Pemberantas Sindikat Kekuatan Terlarang

Pemberantas Sindikat Kekuatan Terlarang
Leo yang Menghilang


__ADS_3

Di sisi lain, Leon menyadari jika tempat yang belum ia kunjungi hanyalah area di dekat gerbang alam selanjutnya yang merupakan tempat Leo berada. Leon segera melakukan teleportasi menuju tempat tersebut dengan membawa Lismos. Firasat yang dirasakan Leon ternyata benar, ia tidak melihat Leo berada di dekat gerbang tersebut.


“Mengapa Leo tidak ada?! Seharusnya ia sudah berada di tempat ini!” ucap Leon dengan panik.


“Tenang Leon, kamu jangan panik. Jika kamu panik, pikiranmu tidak akan bisa terkendali. Coba kamu untuk lebih tenang terlebih dahulu, kemudian kita pikirkan bersama mengenai anak kesayanganmu itu” ucap Lismos.


Leon kemudian menarik napas dan mengeluarkannya secara perlahan. Setelah itu, ia mulai merasa tenang dan ia segera berdiskusi dengan Lismos mengenai langkah apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.


“Apa yang akan kita lakukan, Lismos?” ucap Leon.


“Sebelum itu, apa kamu sudah tenang? Kamu yakin jika kamu sudah tenang?” ucap Lismos.


“Aku sudah tenang, jangan memikirkan itu. Lebih baik kita memikirkan apa yang harus kita lakukan” ucap Leon.


“Kita akan mencari anak kesayanganmu itu, memangnya ada hal lain yang harus kita lakukan?” ucap Lismos.


“Tentu saja aku tahu hal itu! Maksudku, kemana kita harus mencarinya?!” ucap Leon.


“Aku tidak mengetahuinya… Apakah mungkin jika Nea yang telah menculik Leo?” ucap Lismos.


“Aku tahu jika kamu memang ingin menghancurkan Nea, tetapi jangan kamu buat seolah-olah masalah ini terkait. Nea tidak akan menculik Leo, dan Leo tidak ada hubungannya dengan organisasi. Tenang saja, aku akan membantumu menghancurkan Nea setelah kita menemukan Leo” ucap Leon.


“Aku memang ingin menghancurkannya, tetapi yang aku pikirkan tidak sama seperti itu. Bisa saja Nea menculik Leo untuk memancing amarahmu. Dan memang Leo tidak ada hubungannya dengan organisasi, tetapi ia berhubungan denganmu! Kamu mempunyai hubungan yang erat dengan organisasi, tentu saja Leo akan tertarik menuju masalah itu juga! Jika memang Nea tidak akan menculik Leo, bagaimana dengan orang-orang suruhannya? Bisa saja mereka yang menculik Leo dengan atau bahkan tanpa diketahui oleh Nea” ucap Lismos.


“Apa mungkin bisa seperti itu?! Mengapa aku tidak berpikir jika hal itu akan terjadi?! Ayo cepat kita mencari Leo!” ucap Leon.

__ADS_1


“Tunggu! Saat ini kita belum bisa pergi!” ucap Lismos.


“Mengapa?! Jika kita tidak pergi sekarang, suatu hal buruk bisa saja terjadi kepada Leo!” ucap Leon.


“Kamu belum tenang! Kamu harus membuat dirimu tenang terlebih dahulu! Lagipula, kita tidak tahu kemana kita harus pergi!” ucap Lismos.


“Baiklah, aku akan mencoba untuk menenangkan diriku terlebih dahulu. Mungkin kita bisa beristirahat di tempat ini selagi aku menenangkan diri” ucap Leon.


Mereka pun beristirahat di dekat gerbang perbatasan alam Paton untuk beberapa saat. Leon sangat lelah dan ia memejamkan matanya sejenak, sedangkan Lismos pergi untuk melihat-lihat keadaan di sekitarnya. Tak lama setelah itu, Leon terbangun dan ia tidak melihat adanya Lismos di dekatnya.


“Dasar pengkhianat! Apa kamu bekerja sama dengan Nea untuk menculik Leo?! Awas saja jika kita bertemu, Lismos!” ucap Leon dengan kesal.


Leon melihat adanya jejak kaki yang cukup besar, ia sangat yakin jika jejak kaki itu merupakan jejak kaki Lismos. Leon segera mengikuti jejak kaki tersebut hingga akhirnya ia melihat jejak kaki tersebut menghilang menuju ke arah pepohonan yang besar. Leo melihat ke arah atas, dan ia melihat jika ada sesuatu yang sangat besar terjatuh tepat di atas kepalanya. Tanpa disadari, Leon melakukan teleportasi ke area di dekatnya untuk menghindari benda besar tersebut.


