Pemberantas Sindikat Kekuatan Terlarang

Pemberantas Sindikat Kekuatan Terlarang
Zapola


__ADS_3

Leon melakukan teleportasi bersama Lismos dan Wata menuju sebuah pohon yang berada di dekat mesin udara. Tak lama setelah itu, mereka melihat adanya seseorang yang memasuki mesin udara tersebut. Orang tersebut terlihat seperti menembus dinding-dinding bagian mesin udara tersebut.


“Mereka bisa menembus zapola tersebut, apa orang tersebut merupakan orang suruhan Nea? Dan mungkin orang itu mempunyai kekuatan terlarang, Leon. Kita harus segera mengikutinya” ucap Lismos.


“Tunggu, Lismos. Di mana buah-buahan yang sebelumnya kita letakkan di sekitar sini berada?” ucap Leon.


“Tentu saja dibawa oleh orang tersebut, apa kamu tidak melihatnya?” ucap Wata.


“Melihatnya? Bagaimana bisa? Orang tersebut sudah hampir sepenuhnya memasuki zapola tersebut saat kita berada di tempat ini” ucap Leon.


“Mungkin saja perhitunganmu tidaklah tepat, Leon. Jika tidak, mungkin saja kita dapat melihat orang tersebut memindahkan buah-buahan yang ada ke dalam zapola tersebut” ucap Wata.


“Kamu meremehkanku? Tidak mungkin perhitungan itu salah!” ucap Leon dengan percaya diri.


“Jika begitu, maka kertas yang kamu percayai itu telah menipumu” ucap Wata.


“Mungkin saja ini merupakan hal baik untuk kita. Sepertinya musuh kita telah meremehkan kemampuan kita” ucap Lismos.


“Sebenarnya aku juga berpikir seperti itu” ucap Leon.


“Mana mungkin bisa seperti itu. Selain itu, kita harus segera memasuki zapola tersebut. Jika tidak, mungkin saja orang yang kamu cari bisa berada dalam bahaya” ucap Wata.


“Benar sekali! Kita harus segera memasuki zapola itu, Leon” ucap Lismos.


“Baiklah, aku mengerti. Cepat berada di dekatku, aku akan membawa kalian dengan teleportasiku menuju tempat itu” ucap Leon.


“Aku tidak perlu berteleportasi denganmu, aku akan menggunakan kekuatanku saja. Ajak saja Lismos, sepertinya ia sangat menyukai teleportasimu itu” ucap Wata.


Mereka pun segera bergerak menuju ke dekat mesin udara tersebut. Saat mereka sampai di tempat itu, mereka tidak bisa memasuki mesin tersebut. Mereka pun mencoba memutari mesin udara tersebut, hingga beberapa lama kemudian mereka melihat sebuah bagian yang berbeda dari yang lainnya. Saat Lismos menyentuh bagian tersebut, ia berhasil memasuki mesin udara tersebut. Namun pada saat Leon dan Wata menyentuhnya, mereka tidak bisa memasuki mesin udara tersebut. Mereka pun merasakan jika ada sesuatu yang aneh dengan mesin udara tersebut.

__ADS_1


“Mengapa kita tidak bisa memasukinya, Leon? Lismos yang lemah saja bisa memasuki zapola ini, tetapi kita yang lebih kuat dari Lismos tidak bisa memasuki zapola ini. Sepertinya ada sesuatu yang aneh dengan zapola ini, bagaimana menurutmu?” ucap Wata.


“Aku juga berpikir demikian. Tetapi aku merasa jika aku sudah mengetahui alasan hal ini terjadi, walaupun aku tidak yakin jika pendapatku ini benar” ucap Leon.


“Apa yang kamu maksud?” ucap Wata.


“Mungkin saja Lismos bisa memasuki zapola tersebut karena mereka merupakan sebuah mesin. Bisa saja mereka mempunyai jenis bahan yang sama sehingga tidak terdeteksi oleh penghalang zapola tersebut” ucap Leon.


“Memang itu satu-satunya hal yang masuk akal. Jika memang seperti itu, apakah kita tidak bisa memasuki zapola tersebut?” ucap Wata.


“Ada satu cara yang ingin aku coba, kita akan bisa memasuki zapola tersebut jika cara ini berhasil. Sebelum itu, bisakah kamu memanggil Lismos untuk kembali ke tempat ini?” ucap Leon.


“Kamu saja yang memanggilnya, ataukah kamu tidak tahu cara untuk memanggil seseorang” ucap Wata.


