
Leo terbangun di suatu tempat yang sangat gelap. Setelah itu, ia meraba keadaan disekitarnya dan merasakan sesuatu yang pernah ia rasakan sebelumnya. Beberapa waktu kemudian, terdengar suara hentakan kaki. Suara tersebut terdengar semakin menjauh dari Leo. Tak lama kemudian, terdengar suara seperti sebuah tombol yang ditekan dan setelah itu, pencahayaan yang ada di tempat itu mulai menyala. Leo sangat terkejut. Leo melihat seseorang yang sosoknya sangat ia kenal.
“Pak Leon?” ucap Leo.
“Leo… Setelah sekian lama, akhirnya kamu terbangun juga” ucap Leon.
“Setelah sekian lama? Memangnya apa yang telah terjadi?” tanya Leo.
“Kamu tidak mengingat apa yang terjadi? Kamu sudah tertidur cukup lama. Kami menemukanmu di bagian bawah robot ini dan membawamu ke tempat persembunyian ini” ucap Leon.
“Aku mengingat jika aku memang berada di bagian bawah di dalam robot ini karena aku terjatuh. Namun, aku tidak mengingat kejadian sebelum dan sesudah itu” ucap Leo.
“Bukankah kamu tertidur karena kamu kelelahan setelah berjalan?” tanya Leon.
“Mungkin saja itu yang telah terjadi, aku memang merasa kakiku cukup lelah” ucap Leo.
“Untung saja kami menemukanmu. Namun, mengapa kamu bisa tertidur di tempat yang keras seperti itu, Leo? Bukankah kamu pernah mengatakan jika kamu hanya bisa tertidur dengan beralaskan sesuatu yang lembut? Atau mungkin itu terjadi karena efek kelelahan yang kamu rasakan?” ucap Leon.
“Tunggu… Apa yang kamu maksud dengan Kami, pak Leon? Kamu tidak sendiri di sini?” tanya Leo.
“Kami? Ya memang aku menyebutnya kami. Karena aku mencarimu berdua dengan orang lain yang juga berada di tempat ini” ucap Leon.
“Siapa yang kamu maksudkan itu?” tanya Leo.
Tak lama kemudian, seseorang muncul di belakang Leo dan menutup matanya dari arah belakang. Leo kemudian tidak sengaja berteriak.
“Huaaa” teriak Leo.
“Randlof, sudah aku bilang untuk tidak seperti itu kepadanya. Leo mudah terkejut dan berteriak” ucap Leo.
“Maaf” ucap seseorang yang menutup mata Leo.
“Randlof, cepat lepaskan tanganmu yang menutupi mata Leo supaya Leo bisa melihat dirimu” ucap Leon.
“Baiklah” ucap Randlof sambil melepaskan tangan yang menutupi mata Leo.
“Perkenalkan Leo, nama orang ini adalah Randlof” ucap Leon sambil menunjuk ke arah Randolf.
“Perkenalkan Randolf, nama anak kecil ini adalah Leo” ucap Leon sambil mengelus-elus kepala Leo.
“Sudah aku bilang, aku bukan anak kecil!” ucap Leo dengan marah.
“Hahaha, maaf. Aku terlalu sering menganggap kamu seperti anak kecil” ucap Leon.
“Leon memang seperti itu, hahaha. Perkenalkan nama aku Randlof. Aku sudah mengenal Leon cukup lama” ucap Randlof.
__ADS_1
“Tidak, kita baru saja kenal!” ucap Leon.
“Oh seperti itu yang kamu mau, Leon? Boleh aku ceritakan masa lalumu yang memalukan itu kepada anak ini?” ucap Randlof dengan mengejek Leon.
“Jangan!” ucap Leon dengan keras.
“Apa yang terjadi pada masa lalu pak Leon? Oh iya, perkenalkan nama aku Leo Aphros. Kamu bisa memanggilku Leo, paman Randlof” ucap Leo.
“Hahaha, paman. Paman, paman, memancing yuk, hahaha” ucap Leon yang mengejek Randlof.
“Awas kamu ya, serigala kecil” ucap Randlof.
“Hei, jangan membawa masa lalu” ucap Leon.
“Yang memulai mengejekku kan kamu dahulu” ucap Randlof.
“Apa aku salah memanggil sebutan untuk kamu, pak Randlof? Apa seperti ini lebih baik? Selain itu, apa hubungan antara paman dengan memancing? Lalu, mengapa kamu memanggil pak Leon dengan sebutan serigala kecil?” tanya Leo.
“Anak yang kamu asuh banyak tanya ya, Leo, Hahaha” ucap Randlof dengan tertawa.
“Memang seperti itu sifatnya. Selain itu, Leo bukan anak yang aku asuh, ia masih memiliki orang tua yang mendidiknya” ucap Leon.
“Apa yang kamu maksud, pak Leon?” ucap Leo.
“Tidak apa-apa. Lebih baik kita pikirkan cara untuk keluar dari robot ini” ucap Leon.
“Kalau jalan keluar sudah pasti ada. Mau aku antarkan?” ucap Randlof.
“Tidak. Jangan melalui tempat keluar itu. Memikirkannya saja sudah membuatku merasa tidak enak” ucap Leon.
