Pemberantas Sindikat Kekuatan Terlarang

Pemberantas Sindikat Kekuatan Terlarang
Sosok Misterius yang Mengejutkan


__ADS_3

Terdengar suara ledakan yang sangat keras, dan ledakan itu mengakibatkan beberapa pohon terbakar. Beruntungnya, terdapat sosok misterius yang memadamkan api tersebut. Leon dan Lismos terlihat kebingungan. Dan tak lama setelah itu, Leon memutuskan untuk pergi menghampiri sosok tersebut. Saat Leon menghampiri sosok tersebut, ia diserang oleh sekumpulan robot-robot kecil yang berada di dekat situ. Dan saat Leon ingin menghajar robot tersebut, sosok misterius tersebut bergerak dengan sangat cepat untuk menghentikan Leon. Leon pun terkejut, dan ia tidak sengaja melakukan teleportasi menuju ke dekat Lismos serta membawa sosok misterius tersebut. Tak lama setelah itu, sosok misterius yang bersama Leon segera menghampiri Lismos.


“Kamu mengenalnya?” ucap Leon kepada Lismos.


“Tentu saja tidak! Siapa kamu?! Jangan mendekatiku!” ucap Lismos dengan ketakutan.


“Ternyata benar dugaanku, ini memang kamu!” ucap sosok misterius tersebut.


“Kamu salah orang! Aku bukan orang yang kamu pikirkan itu!” ucap Lismos yang tubuhnya bergemetar.


“Kalian memang saling mengenal? Mengapa kamu mengatakan jika kamu tidak mengenalnya?” ucap Leon kepada Lismos.


“Sudahku bilang, aku tidak mengenalnya!” ucap Lismos.


“Kamu melupakanku? Atau kamu hanya berpura-pura melupakannya, Lismos? Ataukah aku harus memanggilmu pe-” ucap sosok misterius tersebut.


“Uwahh!!! Jangan kamu coba memanggilku dengan sebutan itu lagi!!! Aku sudah berusaha sangat keras untuk melupakannya, jangan kamu ingatkanku dengan sebutan itu! Maaf jika aku berpura-pura tidak mengenalimu, Wata. Aku tidak akan mengulanginya” ucap Lismos dengan ketakutan.


“Jika kamu mengulanginya, aku akan membuatmu mengingat masa lalu dirimu yang memalukan itu” ucap Wata dengan tersenyum jahat.


“Ternyata kalian saling mengenal. Sebelum itu, kamu seharusnya memperkenalkan dirimu terlebih dahulu” ucap Leon.


“Maaf aku terlambat memperkenalkan diriku. Aku adalah Wata, teman masa kecil Lismos. Jika kamu ingin mengetahui masa kecil orang yang kuat ini, aku akan memberitahunya jika ada penawaran yang cocok” ucap Wata.


“Tidak butuh. Selain itu, mengapa kamu mengatakan jika Lismos merupakan orang yang kuat? Bukankah dirinya sangatlah lemah? Hahaha” ucap Leon yang mengejek Lismos.

__ADS_1


“Woi, jangan mengejekku” ucap Lismos dengan kesal.


“Oh, kamu sepemikiran denganku. Walaupun Lismos lebih kuat diantara beberapa manusia lainnya, tetap saja ia tidak bisa mengalahkanku. Aku hanya berkata seperti itu agar aku terlihat lebih menghormatinya” ucap Wata.


“Sepertinya kamu cukup kuat, akan senang rasanya jika kita berlatih bersama di lain waktu!” ucap Leon dengan senyum bahagia yang licik.


“Woi, Leon. Kamu tidak bisa berbuat seperti itu” ucap Lismos.


“Apa yang kamu maksud? Saat aku mengejekmu, kamu terlihat sangat kesal. Tetapi saat Wata mengejekmu, kamu tidak kesal kepadanya. Hal itu karena kalian teman kecil, atau karena kamu takut padanya? Jika kamu takut kepadanya, bukankah seharusnya kamu lebih takut kepadaku? Dan kamu berkata seperti itu karena kamu mengira aku akan kalah, ataukah karena kamu takut teman masa kecilmu tidak bisa menerima kenyataan dirinya kalah dariku” ucap Leon.


“Bukan seperti itu” ucap Lismos.


“Sepertinya kamu sangat meremehkanku, apakah aku harus menunjukkan kekuatanku?” ucap Wata.


“Wata… Tunggu… Jangan melawannya, dan Leon juga jangan berkata seperti itu. Aku tidak ingin salah satu dari kalian terluka” ucap Lismos.


