Pemberantas Sindikat Kekuatan Terlarang

Pemberantas Sindikat Kekuatan Terlarang
Pertemuan yang Tidak Diinginkan


__ADS_3

Chartis menyerang Leon dengan serpihan-serpihan kertas yang dikendalikan oleh dirinya dan kemudian berubah menjadi serpihan besi saat mendekati Leon. Beruntungnya, Leon dapat menghindari serangan itu. Serangan itu hanya ditujukan kepada Leon dan tidak mengarah sedikit pun kepada Leo.


“Masih lincah saja kamu seperti dahulu, Leo. Hahaha” ucap Chartis dengan seperti mengejek Leon.


“Sama seperti kamu. Kamu masih saja menggunakan kekuatan terlarangmu setiap waktu” ucap Leon dengan tersenyum seperti membalas ejekan tersebut.


“Hahaha, kamu sama sekali tidak berubah sejak hari itu. Bagaimana jika kita berbincang-bincang untuk sementara waktu?” ucap Chartis dengan tersenyum licik.


“Tentu saja. Jika memang itu yang kamu inginkan, Chartis!” ucap Leon.


Leon pun menggunakan kekuatan yang dimilikinya, ia menghilang dan kemudian muncul tepat berada di belakang Chartis yang sedang terbang di langit. Leon pun mencoba untuk memukul Chartis dengan sekuat tenaga. Saat pukulan itu hampir mengenai Chartis, dengan seketika Chartis pun berubah menjadi serpihan kertas kecil dan terbang mendekati Leo. Saat berada di dekat Leo, Chartis mengubah wujudnya kembali menjadi seperti manusia.


“Jadi ini alasan kamu meninggalkan bos? Aku melihat anak ini membantu kelompok SS-Projecto melarikan diri. Bolehkah aku membunuh anak ini, Leon?!” ucap Chartis yang sedang emosi.


“Kamu siapa… Mengapa dirimu sangat indah… Apa aku sudah berada di dunia yang berbeda… Indah sekali” ucap Leo yang melihat Chartis dengan penuh halusinasi.


“Chartis!! Meski kamu sudah mengetahui jika ia tidak bisa dibunuh, mengapa kamu masih sangat ingin mencoba untuk membunuhnya?! Dan juga, apa kamu yang menyebabkan Leo berhalusinasi seperti itu?! Cara licik apa yang kamu pakai, Chartis?!” ucap Leon dengan kesal.

__ADS_1


“Tidak bisa? Menurutmu, dirinya benar-benar tidak bisa dibunuh? Mengapa kamu menjadi bodoh seperti ini, Leon?! Bos selalu memperhatikanmu, terutama sejak hari itu berlalu! Aku kira kamu telah menjadi sosok yang lebih hebat, ternyata aku salah. Kamu hanyalah seorang pengurus anak kecil biasa! Kamu terlalu memikirkan anak kecil ini, Leon! Bahkan kamu melupakan nama jalan yang kamu lalui, jalan halusinasi!” ucap Chartis.


“Jalan halusinasi?! Aku tidak menyadari jika aku sudah memasuki area halusinasi, aku terlalu fokus pada percakapanku dengan Leo” pikir Leon.


Leon pun menghilang dan kembali muncul di depan Chartis berada. Leon berada sangat dekat di depan Chartis. Chartis yang terkejut pun segera terbang mundur ke arah belakang dengan cepat. Tak lama kemudian, Leon kembali menghilang dan kembali muncul tepat di belakang Chartis yang sedang terbang. Tubuh Chartis berbenturan dengan Leon. Leon dan Chartis pun merasakan kesakitan. Dan dengan segera, Leon memegang tangan Chartis dengan sangat keras agar Chartis tidak bisa bergerak ataupun berubah wujud. Chartis pun mencoba untuk melepaskan diri, namun usahanya sia-sia. Leon pun memaksakan Chartis untuk memberitahunya beberapa informasi yang dipunyai oleh dirinya.


“Sudah aku duga akan terjadi seperti ini pada akhirnya. Sejak dahulu, aku tidak pernah bisa mengalahkanmu, Leon. Kamu selalu memakai kekuatan teleportasimu di saat yang tepat. Kamu hebat dalam memprediksi dan berpikir, aku tidak akan pernah bisa menandingimu meskipun aku telah diangkat sebagai salah satu orang kepercayaan bos” ucap Chartis.


“Kamu sudah menjadi orang kepercayaan bos? Apa banyak sekali perubahan setelah aku pergi?” ucap Leon.


