
Leo dan Leon melompat dari ketinggian yang cukup tinggi. Setelah beberapa saat mereka berpijak pada daratan, mereka melihat keadaan yang ada di sekitarnya. Pemandangan di sekitarnya dipenuhi dengan warna merahnya api yang sedang membakar pepohonan yang ada di alam maton. Selain itu, mereka melihat beberapa serangan roket yang berada di atas tempat mereka berdiri.
“Pak Leon, cepat bersembunyi! Perang sedang terjadi di tempat ini!” ucap Leo.
“Leo, ini bukan peperangan. Menurutku, hal seperti ini sudah sering terjadi di alam pengembangan ini. Lagipula, pepohonan yang terbakar di tempat ini akan tumbuh kembali seperti semula dalam beberapa waktu” ucap Leon.
“Apa benar seperti itu? Aku pernah merasa jika kejadian seperti ini pernah aku rasakan. Namun aku tidak dapat mengingatnya” ucap Leo.
“Sejak tadi, kamu selalu berkata seperti itu. Hal-hal kecil seperti itu tidak perlu memaksakan diri untuk mengingatnya, Leo.” Ucap Leon.
“Baiklah. Untuk saat ini, tempat apa yang harus kita kunjungi, pak Leon?” ucap Leo.
“Seharusnya, kita pergi ke area pusat alam maton. Namun, aku rasa saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk ke tempat itu” ucap Leon.
“Mengapa? Bukankah kita harus segera pergi dari tempat ini?” tanya Leo.
“Memang seperti itu. Akan tetapi, jika area pusat alam Maton telah hancur karena serangan roket yang terjadi, maka apa yang bisa kita lakukan?” ucap Leon.
“Bukankah kita membutuhkan kunci yang berada di area pusat itu?” tanya Leo.
“Memang kita membutuhkan kunci itu untuk membuka jalan menuju alam berikutnya. Akan tetapi, siapa yang bisa menjamin jika kunci itu selalu berada di area pusat? Bagaimana jika kunci itu tidak ada di tempat itu?” ucap Leon.
“Tetapi, kita tidak akan mengetahui kebenarannya jika kita tidak memastikannya. Aku akan memastikannya, dan pak Leon cukup duduk saja di sini. Aku akan segera kembali” ucap Leo.
“Maksudmu, aku harus menunggu di tempat ini? Di tempat yang dikelilingi api ini? Lagipula, memangnya kamu mengetahui arah tujuanmu? Ke ara mana kamu harus berjalan? Bagaimana jika kamu tersesat?” ucap Leon.
“Aku memang tidak mengetahui lokasinya. Aku bisa mengandalkan firasatku, atau pak Leon juga bisa memberitahu arahnya saja dan nanti aku yang akan pergi” ucap Leo.
“Leo, jangan melakukan hal yang tidak pasti di tempat seperti ini. Aku pun tidak mengetahui di mana letak area pusat berada. Kita tidak perlu ke area pusat itu” ucap Leon.
“Tapi aku mau mengecek keadaan di sana. Mungkin saja kunci untuk membuka jalan masih berada di tempat itu” ucap Leo.
“Baiklah jika kamu memaksa” ucap Leon.
__ADS_1
“Aku boleh ke area pusat? Atau pak Leon ingin menemaniku ke area pusat juga?” tanya Leo.
“Tidak, kita tidak akan ke sana. Aku akan memberitahumu sekarang saja” jawab Leon.
“Memberitahuku? Tentang apa?” ucap Leo.
“Sebenarnya aku sudah memiliki kunci yang kita butuhkan untuk membuka jalan menuju alam selanjutnya. Sebenarnya, aku ingin memberitahumu nanti saja saat kita berada di dekat gerbang jalan itu” ucap Leon.
“Mengapa kamu baru memberitahuku saat ini? Dan mengapa kamu tidak mengajakku untuk mengambilnya ke area pusat?” tanya Leo dengan kesal.
“Sebenarnya aku ingin mengatakannya sebagai kejutan. Dan juga, aku tidak pergi ke area pusat” ucap Leon.
“Aku tidak menyukai kejutan seperti itu! Lalu bagaimana kamu mendapatkan kunci itu?” ucap Leo.
“Aku mendapatkannya dari Randlof. Saat aku bertemu dengannya, ia mengatakan jika keadaan di luar robot, terutama di alam Maton sedang sangat kacau. Aku tidak mengira jika akan separah ini” ucap Leon.
“Pak Randlof? Mengapa ia bisa memiliki kunci itu?” ucap Leo.
