Pemberantas Sindikat Kekuatan Terlarang

Pemberantas Sindikat Kekuatan Terlarang
Sebuah Robot Besar


__ADS_3

Leo mengikuti robot yang melubangi tanah yang berada di depannya. Tak lama kemudian, robot tersebut berhenti melubangi tanah-tanah yang berada di depannya. Tanah tersebut sangat keras hingga tidak dapat dilubangi olehnya. Tak lama kemudian, tanah tersebut bergerak ke arah atas seperti terangkat. Leo pun segera melihat ke arah atas dari tempat tanah yang terangkat itu.


Saat melihat ke arah atas, ia melihat sebuah robot yang sangat besar. Tak lama kemudian, robot yang melubangi tanah di depannya kembali melubangi tanah yang ada dan menyuruh Leo untuk segera mengikutinya.


“Cepat ikuti aku, jangan melihat ke arah dia” ucap robot tersebut.


Leo pun segera bergerak mengikuti robot tersebut hingga beberapa saat kemudian, ia melihat sudah tidak ada tanah yang berada di depannya. Robot yang bersamanya pun berhenti dan segera berbalik arah.


“Mengapa kamu berbalik arah? Bukannya kita sudah sampai di tempat tujuan? Bukankah ini sudah seperti yang kamu katakan?” ucap Leo.


“Aku memang mengatakan jika kita harus melubangi hingga menemukan jalan keluar, tetapi saat ini kita memiliki keadaan yang berbeda. Aku tidak bisa menjelaskannya lebih lanjut pada saat ini, lebih baik kamu segera ikuti diriku” ucap robot tersebut.


Robot tersebut kemudian melubangi tanah yang berada di depannya dan Leo pun mengikuti robot tersebut. Tak lama setelah itu, terlihat sebuah aliran air yang berada di belakang Leo. Aliran air tersebut mengalir dengan cukup cepat. Robot yang sedang melubangi tanah yang ada di depannya pun segera berkata jika Leo harus siap untuk berlari lebih cepat.


“Aku akan melubanginya lebih cepat lagi, kamu siapkan kecepatan lari terbaikmu!” ucap robot tersebut.


Robot tersebut kemudian segera melubangi tanah yang ada dengan cepat dan Leo pun mengikutinya. Beberapa saat kemudian, mereka keluar dari tanah-tanah jebakan tersebut dan berada di dekat pinggiran sebuah sungai. Tak lama setelah itu, Leo meminta robot tersebut untuk menjelaskan kejadian yang sebenarnya terjadi.


“Apa yang sebenarnya terjadi? Bisakah kamu menjelaskannya?” tanya Leo.


“Apakah kamu melihat aku berhenti beberapa saat karena aku tidak dapat melubangi tanah yang ada di dekatku?” tanya robot tersebut.


“Aku melihatnya, saat tanah-tanah tersebut terangkat ke arah atas kan?” ucap Leo.


“Betul, saat tanah-tanah itu terangkat. Dan pasti kamu melihat makhluk besar yang berada di tempat itu kan? Tanah yang aku coba lubangi itu adalah kakinya, ia pasti sangat kesakitan” ucap robot tersebut.

__ADS_1


“Lalu, apa hubungannya dengan kejadian yang ada?” ucap Leo.


“Saat aku berbalik arah karena adanya sebuah aliran air tersebut, aku sangat yakin jika aliran air tersebut disebabkan oleh makhluk besar yang marah itu” ucap robot tersebut.


“Apa yang kamu maksud dengan makhluk besar pemarah itu, Bhorus?!” ucap sebuah robot yang sangat besar dari arah belakang mereka.


Robot yang bersama Leo pun terkejut, ia melihat robot besar yang kakinya hampir dilubangi berada tepat di belakangnya. Robot tersebut segera melarikan diri dan meninggalkan Leo di tempat itu. Leo yang hanya berdua dengan robot besar tersebut pun merasa mulai tidak enak kepadanya. Leo merasa bersalah kepada robot besar tersebut.


