Pemberantas Sindikat Kekuatan Terlarang

Pemberantas Sindikat Kekuatan Terlarang
Suatu Keanehan dalam Diri Leo


__ADS_3

Para mafia sudah pergi meninggalkan Leo yang telah terkena sebuah tembakan. Meski begitu, Leo masih tersadar dan ia menyadari jika ada suatu hal yang aneh. Meskipun tembakan yang telah terjadi mengenai bagian perut Leo dan membuat lubang di pakaiannya, tetapi tidak ada setetes darah yang mengalir dari tubuhnya.


“Tidak… Tidak ada darah yang mengalir?”


Kata-kata itu keluar dari mulutnya. Meskipun ia merasa sedang berada di dalam ujian, namun ia sangat terkejut hingga ia tidak memperdulikan tentang ujian tersebut. Leo pun segera memegang perutnya untuk memastikan jika memang benar tidak ada setetes darah yang mengalir.


“Benar tidak ada darah, tapi… Bagaimana bisa tidak ada setetes darah jika sebuah peluru menembus perutku?! Namun, jika peluru tersebut tidak menembus perutku, kemana perginya peluru itu?! Mengapa tidak ada peluru yang tersentuh oleh tanganku saat aku meraba perutku?!” Leo terlihat bahagia, namun juga terlihat seperti kebingungan.


Leo telah meraba-raba bagian perutnya dan ia telah memastikan tidak ada setetes darah serta tidak ada satu pun peluru meski ia telah terkena tembakan dan bahkan terjatuh karena tembakan tersebut. Leo juga tidak mengalami sedikit pun rasa sakit. Leo ingin berdiri dan menyelesaikan ujian yang ia tidak ketahui. Namun, Leo melihat seseorang dari kegelapan yang cukup jauh ketika ia ingin berdiri.


Orang tersebut berlari dengan membawa sebuah benda di tangannya untuk menghampiri Leo. Leo pun terdiam beberapa saat. Meskipun ia merasa takut hal yang sama terulang kembali, namun ia tidak segera pergi dan memilih untuk diam.


Orang tersebut semakin lama semakin mendekat dan sosoknya pun mulai terlihat secara perlahan. Sebuah cahaya terlihat dari benda yang ada di tangannya. Orang tersebut kemudian berhenti. Orang tersebut kemudian mengangkat benda yang dipegangnya dan kemudian meletakkannya di area sekitar telinga dirinya.


Setelah beberapa saat, orang tersebut kembali berlari menuju Leo. Leo sangat fokus memerhatikan orang tersebut dan ia merasa orang tersebut berlari semakin cepat. Tidak hanya itu, ia juga melihat jika mulut orang tersebut mulai terbuka dan tertutup seperti seseorang yang sedang berbicara. Namun, Leo tidak mendengar suara apapun.


Orang tersebut semakin mendekat menghampiri Leo dan kemudian Leo mendengar sebuah suara yang sangat pelan. Semakin orang tersebut mendekat, semakin suara itu terdengar. Setelah beberapa saat, Leo mendengar orang tersebut berteriak dari kejauhan memanggil namanya.


“Leo!!!”


“Kamu baik-baik saja Leo?” teriak orang tersebut.


Leo merasa terkejut karena orang tersebut mengetahui namanya. Leo berpikir jika itu sudah pasti salah satu orang yang ia kenal.


“Iya!!!” jawab Leo dengan teriaknya.

__ADS_1


Sosok misterius itu semakin mendekat. Beberapa lama kemudian, terdapat cahaya yang menyinari orang tersebut. Leo sangat tidak mengira jika orang yang berlari sangat cepat di dalam kegelapan merupakan Leon. Leo terdiam kaku karena terkejut. Leo berpikir mengapa tadi Leon sempat berhenti saat ada suatu sinar yang dipegangnya. Meski begitu, Leo juga berpikir apa yang ada di dalam pegangan Leon saat berlari.


Setelah beberapa saat setelah Leon berlari, ia berhasil menghampiri Leo. Leon melihat terdapat sebuah bekas tembakan yang menembus perut Leo.


“Leo, apa yang terjadi padamu?” tanya Leon kepada Leo.


“Tidak apa-apa pak, aku hanya mengikuti ujian saja” jawab Leo.


“Ujian? Mengapa terdapat sebuah lubang seperti terkena tembakan di pakaian bagian perutmu?” tanya Leon.


“Oh, itu. Tadi ada sebuah kecelakaan sedikit setelah ujian” jawab Leo.


“Aku akan segera membawa kamu ke rumah sakit, darahmu yang mengalir saja sudah sampai kering. Jika kejadiannya sudah cukup lama, mengapa kamu tidak menghubungi orang tua kamu atau bahkan menghubungiku?!” ucap Leon.


