
Terdengar sebuah suara yang sangat keras hingga membuat robot besar yang bersama Leo melarikan diri. Leo pun mengejar robot tersebut hingga mereka berada di tempat yang sangat mengerikan. Terlihat berbagai tali yang terikat berada di atas tanah pada seluruh tempat itu. Robot yang besar itu dapat melewati jebakan tersebut karena langkah yang ia punya sangat besar, sedangkan Leo harus mencoba melewatinya dengan hati-hati.
“Hei robot besar, tunggu aku” ucap Leo.
Robot yang besar itu pun berhenti berlari dan ia hanya diam saja menunggu Leo. Leo melewati jebakan-jebakan tali yang terlihat tersebut dengan perlahan. Saat sudah berada di akhir jebakan tersebut, ia tidak menyadari jika ada sebuah tali yang tidak terlihat olehnya dan ia pun menginjak tali tersebut. Tak lama setelah itu, jebakan yang ada di area itu pun aktif. Terlihat beberapa kapak yang sangat besar bergerak menuju tempat Leo berdiri. Dan juga terdapat beberapa panah yang mengincarnya.
Leo pun mencoba menghindari jebakan-jebakan tersebut. Meskipun Leo mengetahui jika ia mempunyai kekuatan kebal, ia tidak ingin robot tersebut mengetahui hal itu dan membuat masalah yang ada menjadi semakin rumit. Tak lama kemudian, Leo berhasil menghindari seluruh jebakan bergerak yang mengarah kepadanya.
Leo pun kembali berjalan menuju tempat robot besar itu berada. Saat berada di dekat robot tersebut, Leo tidak sengaja menginjak lagi sebuah jebakan yang ada dan membuat kakinya terikat serta terangkat menuju ke arah atas. Tak lama setelah itu, terlihat sebuah bola-bola kecil yang sangat keras bergerak menuju arah Leo.
Robot besar itu mengetahui jika ada bahaya yang mengarah ke Leo, dan robot itu pun menggunakan tangannya untuk menghalangi bola-bola tersebut agar tidak mengenai Leo. Dan setelah itu, ia melepaskan ikatan yang mengikat kaki Leo dan ia juga menurunkan Leo kembali menuju daratan. Leo pun mengucapkan terima kasih kepada robot tersebut dan menanyakan alasan robot tersebut melarikan diri.
“Terima kasih, robot besar. Dan juga, bolehkah aku mengetahui alasan mengapa kamu melarikan diri setelah mendengar suara yang sangat keras itu?” ucap Leo.
“Panggil aku Tama saja, aku tidak terlalu suka dipanggil dengan sebutan robot besar. Dan tentang suara itu, memangnya kamu belum pernah mendengarnya selama kamu berada di tempat ini? Itu adalah suara pemimpin tempat ini” ucap robot tersebut.
“Baiklah, Tama. Tetapi, mengapa kamu melarikan diri dari pemimpin tempat ini? Bukankah lebih baik jika kita bertemu dengannya?” ucap Leo.
“Tidak, aku tidak akan menemuinya. Setelah apa yang ia lakukan kepadaku, aku tidak akan memaafkannya” ucap Tama.
“Aku mengerti jika kamu mempunyai masalah pribadi dengannya, tetapi peran pemimpin dalam suatu kelompok merupakan peran yang sangat penting dan utama. Jika kamu tidak berkomunikasi dengan pemimpin itu, kamu akan kesulitan untuk melindungi alam ini. Seperti itu menurutku” ucap Leo.
“Kamu memang benar, aku akan mencoba untukmenghadapi kenyataan yang ada” ucap Tama.
Mereka pun segera kembali menuju suara pemimpin itu berasal. Tak lama kemudian, pemimpin tersebut mulai terlihat oleh Tama. Leo tidak menyadari jika robot besar itu adalah pemimpin alam ini, ia hanya melihat bu Nea yang berada di tempat itu. Leo pun segera menghampiri bu Nea dan menanyakan tentang pemimpin tempat ini.
“Bu Nea, apa ibu melihat pemimpin tempat ini? Aku tadi mendengar suaranya yang sangat keras berasal dari sekitar sini” ucap Leo.
