Pemberantas Sindikat Kekuatan Terlarang

Pemberantas Sindikat Kekuatan Terlarang
Percakapan dan Masalah pada Jalan Terakhir


__ADS_3

Leo pun telah tiba di akhir dari jalan yang dipilihnya dan ia melihat Leon yang sudah berada tempat itu terlebih dahulu. Leo pun menatap Leo dengan bahagia dan ia terlihat seperti sangat ingin berbicara dengan Leon. Tak lama setelah itu, Leo pun mulai menyapa Leon.


“Pak Leon” ucap Leo.


“Leo? Bagaimana pilihan jalan yang kamu pilih?” ucap Leon.


“Aku merasa jika diriku mendapat berbagai tantangan yang sulit, tetapi tantangan tersebut terasa sangat seru. Bagaimana denganmu, pak Leon?” ucap Leo.


“Tantangan? Tantangan apa yang kamu maksud? Aku hanya berjalan seperti biasa saja tanpa mendapatkan satu pun tantangan” ucap Leon.


“Kamu tidak mendapatkan satu pun tantangan?! Mengapa bisa?! Aku mendapatkan tantangan pada setiap jalan yang aku pilih” ucap Leo dengan kesal.


“Hahaha. Bukankah kamu tadi mengatakan jika tantangan itu sangat seru?” ucap Leon.


“Betul, memang sangat seru. Meski tidak semua tantangan tersebut menyenangkan. Ada juga beberapa tantangan yang menurutku sangat menyedihkan. Boleh aku menceritakannya kepadamu?” ucap Leo.


“Boleh saja, tetapi kita harus berjalan menuju alam selanjutnya. Kamu bisa menceritakannya saat kita berjalan” ucap Leon.


“Baiklah” ucap Leo.


Leo dan Leon pun berjalan menuju alam selanjutnya dengan melalui satu-satunya jalan yang ada.


“Bisa aku menceritakannya sekarang?” tanya Leo.

__ADS_1


“Boleh, ceritakan saja. Akan tetapi, kamu harus menceritakannya dengan singkat” ucap Leo.


“Pada pilihan jalan pertama, aku terlihat seperti orang yang sangat bodoh. Aku diharuskan menyamakan warna pada sebuah benda, namun pewarna yang ada tidak cukup untuk mewarnainya. Setelah itu, aku terjatuh dan benda tersebut terlempar menuju ke dalam sebuah kolam lumpur. Aku tidak menyadari jika warna pada benda tersebut sudah sama, lalu aku mencuci benda tersebut. Beruntungnya, aku memasukkan benda tersebut ke dalam cairan asam dan membuat warna pada kotak tersebut menjadi sama dan sangat indah” ucap Leo.


“Hebat sekali kamu dapat menemukan tantangan seperti itu, pasti ada suatu hal lain yang sedang kamu pikirkan pada saat itu” ucap Leon.


“Tidak ada kok. Aku akan melanjutkan ceritaku. Pada pilihan jalan kedua, aku mendapat tantangan untuk memakan makanan di sebuah tempat sesuai dengan urutan yang berdasarkan sebuah teka-teki. Setelah aku memakan makanan itu, aku tidak menyadari jika tidak ada minum yang berada di tempat itu. Dan setelah beberapa lama, aku menemukan sebuah tempat seperti pada pilihan jalan pertama dan aku meminum cairan asam yang ada di tempat tersebut. Aku merasa pusing dan sangat haus, aku pun mengambil kembali air yang berada di dekat alat tersebut. Aku mengiranya jika itu merupakan cairan asam juga, tetapi saat aku meminumnya, itu merupakan air biasa saja” ucap Leo.


“Aku merasa seperti ada sesuatu yang aneh dengan ceritamu” ucap Leon.


“Ceritaku tidak aneh, aku hanya menceritakannya sesuai dengan yang terjadi. Kejadian yang aneh menurutku adalah kejadian-kejadian yang terjadi setelah aku menyelesaikan pilihan jalan kedua. Setelah aku menyelesaikannya, pilihan jalan yang ada di tempat itu sudah muncul. Padahal, pada sebelum-sebelumnya pilihan jalan yang ada tidak langsung ada. Aku mengira jika pak Leon sudah sampai dan memilihnya terlebih dahulu” ucap Leo.


“Tidak, aku tidak memilihnya. Aku berada di belakangmu pada saat itu. Aku hanya melihat kamu memasuki jalan yang kamu pilih. Dan setelah kamu pergi, aku melihat jalan-jalan itu menghilang. Setelah aku sampai di tempat-tempat itu, jalan tersebut kembali muncul sama seperti sebelum-sebelumnya” ucap Leon.


