Pemberantas Sindikat Kekuatan Terlarang

Pemberantas Sindikat Kekuatan Terlarang
Robot yang Berada di Udara


__ADS_3

Leo dan Leon ingin menuju ke pusat alam Afton, tetapi bu Nea memberitahu mereka jika mereka tidak perlu menuju pusat alam tersebut. Bu Nea menyebutkan sebuah kata yang terkait dengan kunci yang mereka perlukan. Dan bu Nea juga memberitahu mereka beberapa informasi mengenai kunci tersebut.


“Terbang. Kunci yang kalian butuhkan tidak berada di pusat alam, tetapi benda itu sudah terbang menuju angkasa” ucap bu Nea.


“Terbang? Menuju angkasa? Bukannya angkasa sangatlah luas?! Lalu bagaimana kami bisa menuju alam selanjutnya?!” ucap Leo dengan kesal.


“Apa maksudmu, Leo? Jika kunci yang kita cari berada di langit, bukankah seharusnya kita juga berada di langit?” ucap Leon.


“Bu Nea menyebutnya angkasa, bukanlah langit. Angkasa sangatlah luas, berbeda dengan langit. Kita tidak bisa mencarinya di angkasa, dan kita juga tidak bisa mencarinya jika kunci itu berada di langit. Atau mungkin… ” ucap Leo.


“Leo, kamu harus menyelesaikan ucapanmu jika kamu berbicara. Jika tidak, akan terjadi beberapa kesalahpahaman” ucap Leon.


“Apakah mungkin kekuatanmu adalah kekuatan yang bisa membuat seseorang terbang? Atau hanya kamu saja yang bisa terbang? Kekuatan yang sangat bagus, pak Leon!” ucap Leo.


“Tidak mungkin aku mempunyai kekuatan seperti itu, hahaha” ucap Leon.


“Hahaha, betul sekali. Tidak mungkin pak Leon mempunyai kekuatan yang cukup kuat seperti itu. Pak Leon pasti mempunyai kekuatan yang sangat kuat” ucap Leo.


“Leo berpikir jika terbang merupakan kekuatan yang cukup kuat? Menurutku, itu merupakan kekuatan terlemah” pikir Leon.


Leon pun hanya tersenyum kepada Leo. Beberapa lama kemudian, bu Nea terlihat mengangkat dan mengarahkan tangannya ke udara. Tak lama setelah itu, terdengar suara yang sangat nyaring dan keras. Semakin lama, suara tersebut mulai terdengar semakin keras. Beberapa lama setelah itu, suara tersebut pun menghilang.


“Suara apa itu?! Sangat berisik!” ucap Leo dengan kesal.


“Leo, tidak boleh berkata seperti itu. Kita sedang berada di alam pengembangan, apapun bisa terjadi di tempat ini. Jika kamu berkata seperti itu, pemimpin alam ini bisa saja berbuat sesuatu yang buruk kepada kita. Apa betul begitu, nyonya besar yang menguasai alam ini?” ucap Leon dengan seperti mengejek bu Nea.


“Maafkan aku Leon… Bu Nea, maafkan aku. Jangan mengusir kami, bu Nea. Aku tidak akan mengulanginya lain kali” ucap Leo.


“Tidak apa-apa, Leo. Aku yang seharusnya meminta maaf kepadamu karena aku telah memanggil temanku secara tiba-tiba tanpa memberitahukanmu terlebih dahulu” ucap bu Nea dengan mengalihkan pandangannya dari Leon.

__ADS_1


“Teman? Itu suara temanmu? Tetapi aku tidak bisa melihat temanmu itu, apa ia berada di tempat yang jauh? Mengapa suaranya bisa sangat keras?” ucap Leo.


“Tidak, temanku berada di dekat tempat ini” ucap bu Nea.


“Dimana?” ucap Leo.


“Leo, bukankah tadi kamu sudah melihatnya? Coba saja kamu lihat ke arah atas. Robot yang terbang itu adalah temannya, apakah benar seperti itu, nyonya pemimpin?” ucap Leon.


“Dia mendekat, hati-hati!” ucap Leo.


Sebuah robot datang mendekati mereka dari arah langit. Robot tersebut berukuran cukup besar, namun tidak lebih besar dari ukuran tubuh bu Nea. Robot tersebut mendarat dengan tidak cukup baik, dan hampir mengenai Leo. Setelah itu, robot tersebut segera meminta maaf kepada Leo.