__ADS_1
“Apa yang kamu katakan, manusia kecil?! Dia adalah pemimpin tempat ini” ucap Tama.
“Tama! Jangan berkata kasar seperti itu kepada Leo! Iya Leo, pemimpin tempat ini adalah aku” ucap bu Nea.
“Kamu kenal manusia ini?” tanya Tama.
“Sudah tentu bu Nea mengenalku, aku kan abangnya Miki” ucap Leo dengan percaya diri.
“Apa?!” ucap Tama dengan kesal.
“Tama!!” ucap bu Nea.
“Apa yang kamu maksud dengan ini, pemimpin?! Kamu harus menjelaskannya!” ucap Tama.
“Apa maksudmu? Seperti yang sudah kamu dengar, tidak ada hal lainnya yang harus dijelaskan” ucap bu Nea.
“Aku tidak marah, hanya saja dia yang membuatku kesal” ucap bu Nea.
“Apa?!” ucap Tama.
“Sudah-sudah, apa ada yang bisa aku bantu untuk meredakan emosi kalian?” ucap Leo.
“Bagaimana jika kamu mengambilkan buah untuk Miki? Bisakah kamu mengambilnya?” tanya bu Nea.
“Bukankah buah di tempat ini dipenuhi oleh jebakan?” ucap Leo.
“Tidak, kamu tidak akan terkena jebakan jika kamu mengambil buah yang berwarna keemasan” ucap bu Nea.
__ADS_1
“Baiklah, aku akan mengambilnya” ucap Leo.
Tak lama setelah itu, Leo bergerak mencari buah-buahan yang berwarna keemasan. Kemudian, robot-robot itu berbincang-bincang dengan biasa saja tanpa ada rasa marah. Mereka juga terlihat seperti merencanakan sesuatu.
“Sudah lama tidak bertemu, Tama” ucap bu Nea.
“Ya, sudah sangat lama. Bagaimana dengan persiapan yang ada? Apakah sudah siap?” ucap Tama.
“Tidak, sepertinya masih membutuhkan beberapa waktu lagi” ucap bu Nea.
“Baiklah, aku akan segera pergi. Jaga dirimu baik-baik” ucap Tama.
Tak lama kemudian, Tama pun pergi. Dan tak lama setelah itu, Leo kembali dengan membawa buah yang cukup besar. Leo memberikan buah tersebut kepada Miki dan ia mulai merasa heran karena Tama sudah tidak berada pada tempat itu.
“Bu Nea, kemana Tama pergi? Apa ia kembali marah kepadamu?” tanya Leo.
“Tidak, dia harus mengurus beberapa masalah keamanan. Bagaimana dengan paman tua yang bersamamu? Kemana ia pergi?” ucap bu Nea.
“Maksudmu pak Leon? Sepertinya ia terkena jebakan sehingga keberadaannya tidak diketahui” ucap Leo.
Tak lama setelah itu, terdengar suara teriakan yang sangat keras. Leo pun melihat ke arah teriakan tersebut dan ia tidak mengira jika seseorang yang berteriak itu merupakan Leon yang terlihat seperti sedang terjatuh dari langit. Leo pun segera mencoba untuk menangkap Leon. Beberapa saat kemudian, Leon terjatuh pada badan Leo. Leon pun segera menanyakan keadaan Leo.
“Leo, kamu tidak apa-apa? Mengapa kamu mencoba untuk menangkapku? Kamu bisa saja membiarkanku dan tidak harus memaksakan dirimu untuk melindungiku. Aku bisa menjaga diriku sendiri dengan baik” ucap Leon.
“Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja. Kamu tahu persis bagaimana sifat diriku, tenang saja. Aku akan membantumu jika aku mampu, pak Leon. Lebih baik kita segera menuju pusat alam ini untuk mendapatkan kunci menuju alam selanjutnya” ucap Leo.
Mereka pun ingin segera pergi menuju pusat alam tersebut. Saat ingin berjalan, mereka melihat sebuah robot yang terbang di udara. Robot tersebut seakan-akan memutari diri mereka. Tak lama setelah itu, bu Nea memberitahukan jika mereka tidak perlu menuju pusat alam tersebut. Mereka pun terkejut dengan keadaan yang disebutkan oleh bu Nea.
__ADS_1