekuatanku. Aku akan segera mandi” ucap Leo.
Leo pun segera pergi ke ruangan untuk mandi, sedangkan Leon membereskan dan mempersiapkan pakaian yang Leo butuhkan. Leon meletakkan pakaian Leo yang tersobek ke dalam mesin, dan ia mengambil baju dan celana miliknya untuk dipakai Leo. Setelah beberapa saat, Leo sudah menyelesaikan mandinya.
“Nah begitu, kan aroma yang kamu sebarkan menjadi wangi, hahaha” ucap Leon dengan tertawa.
“Aku sudah tau mengapa kamu menyuruhku mandi, sudah pasti karena aroma. Oh iya, aku teringat kejadian mengerikan lainnya ketika kamu berbicara tentang aroma. Setelah aku tertembak, aku melihat orang yang sangat mirip dengan dirimu. Namun, ia memiliki aroma yang berbeda denganmu” ucap Leo.
“Dimana kamu melihatnya?!” ucap Leon dengan wajah yang serius.
“Di lokasi penembakan. Bahkan orang itu berusaha membawaku ke rumah sakit, aku mengira jika itu adalah dirimu. Namun saat diperjalanan, aroma yang terasa dari orang tersebut sangat berbeda denganmu. Dia juga memberikanku segelas air, dan ternyata gelas tersebut mengandung obat yang membuatku pusing. Setelah itu aku melompat dari kendaraannya dan tidak sengaja berada di dekat sekolah khusus kepemimpinan. Karena kejadian itu, aku sempat merasa takut ketika bertemu denganmu. Maaf ya, pak Leon” ucap Leo.
“Kamu bertemu dengannya?! Sebenarnya aku mengenal orang itu. Tidak bisa dibilang mengenal sih, aku hanya mengetahui informasi tentangnya dan hanya sempat satu kali bertemu dengannya karena suatu tugas yang aku kerjakan” ucap Leon.
__ADS_1
Semakin lama berjalannya waktu, percakapan antara Leo dan Leon terlihat mulai serius. Berbagai hal tentang rahasia yang hanya diketahui beberapa orang khusus tidak sengaja diberitahukan kepada Leo.