Pemberantas Sindikat Kekuatan Terlarang

Pemberantas Sindikat Kekuatan Terlarang
Penyelamatan Sebuah Luka Kecil


__ADS_3

Mereka mendengar suara ledakan yang sangat keras, dan setelah itu terlihat berbagai serangan menuju ke arah mereka. Serangan tersebut lebih banyak mengarah kepada bu Nea dan Paula. Mereka mencoba menghindari serangan tersebut dengan sepenuh tenaga. Akan tetapi, mereka masih terkena beberapa serangan.


Beberapa serangan yang mengenai bu Nea di antaranya merupakan serangan meriam, roket kecil, dan panah biasa. Namun, serangan tersebut tidak berhasil menembus pertahanan tubuh bu Nea yang sangat keras. Sedangkan, serangan yang mengenai Paula hanyalah sebuah panah yang terdapat cairan aneh pada ujungnya. Cairan tersebut berwarna sangat aneh, yaitu hijau muda dan juga mempunyai aroma yang sangat busuk. Akan tetapi, serangan tersebut dapat menembus tubuh Paula. Selain itu, terdapat Leo yang terkena seluruh jenis serangan yang ada. Tetapi, ia tidak terluka sedikit pun karena kekuatannya. Dan juga terdapat Leon yang hampir berhasil menghindari seluruh serangan, kecuali sebuah panah yang sangat kecil dan bahkan hampir tidak bisa terlihat oleh manusia pada umumnya. Panah tersebut menyerupai duri, dan Leon menyadari jika itu bukanlah duri biasa pada umumnya. Leon menyadari duri tersebut merupakan sebuah panah khusus yang diselimuti oleh cairan aneh yang berwarna biru.


Bu Nea ingin menarik panah yang mengenai tubuh Paula, tetapi ia tidak bisa. Bu Nea pun meminta tolong kepada Leo untuk menarik panah tersebut. Leo berusaha sangat keras untuk menariknya, tetapi tidak bergerak sedikit pun. Dan tak lama setelah itu, bagian tubuh Paula yang terkena panah mulai terlihat berlubang. Leo yang menyadarinya segera menarik panah tersebut.


“Apa ada yang terluka selain Paula?” ucap bu Nea.


“Sepertinya tidak ada, pak Leon tidak terlihat terkena satu pun serangan. Selain itu, bagaimana dengan Miki?” ucap Leo.


“Tenang saja, Miki tidak akan terluka jika terkena serangan musuh” ucap Paula.


“Mengapa bisa seperti itu? Tunggu… Paula, lubang pada bagian tubuhmu semakin membesar!” ucap Leo.


Tak lama setelah itu, terdengar beberapa suara ledakan yang terjadi lagi.


“Ada suara ledakan! Kita harus segera menuju ke tempat yang aman. Apa ada tempat yang aman di alam ini, bu Nea?” ucap Leo.


“Ada, ikuti aku. Dan Leo, tolong kamu ajak Miki untuk mengikuti kita” ucap bu Nea.


“Baiklah” ucap Leo.


Mereka pun segera bergerak menuju tempat yang aman. Saat di perjalanan, Leon terlihat berjalan dengan keadaan kesakitan dan lubang yang berada di tubuh Paula terlihat semakin membesar. Dan setelah mereka sampai di tempat yang aman, bu Nea segera menyembuhkan Paula.


“Paula, aku akan segera menyembuhkanmu” ucap bu Nea.


“Kamu mempunyai kekuatan yang hebat, bu Nea. Kamu bisa mengembalikan lubang yang ada pada tubuh Paula seperti semula” ucap Leo.


“Tidak, ini bukanlah sesuatu yang hebat. Apa ada yang terluka selain Paula? Aku merasa jika ada seseorang yang terluka tetapi ia tidak mau mengakuinya” ucap bu Nea.

__ADS_1


Leo melihat sekitarnya dan ia melihat ke arah Leon yang sedang kelelahan.


“Pak Leon, apa kamu terluka? Atau kamu hanya kelelahan saja?” ucap Leo.


“Aku tidak apa-apa, Leo. Mungkin aku hanya kelelahan” ucap Leon.


“Haruskah kita beristirahat sementara di tempat ini?” ucap Leo.


“Tidak perlu, kita harus segera bergerak kembali” ucap Leon.