“Maafkan aku, robot besar. Robot yang kabur itu tidak sengaja melukai kakimu, itu semua karena diriku. Aku terkena sebuah jebakan hingga aku terjatuh ke dalam sebuah lubang dan robot tersebut membantuku untuk keluar dari lubang tersebut” ucap Leo.


“Hah?! Apa kamu pikir hanya dengan meminta maaf dapat menyelesaikan segala masalah?!” ucap robot tersebut.


“Lalu, apa yang harus aku lakukan? Apakah aku harus mengobati kakimu yang terluka itu?” ucap Leo.


“Mengobatinya? Memang apa yang bisa kamu lakukan?! Kamu hanyalah sebuah makhluk yang sangat kecil!” ucap robot tersebut.


“Tidak ada satu pun robot besar yang bisa mengobatiku kecuali pemimpin di alam ini! Kamu tidak perlu melakukan hal yang tidak berguna” ucap robot tersebut.


Tak lama kemudian, muncul seseorang yang melompat dari atas menuju ke tempat yang dekat dengan Leo. Saat orang itu mendarat, terdapat asap kecil yang berisi pasir dan debu-debu yang menutupi wujud orang tersebut.


“Kamu tidak akan pernah tahu jika kamu tidak mencobanya!” ucap seseorang yang misterius tersebut.


Tak lama setelah itu, asap yang menutupinya pun menghilang dan tidak terlihat adanya seseorang pun yang berasal dari dalam asap tersebut. Leo merasa seperti dirinya sangat mengenal suara dan kalimat itu, sangat menyerupai Leon. Tak lama setelah itu, robot besar itu meminta Leo untuk membawanya ke tempat robot besar yang ia kenal.


“Bisakah kamu membawaku ke tempat robot besar yang kamu kenal itu?” tanya robot tersebut.

__ADS_1


“Bisa, tetapi aku tidak terlalu yakin. Aku melupakan beberapa arah jalan untuk menuju ke tempat itu” ucap Leo.


“Tidak apa-apa, aku mungkin bisa membantumu untuk menentukan arah” ucap robot tersebut.


Mereka pun mulai berjalan. Selama di perjalanan, mereka berbincang-bincang mengenai keadaan yang ada.


“Sudah berapa lama kamu berada di tempat ini?” tanya robot besar tersebut.


“Aku tidak mengetahuinya. Pergantian hari tidak dapat terlihat olehku sehingga aku tidak dapat menghitungnya” ucap Leo.


“Oh begitu, kejadian apa saja yang sudah terjadi kepadamu? Aku baru pertama kali melihat manusia sepertimu hanya sendiri saja saat berada di alam yang berbahaya ini” ucap robot tersebut.


“Sebenarnya aku tidak sendiri, aku terpisah dengan seseorang yang bersamaku. Aku merasa jika suara yang aku dengar tadi merupakan suara seseorang yang bersamaku, namun aku tidak melihat adanya seorang pun” ucap Leo.


“Aku akan memberikan nasihat kepadamu, kamu jangan mempercayai suara ketika berada di tempat seperti ini. Suara-suara yang ada terdengar sangat palsu, digunakan untuk membohongi musuh yang ada. Dan juga, kamu harus berhati-hati dengan jebakan yang ada. Kamu pasti sudah merasakannya, sekali saja kamu terkena maka akan sangat sulit untuk keluar dari jebakan tersebut” ucap robot tersebut.


“Memangnya, mengapa banyak sekali jebakan yang berada di tempat seperti ini?” ucap Leo.


“Tentu saja untuk bertahan” ucap robot tersebut.


“Bertahan dari siapa? Memangnya ada yang menyerang tempat seperti ini?” ucap Leo.


“Bertahan dari para penyerang. Sering sekali para penyerang masuk ke tempat ini dan menyerang berbagai hal yang ada. Robot-robot asli yang berasal dari tempat ini harus melindungi tempat ini. Ka-” ucap robot tersebut.


Tak lama setelah itu, terdengar suara yang sangat keras.

__ADS_1


“Tama!!!”


Suara itu terdengar sangat keras hingga membuat robot besar itu melarikan diri. Tak lama setelah itu, Leo segera mengejar robot tersebut dan terus mengikutinya hingga mereka berada di tempat yang sangat mengerikan.


__ADS_2