Pemberantas Sindikat Kekuatan Terlarang

Pemberantas Sindikat Kekuatan Terlarang
Keputusan yang Berhadiah


__ADS_3

Leon melakukan teleportasi menuju ke dekat perbatasan alam Maton. Tak lama setelah, ia melihat sebuah jejak yang berbentuk serpihan-serpihan kertas. Leon pun segera mengikuti jejak tersebut. Beberapa lama kemudian, Leon melihat akhir dari jejak tersebut dan ia melihat seseorang yang ia kenal. Leon melihat Chartis yang berada di akhir jejak tersebut, dan ia pun segera melakukan teleportasi menuju ke tempat Chartis berada.


“Apa yang kamu lakukan di sini? Dan mengapa kamu memberi isyarat kepadaku agar aku segera menemuimu? Aku sedang sibuk dan tidak punya waktu yang banyak. Jika kamu tidak mempunyai urusan yang penting denganku, lebih baik kamu pulang!” ucap Leon.


“Ternyata kamu masih mengingat isyarat-isyarat yang pernah aku berikan. Aku tidak akan menemuimu jika aku tidak mempunyai urusan yang penting denganmu. Asal kamu tahu, aku juga sedang sangat sibuk! Tetapi aku akan memberikanmu bantuan untuk mengatasi orang-orang yang bertarung denganmu” ucap Chartis.


“Aku tidak butuh, aku akan segera pergi!” ucap Leon.


“Tunggu, aku punya informasi penting!” ucap Chartis.


“Cepat katakan” ucap Leon.


“Sebelum itu, kamu harus membantuku untuk masuk ke dalam alam ini. Aku tidak bisa memasukinya” ucap Chartis.


“Sejak awal, katakan saja jika kamu memang membutuhkan bantuanku. Kamu tidak perlu banyak bicara, katakan saja tujuanmu” ucap Leon.


“Aku mempunyai urusan dengan beberapa robot di dalam alam ini, tetapi penghalang yang berada di alam ini sangatlah kuat. Dan sepertinya kamu tidak akan membantuku jika aku tidak memberikanmu informasi terlebih dahulu, baiklah aku akan mengatakannya. Orang-orang yang kamu lawan itu bukanlah orang yang sesungguhnya, dan orang itu akan menghilang jika kamu membunuhnya. Karena itulah orang-orang tersebut berani mempertaruhkan nyawanya meskipun mereka tahu jika mereka tidak akan menang. Dan jika kamu menghabisinya, akan muncul orang-orang lain seperti mereka yang akan mengejarmu. Aku akan memberikanmu saran, tahan saja orang-orang tersebut dan jangan sampai kamu membunuhnya. Dan juga, kamu tidak akan mendapatkan sedikit pun informasi dari mereka” ucap Chartis.


“Bagaimana kamu tahu? Apa kamu benar-benar Chartis yang aku kenal? Jika bukan, aku akan segera menghabisimu!” ucap Leon.


“Aku merupakan Chartis yang kamu kenal, mengapa kamu tidak percaya kepadaku? Kamu ingin aku membuktikannya? Bagaimana tentang kekuatanku yang berhasil melukaimu? Apa kamu mengingatnya? Hahaha” ucap Chartis.

__ADS_1


“Sudah, kamu tidak perlu membuktikannya. Menurutmu, apa yang harus aku lakukan?” ucap Leon.


“Kamu tidak seperti biasanya, Leon. Biasanya kamu tidak pernah meminta pendapatku, apa kamu benar-benar Leon yang aku kenal? Apa kepalamu terbentur? Hahaha… Maaf, aku hanya bercanda. Wajahmu terlihat sangat kesal, jangan marah kepadaku. Aku ha-” ucap Chartis.


“Cepat katakan, tidak usah banyak omong!” ucap Leon.


“Baiklah, maafkan aku. Menurutku, kamu harus mengalahkan seseorang yang terkuat di antara mereka terlebih dahulu. Tidak… Lebih tepat jika kamu harus mencarinya terlebih dahulu, kemudian kamu harus mengalahkannya. Jika aku tebak, pasti kamu berpikir jika sudah ada seseorang yang cukup kuat sedang melawanmu. Itu bukanlah orang yang aku maksud, meskipun orang itu cukup kuat. Kamu harus mencarinya di tempat-tempat lain sekitar area kamu bertarung, orang itu tidak akan jauh dari yang lainnya. Dan kamu juga harus berhati-hati dan tidak meremehkannya, orang itu sangat kuat dan bahkan bisa mengalahkanmu jika kamu tidak serius untuk melawannya” ucap Chartis.


“Tidak, bukan seperti itu hal yang aku maksud. Aku bermaksud menyatakan tentang sesuatu yang harus aku lakukan kepadamu. Aku tidak membutuhkan informasi seperti itu, informasi itu hanya akan membuat pertarungan menjadi tidak menarik. Dan sepertinya waktu kita berbicara sudah habis, aku harus segera pergi… Terima kasih atas informasinya, aku akan memberikan hadiah kepadamu” ucap Leon.