“Apa benar seperti itu? Atau pak Leon hanya tidak ingin memberitahuku apa yang sebenarnya terjadi? Seakan-akan pak Leon menutupi keadaan yang ada” ucap Leo.
“Bukan seperti itu. Oh iya, lebih baik kita pergi menuju alam selanjutnya dengan segera. Pelantikan resmi kelulusan ujian akan dilakukan dalam waktu dekat kan? Kita tidak boleh membuang-buang waktu. Kita harus memanfaatkan seluruh waktu yang ada” ucap Leon.
“Baiklah… Memangnya sudah berapa lama kita terjebak di tempat ini?” tanya Leo.
“Aku pun tidak mengetahuinya. Lebih baik kita segera pergi” ucap Leon.
Leo dan Leon pun segera pergi menuju gerbang jalan yang menghubungkan alam maton dengan alam selanjutnya. Saat mereka sampai di gerbang jalan tersebut, Leon memeriksa keadaan di sekitar dan segera membuka gerbang tersebut dengan kunci yang ia punya.
Setelah beberapa saat, gerbang jalan pun terbuka. Dan tak lama kemudian, kunci yang menempel pada gerbang tersebut terjatuh dan berubah ukuran menjadi sangat besar dalam beberapa kedipan mata saja. Leo melihat keadaan di sekitarnya dan ia melihat sebuah benda yang sangat besar dan berbentuk seperti dikhususkan untuk menaruh kunci yang sangat besar itu.
“Pak Leon, lihat! Mungkin kita bisa meletakkan kunci yang besar itu pada benda itu” ucap Leo sambil menunjuk ke arah benda tersebut.
“Wah betul sekali, Leo. Aku akan segera meletakkannya ke dalam tempat itu” ucap Leon.
__ADS_1
“Aku akan membantumu” ucap Leo.
“Tidak perlu, aku bisa mengangkat benda yang satu ini seorang diri” ucap Leon dengan percaya diri.
Leon segera mengangkat dan meletakkan kunci yang sangat besar itu ke dalam benda tersebut.
“Kamu kuat sekali, pak Leon. Bisa mengangkat benda sebesar itu tanpa bantuan orang lain” ucap Leo.
“Tentu saja, kan aku sudah dewasa! Kamu nanti juga akan bisa mengangkat benda seperti itu” ucap Leon.
“Apa betul hanya karena sudah dewasa? Tidak ada hubungannya dengan kekuatan super yang kamu miliki” ucap Leo yang telah menghampiri Leon dengan pelan.
“Tentu saja, ini bukan karena kekuatanku. Kamu akan mengetahuinya jika kamu mengangkatnya” ucap Leon.
Karena mendengar ucapan Leon, Leo yang sedang penasaran segera mencoba untuk mengangkat benda tersebut.
“Ternyata benda ini sangat ringan, kelihatannya saja yang besar” ucap Leo.
“Aku tidak menyuruhmu mengangkatnya saat ini juga. Kamu membuatku menjadi tidak keren, hahaha” ucap Leon dengan tertawa.
“Tidak apa-apa. Menurutku, pak Leon sudah sangat keren!” ucap Leo dengan semangat.
Tak lama setelah itu, benda dan kunci yang berada di dalamnya pun mulai mengecil dan menjadi seperti ukuran semula.
“Aku tidak melakukan apapun” ucap Leo dengan merasa ketakutan.
“Aku tahu kok. Coba kita lihat, pasti akan terjadi suatu kejadian yang menarik” ucap Leon.
Tak lama setelah itu, muncul sebuah papan dari bawah tanah di dekat tempat Leo dan Leo berdiri yang bertuliskan sebuah teka-teki.
“Jika kamu memang ingin lewat, maka lewatlah. Pilih jalan yang menurut kamu benar. Saat ini, akan ada pengujian terhadap masing-masing dirimu. Jika kalian memilih jalan yang sesuai, maka kamu tidak akan terpisahkan. Kami mengetahui jika waktu yang kalian punya tidaklah banyak, karena itu kami hanya mempersiapkan tiga jalan keyakinan saja. Pilihlah dan kamu akan menemukan sebuah jalan yang tidak berubah-ubah arah”
Leo dan Leon membaca tulisan yang ada di papan itu. Mereka kemudian bersiap-siap untuk melaksanakan ujian teka-teki yang ada. Tak lama kemudian, terlihat dua jalan yang berbeda arahnya. Leo dan Leon diharuskan untuk memilih antara jalan bagian kiri ataupun kanan.
__ADS_1