
Leo memulai pertarungannya dengan orang-orang jahat yang berada di sekitarnya, ia berencana untuk menggunakan sebuah teknik yang baru saja ia pelajari. Teknik tersebut mempunyai nama yang cukup unik, Leo menyebutnya sebagai teknik naga penghancur kota. Teknik tersebut berisi sebuah lompatan yang tinggi dan kemudian ia menendang lurus ke arah tanah ataupun musuh-musuh yang sedang berkumpul. Namun pada saat ia ingin menggunakan teknik tersebut, ia menghadapi sebuah masalah yang cukup mengganggunya. Leo tidak berhasil melompat dengan tinggi, dan ia tidak bisa menendang lurus ke arah musuh-musuhnya. Padahal, ia berpikir jika teknik itu tidak akan sulit untuk digunakan.
“Bahaya, aku tidak berhasil melakukannya. Aku terlalu meremehkan tingkat kesulitan teknik tersebut agar aku berhasil melakukannya. Jika pak Leon yang melakukannya, ia pasti akan sangat mudah untuk menguasai teknik tersebut. Atau mungkin aku memperkirakan tingkat keberhasilan teknik ini berdasarkan kekuatan pak Leon? Betapa bodohnya diriku. Aku tidak mempunyai kekuatan yang besar seperti pak Leon, seharusnya aku berlatih terlebih dahulu sebelum aku mencoba teknik ini” pikir Leo.
“Apa kamu sudah selesai bermainnya? Apakah kamu serius untuk bertarung dengan kami? Mengapa kamu hanya berlompat-lompat saja? Apa hanya seperti ini kekuatanmu? Mengapa kamu sangat lemah? Kami sangat kecewa denganmu! Mungkin ini sudah waktunya untuk menyelesaikan permainan kita” ucap orang-orang tersebut.
Ucapan-ucapan yang diucapkan oleh orang-orang jahat tersebut berhasil membuat Leo bersedih, dan bahkan emosi yang ia punya sudah hampir tidak bisa diatur. Tak lama kemudian, amarah yang ia punya pun sudah tidak dapat dipertahankan dan ia segera mengeluarkan amarah-amarah tersebut.
“Sebelum kita memulai pertarungan, bukankah kita harus melakukan pemanasan terlebih dahulu? Apa kalian sangat bodoh sehingga tidak bisa memikirkan hal itu? Jika kalian tidak melakukan pemanasan terlebih dahulu, kalian bisa saja cedera. Dan aku tidak akan memberhentikan pertarungan hanya karena ada salah seorang dari kalian yang sedang cedera, dan ingatlah satu hal lagi. Seseorang yang sedang cedera akan sangat mudah untuk diincar oleh musuh… Maksudku, jika aku menyebutkan hanya orang lemah saja yang mudah untuk diincar… Aku tidak akan mungkin bisa untuk mengincar kalian semua secara bersamaan. Dan jika aku bisa mengincar kalian semua secara bersamaan, bukankah pertarungan kita akan tidak menjadi seru jika kalian dikalahkan dengan cepat?” ucap Leo.
“Apa kamu meremehkan kami?! Ayo cepat kita serang orang ini!” ucap seseorang yang jahat tersebut.
“Apa kalian yakin untuk tidak melakukan pemanasan terlebih dahulu? Sepertinya kalian tidak akan mendengarkanku. Baiklah jika itulah yang kalian inginkan, aku akan segera mengalahkan kalian dengan sangat mudah!” ucap Leo.
Pertarungan yang sempat berhenti itu pun kembali dimulai. Orang-orang jahat tersebut menggunakan beberapa kekuatan yang belum pernah Leo lihat sebelumnya. Salah seorang tersebut menggunakan kekuatan yang bisa membuat dirinya menyatu dengan tanah, ia segera bergerak dengan cepet menuju ke dekat Leo dan ia segera memegang kaki Leo agar Leo tidak bisa bergerak. Leo sudah berusaha menggerakan kakinya hingga bahkan menghentakkan tanah tempatnya berdiri, namun ia tetap tidak bisa terlepas dari orang tersebut.
