
Suara ledakan yang sangat keras terdengar. Leo segera mengarahkan pandangannya ke arah terdengarnya suara ledakan itu. Terlihat sebuah bangunan yang sangat megah sedang terbakar. Leo merasa kejadian ini seperti pernah terjadi.
“Aku seperti pernah melihat kejadian ini” ucap Leo.
“Di mana lokasi kejadian itu?” ucap Jorun.
“Aku tidak bisa mengingatnya” ucap Leo.
“Aku belum selesai berbicara mengenai perasaanku yang tidak enak, namun sekarang keadaan itu sudah terjadi lagi! Mengapa bisa terjadi seperti ini?!” ucap Elefrias dengan kesal.
“Ini bukan pertama kalinya terjadi di tempat ini?” tanya Leo.
“Dahulu pernah terjadi seperti ini, namun ke-” ucap Jorun.
“Woi lebih baik kita bersembunyi dahulu! Kita bisa menceritakan kejadian itu saat kita sudah berada di tempat yang aman!” ucap Elefrias yang memotong ucapan Jorun.
“Tapi, dimana kita bisa bersembunyi?! Sejak dahulu, di alam ini tidak ada tempat persembunyian yang aman!” ucap Jorun dengan keras.
“Maaf mengganggu pembicaraan kalian, Elefrias, Jorun. Apa di sini tidak ada tempat seperti ruang pertahanan yang berbentuk setengah lingkaran dan tahan terhadap berbagai macam bencana atau serangan?” tanya Leo.
“Ide yang sangat bagus, Leo!” ucap Elefrias.
“Ide? Ide apa yang kamu maksud? Aku ti-” ucap Leo.
Saat Leo berbicara seperti itu, tiba-tiba terasa getaran yang sangat keras dan terdengar bunyi benturan yang sangat keras dari arah belakang tempat pijakan Leo berada. Leo melihat ke arah belakangnya dan terlihat sebuah ruang pertahanan. Ruangan tersebut terlihat sangat kokoh. Dan juga terlihat sama seperti yang diucapkan Leo.
“Mengapa bisa ruangan seperti yang aku maksud tiba-tiba muncul di belakangku?” tanya Leo.
“Bagus sekali, Leo! Ayo segera masuk ke ruangan itu!” ucap Elefrias dengan panik.
Elefrias kemudian terbang masuk menuju ruangan tersebut dan Jorun yang wujudnya sangat besar berubah menjadi kecil. Wujud Jorun berubah menjadi sebuah makhluk yang juga mempunyai sayap seperti Elefrias, namun dengan ukuran badan sama seperti Leo. Jorun pun menarik tangan Leo dan membawanya terbang masuk menuju ruang pertahanan tersebut. Setelah mereka masuk ke ruangan tersebut, pintu dari ruang pertahanan itu pun tertutup.
“Apa yang sebenarnya terjadi? Bisakah kalian ceritakan kejadian yang terjadi saat ini?” ucap Leo.
“Sebenarnya, ada salah satu perosto yang sedang mengamuk. Dahulu, kejadian ini pernah terjadi dalam waktu yang sangat lama. Perosto itu mengamuk dan menghancurkan hampir setengah dari alam ini” ucap Elefrias.
“Woi Elefrias, apakah tidak apa-apa jika kamu menceritakan kejadian ini pada Leo yang merupakan makhluk berjenis manusia?!” ucap Jorun.
“Tidak apa-apa, Jorun. Lagipula, aku merasa jika kita akan bertemu lagi dengan Leo suatu saat nanti. Dan ini bukan merupakan pertemuan terakhir kita dengan dia, masih ada beberapa pertemuan lagi dengannya dalam waktu yang sangat lama” ucap Elefrias.
“Tunggu, apa yang kamu katakan, Elefrias? Kamu mengatakan jika kita akan bertemu lagi? Mengapa kita bi-” ucap Leo.
Tiba-tiba terdengar suara ledakan yang sangat keras di dekat ruang pertahanan itu. Leo kemudian tidak sengaja berteriak.
“Huaaaaaa” teriak Leo.
__ADS_1
“Tenang saja, Leo. Bukankah kamu mengatakan jika ruangan ini aman dari berbagai serangan?” ucap Jorun.
“Iya, aku memang bilang seperti itu. Aku hanya terkejut saja” ucap Leo.
“Pasti enak sekali jika dahulu sudah ada tempat seperti ini di alam ini ya, Jorun” ucap Elefrias.
“Sudah tentu, tetapi kita tidak bisa melakukan apa-apa untuk memunculkan ruangan ini” ucap Jorun.
“Memangnya mengapa dahulu terjadi kejadian seperti ini?” tanya Leo.
“Salah satu perosto itu mengamuk karena tidak adanya fasilitas yang ia inginkan. Pada saat itu, ia menginginkan sebuah tempat untuk berenang. Meski begitu, di alam ini tidak bisa membuat tempat untuk berenang dengan mudah” ucap Elefrias.
