
Terjadi guncangan yang cukup besar pada tanah tempat Leo dan Lismos berada. Leon pun segera membawa Lismos berteleportasi menuju ke atas pohon agar mereka bisa memperhatikan kejadian yang sedang terjadi. Tak lama setelah itu, terlihat tanah yang terbelah menjadi dua bagian dan kemudian muncul sebuah mesin yang sangat besar dari lubang yang terbentuk karena terbelahnya tanah tersebut.
“Lismos, coba lihat itu! Mesin apa itu?” ucap Leon sambil menunjuk ke arah mesin tersebut.
“Aku pun tidak mengetahuinya, mesin itu belum sepenuhnya keluar dari tanah sehingga aku tidak bisa menebaknya dengan pasti” ucap Lismos.
“Sebuah rongsokan? Tetapi tidak mungkin jika ada sebuah rongsokan yang berukuran sangat besar seperti itu… Atau mungkin ada?” ucap Leon sambil menatap ke arah Lismos.
“Apa maksudmu?! Kamu menganggapku sama seperti rongsokan tersebut?!” ucap Lismos dengan kesal.
“Aku tidak berkata seperti itu, kamu sendiri yang menyebutkan hal itu. Selain itu, bukankah kamu seharusnya bisa mengetahui jenis mesin tersebut walaupun hanya sedikit bagian yang terlihat? Bukankah kamu dan benda itu sama-sama merupakan sebuah mesin?” ucap Leon.
“Bukankah sudah seringkali ku bilang kepadamu, aku bukanlah sebuah robot seperti yang kau kira!” ucap Lismos.
“Bukankah kamu merupakan robot dari alam paton?” tanya Leon.
“Hah?! Maksudmu kode ini?! Kode yang terdapat pada tubuhku? Itu bukan merupakan kode asli yang aku miliki, aku hanya asal membuatnya saja. Aku melakukannya agar bisa memata-matai Nea dari dekat” ucap Lismos.
“Apa kode itu berpengaruh untukmu? Selain itu ada suatu hal yang mengganggu pikiranku. Seingatku, Nea seharusnya bukan merupakan pemimpin alam ini… Aku baru saja menyadarinya, apa kamu memiliki informasi mengenai itu?” ucap Leon.
“Memang Nea bukan merupakan pemimpin alam ini, tetapi ia menggunakan kekuatan supernya untuk menjadikan dirinya pemimpin. Lagipula, pemimpin asli pada alam pengembangan di kota tanpa nama ini tidaklah cukup kuat untuk mengalahkan anggota organisasi yang memiliki kekuatan super. Bahkan, Chartis yang lemah saja bisa bisa mengalahkan seluruh pemimpin asli alam pengembangan meskipun mereka menyerangnya secara bersamaan” ucap Lismos.
“Kekuatannya? Nea mempunyai kekuatan baru? Kita harus berhati-hati, Lismos. Selain itu, mengapa kamu menganggap Chartis itu lemah? Chartis bahkan bisa melukai diriku, berbeda jika dibandingkan dengan dirimu” ucap Leon.
“Sepertinya begitu… Tunggu, apa benar Chartis bisa melukaimu? Sebenarnya, ia yang menjadi semakin kuat atau kamu yang menjadi lemah? Atau mungkin saja… Kamu tidak menggunakan seluruh kekuatanmu. Sudah jelas kamu merupakan seperti itu, kamu tidak bisa membodohiku” ucap Lismos.
“Hahaha… Kembali ke masalah awal, sepertinya mesin itu akan bergerak lagi” ucap Leon.
Tak lama kemudian, mesin tersebut mulai kembali bergerak dan menimbulkan suara yang cukup keras. Setelah itu, mesin tersebut sepenuhnya keluar dari dalam tanah. Terlihat jika mesin itu mempunyai bentuk yang menyerupai balon udara, tetapi dengan ukuran yang panjang dan tidak terlalu lebar.
__ADS_1
“Balon udara? Mengapa benda tersebut berada di dalam tanah?” ucap Leon.
“Kamu juga mencurigainya? Tetapi menurutku, benda tersebut lebih cocok disebut dengan mesin udara” ucap Lismos.
“Mesin udara? Mengapa aku bisa melupakannya?! Betapa bodohnya diriku… Mesin itu sudah memiliki nama, yaitu zapola” ucap Leon.
“Zapola… Sepertinya aku pernah mendengarnya” ucap Lismos.
“Kamu telah mempelajarinya pada sekolah tingkat tinggi, bukan?! Atau mungkin kamu sama seperti Chartis… Tidak bersekolah?” ucap Leon.