“Ya, aku sudah menjadi orang kepercayaan bos. Dan aku akan menjaga kepercayaan itu, tidak seperti kamu yang meninggalkannya. Aku juga tidak akan menjawab pertanyaan-pertanyaanmu, meski nyawa menjadi taruhannya” ucap Chartis.


“Kamu mengetahui rahasia bos? Cepat beritahu aku, Leon! Aku akan melakukan apapun!” ucap Chartis.


“Aku akan memberitahumu setelah kamu menjawab pertanyaanku. Bagaimana keadaan orang kepercayaan yang lain? Apakah ada perubahan lain? Dan juga, apakah ada sesuatu yang sedang direncanakan oleh bos ataupun orang kepercayaan lainnya?” ucap Leon.


“Keadaan yang lain? Aku tidak tahu persis keadaannya, tapi sepertinya mereka baik-baik saja. Tetapi, ada satu orang yang menghilang. Aku sangat yakin jika kamu sangat mengenal orang yang menghilang itu, Leon. Perubahan lain yang terjadi, mungkin hanyalah perubahan sifat bos. Setelah kamu pergi, sifat bos sangat berbeda dengan sebelumnya. Bos menjadi lebih cepat marah. Aku tidak tahu mengapa bos bisa berubah menjadi seperti itu, mungkin ada yang sedang ia rencanakan. Dan aku mendengar jika beberapa orang kepercayaan dan beberapa anggota lain ingin segera bertemu denganmu. Hanya itu saja yang aku ketahui, cepat katakan rahasia yang dimiliki bos!” ucap Chartis.

__ADS_1


“Baiklah, aku akan memenuhi janjiku. Bos sangat menyukai makanan yang manis, terutama permen Lolip warna merah yang memiliki rasa seperti buah anggur” ucap Leon.


“Permen Lolip? Aku baru pertama kali mendengar nama permen seperti itu” ucap Chartis.


“Kamu baru mendengarnya? Bukankah nama-nama khusus benda ataupun makanan sudah diajarkan pada saat sekolah tingkat tinggi? Oh iya aku lupa, kamu tidak pernah bersekolah. Jika kamu tidak belajar mengenai nama khusus yang hanya disebutkan oleh orang dewasa, kamu akan kesulitan melakukan tugasmu, Chartis” ucap Leon.


“Terima kasih atas saranmu, Leon! Sejak dahulu kamu memang selalu baik, tetapi kebaikanmu itu bisa membuatmu ataupun orang terdekatmu celaka! Aku memang tidak bisa berubah wujud, tetapi apa kamu melihat sebuah serpihan yang berada di dekat anak kesayanganmu itu? Menurutmu, bagaimana jika serpihan itu masuk ke dalam dirinya? Apa ia bisa bertahan dari dalam tubuhnya? Pernahkah kamu mencobanya? Katakan selamat tinggal padanya, Leon!” ucap Chartis.


“Celaka! Aku terlalu fokus dengan Chartis dan tidak memikirkan Leo, aku harus segera membawanya ke tempat yang aman” pikir Leon.


Leon pun segera melakukan perpindahan menuju tempat Leo berada. Tak lama setelah itu, ia melakukan teleportasi dengan Leo menuju ke dekat gerbang masuk alam selanjutnya. Leon tidak bisa memakai teleportasi terlalu jauh karena ia bersama dengan Leo. Leon pun mengajak Leo berlari. Saat mereka berlari, Chartis melakukan beberapa serangan kepada Leo.


“Leon, apa kamu bisa melindungi putra kecilmu?! Rasakan serangan-seranganku, Leon! Kamu pasti tidak akan membiarkan anak kecilmu itu terkena seranganku, sebab aku mengarahkannya langsung ke arah mulutnya! Kita akan bertemu lain kali, Leon!” ucap Chartis dengan keras.


“Awas saja kamu, Chartis! Aku akan membalas perbuatanmu!” ucap Leon.


“Burung-burung yang ada sedang berputar-putar” ucap Leo yang masih melihat halusinasi.

__ADS_1


Leon pun melindungi Leo dari serangan yang dilakukan oleh Chartis. Tangannya terkena beberapa serpihan besi dan ia tidak langsung menarik serpihan itu. Leon dan Leo pun berhasil melarikan diri dan masuk ke dalam gerbang alam selanjutnya. Saat Leo dan Leon memasuki gerbang tersebut, Leo terjatuh dan tidak sadarkan diri. Leon yang melihatnya pun segera mencari tempat yang aman dan membawa Leo ke tempat itu. Setelah itu, ia membiarkan Leo pada tempat itu dan dirinya pergi ke tempat yang cukup jauh untuk mencabut serpihan besi. Leon tidak ingin Leo melihat darah yang ada pada dirinya.


__ADS_2