Tak lama setelah itu, salah seorang yang lainnya pun juga menggunakan kekuatannya. Orang tersebut mengarahkan tangannya ke atas. Tak lama kemudian, terlihat sebuah kumpulan awan yang sangat hitam dan tebal mendekat ke area pertarungan tersebut. Beberapa lama kemudian, pegangan yang menahan kaki Leo pun terlepas dan Leo segera melompat mundur ke arah belakang. Oleh karena itu, Leo berhasil menghindari sebuah petir yang menyambar ke arah lokasi Leo berada sebelumnya.
__ADS_1
“Hanya itu yang kalian bisa lakukan? Kalian tidak menyadari jika kalian lemah? Untuk apa kalian melawanku? Apakah kalian mengetahuinya? Kalian sangat membuang-buang waktuku! Ayo cepat kita selesaikan pertarungan ini” ucap Leo.
Beberapa lama kemudian, terlihat seseorang dari orang-orang jahat tersebut yang mendekati Leo dengan berjalan santai. Orang tersebut tidak menunjukkan adanya wajah ketegangan sedikit pun, dan Leo pun merasa jika ada sesuatu yang tidak wajar dengan orang tersebut. Leo merasa jika ada sesuatu hal yang sangat berbeda jika dibandingkan dengan orang-orang jahat lainnya. Tak lama kemudian, orang tersebut mulai mengarahkan tangannya ke arah Leo seakan-akan ia ingin berjabat tangan dengannya. Dengan seketika, Leo pun melompat mundur ke arah belakang.
“Kamu takut denganku?” ucap orang tersebut.
“Tentu saja tidak, aku hanya waspada kepadamu. Hal yang kamu lakukan sangat mencurigakan” ucap Leo.
“Hanya berjabat tangan saja… Kamu pikir hal itu sangat mencurigakan? Bukankah hal itu sangat wajar? Dalam tradisi yang aku punya, aku harus memberikan salam terlebih dahulu sebelum memulai sebuah pertarungan” ucap orang tersebut.
“Lalu, bagaimana jika kita berkenalan saja terlebih dahulu? Siapa nama kamu?” ucap orang tersebut.
“Oh, kamu ingin berkenalan denganku? Perkenalkan, nama aku Leo!” ucap Leo sambil berjabat tangan dengan orang tersebut.
“Kena kau! Hahaha! Sangat mudah untuk ditipu!” ucap orang tersebut.
Leo terlihat kebingungan dengan apa yang sedang terjadi. Orang tersebut tidak melepaskan tangannya meskipun ia sudah berjabat tangan cukup lama. Dan ketika ia mencoba untuk melepaskannya, ia tidak bisa melepaskannya. Leo pun merasa jika orang tersebut sedang melakukan sesuatu kepada dirinya dengan menggunakan kekuatan yang dipunyai orang tersebut.
__ADS_1
“Apa yang kamu lakukan?” ucap Leo.
“Aku tidak akan melepaskanmu” ucap orang tersebut.
“Mengapa? Apakah kamu sedang berbuat sesuatu yang jahat kepadaku? Atau kita hanya memang berjabat tangan biasa saja?” ucap Leo.
“Tunggu… Kamu tidak merasakan apapun?! Apa kamu benar-benar tidak merasakan apapun?!” ucap orang tersebut.
“Merasakan sesuatu? Apa yang kamu maksudkan? Aku memang merasakan suatu hal… Aku merasa bosan saat ini, pertarungan yang sedang kita lakukan sangatlah tidak menarik! Ayo cepat tunjukkan sesuatu yang menarik kepadaku! Apa hanya seperti ini saja kemampuan kalian?!” ucap Leo.
“Sepertinya kamu sangat meremehkan kekuatan kami… Khususnya kekuatanku! Aku akan menunjukkan kekuatanku yang sebenarnya!” ucap orang tersebut.
“Cepat tunjukkan, aku ingin segera melihatnya! Tidak, aku akan merasakannya jika perlu! Jangan terlalu mengecewakanku!” ucap Leo.
“Bahaya, cepat menjauh dari sini!” ucap salah seorang penjahat yang lainnya.
Orang-orang jahat yang lainnya pun segera menjauhi lokasi pertempuran antara mereka. Beberapa lama kemudian, terdapat sebuah getaran yang cukup besar hingga membuat Leo hampir terjatuh. Dan tak lama kemudian, terlihat sebuah kumpulan batu-batu yang cukup besar terlempar dari atas langit. Leo merasa jika ia pernah melihat batu-batu tersebut, tetapi ia tidak bisa mengingatnya.
__ADS_1