Pemberantas Sindikat Kekuatan Terlarang

Pemberantas Sindikat Kekuatan Terlarang
Wata dan Sebuah Bantuan Kecil


__ADS_3

Wata tiba di dekat Leon dan Lismos dalam hitungan detik saja. Beberapa lama kemudian, Wata sangat kesal dan ia memarahi Leon. Meski begitu, Leon tidak menghiraukan Wata dan membuat ia sangat kesal. Beruntungnya, Lismos berhasil meredakan emosi Wata.


“Mengapa kalian pergi tanpa mengajakku?! Dan Leon! Mengapa kamu juga membawa Lismos?! Jawab aku, Leon!!!” ucap Wata dengan kesal.


“Sudah-sudah, ada beberapa hal yang harus diselesaikan terlebih dahulu” ucap Lismos.


“Kalian mempunyai masalah? Mengapa tidak memberitahuku? Mungkin saja aku bisa membantu” ucap Wata.


“Coba saja lihat ke arah sana” ucap Leon sambil menunjuk ke arah mesin udara di dekatnya.


“Zapola itu? Ada apa dengan mesin itu?” ucap Wata.


“Apakah kamu mempunyai informasi mengenai mesin tersebut?” ucap Lismos.


“Tentu saja! Kalian ingin mengetahuinya?” ucap Wata.


“Apa kamu serius? Asal kamu tahu, kamu tidak bisa membohongiku” ucap Leon.


“Aku sangat serius. Jika kamu tidak percaya kepadaku, aku tidak akan memberitahumu. Aku tidak akan membantu seseorang yang tidak mempercayaiku” ucap Wata.


“Baiklah, aku percaya kepadamu. Cepat katakan informasi yang kamu ketahui?” ucap Leon.


“Aku melihat jika zapola tersebut berasal dari kota S4, mesin itu terbang dari kota tersebut. Aku melihatnya sekitar beberapa tahun yang lalu. Namun, mengapa bisa mesin itu berada di tempat seperti ini? Dan juga mengapa mesin itu berada di daratan? Seharusnya mesin seperti itu berada di udara, dan mesin itu tidak akan pernah bisa berada di tanah. Harus ada yang menjadi penyangga untuk zapola tersebut” ucap Wata.


“Benarkah begitu? Apalagi yang kamu ketahui? Apa kamu tahu cara untuk masuk ke dalam mesin itu?” ucap Leon.


“Aku tidak mengetahuinya. Seumur hidupku, aku tidak pernah mencari tahu cara untuk masuk ke sesuatu tempat. Jika aku ingin masuk, aku hanya perlu menggunakan kekuatanku saja untuk masuk. Lagipula, mengapa kalian ingin masuk ke dalam zapola itu?” ucap Wata.


“Kami curiga jika anak kesayangan Leon berada di dalam zapola itu. Dan sudah pasti Leon tidak ingin jika zapola tersebut hancur dan melukai anak kesayangannya itu” ucap Lismos.


“Apa tidak ada pintu untuk masuk ke zapola itu?” ucap Wata.


“Kamu tidak menemukannya” ucap Lismos.

__ADS_1


“Oh, aku melupakannya. Pintu masuk zapola selalu berada pada bagian bawah. Meskipun ada cara lain untuk memasukinya, akan sangat sulit” ucap Wata.


“Bagaimana cara untuk memasukinya? Cepat beritahu kami, kami akan melakukannya walaupun itu akan sangat sulit” ucap Lismos.


“Kami? Apa kamu tidak salah bicara, Lismos?” ucap Leon.


“Kamu tidak ingin menyelamatkan anak kesayanganmu, Leon?” ucap Lismos.


“Tunggu… Sebenarnya apa yang sedang terjadi? Jika aku mengetahui kronologinya, mungkin aku bisa membantu menemukan solusi yang lebih baik” ucap Wata.


Tak lama setelah itu, Leon menceritakan seluruh kejadian yang terjadi kepada Wata. Seluruh kejadian mulai dari ia bertemu dengan Lismos hingga kejadian pada saat ini. Beberapa lama kemudian, Wata memberikan saran kepada mereka agar mereka mengikuti petunjuk yang ada pada kertas sebelumnya. Dan Wata juga mengatakan jika ia akan membantu mereka mengalahkan Nea dan musuh-musuh yang lainnya.


“Aku akan membantumu, tenang saja! Semua akan baik-baik saja jika aku mengambil peran dalam masalah ini” ucap Wata dengan percaya diri.


“Lalu, apa yang akan kita lakukan? Sebelumnya, kita sudah melihat jika tidak ada buah-buahan yang tersisa pada area sebelumnya” ucap Lismos.


