Pemberantas Sindikat Kekuatan Terlarang

Pemberantas Sindikat Kekuatan Terlarang
Pelajaran yang Berharga


__ADS_3

Leon melakukan teleportasi menuju ke tempat Leo berada. Sesampainya ia di tempat tersebut, ia melihat jika Leo sedang memeluk Miki dengan sangat kuat. Leo bahkan terlihat seperti ia tidak akan membiarkan satu orang pun yang mendekatinya. Saat Leon mendekatinya, Leo mulai melakukan beberapa tendangan ke arah Leon. Meski begitu, ia tidak melihat arah tendangannya sehingga tendangan tersebut tidak mengenai Leon sedikit pun. Leon pun memanggilnya.


“Leo” ucap Leon.


Leo pun melepaskan pelukannya itu dan ia segera melihat ke arah Leon.


“Pak Leon, mengapa kamu sudah berada di sini? Kamu sudah berhasil mengalahkan orang-orang itu? Cepat sekali” ucap Leo.


“Belum, tetapi tenang saja. Mungkin saja jika yang lainnya akan segera menyelesaikannya” ucap Leon.


“Lalu, apa yang kamu lakukan di tempat ini? Ada sesuatu yang tertinggal?” ucap Leo.


“Aku hanya ingin melihat keadaanmu, dan aku sangat terkejut saat melihatnya” ucap Leon.


“Mengapa kamu terkejut?” tanya Leo.


“Boleh aku memberitahukannya? Aku merasa jika kamu tidak akan senang saat mendengarnya, dan bisa saja hal ini membuatmu marah” ucap Leon.


“Tidak apa-apa, aku akan baik-baik saja. Tenang saja, kamu tidak perlu mengkhawatirkanku. Jika aku marah kepadamu, aku akan melakukan hal yang seharusnya aku lakukan” ucap Leo.


“Coba saja jika kamu bisa memukulku, aku akan menganggapnya sebagai kemajuan dalam dirimu. Sebenarnya saat kamu melindungi Miki dan memukulku, kamu terlihat sangat lucu. Aku hampir saja tertawa, hahaha… Aku sudah tertawa, maaf… Hahaha, aku tidak bisa menahan ketawaku. Maafkan aku Leo, hahaha” ucap Leon


“Lucu? Miki memang sangat lucu, mengapa kamu meminta maaf?” ucap Leo dengan nada yang cukup rendah.


“Kamu tidak marah? Jika begitu, tidak usah dipikirkan… Lupakan saja” ucap Leon.


“Lalu, apa yang akan kamu lakukan saat ini?” ucap Leo.


“Bagaimana jika aku akan mengajari beberapa latihan, mulai dari latihan menganalisis musuh hingga cara yang tepat untuk melawan musuh” ucap Leon.


“Kamu mau mengajarkanku bertarung sepertimu? Aku tidak pernah mengira jika hal ini akan terjadi, aku sangat senang!” ucap Leon dengan bahagia.


“Bukan cara bertarung sepertiku, aku akan mengajarkanmu hal yang lebih baik dari itu” ucap Leon.


“Lebih baik?! Ayo cepat kita berlatih… Sebelum itu, memangnya ada yang lebih baik daripada cara bertarung sepertimu? Bukankah kamu orang yang kuat?” ucap Leo.

__ADS_1


“Aku tidaklah kuat, mungkin saja masih ada orang yang lebih kuat dariku. Dan cara yang lebih baik dari caraku bertarung merupakan cara bertarung yang sesuai dengan kekuatan yang kamu miliki” ucap Leon.


“Aku bisa memanfaatkan kekuatanku? Bukankah kekuatanku hanya cocok untuk bertahan?” ucap Leo.


“Karena itulah kekuatanmu juga sangat cocok untuk menyerang. Akan tetapi, kamu harus memakai beberapa cara licik. Apa kamu sanggup untuk melakukannya?” ucap Leon.


“Akan aku lakukan jika aku dalam keadaan yang terdesak, cepat ajarkan aku cara menggunakan kekuatanku untuk menyerang” ucap Leo.


“Baiklah, langkah pertama yang kita harus lakukan adalah mengamati. Ayo kita pergi mengamati pertarungan dari tempat lain” ucap Leon.


Leo dan yang lainnya pun segera pergi menuju ke tempat lain. Mereka pergi ke tempat yang cukup tinggi agar mereka dapat melihat keadaan pertarungan yang sedang terjadi dengan jelas. Tak lama kemudian, Leon melihat ke arah Miki. Pada saat itu, ia merasa ada yang berbeda dengan Miki. Beberapa lama kemudian, Leon mengalihkan pandangannya kembali ke arah pertarungan yang sedang terjadi.


“Leo, coba lihat area di sekitar lokasi pertarungan. Bisakah kamu melihat ada beberapa orang yang sedang bertarung?” ucap Leon sambil menunjuk ke arah area pertarungan.


“Menurutku, hanya ada dua orang yang sedang bertarung. Orang yang bersamamu sebelumnya dengan orang yang kamu sebut penjahat itu” ucap Leo.


“Jawabanmu salah. Ada tiga orang yang sedang bertarung di sana, apa kamu tidak melihatnya?” ucap Leon.


“Di mana? Aku tidak melihatnya” ucap Leo.


