
Leo dan Leon meninggalkan tempat Miki dan bu Nea berada, mereka berjalan menuju bagian alam afton yang lebih dalam. Di dalam perjalanan, mereka melihat sebuah buah yang sangat besar. Leo berniat untuk mengambilnya dan memakannya.
“Pak Leon, boleh aku mengambil buah-buahan itu?” ucap Leo sambil menunjuk ke arah buah-buahan.
“Jangan, kamu tidak boleh menyentuhnya!” ucap leon dengan keras.
“Mengapa? Buah itu beracun?” tanya Leo.
“Aku tidak tahu, tetapi di sekitar buah itu sudah pasti ada berbagai jebakan. Jangan kamu pergi ke sana, Leo” ucap Leon.
“Baiklah” ucap Leo dengan sedih.
Mereka pun segera kembali melakukan perjalanan. Tak lama kemudian, Leo menginjak sebuah jebakan yang ada. Jebakan itu seperti sebuah jaring yang bergerak dengan cepat menuju ke arah atas dan Leo terperangkap di dalam jaring tersebut. Jaring tersebut berada di tempat yang sangat tinggi. Leon pun segera mencari cara untuk menuju tempat Leo tanpa menggunakan kekuatan teleportasinya.
Leon memanjat pohon yang berada di sekitar tempat tersebut. Saat Leon memanjat pohon tersebut, terlihat sebuah panah yang sangat banyak bergerak menuju Leon. Leon kemudian melompat turun kembali untuk menghindari panah-panah tersebut. Tak lama kemudian, muncul sekumpulan robot yang cukup besar. Robot tersebut menyerang jebakan jaring tersebut dengan anak panah. Leon pun tidak sengaja berteriak kepada robot-robot tersebut.
“Tunggu, jangan menyerang jebakan itu” ucap Leon dengan keras.
Sekumpulan robot tersebut kemudian melihat ke arah Leon dan mereka mulai memanah Leon. Tanpa berpikir panjang, Leon pun segera menghindar dan pergi ke tempat yang cukup jauh dari Leo. Leon membawa mereka ke tempat yang jauh agar mereka tidak menyerang ke arah Leo.
__ADS_1
Tak lama kemudian, Leon berhasil kabur dari serangan sekumpulan robot tersebut dan ia kembali ke tempat Leo di tangkap. Leon kemudian kembali memanjat pohon tersebut dengan penuh semangat. Saat ia sudah mencapai hampir setengah bagian pohon tersebut, terlihat sebuah bola-bola yang besar terjatuh dari bagian atas pohon tersebut. Leon pun terkena bola-bola tersebut hingga membuatnya terjatuh kembali ke daratan.
Saat Leon terjatuh ke bawah, ia tidak sengaja terjatuh pada sebuah jebakan yang membuat jebakan itu menjadi meledak. Ledakan itu membuat Leon menjadi menghilang dan menciptakan sebuah asap hitam yang sangat tebal. Leo yang melihat asap hitam itu dari dalam jaring pun berteriak.
“Leon!” ucap Leo dengan keras.
Leo pun segera mencari cara untuk keluar dari jaring tersebut dan ia ingin segera menuju ke tempat asal asap tersebut. Leo sudah mencoba berbagai cara mulai dari menarik tali pada jaring tersebut, memukulnya, dan bahkan menggigitnya. Namun, tidak ada sedikit pun perubahan yang terjadi pada jaring tersebut. Leo kemudian memperhatikan keadaan di sekitarnya, ia berharap jika ada sesuatu yang bisa digunakan atau dijadikan ide agar ia dapat keluar dari jaring yang mengurung dirinya.
Setelah melihat-lihat keadaan sekitarnya, Leo melihat ada sebuah buah yang sangat besar dan segar. Leo sangat menginginkan buah tersebut dan tak lama setelah itu, sebuah tetesan air keluar dari mulut Leo. Tetesan air tersebut mengenai tali pada jaring yang mengurungnya dan tali tersebut terlihat seperti hancur. Tali tersebut terlihat seperti akan putus jika terkena beberapa tetes air lagi. Tanpa berpikir panjang, Leo pun segera membuang beberapa tetes air dari mulutnya ke arah bawah dan mengenai beberapa utas tali hingga tali tersebut menjadi putus.