“Buah-buahan? Aku mempunyai banyak buah-buahan, kamu mau yang mana?” ucap Wata.


“Kamu yang mengambilnya?! Dan mengapa kamu tidak segera memberitahuku?!” ucap Lismos.


“Kamu baru saja memberitahuku! Cepat sini berikan buah-buahan yang berwarna keemasan” ucap Lismos.


“Dimana kamu menyimpan buah-buahan itu?” tanya Leon.


“Lihat saja nanti, aku akan membuatmu terkejut” ucap Wata.


Wata pun memberikan seluruh buah-buahan yang ia punya. Meskipun ia tidak terlihat membawa tas ataupun keranjang serta alat penyimpanan lainnya, Wata memberikan buah-buahan yang sangat banyak. Buah-buahan tersebut seperti terjatuh dari langit dan buah itu menimpa Lismos hingga menutupi tubuhnya yang besar. Lismos segera keluar dari tumpukkan buah tersebut dan ia segera memarahi Wata.


“Mengapa kamu menaruh buah-buahan itu pada tempat aku berada, Wata?!” ucap Lismos.


“Itu karena kamu sangat menginginkannya, kamu mengatakan jika buah-buahan itu harus diberikan kepadamu” ucap Wata.


“Sudah-sudah, kalian terlalu banyak berdebat. Ada suatu hal yang ingin aku tanyakan kepadamu, kamu selalu memakai kekuatanmu setiap saat?” ucap Leon.

__ADS_1


“Terkadang aku menggunakannya, dan terkadang tidak. Tetapi, aku selalu menggunakannya saat berada di alam ini” ucap Wata.


“Kamu mempunyai kekuatanmu sejak kamu lahir?” tanya Leon.


“Tentu saja… Mungkin… Aku bisa menggunakan kekuatanku saat aku mulai sering bermain dengan Lismos” ucap Wata.


“Sudah cukup dengan pertanyaanmu, Leon. Kita harus segera melakukan sesuatu dengan buah-buahan ini, tidak ada yang terjadi saat kita sudah mendapatkan buah buahan ini” ucap Lismos.


“Coba berikan buah-buahan itu kepadaku” ucap Leon.


Lismos pun memberikan beberapa buah-buahan tersebut kepada Leon. Beberapa saat kemudian, Leon melihat jika mesin udara tersebut memiliki beberapa perubahan. Seakan-akan mesin udara tersebut memiliki aura yang sangat jahat, dan Leon merasa jika mereka tidak seharusnya mendekati mesin udara tersebut.


“Sebaiknya kita segera pergi dari tempat ini. Aku merasa jika hal buruk akan segera terjadi” ucap Leon.


Tak lama setelah itu, muncul sebuah kertas yang turun dari langit. Kertas tersebut berisi arahan jika mereka harus segera pergi dari tempat tersebut, dan mereka harus segera kembali dalam waktu lima menit. Mereka pun segera pergi menuju ke suatu tempat yang cukup jauh dari lokasi tersebut. Saat mereka pergi, Leon menghitung waktu


“Mengapa kita harus pergi?” ucap Wata.


“Ikuti saja arahan kertas tersebut… Apa ada yang menghitung waktu setelah kertas tersebut muncul?” ucap Lismos.


“Aku menghitungnya” ucap Leon.


“Baiklah, aku percayakan hitungan itu kepadamu. Jika kita tidak sesuai dengan waktu yang tertulis pada kertas tersebut, bisa saja kita akan melewatkan hal penting” ucap Lismos.


“Apa ia juga memperhitungkan dengan waktu untuk kembali ke tempat tersebut?” ucap Wata.


“Aku akan membawa kalian dengan kekuatanku, jangan terlalu jauh dariku” ucap Leon.


“Ayo cepat kita mendekat pada Leon. Ini akan menjadi pengalaman menarik bagimu, Wata!” ucap Lismos dengan bahagia.


“Maksudmu Leon lebih cepat daripada diriku? Sepertinya kamu sudah mulai meremehkanku, Lismos. Apa aku harus memberikanmu sebuah pelajaran yang berharga?” ucap Wata.


“Bukan seperti itu maksudku, kamu akan mengetahui alasan aku mengatakan hal itu saat kamu sudah merasakan kekuatan Leon” ucap Lismos.

__ADS_1


“Sudah waktunya” ucap Leon.


Tak lama setelah itu, Leon segera melakukan teleportasi bersama kedua orang tersebut menuju sebuah pohon yang berada di dekat mesin udara sebelumnya. Saat mereka sampai di tempat tersebut, mereka melihat sesuatu yang sangat tidak terduga bagi mereka.


__ADS_2