“Betul sekali.Pelajaran yang pertama, jangan pernah percaya dengan apa yang kamu lihat. Kamu harus selalu menganggap jika akan ada orang lain yang akan menyerangmu!” ucap Leon.


“Betul sekali. Pelajaran yang kedua, jangan pernah percaya dengan apa yang musuhmu katakan. Kamu tidak boleh langsung mempercayai apa yang dikatakan orang lain, bisa saja orang itu sedang berbohong atau mempunyai maksud yang berbeda dengan yang kamu pikirkan. Bisa saja orang tersebut sedang memberikan isyarat-isyarat atau sedang menguji pemikiranmu” ucap Leon.


“Benarkah begitu?! Terima kasih telah mengajarkanku mengenai tentang hal itu!” ucap Leo dengan bahagia.


“Apa kamu mengingat pelajaran kedua yang telah aku ajarkan?” tanya Leon.


“Tentu saja aku mengingatnya, jangan mempercayai perkataan orang lain” ucap Leo.


“Apa kamu mempercayai perkataanku?” ucap Leon.


“Kamu sedang mengujiku, pak Leon? Aku sangat mempercayaimu walaupun kamu mengatakan jika aku tidak boleh mempercayai perkataan orang lain. Jika itu pak Leon, aku akan selalu mempercayainya tanpa memikirkan perkataan orang lain” ucap Leo.


“Mengapa seperti itu?” tanya Leon.

__ADS_1


“Mungkin karena pak Leon selalu membantuku dan juga keluargaku, aku hampir saja menganggap pak Leon seperti keluargaku sendiri. Maaf ya, pak Leon” ucap Leo.


“Bagaimana jika kamu saja yang menjadi keluargaku? Hahaha” ucap Leon.


“Eh? Tetapi, orang tuaku… Aku rasa aku tidak bisa meninggalkan mereka. Aku akan membicarakannya nanti” ucap Leo.


“Tidak perlu, aku hanya mengejekmu saja… Kamu tidak perlu memikirkannya, lupakan saja jika aku pernah mengatakan hal itu” ucap Leon.


“Baiklah… Selanjutnya, apa yang akan kita pelajari?” ucap Leo.


“Sebelum aku melanjutkan proses pembelajaran ini, sebaiknya kita mengajak Miki bermain terlebih dahulu. Mungkin saja ia bosan mendengarkan percakapan kita, kita harus menghiburnya” ucap Leon.


“Memangnya Miki mengerti apa yang kita bicarakan?” ucap Leo.


“Coba saja kamu lihat dirinya” ucap Leon.


Leo pun melihat ke arah Miki. Tak lama setelah itu, Miki pun menggerakan kepalanya seakan-akan ia mengerti dengan apa yang mereka katakan. Leo pun segera mendekati Miki dan menanyakan jika ia bosan dengan percakapan mereka ataukah tidak. Beberapa lama kemudian, Miki pun menggerakan kepalanya seakan-akan ia tidak setuju dengan apa yang Leo katakan.


“Miki tidak merasa bosan” ucap Leo.


“Apa kamu yakin? Coba kamu tanyakan kepadanya sekali lagi” ucap Leon dengan tersenyum licik.


“Kamu tidak mempercayaiku? Coba lihat ke arah sini, aku akan segera menanyakannya” ucap Leo.


Leo pun menanyakan kembali pertanyaan yang sama kepada Miki. Tak lama kemudian, Miki memberikan jawaban yang berbeda. Miki menggerakan kepalanya seakan-akan ia setuju dengan pertanyaan yang Leo berikan.


“Bukannya Miki berkata jika ia bosan?” ucap Leon.


“Tetapi… Sebelumnya ia berkata jika ia tidak bosan” ucap Leo.


“Pelajaran yang ketiga, jangan pernah menganggap setiap kejadian yang terulang kembali akan mendapatkan hasil yang sama. Terima kasih, Miki” ucap Leon.


“Ini termasuk ke dalam pelajaran yang ingin kamu berikan kepadaku? Aku tidak mengira jika tidak akan terjadi hal seperti ini” ucap Leon.


“Untuk kali ini, hanya tiga pelajaran seperti itu yang aku berikan. Untuk sekarang dan beberapa waktu ke depan, kamu harus memperhatikan orang-orang yang sedang terlihat kebingungan itu. Orang-orang tersebut merupakan musuh kita, dan aku akan kembali melawan mereka. Perhatikan dengan baik, gunakan matamu dan pelajarilah dari apa yang aku akan contohkan kepadamu. Dan kamu tidak perlu mengkhawatirkan Miki akan terserang, tidak akan ada yang menyerang kalian jika kalian tidak berpindah dari tempat ini” ucap Leon.

__ADS_1


“Baiklah aku mengerti, berikan contoh yang terbaik bagiku!” ucap Leo.


Leon pun segera pergi dari tempat yang cukup tinggi tersebut dengan cara melompat, dan Leo selalu memperhatikan Leon tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun. Leo mengerti jika ia akan kehilangan jejak Leon jika ia mengalihkan pandangannya. Beberapa lama kemudian, Leon berlari dengan sangat cepat menuju ke area orang-orang tersebut berada. Tak lama setelah itu, Leon merasa jika ada sesuatu yang aneh mengenai orang-orang tersebut.


__ADS_2