
Leo seperti telah tersadar dari tidurnya yang sangat panjang, namun ia tidak mengingat berbagai kejadian yang telah terjadi. Saat Leo tersadar, ia melihat jika terdapat Leon, Miki, dan seseorang yang ia tidak kenal telah berada di dekatnya. Leon yang melihat Leo tersadar pun segera mendekati Leo dan ia menanyakan tentang keadaannya.
“Bagaimana keadaanmu, Leo? Apa kamu baik-baik saja? Apa yang terjadi padamu?” ucap Leon.
“Aku? Seingatku, aku bertemu dengan sebuah robot yang bernama Ropan. Setelah itu, aku menyelidiki sesuatu benda bersama robot tersebut. Aku mengira jika benda tersebut sangatlah indah, karena hal itulah yang membuatku pergi untuk melihatnya. Pada awalnya perjalananku menuju bawah tanah sangatlah seru, tetapi Ropan tidak bisa menembus tanah yang berada di depannya. Kejadian itu terjadi saat aku dan Ropan dalam perjalanan kembali ke atas tanah, aku mengira jika benda keras tersebut merupakan kaki dari sebuah robot yang sangat besar. Tetapi dugaanku salah, Ropan berhasil menembus benda tersebut dalam waktu yang cukup lama. Setelah itu, kami beristirahat dan Ropan mulai tidak sadarkan diri. Sepanjang perjalanan, ia tidak memperbolehkanku menyentuh benda itu dan ia merupakan orang yang menyimpan benda itu. Namun, aku tidak mengerti apa yang sedang terjadi saat ini. Aku terbangun dan sudah berada di tempat ini… Tunggu, bagaimana dengan Ropan?! Apakah di antara kalian ada yang melihat Ropan? Pak Leon, kita harus segera mencarinya!” ucap Leo.
“Bagaimana bentuk robot tersebut?” ucap Leon.
“Ukurannya tidak terlalu besar, mungkin hampir seperti diriku. Dan juga, ia memiliki alat yang menyerupai… Aku lupa namanya… Seperti benda untuk melubangi sesuatu” ucap Leo.
“Aku seperti pernah melihatnya, tetapi aku tidak bisa mengingatnya. Wata, apakah kamu pernah melihatnya?” ucap Leon.
“Mungkin saja, itu robot yang dibawa oleh lis-” ucap Wata.
Leo pun segera memberikan isyarat seperti menginjak kaki Wata agar ia tidak menyebutkan Lismos. Meski begitu, Wata hanya terkejut saja dan tidak merasa sakit sedikit pun.
“Lis?” tanya Leo dengan penuh rasa penasaran.
“Listrik? Arus listrik mungkin? Hehe” ucap Leon.
“Ropan telah terbawa arus listrik?! Bukannya itu berbahaya baginya?!” ucap Leo.
“Tenang saja, mungkin arus listrik tidaklah berbahaya baginya. Mengingat jika ia merupakan sebuah robot, mungkin saja ia sedang membutuhkan listrik untuk bergerak. Atau mungkin saja, ucapan yang dikatakan orang ini tidaklah benar” ucap Leon.
__ADS_1
“Tunggu… Siapa orang ini, pak Leon? Temanmu? Atau kamu hanya tidak sengaja bertemu dengannya di alam ini?” ucap Leo.
“Aku bukanlah temannya!” ucap Wata.
“Seperti yang kamu lihat, kamu pasti bisa memahaminya. Aku tidak perlu menjelaskan padamu kan, Leo?” ucap Leon.
“Baiklah, aku mengerti. Selain itu, sepertinya kita harus segera mencari Ropan. Tetap saja, aku masih mengkhawatirkan dirinya” ucap Leo.
“Tunggu, Leo. Sepertinya kita tidak dapat melakukan hal itu, saat ini kita dalam keadaan yang cukup berbahaya. Sebenarnya, aku lebih menanggapnya seperti suatu hal yang sangat seru. Kita akan mencari robot yang kamu katakan itu setelah kita telah membereskan masalah ini. Akan aku beritahu satu hal. Semenjak kamu berada di tempat ini dan tidak sadarkan diri, Miki selalu menjagamu. Pada kali ini, kamu harus menjaga Miki agar ia tidak terkena serangan-serangan yang berbahaya. Atau mungkin, kamu bisa menutupi Miki dengan tubuhmu itu” ucap Leon.