“Aku ingin membenarkan ucapanmu, Lismos. Kamu seharusnya menggunakan kata terbunuh, bukanlah terluka. Jika ia ingin menunjukkan seluruh kekuatannya, bukankah aku juga harus melakukan hal yang serupa?” ucap Leon.


“Tunggu… Kalian… Ah sudahlah, lakukan saja sesuka hati kalian” ucap Lismos.


“Apakah kita akan memulai pertarungan kita sekarang?” ucap Wata.


“Tentu saja, tuan Wota. Lebih cepat lebih baik” ucap Leon.


“Akan aku buat kamu mengingat namaku! Aku Wata, bukanlah Wota!” ucap Wata.

__ADS_1


“Hanya berbeda satu huruf saja, tidak akan berpengaruh kan?” ucap Leon.


“Jika kamu merasa seperti itu, bagaimana jika aku memanggilmu Leona? Tidak berpengaruh bukan? Tetapi, sepertinya nama itu sangat menyerupai nama perempuan. Bagaimana jika aku menghilangkan satu huruf di bagian namamu? Tuan Leo yang sangat kuat? Satu huruf saja tidak berpengaruh bukan?” ucap Wata.


“Sepertinya pertarungan kita tidak bisa dilakukan saat ini juga, kamu mengingatkanku tentang masalah yang sangat penting. Aku harus menyelesaikan masalah itu terlebih dahulu. Ayo cepat pergi, Lismos. Dan sampai bertemu kembali, Wata!” ucap Leon.


“Tunggu apa maksudmu?! Kamu ingin pergi begitu saja?! Aku tidak akan membiarkanmu pergi!” ucap Wata.


Leon pun menyentuh tubuh Lismos dan melakukan teleportasi menuju ke dekat lokasi mesin udara berada.


“Apa yang harus kita lakukan, Leon? Mengapa kita menuju ke tempat ini walaupun kita tidak tahu bagaimana cara untuk masuk ke zapola tersebut? Dan mengapa kamu tidak membawa temanku untuk ikut bersama menuju ke tempat ini? Mungkin saja ia bisa membantu kita. Walaupun sifatnya sangat buruk, aku rasa ia akan berguna” ucap Lismos.


“Tenang saja, aku yakin temanmu itu akan menyusul kita dalam beberapa menit saja. Kecepatan temanmu itu sangatlah cepat, aku percaya jika memang ia merupakan orang yang kuat. Sebelum itu, ada yang ingin aku tanyakan kepadamu. Apakah kamu mengetahui asal kekuatan itu? Sebenarnya aku mempunyai firasat buruk jika kita terus berada di dekatnya” ucap Leon.


“Aku tidak mengetahuinya, tetapi bisa saja yang kamu pikirkan itu terjadi. Jika dirinya marah, satu kota ini bisa saja hancur. Sebaiknya kamu jangan membuatnya marah” ucap Lismos.


“Kamu masih berpikir jika temanmu itu lebih kuat dari diriku? Mengenai firasat buruk yang aku katakan, itu merupakan tentang dirimu. Aku akan baik-baik saja meskipun temanmu itu mengamuk, tetapi kamu bisa saja terkena dampak buruk dari hal itu” ucap Leon.


“Apa maksudmu? Aku tidak memahaminya” ucap Lismos.


“Maksudku, kamu bisa saja dimarahi oleh anggota organisasi yang lain. Mereka pasti mengetahui jika kamu berkaitan dengan masalah itu” ucap Leon.


“Dimarahi? Mengapa bisa seperti itu? Lalu, bagaimana denganmu?” ucap Lismos.


“Tentu saja kamu dimarahi, kamu tidak akan menghentikannya seorang diri. Pasti kamu akan meminta beberapa anggota lain untuk membantumu... Atau jika kamu meminta bantuanku, sudah pasti kamu akan lebih dimarahi oleh bos. Dan tentu saja aku akan baik-baik saja. Sepertinya sudah dahulu percakapan kita mengenai hal ini, temanmu sudah tiba” ucap Leon.

__ADS_1


“Bagaimana bisa ia tiba? Dia saja belum terlihat mendekati tempat ini, te-” ucap Lismos.


Tak lama setelah itu, Wata tiba di dekat Leon dan Lismos dalam hitungan detik saja. Lismos sangat terkejut karena kecepatan temannya itu melebihi dari yang ia perkirakan. Beberapa lama kemudian, Wata terlihat sangat kesal kepada Leon dan ia memarahinya. Setelah itu, ia melihat menuju mesin udara di dekat mereka dan ia mengatakan jika ia mempunyai informasi mengenai mesin tersebut.


__ADS_2