Pemberantas Sindikat Kekuatan Terlarang

Pemberantas Sindikat Kekuatan Terlarang
Ruangan dalam Zapola


__ADS_3

Wata segera memasuki mesin udara tersebut. Beberapa lama kemudian, Leon dan Lismos mengikutinya. Saat mereka berada di dalam mesin udara tersebut, mereka seperti berada pada dunia yang berbeda. Keadaan di dalamnya memiliki bentuk dan benda-benda yang sangat asing.


“Kita masih berada di dunia yang sama?” ucap Leon.


“Mungkin” ucap Lismos.


“Hebat sekali zapola yang dibuat oleh salah satu kota S! Sangat indah! Beruntung sekali orang-orang yang bisa menaiki zapola ini dan melihat keindahan kota dari atas langit” ucap Wata.


“Betul sekali… Tetapi, aku merasa jika zapola ini tidak dikhususkan untuk penerbangan biasa saja. Ada fungsi tersembunyi dari zapola ini” ucap Leon.


“Mengapa kamu bisa berpikir seperti itu? Sudah sangat jelas jika keindahan ini ditujukan kepada para penumpang” ucap Wata.


“Bukan begitu maksudku. Jika zapola ini dikhususkan untuk penerbangan biasa saja, mengapa terdapat sebuah penghalang yang sangat kuat? Dan juga, zapola untuk penerbangan dan zapola untuk pertempuran tidak bisa dipersatukan. Setiap zapola harus memiliki jenisnya masing-masing, bukankah begitu?” ucap Leon.


“Betul juga yang kamu katakan. Sebaiknya kita menjelajahi isi dari zapola ini terlebih dahulu, mungkin saja kita akan menemukan beberapa petunjuk” ucap Wata.


“Tentu saja! Ayo kita menjelajahi zapola ini dengan pakaian yang lucu!” ucap Leon dengan bangga.


“Jangan berkata seperti itu!” ucap Wata dengan kesal.


“Hahaha” ucap Lismos.


“Lismos, sepertinya kamu merasa sangat bahagia. Hanya kamu saja yang tidak menggunakan pakaian ini, aku akan memberimu hukuman!” ucap Wata.


“Maafkan aku, aku tidak akan mengulanginya… Mungkin” ucap Lismos.


“Kamu serius?!” ucap Wata.


“Sudah, ayo cepat kita pergi menjelajah” ucap Leon.


Mereka pun menjelajahi mesin udara tersebut. Mereka menemukan sebuah ruangan yang dipenuhi oleh berbagai senjata asing. Tak lama setelah itu, Leon mencoba untuk mengambil senjata tersebut. Saat ia memegangnya, Leon merasa jika tangannya menjadi panas. Semakin lama semakin panas, Leon pun segera melemparkan senjata tersebut pada lantai mesin udara tersebut.

__ADS_1


“Apa yang terjadi, Leon?” ucap Lismos.


“Senjata itu semakin lama menjadi semakin panas saat aku memegangnya” ucap Leon.


“Kamu sangat Lemah, Leon. Akan aku tunjukkan kepadamu betapa kuatnya diriku” ucap Wata.


Wata pun mengambil senjata tersebut. Beberapa lama kemudian, Wata juga melemparkan senjata tersebut.


“Kamu juga tidak kuat menahan panasnya senjata itu, Wata?” ucap Lismos.


“Bukan begitu… Hanya saja aku merasa bodoh karena memegang senjata itu tanpa melakukan apapun” ucap Wata.


“Tidak perlu berbohong seperti, Wata. Tidak apa-apa jika kamu tidak bisa menahan panas itu, aku tidak akan mempermasalahkannya” ucap Leon.


“Aku bisa menahannya… Mungkin… Aku hanya belum terbiasa saja” ucap Wata.


“Tidak usah banyak alasan, aku bisa mengerti… Tenang saja, Wata” ucap Leon.


“Berhati-hatilah, Lismos. Aku dan Leon saja tidak berhasil menahan panasnya senjata itu, apalagi kamu… Bukannya aku melarangmu untuk mencobanya, aku hanya tidak ingin kamu terluka” ucap Wata.


“Kamu terlalu meremehkan Lismos. Tenang saja, Lismos. Pada kali ini, aku tidak sependapat dengan Wata. Kamu tidak akan mengetahui hasilnya jika kamu tidak mencobanya” ucap Leon.


“Terima kasih telah menyemangatiku, Leon. Dan tentu saja aku akan mencobanya, seperti yang kamu katakan” ucap Lismos.


