
Leon, Lismos, dan Wata melanjutkkan kembali perjalanan mereka menelusuri ruangan yang ada di dalam mesin udara tersebut. Beberapa saat kemudian, mereka tidak sengaja menekan beberapa tombol dan menyebabkan mesin udara tersebut mengeluarkan bunyi yang cukup keras dan berguncang. Beberapa lama kemudian, guncangan tersebut berhenti meskipun suara mesin tersebut masih terdengar.
“Apa yang terjadi?” ucap Wata.
“Maaf, ini semua terjadi karena aku tidak berhati-hati” ucap Lismos.
“Tidak usah menyesali kejadian yang sudah terjadi… Sepertinya zapola yang kita naiki ini sudah tidak berada di tanah” ucap Leon.
“Maksudmu, zapola ini sudah terbang di angkasa?!” ucap Wata.
“Mungkin saja, sepertinya zapola ini sudah terbang di langit” ucap Leon.
“Bahaya, kita harus segera mempercepat penelusuran ruangan zapola ini” ucap Wata.
“Kamu sudah mengetahuinya, Wata?” ucap Lismos.
“Tentu saja” ucap Wata.
“Tunggu, apa yang kalian bicarakan?” tanya Leon.
“Sudah cepat, akan sangat membutuhkan waktu lama jika aku selalu menjawab pertanyaanmu” ucap Wata.
Mereka pun kembali melanjutkan penelusuran ruangan-ruangan yang ada. Beberapa lama kemudian, ia melihat sebuah kaki dari kejauhan. Saat mereka memperhatikannya lebih fokus, itu merupakan kaki seseorang yang telah terjatuh. Dan mereka juga melihat adanya beberapa persenjataan yang menempel pada dinding zapola tersebut. Senjata itu terlihat seperti akan menembakkan segala sesuatu yang berada di dalam area jangkauannya.
“Jangan melewati area yang diawasi persenjataan itu, kita harus memeriksa terlebih dahulu apakah senjata itu aktif atau tidak” ucap Wata.
“Tetapi, aku bisa menggunakan kekuatanku. Dan kamu juga bisa menggunakan kekuatanmu, mengapa kita harus memeriksa area tersebut?” ucap Leon.
“Kamu yakin jika kekuatanmu bisa membuatmu melewati area tersebut? Dan juga, apakah kamu benar-benar bisa menggunakanmu di dalam zapola ini?” ucap Wata.
__ADS_1
“Tentu saja aku bisa menggunakannya, apa kamu tidak bisa menggunakan kekuatanmu? Apa hanya seperti itu kemampuanmu?” ucap Leon.
“Bohong! Mana mungkin kamu bisa menggunakan kekuatanmu?!” ucap Wata.
“Untuk apa aku berbohong pada keadaan seperti ini? Aku akan menunjukkannya. Jika kamu ingin melakukan teleportasi bersamaku, kamu harus membuktikan jika area tersebut benar-benar berbahaya” ucap Leon.
“Aku akan membuktikannya!” ucap Lismos dengan semangat.
“Mengapa kamu yang melakukannya, Lismos? Kamu tidak perlu melakukannya untukku” ucap Wata.
“Aku tidak melakukannya untukmu, Wata. Aku hanya ingin melakukan teleportasi bersama Leon” ucap Lismos.
“Sepertinya kamu sudah tergila-gila dengannya” ucap Wata.
“Tidak… Hanya dengan teleportasinya saja. Aku akan segera membuktikannya, Leon”ucap Lismos.
Kemudian Lismos mencari beberapa benda yang ada di sekitarnya dan ia melemparkannya ke arah area persenjataan tersebut. Terlihat jika senjata tersebut menyerang benda yang dilemparkan oleh Lismos hingga benda tersebut menghilang.
“Tetapi kamu tidak membuktikannya, hahaha. Ayo Lismos, kita segera pergi melewati area tersebut. Biarkan saja Wata di tempat ini, hahaha” ucap Leon.
“Aku sudah tidak sabar!” ucap Lismos dengan semangat.
“Tunggu, jangan tinggalkan aku!” ucap Wata.
Lismos pun mulai mendekati Leon yang ingin melakukan teleportasi. Pada saat Leon menyentuh tubuh Lismos dan ingin melakukan teleportasi, Wata menyentuh tubuh Leon dari arah belakang sehingga ia ikut terbawa dalam teleportasi tersebut.