“Kalian tidak perlu memaksakan diri, kalian bisa beristirahat terlebih dahulu. Dan Leo, lebih baik kamu mencari buah-buahan di sekitar sini. Kamu bisa memilih buah yang berwarna keemasan atau bahkan biru muda, aku lebih buah yang berwarna biru muda pada saat ini” ucap bu Nea.


“Baiklah, aku akan segera mencarinya” ucap Leo.


Leo pun pergi mencari buah dan meninggalkan mereka. Dan setelah itu, bu Nea segera menghampiri Leon dan bertanya beberapa pertanyaan lalu ia mengobatinya.


“Sesuai yang diharapkan darimu, Nea. Sudah lama tidak bertemu” ucap Leon.


“Apa maksudmu sudah lama? Kita sudah bertemu beberapa saat sebelumnya” ucap bu Nea.


“Apa?! Ternyata memang kamu! Pantas saja aku selalu merasakan bahaya yang sangat mengerikan” ucap Paula.


“Aku sudah tidak seperti dulu, Paul” ucap Leon.


“Kamu selalu saja memanggilku dengan sebutan itu, sangat menyebalkan! Sudah seringkali aku bilang, namaku Paula dan bukan Paul!!!” ucap Paula dengan kesal.


“Hahaha, maaf. Sepertinya aku sudah tidak bisa mengejekmu seperti dahulu, kamu sudah tumbuh besar ya, Paula” ucap Leon.


“Lalu apa yang membuatmu berada di tempat ini, serigala kecil? Tidak, maksudku serigala besar” ucap Paula.

__ADS_1


“Apa bedanya yang kecil dan besar? Serigala tetaplah serigala, tidak berpengaruh jika ukurannya kecil atau pun besar” ucap bu Nea.


“Bisakah kalian tidak menyebutku serigala? Aku tidak ingin Leo mengetahuinya. Dan aku tidak bisa menceritakan alasanku datang ke tempat ini, akan sangat panjang jika diceritakan. Selain itu, bisakah kamu menyembuhkanku terlebih dahulu, Nea? Aku akan menarik keluar panah yang diselimuti cairan berwarna biru ini” ucap Leon.


“Panah? Aku tidak melihatnya” ucap Paula.


“Panah itu sangat kecil, kamu tidak akan bisa melihatnya, Paula” ucap bu Nea.


“Apa kamu sudah siap, Nea?” ucap Leon.


“Mengapa kamu berkata seperti itu ketika kamu meminta bantuanku?! Memang kamu tidak pernah berubah, Leon” ucap bu Nea.


Tak lama setelah itu, Leon menarik panah kecil yang berada di tubuhnya. Saat panah itu ditarik olehnya, cairan berwarna biru keluar dari tubuhnya dengan cukup banyak. Bu Nea pun segera menyembuhkan luka yang ada pada Leon.


“Terima kasih, Nea” ucap Leon dengan tersenyum.


“Wah, aku melihat kejadian langka!” ucap Paula.


“Tidak perlu seperti itu. Kamu tidak terlihat seperti dirimu yang biasanya, dan itu terlihat lebih mengerikan” ucap bu Nea.


“Baiklah jika kamu berkata seperti itu. Dan juga, aku ingin menanyakan suatu hal. Apa benar Miki merupakan anakmu? Atau kamu mengambilnya dari tempat lain? Darimana ia berasal? Dan siapa yang membuat dirinya?” ucap Leon.


“Bisa-bisanya kamu berkata seperti itu di saat Miki berada di dekatmu. Meskipun ia tidak mengerti yang kamu katakan, tetap saja kamu tidak boleh mengatakannya. Awas saja kalau kamu mengulanginya, serigala buas! Aku tidak akan memberitahumu! Dan juga, sepertinya Leo sudah akan tiba di tempat ini” ucap bu Nea.


Beberapa saat kemudian, Leo kembali dengan membawa buah yang sangat banyak meskipun buah tersebut berukuran tidak terlalu besar.


“Aku membawa buah untuk semuanya, dan aku juga mengambil buah berwarna keemasan untuk Miki. Semoga kalian menyukai buah pilihanku!” ucap Leo.


Leo membagikan beberapa buah yang ia pilih untuk masing-masing mereka, dan Leo meletakkan sisa buah yang ada pada area di tengah tempat mereka berada. Saat Leo ingin mengatakan sesuatu kepada bu Nea, ia melihat sebuah robot yang memiliki bentuk sangat menyeramkan berada di belakang bu Nea.

__ADS_1


__ADS_2