Lismos pun mencoba memegang senjata tersebut. Waktu sudah berlalu cukup lama, tetapi Lismos tidak merasakan panas sedikit pun. Lismos berpikir jika Leon dan Wata telah membohongi dirinya dan meremehkannya, ia pun sangat kecewa kepada mereka. Beruntungnya, Leon berhasil menyemangati Lismos sehingga ia tidak bersedih.


“Tidak ada rasa panas sedikit pun, kalian membohongiku. Aku kecewa kepada kalian” ucap Lismos.


“Bagaimana bisa?” ucap Wata.


“Sudah aku katakan, jangan meremehkan Lismos. Lismos… Senjata itu sangatlah panas ketika aku dan Wata memegangnya. Dan aku juga tidak membohongimu, apakah kamu tidak memahami apa yang aku katakan sebelumnya? Menurutku, mungkin ada beberapa faktor yang menyebabkan senjata itu tidak panas saat kamu memegangnya. Apa kamu ingin mengetahuinya?” ucap Leon.

__ADS_1


“Tentu saja, katakan kepadaku!” ucap Lismos.


“Faktor yang pertama, yaitu kamu terlalu kuat. Faktor yang kedua, senjata itu tidak bisa mendeteksi jika kamu telah memegang senjata tersebut. Faktor yang ketiga, bisa saja senjata itu tidak mendapatkan panas dari tubuhmu dan senjata itu tidak dapat memantulkan kembali panas yang diterimanya” ucap Leon.


“Mungkin saja begitu… Aku yang terlalu kuat… Terima kasih sudah menghiburku, Leon. Selain itu, bagaimana cara menggunakan senjata ini? Aku tidak melihat adanya bagian berlubang yang bisa mengeluarkan peluru yang ada” ucap Lismos.


“Sepertinya, hal yang menjadi permasalahan bukanlah hal itu… Siapa yang telah membuat senjata ini dan siapa yang akan menggunakannya? Bisa saja senjata ini menjadi sangat berbahaya” ucap Wata.


“Aku pun tidak mengetahuinya… Mengapa kalian menanyakan hal itu kepadaku?! Aku bukanlah seseorang yang mengetahui segalanya. Dan mungkin saja senjata ini merupakan senjata yang gagal dan kehadirannya ingin ditutupi oleh pemerintah. Terlihat dari lokasi awal zapola ini berada, yaitu di dalam tanah. Tetapi, tetap memungkinkan jika senjata ini merupakan senjata yang akan digunakan oleh organisasi-organisasi jahat lainnya” ucap Leon.


“Jika seperti itu, bukankah sangat berbahaya jika kita tetap berada di tempat ini?!” ucap Lismos.


“Tenang saja, kamu tidak perlu takut. Aku berada di sini, kamu pasti sudah sangat mengetahui kekuatanku” ucap Wata.


“Benar, kamu pasti mengetahui kekuatan Wata. Kekuatannya sangat hebat, bahkan ia saja tidak bisa menahan panas dari senjata tersebut” ucap Leon.


“Aku tidak ingin mendengar ucapan itu darimu. Selain itu, kita telah mengetahui jika zapola ini dikhususkan untuk pertempuran. Akan sangat menguntungkan jika kita memanfaatkannya” ucap Wata.


“Untuk apa memanfaatkan benda tidak berguna seperti ini?” tanya Leon.


“Jika kamu tidak ingin memanfaatkannya, aku akan menjadikannya koleksiku saja” ucap Wata.


“Ambil saja jika Lismos tidak membutuhkannya” ucap Leon.


“Aku boleh mengambilnya, Lismos? Tentu saja boleh… Benar begitu?” ucap Wata.


“Tentu… Aku tidak membutuhkannya… Mungkin… Selain itu, kita harus melanjutkan penjelajahan zapola ini. Kita tida bisa hanya berdiam diri di ruangan ini” ucap Lismos.


“Ayo kita segera pergi” ucap Leon.


Mereka pun melanjutkan penjelajahan mereka. Beberapa lama kemudian, mereka menemukan sebuah ruangan yang dipenuhi dengan banyak tombol. Tombol-tombol tersebut memiliki bentuk yang beraneka ragam. Saat Lismos sedang melihat tombol yang ada di ruangan tersebut, ia tanpa sengaja menekan tombol yang berada pada dinding ruangan tersebut. Setelah beberapa lama kemudian, terdengar suara mesin yang cukup keras. Setelah itu, terjadi guncangan yang cukup besar hingga membuat Leon dan Wata terjatuh tepat berada di atas benda yang berisikan banyak sekali tombol. Tak lama kemudian, guncangan tersebut berhenti meskipun suara mesin tersebut masih terdengar. Leon merasa jika ada suatu kejadian buruk yang sedang terjadi.

__ADS_1


__ADS_2