Leo hanya terdiam dan tidak membalas ucapan Leon. Seketika itu, sebuah kendaraan khusus tiba di tempat mereka. Leon segera menggendong Leo dalam posisi terbaring menuju kendaraan tersebut. Kendaraan tersebut bergerak cukup cepat. Saat berada di kendaraan itu, Leo bertanya mengenai suatu cahaya yang tadi Leon pegang saat berlari.


“Oh itu, itu adalah cahaya dari alat komunikasi jarak jauh yang aku gunakan. Saat cahaya tersebut menyala, itu merupakan tanda jika ada seseorang yang butuh bantuanku dengan keadaan yang darurat” jawab Leon.


“Lalu mengapa kamu membantuku terlebih dahulu jika ada orang lain yang dalam keadaan darurat? Kamu bisa memprioritaskan yang darurat dahulu dibandingkan membantu orang yang kamu kenal dalam keadaan tidak darurat” ucap Leo.


“Tidak ada yang lebih penting dibandingkan dengan dirimu, Leo” ucap Leon dengan suara yang dilembut-lembutkan.


Leo terlihat kebingungan. Leo merasa ada sesuatu yang aneh dengan Leon, ia merasa jika Leon tidak seperti biasanya. Suara yang dilembut-lembutkan Leon sangat berbeda dengan suara tegas saat ia berbicara pada biasanya. Leo kemudian menanyakan beberapa pertanyaan kepada Leon.


“Apa yang pak Leon lakukan di kota ini?” tanya Leo.

__ADS_1


“Aku hanya sedang menyelesaikan sisa-sisa pekerjaanku di kota ini” jawab Leon.


“Pekerjaan apa lagi yang kamu lakukan?” tanya Leo.


“Aku tidak bisa memberitahu pekerjaanku kali ini, pekerjaan ini sangat rahasia” jawab Leon.


Leo semakin yakin jika ada yang berbeda dengan Leon saat ini. Biasanya, Leon selalu memberitahu pekerjaannya pada Leo. Bahkan, ia sering menyuruh Leo untuk membantunya. Ini merupakan pertama kalinya Leon tidak memberitahu Leo. Setelah beberapa saat, Leon memberikan sebuah gelas yang berisi air putih untuk Leo meminumnya.


“Ini ada air, kamu pasti lelah kan? Apalagi kamu terkena tembakan. Kamu harus banyak-banyak minum untuk menjaga kesehatan tubuh dan darahmu” ucap Leo.


Leo kemudian meminum air tersebut. Setelah menghabiskan segelas air putih tersebut, Leo kemudian menanyakan kembali pertanyaan kepada Leon.


“Sudah berapa lama kamu di kota ini, Leon?” tanya Leo.


“Aku baru saja sampai di kota ini” jawab Leon.


Leo teringat jika sebelumnya ia sudah bertemu dengan Leon di kota ini, dan Leon memang mengatakan jika ia mendapatkan pekerjaan di sekitar kota ini. Meski begitu, Leo terlihat kebingungan.


“Mengapa saat ini Leon mengatakan jika ia baru saja sampai ke kota ini? Apa aku berhalusinasi jika sebelumnya aku pernah bertemu dengannya? Atau saat ini aku sedang berhalusinasi bertemu dengannya? Apa ini karena efek tembakan tadi?” pikir Leo.


Semakin berjalannya waktu, Leo merasa kepalanya mulai pusing. Padahal, awalnya ia tidak merasakan sedikit pun rasa pusing. Leo teringat jika ia telah meminum air yang berasal dari Leon yang aneh, ia seketika berpikir jika yang ia minum adalah sebuah air yang telah dicampur obat-obatan. Aroma yang ada di dalam kendaraan tersebut pun sangat aneh.


Leo melihat jalan yang dilaluinya dekat dengan tempat awal ujian dilaksanakan. Seketika Leo langsung berteriak dengan keras.


“ARGHHHHH!!!”

__ADS_1


Leon pun langsung melihat ke arah Leo seakan-akan niat jahatnya telah diketahui. Leo tanpa memikirkan apapun langsung membuka pintu kendaraan yang sedang ia naiki dan melompat keluar dari kendaraan tersebut meskipun kendaraan tersebut sedang dalam kecepatan yang sangat cepat.


Leo terjatuh berguling-guling hingga akhirnya kepala Leo terbentur dengan sebuah tiang. Meski kepala Leo terbentur sangat keras dan bahkan berbunyi sangat kencang, Leo tidak merasakan kesakitan. Leo pun mulai merasakan jika ada sesuatu yang aneh pada dirinya.


__ADS_2