“Maafkan aku, manusia kecil” ucap robot tersebut.


“Aku tidak apa-apa, seharusnya aku yang meminta maaf. Aku berada di tempat pendaratanmu dan aku juga sempat berkata jika kamu sangat berisik. Maafkan aku” ucap Leo.


“Aku memang selalu berisik, suaraku sangat keras dan sudah banyak temanku yang berkata seperti itu. Kamu tidak perlu memikirkannya secara berlebihan” ucap robot tersebut.


“Lalu, bagaimana jika kita berteman saja? Nama aku Paula” ucap robot tersebut.


“Kita boleh berteman? Jika memang seperti itu, perkenalkan nama aku Leo. Salam kenal, bu Paula” ucap Leo.


“Tentu saja boleh! Kamu tidak perlu memanggilku seperti itu, cukup sebut namaku saja tidak apa-apa. Kita kan sudah menjadi teman! Selama bersama teman, apapun yang terjadi tidak akan menjadi masalah” ucap Paula dengan semangat.


“Baiklah Paula, aku akan berusaha sebaik mungkin untuk menjadi seorang teman yang baik bagimu” ucap Leo.


“Tentu saja, aku juga akan seperti itu kepadamu! Oh iya, ada urusan apa kamu memanggilku, Nea?” ucap Paula.


“Aku ingin kamu membantu mereka untuk mencari kunci perbatasan” ucap bu Nea.

__ADS_1


“Apa?! Sangat sulit untuk mencarinya di saat seperti ini. Jika memang mereka sangat ingin mencarinya, mereka harus menunggu atau bahkan menyerang musuh yang menyusup ke tempat ini” ucap Paula.


“Sedang ada penyusup? Mengapa kamu tidak memberitahuku, bu Nea?! Kita bisa membantumu, iya kan pak Leon?” ucap Leo.


“Tentu saja! Kami akan melakukan apapun untuk membantu nyonya pemimpin yang terhormat” ucap Leon.


“Apa benar kamu ingin membantuku, serigala kecil?” ucap bu Nea.


“Serigala kecil? Sepertinya aku pernah mendengar sebutan itu” pikir Leo.


“Tunggu… Kamu menyebutnya serigala kecil, Nea? Apa kamu sadar dengan perkataanmu?! Atau… Mungkinkah ia adalah orangnya?!” ucap Paula sambil menunjuk ke arah Leon.


“Tidak, aku bukan orang yang kamu pikirkan. Kamu pasti salah orang, aku tidak tahu mengapa pemimpin ini memanggilku dengan sebutan serigala kecil. Mungkin ia salah mengira jika aku adalah orang lain, atau mungkin orang itu memiliki wajah yang terlihat hampir sama sepertiku. Selain itu, aku akan membantumu, bu pemimpin” ucap Leon.


“Betul, pak Leon memiliki banyak musuh dan salah satu diantaranya mempunyai wajah yang sangat mirip dengannya. Dan seperti yang sudah dikatakan, kami akan membantu. Katakan saja apa yang harus kami lakukan, bu Nea” ucap Leo.


Tak lama setelah itu, Paula menghampiri bu Nea dan ia membisikkan sebuah kalimat kepada bu Nea dengan suara pelan tanpa terdengar oleh Leo ataupun Leon.


“Hati-hati, Leo yang tidak berbahaya ini membawa seseorang yang sangat berbahaya bagi kita” ucap Paula.


Bu Nea pun menggerakkan kepalanya dan tersenyum yang menandakan jika ia setuju dengan pendapat Paula.


“Mengapa kalian berbisik-bisik?” ucap Leo.


“Berbisik-bisik? Apa maksudmu, Leo? Apa kamu tidak salah melihatnya?” ucap Paula.


“Tidak mungkin, aku tidak mungkin berhalusinasi lagi… Atau aku sedang berhalusinasi? Jangan membuatku bingung” ucap Leo.


“Leo, apa kamu benar mengira jika kamu berhalusinasi? Sebenarnya kamu sedang di-” ucap Leon.

__ADS_1


Tak lama setelah itu, suara ledakan yang sangat keras terdengar. Suara tersebut mengakibatkan ucapan yang dikatakan Leon tidak dapat terdengar dengan jelas. Beberapa lama kemudian, terlihat berbagai serangan menuju arah mereka. Serangan tersebut sangat sulit untuk dihindari dan membuat beberapa luka bagi mereka.


__ADS_2