“Apa yang terjadi? Kita tidak bisa mencari Ropan saat ini? Dan aku harus melindungi Miki? Tidak mungkin… Memeluknya? Bagaimana bisa aku melakukan hal seperti itu? Tubuhku tidaklah besar, akan sangat sulit untukku melindungi atau bahkan memeluknya hingga seluruh tubuhnya tertutup” ucap Leo.
“Sudah tidak ada waktu untuk berbicara, Leo. Lakukan saja yang terbaik bagimu. Aku yakin jika kamu bisa melindunginya” ucap Leon.
“Apa yang kamu maksud? A-” ucap Leo.
“Wata, bagaimana menurutmu? Apa ini sesuai dengan yang kamu inginkan?” ucap Leon.
“Jadi inilah hal yang kamu katakan sangat seru? Apa maksudmu? Hanya sedikit ini? Apa kamu serius?! Tidak seru sama sekali” ucap Wata.
“Pertunjukkan yang sebenarnya belumlah dimulai, aku akan memberikan bagian itu kepadamu” ucap Leon.
“Pertunjukkan yang sebenarnya?” ucap Leo.
__ADS_1
Tak lama kemudian, muncul seseorang yang mempunyai aura sangat kuat. Orang tersebut muncul tepat di belakang Leon dan Wata berada. Meski begitu, mereka tidak menyadari kehadiran orang yang misterius tersebut. Leo dan Wata pun segera menjauh dari orang tersebut. Tak lama setelah itu, orang tersebut bergerak sangat cepat dan berhasil memukul mereka. Meskipun pukulan tersebut tidak terasa menyakitkan, tetap saja jika pukulan tersebut membuat diri mereka terlihat payah.
“Hidangan utama telah tiba! Bisakah kamu menghadapinya seorang diri, Wata? Ataukah kamu memerlukan bantuanku untuk mengalahkannya?” ucap Leon.
“Tentu saja aku bisa melawannya. Inilah saat-saat yang aku tunggu, pasti akan sangat seru!” ucap Wata.
“Baiklah jika begitu. Aku akan mengurus sampah-sampah yang lainnya” ucap Leon.
Wata pun segera melawan orang tersebut, dan Leon pun membersihkan sisa-sisa penjahat yang lainnya.
“Sepertinya kalian terlalu meremehkanku. Atau hanya kamu saja yang meremehkanku?” ucap orang tersebut.
“Aku tidak meremehkanmu, pasti kamu sangatlah kuat. Semoga saja kekuatanmu sama besarnya dengan aura yang kamu keluarkan” ucap Wata.
“Kamu sangat meremehkanku! Aku akan segera menghabisimu!” ucap orang tersebut.
“Hidangan yang lezat! Coba saja kalau kamu bisa! Hahaha” ucap Wata dengan bangga.
Mereka pun melanjutkan pertarungan mereka. Pada waktu yang bersamaan, Leon sedang menghadapi beberapa penjahat yang tersisa.
“Cepat katakan, siapa yang menyuruh kalian untuk berbuat seperti ini? Apakah Nea yang menyuruh kalian?! Nea sudah tidak ada di tempat ini lagi, kalian tidak perlu melanjutkan hal ini lagi! Jika kalian menyerah, mungkin saja aku akan mengampuni nyawa kalian” ucap Leon.
“Apa urusanmu?! Orang yang tidak memiliki kekuatan seperti dirimu tidak berhak mengatakannya!” ucap salah seorang penjahat tersebut.
__ADS_1
“Baiklah jika itu yang kalian inginkan, aku akan segera menghabiskan kalian. Jangan salahkan aku jika kalian sudah tidak bisa melihat hari esok!” ucap Leon.
Saat Leon ingin membereskan orang-orang tersebut, ia sempat melihat ke arah langit. Pada saat itu, ia melihat adanya kertas-kertas yang berterbangan di langit. Leon pun segera mengiring orang-orang jahat tersebut menuju ke arah pepohonan yang tidak bisa terlihat oleh Leo. Saat sampai di area tersebut, Leon segera melakukan teleportasi menuju ke dekat gerbang perbatasan alam Maton berada. Leon pun segera menemui seseorang yang ia kenal sebelumnya.