“Mengapa kita tidak lewat jalan keluar itu saja, pak Leon? Bukankah lebih baik melewati jalan itu jika dibandingkan dengan harus berpikir untuk menemukan jalan keluar yang lain? Manfaatkan saja jalan keluar yang ada” ucap Leo.
“Betul itu, hahaha” ucap Randlof yang mengejek Leon.
“Leo, bukankah kamu mengetahui di mana lokasi kita saat ini? Kita berada di dalam tubuh sebuah robot” ucap Leon.
“Lalu? Apa yang menjadi masalahnya?” tanya Leo.
“Coba bayangkan jika robot ini adalah seorang manusia dan kita adalah makanan yang dimakan olehnya. Apa yang terjadi pada makanan saat dimakan oleh manusia?” ucap Leon.
“Sudah tentu masuk ke dalam perutnya!” ucap Leo.
“Lalu, apakah kita hanya diam saja di dalam perutnya?” ucap Leon.
“Tentu tidak, makanan yang masuk ke dalam tubuh manusia akan dicerna” ucap Leo.
__ADS_1
“Apa yang terjadi saat makanan dicerna oleh manusia? Bagian-bagian yang bermanfaat bagi tubuh akan disimpan dan bagian yang beracun atau tidak berguna akan dibuang kan? Menurutmu, jalan keluar yang ada berada di mana?” ucap Leon.
“Oh iya ya, aku tidak memikirkannya! Hahaha” ucap Leo.
“Sudah pasti Leo tidak berpikir jernih karena kelelahan ya, Leo?” ucap Randlof.
“Mungkin saja, hahaha. Oh iya, pak Randlof” ucap Leo.
“Mengapa, Leo? Apa ada sesuatu yang aneh atau mengganggu pikiranmu?” ucap Randlof.
“Bagaimana pak Randlof bisa berada di tempat ini?” tanya Leo.
“Randlof sedang ada pekerjaan di tempat ini” ucap Leon yang dengan langsung menjawabnya.
“Aku sedang mencari sebuah benda yang sangat berbahaya” ucap Randlof.
“Randlof! Mengapa kamu memberitahu Leo tentang tugasmu?! Bukankah sudah aku bilang untuk tidak memberitahunya?!” ucap Leon dengan marah.
“Bukankah tidak apa-apa jika ia mengetahuinya? Dan mungkin saja Leo bisa membantu menemukannya” tanya Randlof.
“Memangnya mengapa aku tidak boleh mengetahuinya, pak Leon?” tanya Leo.
“Baiklah… Jika kamu memang ingin mengetahuinya… Tanyakan saja lebih jelasnya kepada Randlof” ucap Leon.
“Memangnya apa yang sedang terjadi, pak Randlof?” tanya Leo.
“Aku sedang mencari sebuah benda yang sangat berbahaya. Benda itu berbentuk hampir seperti sebuah lingkaran, namun benda itu terasa sangat lembut” ucap Randlof.
“Benda itu sangat lembut? Sepertinya aku pernah melihatnya, namun aku tidak mengingat di mana aku melihatnya. Memangnya mengapa benda itu sangat berbahaya?” tanya Leo.
“Benda itu tidak berbahaya, Leo. Hanya saja benda itu seharusnya berada di dalam pengamanan pemerintah pusat. Namun, satu pun dari banyaknya jenis benda itu belum ditemukan” ucap Leon.
“Bagaimana jika sebenarnya tidak ada benda seperti itu? Bagaimana apabila benda itu hanya karangan pemerintah pusat saja?” tanya Leo.
“Pemerintah pusat tidak akan membuat karangan seperti itu dan menugaskan kelompok pemberantas untuk menemukan benda itu” ucap Leon.
“Pak Randlof memiliki kekuatan super juga? Apa jenis kekuatan yang kamu miliki, pak Randlof?” tanya Leo.
“Leo, bukankah sudah aku bilang untuk tidak menyebutkan segala sesuatu tentang kekuatan super kepada orang lain?” ucap Leon.
“Tidak apa-apa, Leon. Aku merasa jika kamu sering memarahi anak kecil dalam beberapa waktu ini, hahaha. Aku memang mempunyai kekuatan, kekuatanku yai-” ucap Randlof.
Saat randlof ingin memberitahu kekuatannya kepada Leo, tiba-tiba terdengar sebuah ledakan dan menghancurkan bagian dinding yang berada di dekat Leo. Dengan seketika, Leon langsung menyuruh Leo untuk melompat keluar melalui lubang di dinding itu.
“Leo, cepat lompat” ucap Leon sambil mendorong Leo untuk melompat.
__ADS_1
“Aku bukan anak kecil lagi!” ucap Leo dengan kesal.
Leo dan Leon pun melompat meninggalkan tubuh robot tersebut dan Randlof tetap berada di dalam tubuh robot tersebut untuk menyelesaikan tugasnya. Setelah melompat, mereka melihat keadaan yang ada disekitarnya. Pemandangan yang terlihat saat ini sangat berbeda dengan keadaan sebelum mereka tertelan masuk ke dalam tubuh sebuah robot.