“Bukan seperti itu! Ikatan pertemanan di antara kalian sudah sangat kuat, seharusnya kamu bisa memanggilnya lebih baik jika dibandingkan denganku. Jika aku yang memanggilnya, belum tentu suaraku terdengar oleh Lismos. Penghalang yang ada di zapola itu cukup kuat” ucap Leon.


“Baiklah, aku akan mencoba memanggilnya. Lismos! Lismos! Apa kamu mendengarku?” ucap Wata.


“Apakah ikatan pertemanan sangat berpengaruh? Sudahlah… Biar aku mencobanya saja. Lismos! Lismos! Dengarlah suaraku!!” ucap Wata sambil membayangkan wajah Lismos.


Tak lama kemudian, Lismos keluar dari mesin udara tersebut. Lismos juga membawa beberapa pakaian dalam kondisi yang tidak cukup baik. Setelah itu, Lismos menyuruh Leon serta Wata untuk memakai pakaian tersebut.


“Cepat pakai pakaian ini” ucap Lismos.


“Tunggu, apa ini? Pakaian ini memiliki bentuk yang sangat buruk, bagaimana mungkin aku bisa memakai pakaian ini! Leon, cepat katakan ide yang kamu punya. Aku sudah membawa Lismos keluar dari zapola tersebut” ucap Wata.


“Coba kita dengarkan dahulu alasan Lismos memberikan pakaian tersebut. Mungkin saja pakaian ini sangat berpengaruh jika kita memakainya di dalam zapola ini” ucap Leon.


“Cepat katakan alasanmu, Lismos” ucap Wata.

__ADS_1


“Pakaian ini akan terlihat sangat lucu jika dipakai oleh kalian” ucap Lismos.


“Apa yang kamu katakan?!” ucap Wata.


“Hahaha, menarik sekali” ucap Leon.


“Kamu serius mengatakan seperti itu, Lismos?!” ucap Wata.


“Maaf, aku hanya becanda saja. Sebenarnya aku menemukan pakaian itu terletak di lantai secara tidak beraturan, mungkin saja itu merupakan perbuatan anak kesayangannya Leon” ucap Lismos.


“Lalu, mengapa kita harus memakainya?” ucap Wata.


“Mungkin ada sesuatu di dalam sana yang mengharuskan kita memakai pakaian tersebut. Kamu tidak usah bertanya terlalu banyak, ayo segera kita masuk ke dalam zapola itu! Aku harus segera menyelamatkan Leo” ucap Leon.


“Tunggu, apa kamu yakin jika kita akan memakai pakaian yang buruk ini?!” ucap Wata.


“Tentu saja! Apa kamu malu untuk memakainya? Jika kamu tidak ingin ikut ke dalam zapola tersebut, aku tidak akan menyalahkanmu. Lagipula, sebenarnya ini bukan merupakan kewajibanmu untuk ikut menyelamatkan Leo” ucap Leon.


“Bukan seperti itu, hanya saja ini pertama kalinya bagiku memakai pakaian seperti itu. Dan walaupun ini bukan merupakan kewajibanku, aku tidak akan bisa meninggalkan Lismos hanya berdua saja dengan orang berbahaya seperti dirimu” ucap Wata.


“Oh, jadi kamu menganggapku berbahaya? Itu berarti kamu mengakui jika aku lebih kuat darimu, seperti itu?” ucap Leon.


“Tentu saja tidak! Aku lebih kuat darimu!” ucap Wata.


“Mengapa kalian selalu bertengkar seperti tikus dan kucing? Bisakah kalian tidak mempermasalahkan tentang kekuatan? Jika dibandingkan dengan kalian, akulah yang paling lemah. Dan Wata, kamu tidak perlu mengkhawatirkan diriku secara berlebihan. Aku akan baik-baik saja” ucap Lismos.


“Kamu dengar apa yang Lismos katakan? Cepatlah ganti pakaianmu” ucap Leon.


“Untuk kali ini aku akan mengikuti ucapanmu, tetapi tidak untuk lain kali! Tunggu di sini, dan jangan pergi meninggalkanku. Aku akan berganti di tempat lain” ucap Wata dengan kesal.

__ADS_1


“Aku akan membuatmu juga mengikuti ucapanku pada lain waktu, hahaha. Cepatlah kembali, anak kucing kecil!” ucap Leon.


Tak lama kemudian, Wata pergi meninggalkan mereka dan berganti pakaian di tempat lain. Setelah Wata kembali, Lismos dan Leon terlihat menahan tawa karena melihat Wata. Wata pun sangat kesal kepada mereka dan ia segera mencoba untuk memasuki zapola tersebut.


__ADS_2