Tak lama setelah beberapa tali itu putus, Leo pun keluar dari jaring tersebut dengan cara terjatuh ke arah bawah. Leo terjatuh dari ketinggian yang sangat tinggi. Tak lama kemudian ia mendarat dengan keadaan yang sangat tidak beruntung. Leo mendarat pada sebuah jebakan seperti sebuah lubang dan membuat dirinya terjatuh ke dalam lubang tersebut. Lubang tersebut cukup dalam dan Leo tidak dapat memanjat lubang tersebut.
“Halo? Bisakah kamu mengerti apa yang aku katakan?” ucap Leo.
“Tentu saja aku mengerti, tingkat kecerdasanku sama seperti dengan manusia” ucap robot tersebut dengan sombong.
“Jika memang begitu, bagaimana jika aku akan menguji tingkat kecerdasanmu? Aku tidak yakin jika kamu dapat menjawabnya dengan benar” ucap Leo.
“Kamu merendahkanku?! Kamu hanyalah sebuah manusia!” ucap robot tersebut dengan kesal.
__ADS_1
“Tidak, aku tidak merendahkanmu. Aku hanya ingin menguji sebuah pertanyaan yang baru saja aku pikirkan, apakah pertanyaan yang aku punya itu termasuk pertanyaan yang mudah atau pertanyaan yang sulit untuk di jawab bagi kamu yang sudah lama berada di tempat seperti ini” ucap Leo.
“Sudah lama? Aku baru saja berada di tempat ini beberapa puluh tahun yang lalu. Aku masih sangat baru di tempat ini jika dibandingkan dengan beberapa makhluk lain sepertiku” ucap robot tersebut.
“Menurutku, itu waktu yang cukup lama. Aku hanya ingin memastikannya sekali lagi, bolehkah aku bertanya mengenai pertanyaanku kepadamu? Dan sebelumnya, boleh aku mengetahui namamu?” ucap Leo.
“Baiklah jika kamu sangat ingin mengujiku, aku tidak takut. Aku akan memberitahu namaku jika memang aku tidak dapat menjawab pertanyaanmu” ucap robot tersebut.
“Mengingat jika tempat ini dipenuhi dengan jebakan, apa yang akan kamu lakukan jika kamu terkena jebakan itu? Misalnya, kamu terjebak pada sebuah lubang yang sangat dalam dan kamu tidak dapat keluar dari lubang tersebut” ucap Leo.
“Apa maksudmu terkena jebakan? Aku dan teman-temanku yang lain sudah hapal berbagai jebakan yang ada di tempat ini, tidak mungkin kami akan terkena jebakan tersebut. Dan misalnya aku terjebak dengan kondisi yang seperti kamu sebutkan, bukankah lebih baik jika menghancurkan segalanya? Aku tidak dapat memanjat lubang tersebut karena tanah di sekitarnya sangat licin, lebih baik aku menghancurkan sekelilingku dan mencari jalan menuju tempat yang daratan aslinya lebih rendah. Bukankah lebih baik seperti itu? Aku tahu, kondisi seperti itu adalah keadaan yang sedang kamu hadapi saat ini. Kamu ingin aku membantumu untuk keluar dari tempat ini?” ucap robot tersebut.
“Kamu sangat cerdas! Bisakah kamu membantuku?” ucap Leo.
“Baiklah, cepat ikuti aku dan jangan sampai kamu tertinggal!” ucap robot tersebut.
“Terima kasih!” ucap Leo dengan bahagia.
Leo segera mengikuti robot tersebut. Robot itu melubangi tanah-tanah yang ada di depannya, dan tanah yang dilubanginya itu kembali seperti semula setelah beberapa menit. Tak lama kemudian, robot tersebut berhenti karena ia tidak dapat melubangi tanah yang ada di depannya. Tanah yang keras itu menandakan akan ada terjadinya suatu kejadian yang berbahaya.
__ADS_1