“Tentu saja aku bersekolah! Hanya saja aku sedikit melupakan tentang nama-nama khusus yang ada” ucap Lismos.
“Oh, kamu tidak pandai saat di sekolah? Baiklah, aku mengerti” ucap Leon.
“Aku tidak bodoh! Hanya lupa saja!” ucap Lismos dengan kesal.
“Tentu saja kita akan menelusuri zapola tersebut, bukankah akan lebih seru jika seperti itu?” ucap Lismos.
“Ayo kita segera ke sana” ucap Leon.
“Kita tidak melakukan teleportasi?” ucap Lismos.
“Jangan bermimpi!” ucap Leon dengan kesal.
Mereka pun segera menghampiri balon udara tersebut. Saat berada di dekat zapola tersebut, mereka tidak menemukan adanya satu pun jalan yang bisa membuat mereka masuk ke dalam balon udara tersebut. Beberapa lama setelah itu, mereka kembali menuju ke dekat gerbang alam Paton agar mereka bisa menemukan sedikit petunjuk.
Saat mereka sampai di dekat gerbang tersebut, mereka melihat sebuah kertas tertempel di gerbang yang sangat besar tersebut. Dalam tulisan itu dikatakan jika mereka harus mengambil sebuah air agar mereka bisa masuk ke dalam zapola tersebut. Tak lama kemudian, mereka pun kebingungan karena mereka merasa jika tidak ada satu pun makhluk yang berada di dekat mereka. Mereka pun curiga jika sesuatu yang buruk akan terjadi.
“Mengapa ada tulisan di tempat seperti itu? Apa kamu yang menempelnya di saat aku tertidur? Atau sesaat sebelum kamu meninggalkanku, kertas tersebut sudah ada di tempat itu?” ucap leon.
__ADS_1
”Tidak, aku tidak menempelnya. Dan juga, kertas tersebut tidak ada pada saat aku meninggalkannmu” ucap Lismos.
“Apa kamu yakin? Benar-benar yakin? Atau mugkin itu hanya perasaanmu saja” ucap Leon.
“Aku yakin, sangat-sangat yakin… Mungkin… Seharusnya kertas itu tidak ada di tempat itu saat aku pergi” ucap Leon.
“Aku mengerti, kamu sangat tidak yakin. Selanjutnya apa yang akan kita lakukan? Kita harus mengikutinya atau kita akan membiarkannya saja?” ucap Leon.
“Seharusnya kita mengikutinya, tetapi aku sangat khawatir jika kertas tersebut merupakan suatu kejahatan yang diciptakan oleh Nea untuk membunuh kita? Tidak… Maksudku, membunuhku… Tidak mungkin ada seseorang yang bisa membunuhmu” ucap Lismos.
“Baiklah, aku akan memutuskannya. Bagaimana jika kamu mengikuti arahan yang diberikan oleh kertas tersebut, sedangkan aku hanya menunggumu kembali ke tempat ini. Bagaimana? Ide yang sangat bagus, bukan?” ucap Leon.
“Apa maksudmu?! Mengapa kamu mendapatkan pilihan yang enak?! Seharusnya kamu adil kepadaku. Jika aku pergi, maka kamu harus pergi juga! Aku tidak ingin mati sendirian jika terjadi sesuatu yang buruk saat aku mengikuti arahan tersebut” ucap Lismos.
“Memangnya, kenapa? Lagipula jika aku ikut, tidak akan ada banyak perubahan” ucap Leon.
“Setidaknya, kamu bisa melindungiku… Mungkin, aku yang berlindung dibelakangmu” ucap Lismos.
“Aku tidak akan melindungimu, aku juga tidak akan membiarkanmu bersembunyi dibelakangku. Kamu harus menghadapi masalah yang ada dengan dirimu sendiri, hahaha” ucap Leon.
“Jahat sekali kamu kepadaku” ucap Lismos.
“Biarkan saja… Daripada kita terus berdebat, lebih baik kita segera mengikuti arahan kertas tersebut” ucap Leon.
“Asik! Kamu mengubah pikiranmu untuk mengikuti arahan itu bersamaku” ucap Lismos dengan bahagia.
“Sudah, jangan banyak bicara!” ucap Leon.
Mereka pun pergi mengikuti arahan pada kertas tersebut untuk mengambil sebuah air. Pada saat mereka mencari dan ingin mengambil air tersebut, mereka mendapatkan berbagai masalah. Masalah tersebut menghabiskan waktu yang cukup banyak, hingga akhirnya mereka menemukan arahan yang berbeda pada kertas di suatu area yang berbeda dengan sebelumnya.
__ADS_1