Leon pun segera melakukan teleportasi menuju ke belakang tubuh Chartis dan ia pun menyentuhnya. Setelah itu, ia membawa Chartis untuk berteleportasi menuju ke area kosong di dekat area pertempuran yang sebelumnya sedang terjadi. Pada saat itu, mereka melihat jika orang-orang yang sebelumnya mengejar Leon sedang kebingungan.


“Kita sudah berada di dalam alam Afton? Apa ini yang hadiah yang kamu maksudkan sebelumnya? Terima kasih, Leon!” ucap Chartis.


“Apa maksudmu? Ini bukanlah hadiah yang aku maksud. Kamu pasti sangat senang jika mendengar hadiah yang akan aku berikan” ucap Leon.


“Masih ada lagi? Ini saja sudah cukup bagiku, aku tidak bisa selalu merepotkanmu” ucap Chartis.


“Tenang saja, kamu tidak perlu merasa seperti itu. Kamu akan senang jika mendengarnya” ucap Leon.


“Baiklah, katakan saja” ucap Chartis.

__ADS_1


“Aku akan memberikanmu kesempatan untuk mencari dan mengalahkan orang terkuat yang kamu maksud sebelumnya. Kamu boleh melakukan apapun, bawakan saja buktinya kepadaku. Bagaimana? Hadiah yang aku berikan sangatlah menarik kan? Kamu pasti sangat menyukainya” ucap Leon dengan tersenyum lebar.


“Tunggu, apa yang kamu maksud?! Mengapa aku harus melakukan hal seperti itu?! Aku sangatlah sibuk, tidak akan mungkin jika aku mencarinya di dalam alam yang luas ini” ucap Chartis.


“Kamu tidak menyukainya? Jika kamu tidak ingin menerima hadiah dariku, aku akan menarik kembali hadiah yang telah aku berikan” ucap Leon.


“Tunggu! Jangan mengambilnya kembali! Hadiah yang sudah diberikan tidak boleh diambil kembali! Jika kamu menarik kembali semua hadiahmu, pasti kamu juga akan mengembalikanku menuju luar alam Afton ini! Aku sangat mengetahui sifatmu, Leon. Padahal aku sudah mengira jika kamu sudah berubah, ternyata perkiraanku sangatlah salah. Baiklah aku akan membantumu” ucap Chartis.


“Membantu? Bukankah seharusnya kamu mengatakan terima kasih atas hadiahnya?” ucap Leon dengan tersenyum licik.


“Terima kasih atas hadiahnya, tuan Leon yang baik hati! Aku tidak akan pernah melupakan kebaikanmu!” ucap Chartis yang terlihat seperti mengejek Leon.


“Jika begitu, kamu harus segera mencarinya dan kamu harus memastikan jika kamu tidak akan gagal. Lagipula, ini merupakan pekerjaan yang cocok bagi kekuatanmu kan? Anggap saja jika ini merupakan latihan untuk melatih kekuatanmu… Tidak, anggap saja jika ini merupakan hadiah terbaik dalam hidupmu. Jika kamu gagal, aku tidak tahu apa yang akan terjadi kepadamu” ucap Leon.


“Baiklah aku mengerti, sebaiknya kamu segera kembali menuju tempat pertempuran itu” ucap Chartis.


“Untuk apa? Orang-orang itu sudah terlihat kebingungan, aku tidak perlu pergi untuk mengulur waktu. Dan orang yang kamu katakan cukup kuat itu, aku sudah menyerahkan masalah itu kepada orang lain” ucap Leon.


“Aku tidak menyangka jika kamu memiliki rekan kerja yang baru, selamat atas perubahanmu! Selain itu, sebaiknya kamu selalu mengawasi anak kesayanganmu itu. Aku tidak tahu mengapa kamu mengawasinya, dan aku juga yakin ia bukan merupakan anak kandungmu. Sebab, siapa wanita yang ingin menikah denganmu? Kamu saja tidak pernah memperhatikan keadaan di sekitarmu, karena itulah kamu tidak bisa memberi perhatianmu kepada wanita yang kamu sukai. Semoga kamu segera menemukan pasangan yang tepat, hahaha… Maaf, aku Cuma bercanda. Jangan pukul aku, hahaha… Kalau begitu, sampai bertemu nanti!” ucap Chartis.


Chartis pun segera berubah menjadi serpihan kertas dan pergi meninggalkan Leon. Tak lama setelah itu, Leon juga ingin pergi meninggalkan area kosong tempat mereka berbicara. Tetapi, Leon kesulitan untuk menentukan tujuan teleportasinya. Setelah beberapa lama, Leon memutuskan untuk melakukan teleportasi menuju ke tempat Leo berada. Sesampainya di sana, ia terkejut dengan apa yang diperbuat Leo.

__ADS_1


__ADS_2