“Sebenarnya, perosto itu apa?” tanya Leo.
“Perosto adalah salah satu jenis makhluk yang ada di alam ini. Makhluk itu sangat kuat dan bahkan hampir tidak ada satu pun makhluk di alam ini yang bisa mengalahkannya. Dan jika seluruh perosto yang ada di alam ini mengamuk, maka alam ini bisa dipastikan sudah musnah” ucap Elefrias.
“Jangankan seluruh perosto, dua perosto yang mengamuk saja sudah bisa menghancurkan alam ini” ucap Jorun.
“Lalu, mengapa kejadian seperti ini yang terjadi pada waktu dahulu dapat dihentikan?” tanya Leo.
“Perosto yang terkuat berhasil menghentikannya. Jika dipikir-pikir, beruntung ya kita pada waktu itu ada Leviore di dekat tempat kejadian” ucap Elefrias.
“Betul. Jika Leviore tidak ada, mungkin alam ini bisa saja musnah” ucap Jorun.
“Ya, memang seperti itu. Namun, menurutmu apa yang akan terjadi jika ada satu perosto yang mengamuk dan tidak ada yang menghentikannya?” ucap Elefrias.
“Alam ini akan hancur?” ucap Leo.
“Betul sekali!” ucap Elefrias.
“Oh seperti itu. Kita kan sudah berada di tempat yang aman, bolehkah aku bertanya beberapa pertanyaan?” ucap Leo.
“Tentu saja!” ucap Elefrias.
“Bagaimana cara manusia pada umumnya masuk ke alam ini?” ucap Leo.
“Pada umumnya, manusia melewati sebuah gerbang yang ada di alam ini. Pada alam ini terdapat lima gerbang, yaitu gerbang timur, gerbang barat, gerbang selatan, gerbang utara dan gerbang utama” ucap Jorun.
“Gerbang yang ada cukup banyak. Apa yang menentukan tempat lokasi masuknya manusia?” ucap Leo.
“Makhluk yang berasal dari alam lain pada umumnya menemukan sebuah benda yang menjadi pintu masuk pada alamnya masing-masing. Setiap alam mempunyai bentuk pintu masuk yang berbeda” ucap Jorun.
“Lalu, bagaimana caranya untuk kembali menuju alam asal makhluk-makhluk tersebut?” ucap Leo.
“Mengenai hal itu, aku kurang mengetahuinya” ucap Jorun.
__ADS_1
“Leo, apa kamu tidak lapar? Seingatku, manusia membutuhkan makanan” ucap Elesfrias.
“Aku memang lapar, tapi aku merasa jika aku sudah pernah makan” ucap Leo.
“Mungkin itu hanya perasaan kamu saja. Jika kamu ingin makan, ambil saja makanan yang ada” ucap Elefrias.
“Di mana letak makanannya?” tanya Leo.
“Di sekitar tempat alam ini… Oh iya aku lupa, kita sedang berada di dalam ruangan. Makanan yang ada di alam ini berada di luar ruangan ini” ucap Elefrias.
“Biasanya di ruang pertahanan selalu ada makanan yang sudah disiapkan” ucap Leo.
Mereka pun mulai bergerak untuk mencari sebuah makanan di ruang pertahanan. Setelah beberapa saat bergerak, mereka menemukan sebuah meja yang terdapat berbagai jenis makanan di atasnya.
“Sudah aku bilang, terdapat makanan di ruang pertahanan ini” ucap Leo.
“Oh iya, betul sekali kamu” ucap Jorun.
“Ayo kita makan!” ucap Leo dengan bahagia.
Mereka pun memakan makanan yang berada di atas meja tersebut.
“Enak sekali makanannya!” ucap Elefrias.
“Betul sekali!” ucap Leo.
“Aku baru pertama kali memakan makanan seenak ini!” ucap Jorun.
“Biasanya, ada hal yang enak dilakukan setelah makan. Namun, aku tidak merekomendasikannya” ucap Leo.
“Apa itu?” tanya Elefrias.
“Tidur, hahaha” ucap Leo dengan tertawa.
“Menurutku, tidak baik tidur setelah makan” ucap Jorun.
“Memang, tetapi aku suka melakukan itu. Membuatku bisa terlihat lebih gemuk. Boleh aku tidur untuk sementara waktu?” ucap Leo.
“Tentu saja” ucap Elefrias.
Leo pun memejamkan matanya.
“Sampai bertemu di lain waktu, Leo” ucap Elefrias.
Leo pun tertidur. Setelah beberapa lama, ia terbangun dari tidurnya. Saat terbangun, ia tidak dapat melihat apapun. Keadaan yang ada di sekitarnya sangat gelap. Leo pun meraba-raba keadaan di sekitarnya dan ia merasa telah memegang sesuatu yang pernah ia rasakan sebelumnya.
__ADS_1