“Mengapa kamu juga ikut menggunakan kekuatanku? Kamu tidak mempunyai kekuatan yang cukup untuk menyelamatkan dirimu sendiri jika aku meninggalkanmu? Dan bukankah seharusnya kamu merasa tidak adil kepada Lismos? Hahaha” ucap Leon.
“Betul sekali. Aku yang sudah berjuang, tetapi kamu telah memanfaatkan perjuanganku” ucap Lismos.
__ADS_1
“Bukankah kita teman kecil, Lismos? Lagipula mengapa kamu selalu mengejekku, Leon?!” ucap Wata.
“Kamu tidak boleh memanfaatkan status pertemanan masa kecilmu itu, hahaha. Aku tidak mengejekmu, itu hanyalah kenyataan yang aku katakan” ucap Leon.
“Leon, sepertinya sudah cukup percakapanmu dengannya. Kita harus segera memeriksa keadaan di sana” ucap Lismos sambil menunjuk ke arah kaki yang terlihat di dekatnya.
“Betul juga yang kamu katakan, aku tidak seharusnya membuang waktuku untuk hal tidak berguna seperti itu” ucap Leon.
Mereka pun segera pergi memeriksa keadaan kaki seseorang yang terjatuh tersebut. Saat mereka tiba di tempat itu, terlihat jika itu merupakan tubuh Leo yang sudah hampir setengahnya berada di dalam lantai zapola tersebut. Seakan-akan tubuh Leo sedang terhisap ke dalam lantai tersebut. Dan saat mereka mencoba untuk mengeluarkannya, sangat sulit bagi mereka untuk menariknya.
“Leon, kita harus segera menariknya! Waktu kita sudah tidak banyak!” ucap Wata.
“Sangat sulit untuk menariknya!” ucap Leon dengan panik.
“Leon, tenangkan dirimu!” ucap Lismos.
“Gunakan saja kekuatanmu, dasar bodoh!” ucap Wata.
Leon pun segera menggunakan kekuatannya untuk mengeluarkan Leo. Leo segera melihat keadaan Leo, namun ia tetap tidak mengetahui alasan mengapa Leo tidak sadarkan diri. Beberapa lama kemudian, Lismos melihat jika ada sebuah robot yang ia kenal berada di dekat mereka dan tidak sadarkan diri. Lismos sangat terkejut karena ia mengenal robot tersebut. Beberapa lama kemudian, Lismos mencoba untuk membuat robot tersebut sadar. Tak lama setelah itu, Wata melihat jika ada sesuatu benda di dekat mereka.
“Leon, Lismos… Coba lihat ke arah sini. Sebentar saja” ucap Wata.
Leon dan Lismos pun melihat ke arah Wata. Saat Leon melihat ke arah tersebut, ia juga melihat adanya benda yang menurutnya tidak asing.
“Lismos, lihat benda itu! Apa kamu mengetahuinya?” ucap Leon sambil menunjuk ke arah benda tersebut.
“Mengapa benda seperti itu bisa berada di tempat ini?!” ucap Lismos.
“Memangnya benda apa itu? Aku memanggil kalian karena aku ingin menanyakan dan menunjukkan benda itu” ucap Wata.
__ADS_1
“Benda itu merupakan benda yang seharusnya tidak berada di tempat seperti ini. Tetapi, entah mengapa benda itu bisa berada di sini… Aku curiga jika masih ada benda lain seperti itu yang masih berada di tempat ini. Lismos, cepat kamu ambil benda itu dan menyimpannya dengan baik! Sepertinya waktu kita sudah habis, aku mempunyai firasat buruk” ucap Leon.
Lismos pun segera mengambil benda tersebut dan menyimpannya di tempat yang aman agar benda itu tidak dapat tersentuh oleh yang lainnya. Beberapa lama kemudian, terdengar suara ledakan dari arah luar mesin udara tersebut. Suara ledakan itu sangatlah keras hingga menyebabkan dinding-dinding mesin udara tersebut hancur. Dan tak lama kemudian, mesin udara tersebut seperti sedang kehilangan kendali dan akan terjatuh. Leon pun segera membawa Leo keluar dari mesin udara tersebut, dan Lismos membawa robot yang ditemuinya keluar dari mesin udara tersebut. Sedangkan Wata, ia berhasil menggunakan kekuatannya kembali dan ia segera berlari menuju beberapa ruangan sebelumnya untuk mengambil beberapa pakaian yang ada. Setelah itu, Wata pun melompat keluar dari mesin tersebut dan menyusul Leon dan Lismos dari jarak yang cukup tinggi.