“Apa yang kamu lakukan, Leon?! Mengapa kamu menyerangku secara tiba-tiba?!“ ucap Lismos.


“Seharusnya aku yang bertanya kepadamu! Mengapa kamu mengkhianatiku?! Padahal aku sudah menaruh kepercayaanku kepadamu, Lismos!” ucap Leon dengan kesal.


“Apa yang kamu maksud?! Siapa yang mengkhianatimu?! Bukankah aku sudah menyuruhmu menenangkan diri?! Tetapi, mengapa kamu masih belum tenang?!” ucap Lismos.


“Kamu menyuruhku menenangkan diri agar kamu bisa kabur dariku?! Kamu pikir dengan kaburnya dirimu di saat aku tertidur itu bisa membuat dirimu lolos begitu saja?! Aku tidak akan membiarkanmu lolos!” ucap Leon.


“Kabur? Siapa yang kabur?! Aku membantumu mencari anak kesayanganmu di saat kamu tertidur, tetapi kamu malah menyalahkanku karena kamu berpikir aku melarikan diri?! Apa yang kamu pikirkan, Leon?!” ucap Lismos dengan kesal.


“Tunggu… Kamu membantuku mencari Leo?” ucap Leon.

__ADS_1


“Tentu saja! Bukankah seperti itu kesepakatan kita?!” ucap Lismos.


“Mengapa kamu mencarinya ke tempat seperti ini? Bahkan hingga ke atas pohon… Apa kamu menemukan suatu petunjuk?” ucap Leon.


“Tentu saja! Aku tidak akan pergi ke tempat seperti ini jika aku tidak menemukan satu pun petunjuk! Aku merasa jika aura anak kesayanganmu itu berada di dekat sini” ucap Lismos.


“Kamu mencium aromanya? Bagaimana bisa? Aku saja tidak merasakan adanya aroma tubuh Leo” ucap Leon.


“Apa yang kamu bicarakan? Aku berkata jika aku merasakan auranya, dan bukan aromanya. Apa pendengaranmu menjadi bermasalah ketika kamu tidak tenang, Leon? Ataukah mungkin, kamu tidak bisa merasakan aura?!” ucap Lismos.


“Mungkin… Pendengaranku sedang bermasalah… Hehehe” ucap Leon.


“Kamu tidak bercanda kan?! Bagaimana seseorang yang kuat sepertimu tidak bisa merasakan aura orang lain?! Bagaimana kamu bisa menjadi kuat tanpa mengetahui hal tersebut?!” ucap Lismos.


“Apa yang kamu katakan? Aku tidak mendengarnya dengan jelas” ucap Leon yang seakan-akan dirinya tidak mendengar ucapan Lismos dengan jelas.


“Tidak ada gunanya jika aku menanyakan hal itu kepadamu, lebih baik kita fokus untuk mencari anak kesayanganmu. Aku sudah mencarinya di atas pohon, tetapi ia tidak ada. Selanjutnya, kita akan mencari menuju ke dekat sungai dan juga semak-semak” ucap Lismos.


“Tunggu… Apa yang kamu katakan? Mengapa kita harus ke semak-semak? Mana mungkin Leo berada di tempat seperti itu, jangan membohongiku! Tetapi… Jika aku ingat-ingat kembali, pada alam ini aku menemukan Leo saat dirinya duduk di dekat pohon dan berada di dekat semak-semak… Mungkin kita akan ke tempat itu nanti... Tetapi, lebih baik kita pergi menuju ke dekat sungai terlebih dahulu. Mungkin saja Leo berada di tempat itu” ucap Leon.


“Baiklah, ayo kita berteleportasi! Teleportasi yang tadi kita lakukan merupakan pertama kalinya bagiku, dan itu sangat menyenangkan. Ayo kita melakukannya lagi!” ucap Lismos.


“Enak saja kamu! Aku harus menyimpan tenaga untuk nanti! Lebih baik kita berjalan saja untuk saat ini” ucap Leon.


Tak lama setelah itu, Leo dan Lismos melakukan perjalanan menuju ke dekat sungai. Saat di perjalanan, mereka mendengar suara mesin yang sangat keras. Dan tak lama setelah itu, terjadi guncangan yang cukup besar pada tanah yang menjadi pijakan mereka. Leon pun segera membawa Lismos berteleportasi menuju ke atas pohon agar mereka bisa memperhatikan sebuah kejadian yang sedang terjadi dengan jelas.

__ADS_1


__ADS_2