“Tentu saja, aku memilih satu-satunya sisa jalan yang tidak kamu pilih. Aku memilih jalan bagian kiri” ucap Leon.


“Satu-satunya jalan? Bukannya ada tiga pilihan jalan pada saat itu?” tanya Leo.


“Apa maksudmu, Leo? Hanya terdapat dua pilihan jalan yang ada. Aku melihatmu memilih jalan bagian kanan” ucap Leon.


“Tidak! Aku ingat sekali ada tiga pilihan jalan dan aku memilih jalan bagian kanan. Dan memang, pada pilihan jalan itu terdapat tantangan yang menurutku sangat aneh” ucap Leo.


“Bisa kamu ceritakan? Aku mempunyai firasat yang buruk tentang ini” ucap Leon.

__ADS_1


“Aku sempat tertidur untuk beberapa saat. Dan setelah aku terbangun, aku dikelilingi oleh sekelompok orang bernama SS-Projecto yang ingin membunuhku. Setelah itu, aku dibawa menuju alam yang berbeda oleh ketua kelompok itu dan diceritakan mengenai beberapa kejadian sedih. Setelah itu, aku dikembalikkan ke alam pengembangan ini dan membantu anggota kelompok itu untuk melarikan diri. Tak lama kemudian, muncul seseorang dari langit dan ia berubah menjadi serpihan kertas. Kemudian, aku menemukan dua buah kolam yang suhunya berubah-ubah. Dan aku juga melihat adanya sosok manusia yang berada di balik pohon dan ia memberikanku sebuah nasihat” ucap Leo.


“Apa yang terjadi pada serpihan kertas itu? Kamu mengambilnya atau membiarkannya?” tanya Leon.


“Aku membiarkannya, lagipula itu hanyalah sebuah serpihan kertas” ucap Leo.


Perjalanan mereka menuju alam berikutnya sudah melewati setengah perjalanan. Tak lama kemudian, kepala Leo mulai pusing dan ia mulai mengatakan hal-hal yang aneh. Seakan-akan seluruh imajinasi yang ada di kepalanya ia ucapkan.


“Matahari sangat dekat… Mengapa tidak ada bulan… Langit yang merah itu bagus… Ikan-ikan terbang di langit memakan sebuah kue yang sangat besar… Sungguh indah pemandangan ini” ucap Leo.


“Sudah aku duga hal buruk akan terjadi. Leo mendapatkan tantangan dan ia tidak berhasil menyelesaikan tantangan yang terakhir. Seharusnya ia membawa serpihan kertas itu dan meletakkannya pada kolam saat suhu kolam mulai memanas. Tunggu… Seseorang dari langit dan berubah menjadi serpihan kertas? Sepertinya aku mengetahui orang itu. Bahaya! tak butuh waktu yang lama bagi ia datang ke tempat ini! Kita harus segera pergi, Leo!” ucap Leon.


“Pergi? Apa maksudmu, Leon? Huwaaa…. Aku masih ingin melihat pemandangan yang indah ini… Gedung-gedung yang berada di matahari itu sangat indah… Aku ingin ke sana” ucap Leo.


Meskipun Leo tidak terlalu sadar apa yang dikatakannya, ia masih bisa mendengar serta merespon apa yang Leon katakan. Leon pun segera menarik Leo dan berlari. Tak lama setelah itu, seseorang dengan ciri-ciri yang disebutkan oleh Leo pun muncul. Orang tersebut terlihat seperti terbang di langit dan disekelilingnya terdapat beberapa serpihan kertas.


“Sudah aku duga itu adalah dirimu, Chartis!” ucap Leon


“Hahaha. Tidak aku kira kita bisa bertemu kembali, Leon!” ucap Chartis yang sedang terbang di langit.


“Apa yang kamu lakukan di tempat seperti ini, Chartis?!” ucap Leon dengan keras.


“Itu yang seharusnya aku tanyakan kepadamu, Leon!” ucap Chartis.

__ADS_1


Chartis pun menyerang Leon dengan serpihan-serpihan kertas yang dikendalikan oleh dirinya. Saat serpihan kertas tersebut mulai mengarah dan dekat pada Leon, serpihan kertas tersebut berubah menjadi serpihan besi yang sangat tajam. Beruntungnya, Leon berhasil menghindar dan Leo tidak terkena serangan tersebut walaupun dirinya tidak bergerak sedikit pun.


__ADS_2